Love is Back

Love is Back
Hanya butuh kurang dari lima menit



Olive berjalan keluar kelas saat bel pulang berbunyi, gadis itu berjalan dengan teman sekelasnya karena sahabatnya Ami sudah lebih dulu pulang, katanya mau bersiap untuk pergi bersama sang suami.


Olive yang sedang bersenda gurau tiba-tiba memelankan langkah kakinya saat pupil matanya menangkap sosok pria yang menggunakan jas merah dengan kemeja putih didalamnya, bahkan para siswi sengaja masih berkerumun depan gerbang karena melihat pemandangan yang indah.


Ando menegakkan tubuhnya yang semula bersandar saat melihat gadis yang dia tunggu terlihat berjalan pelan kearahnya, pria itu sudah tersenyum membuat siswi-siswi yang melihatnya menjerit histeris.


Melepas kaca mata hitamnya, Ando menunggu Olive agar lebih dekat padanya, tapi sepertinya gadis itu sengaja memperlambat jalannya.


"Liv, gue duluan ya." Loli teman Olive lebih dulu pergi, meninggalkan Olive yang berdiri dengan mencekram dua sisi tali tasnya.


Ando berjalan pelan mendekati gadis yang sejak tadi menguji kesabarannya, karena lelet berjalan seperti siput.


"Tidak membalas pesanku hm." Ando menatap gadis imut dan manis didepanya dibalik kaca mata hitam yang dia kenakan kembali.


Jika sebelum-sebelumnya sahabatnya yang menjadi pusat perhatian lantaran dekat dengan kepala yayasan disekolah, kini Olive yang menjadi pusat perhatian lantaran asisten atau pria tampan kedua mendekati dirinya.


Olive menatap Ando acuh. "Ngak penting." Gumamnya dengan pelan, tapi jarak Ando yang begitu dekat membuat pria itu mendengar gumaman Olive.


Ando membuang pandanganya dengan bermain lidah didalam mulutnya, entah mengapa membuat hatinya tersentil.


"Ayo..." Tanpa bertanya Ando langsung menarik tangan Olive untuk masuk kedalam mobilnya.


Olive yang berontak membuat Ando tidak perduli dengan rengekan gadis itu.


"Kak apa-apaan sih." Kesal Olive yang tidak mau dipaksa masuk kedalam mobil pria menyebalkan itu.


Brak


Ando menutup pintu mobilnya setelah memastikan Olive duduk dengan benar, pria itu berjalan memutar depan mobil untuk masuk dan duduk didepan kursi kemudi.


"Lepas kak aku mau pulang." Kesal Olive karena Ando seenak jidatnya sendiri.


"Aku akan mengantarmu pulang." Ando menatap tajam Olive, membuat Olive membuang muka.


"Lebih baik jauh-jauh dariku, aku tidak mau disebut pelakor dalam hubungan_"


Kedua mata Olive membola sempurna, saat bibirnya terasa basah dengan apa yang Ando lalukan.


"Emmph." Olive mencoba berontak, tapi tenaganya kalah dengan Ando yang sudah mencekram tengkuknya agar tidak bisa bergerak.


Kesal karena mendapat perlawanan, Ando mengigit bibir bawah Olive, membuat Olive mengerang dan membuka bibirnya.


Mendapat kesempatan, Ando langsung melesakkan lidahnya dalam rongga mulut Olive, menyusuri setiap setiap inci rasa manis didalam bibir Olive.


Olive yang bukan jago kisser kuwalahan, gadis itu memukul dada Ando.


"Hah." Napas Olive memburu, dengan dada naik turun, Ando yang melihatnya membuat belalainya sudah mengembung setengah.


"****!"


"Pakai sabuk pengaman." Ucap Ando sambil menghidupkan mesin mobilnya. Hanya berciuman tidak sampai lima menit sudah membuat belalainya bereaksi, padahal jika dirinya sedang ingin butuh waktu lima belas menit untuk menegakkan belalainya yang panjang dan besar. Ando merasa frustasi sendiri.


Olive mengigit kuku jari-jarinya gugup. Pandangannya menatap luar jendela dengan posisi menyamping, dirinya tidak punya nyali untuk menatap wajah Ando yang sudah membuat dadanya kembang kempis.


"Kita keaparteman."