
Ando kembali memasang kancing seragam Olive dengan benar, pria itu terlihat berseri setelah apa yang dia lakukan, untuk membuat Olive lemas.
"Sudah." Ucap Ando sambil mengecup pipi chubby Olive.
Dada Olive masih kembang kempis membuat Ando gemas dan kembali membuat Olive mendesahh.
"Kak.." Olive menatap Ando kesal. Dirinya dibuat melayang dengan perlakuan Ando yang 2118+.
Pria mesum itu hanya nyengir tanpa dosa. "Sudah sore kamu tidak mau pulang."
Mulutnya bicara, tapi tangannya memeluk erat guling hidup yang semok disampingnya.
Olive masih diam, gadis itu berpikir tentang banyak hal, terutama apa yang sudah dia lakukan dengan pria yang sudah bertunangan.
Meskipun tidak sampai kehubungan intim, tapi Olive cukup tahu kesalahan apa yang sudah mereka perbuat.
"Hey,. kenapa?"
Ando yang melihat Olive diam saja khawatir.
Olive menoleh. "Apa kamu juga melakukan hal yang sama dengan tunanganmu?" Tanya Olive dengan merubah posisinya menjadi miring menghadap Ando yang juga miring menatapnya.
Alis Ando terangkat sebelah. "Maksud kamu?" Tanyanya.
Olive mengehela napas, dengan arah mata menunduk, melihat perut ABS Ando yang menggugah selera.
"Kenapa kamu lakukan ini padaku kak? padahal kamu memiliki tunagan yang membuatmu bisa melakukan apa saja." Ucap Olive yang masih pada posisinya. "Apa aku hanya sebagai pelampiasan, disaat kamu tidak bisa melakukan padanya, atau aku hanya bahan percobaan untuk mu yang penasaran." Perkataan terakhir Olive membuat Ando menelan ludah dengan kasar. Meskipun tidak dipungkiri jika pertama yang dia lihat dari diri Olive adalah sebuah rasa penasaran.
"Apakah saat bercinta, tidak harus menggunakan hati atau perasaan." Ucap Olive lagi dengan masih menatap wajah Ando yang juga menatapnya.
"Bercinta tidak harus menggunakan hati dan perasaan, karena bercinta hanya menyalurkan hasrat dan gairah saja, dan tidak perlu harus menjalin kekasih, karena tidak mengenal saja bisa bercinta."
Ucapan Ando menyentil' hati Olive dan terasa perih. Olive pikir seseorang yang melakukan hal lebih, seperti layaknya sepasang suami Istri menurut pandangan Olive. Tapi ternyata hubungan bercinta tidak harus sama-sama memiliki perasaan bahkan tidak mengenal pun mereka bisa melakukan hal seintens itu.
"Seperti kita?" Ucap Olive dengan lirih.
"Ya, seperti yang kita lakukan tadi." Ucap Ando tanpa melihat wajah Olive yang kecewa.
Olive gadis remaja yang baru saja dikenalkan dengan bau-bau dewasa, gadis polos itu belum bisa mengimbanginya kehidupan Ando sebagai pria dewasa. Jika Ando menggunakan logika, maka Olive menggunakan perasanannya. Dan kini perasaan itu terasa sakit mengetahui yang sebenarnya.
Olive segera beranjak dari ranjang, "Mau kemana?" Tanya Ando yang merasakan pergerakan Olive.
"Pulang." Ucap Olive menahan getaran didadanya yang sesak.
"Tunggu aku sebentar." Ando segera beranjak dan masuk kedalam kamar mandi, pria itu hanya bertelanjang dada dengan memakai boxer pendek untuk menutupi belalai gajahnya yang sempat berontak.
Olive menyambar tasnya, dan keluar dari apartemen yang sudah membuatnya memberi kenangan atau pelajaran baru, apartemen yang membuat dirinya seperti gadis paling bodoh di dunia.
"Mama, papa Maafkan Olive." Gadis itu terisak didalam lift. Hatinya untuk pertama kali merasakan sakit. Untuk pertama kali Olive menaruh hati pada pria yang sama-sama sekali tidak mengharapkannya.
Dan seharusnya Olive sadar dan membuka matanya lebar, jika Ando memang sudah memiliki wanita yang sudah menjadi tunanganya.
.
Update slow yaaa sayang 🥰🥰🥰