
Episode 8
Boruto dan yang lain memandang ke arah bayangan itu yang kini mengeluarkan listrik..
Bzzzzt.
Blaaaaar!
Boruto pun terpental ke arah teman-teamnya.
"Ketua!"
Tampak, bruto dipapah oleh orang-orang itu. Kemudian, mereka melihat bayang itu lagi. Kini, entah bagaimana bayangan itu terus berkedut-kedut di tempat itu. Hal hitam itu ternyata berbentuk lonjong.
Boruto menatapnya. Semua orang di markas juga begitu.
"Sepertinya akan ada hal yang mengejutkan. Karena terdereksi sebuah pertumbuhan energi kosmik alam di dalam bayangan itu!" teriak satu ahli di sana. Kepala sekolah juga waspada.
'Kosmik alam adalah kekuatan kehidupan yang ada di dalam semua orang. Namun, jika hal itu bisa dikembangkan atau dipakai oleh objek hidup selain human. Maka itu ....' batin kepala sekolah.
Bzzzzt!
Boruto dan teamnya terkejut melihat bayang itu tampak seperti bertumbuh dengan cepat. Mengesat.
"Apa ini?"
Lalu, mereka tampak makin melihat jelas karena matahari bahkan menjulang ke atas.
Wuuuush!
Tampak bayang itu seperti tumbuh makin cepat. Lalu, tampak listrik itu pun terus menguasainya.
Bzzt bzzt bzzzt.
Semua yang ada di dekatnya menyilangkan tangan.
Lalu ...
Blaaaaaar!
Kini, sebuah ledakan tampak menghempaskan Boruto dan yang lainnya. Semua teman Boruto bahkan jatuh dari lantai paling atas itu. Boruto bisa bertahan karena tadi minum sedikit cairan miliknya itu.
Wuuush!
Terlihat asap putih di sekitar Boruto. Boruto yang berdiri mencoba melihat ke depan.
Asap itu tampak masih tebal di tempat.
Perlahan tapi pasti. Terlihat sosok di dalan sana. Mungkin bayang itu.
Boruto lalu mencoba menguatkan diri dengan api di kedua tangan itu.
'Hari ini, aku terlalu bekerja keras. Aku tak boleh terkuras oleh hal ini. Lebih jauh lagi' batin Boruto. Melihat terus hal hitam itu.
Tap!
Namun ....
Apa yang dilihatnya tak seperti yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Semua kamera itu tampak tergeletak dan masih menyorot di tempat Boruto. Tampak, satu kamera pun menghadap ke Boruto. Akan tetapi tak ada yang menyorot ke dalam asap.
Terlihat Boruto yang sedikit mundur. Kemudian blaaar!
Semua orang di markas terkejut.
Ada suatu monster hitam yang menerjang Boruto di sana.
"A-apa itu?" tanya kepala sekolah akademi pahlawan itu.
Semuanya coba mengecek. Terlihat monster itu bergerak lagi untuk menghuham Boruto.
"Itu seperti senyawa hidup. Tidak, bahkan itu lebih alami lagi!" teriak satu ahli di sana sembari terus bekerja dengan alatnya itu.
"Sepertinya hal itu adalah mahkluk hidup dengan kekuatan atau kemampuan yang super. Namun, dia tak tergolong ke dalan jenis human ataupun semi-human!"
"Apa?!"
Semuanya kaget. Bukan hanya kepala sekolah itu saja.
"Sepertinya. Ada misteri apa yang masih belum kita ketahui?!"
Boruto tampak menahan satu dorongan. Namun, bayangan panjang deang sinar merah seperti mata itu. Tampak berbentuk lancip.
Krassh!
Dia pun terluka di bagian tangan.
"Sialan. Aku terpaksa keluarkan kekuatan penuh!" teriak Boruto dan meminum satu paket botol.
Glup!
Kekuatan Boruto seperti sebuah meteran. Semakin dia banyak meminum. Maka kemampuannya bisa meningkat semakin jauh. Sama halnya dengan bahan bakar pada kendaraan.
Namun, Boruto tak harus mengukur kekuatan dengan seberapa banyak cairan yang dia minum. Hanya dengan satu botol saja. Kekuatannya bisa meningkat. Lalu, dua botol saja belum tentu akan sangat efektif.
Boruto tetaplah bergantung pada cairan itu. Namun, juga tidak.
Blaaaar!
Dia mendorong dengan kuat. Blaaar blaar blaar blaaar!
Tampaknya, monster itu jatuh ke tanah sana.
Lalu, blaaam!
Tampak dia mendengar hal itu. Beberapa temannya melihat benda besar itu. Boruto pun hampiri dia.
Tap!
Dia sudah dilalap apinya itu. Bak Bokuto server dia bersiap untuk melawan para monster.
Teman-temannya juga akan membantu.
"Ketua!"
Mereka datangi Boruto.
Boruto mengangguk.
"Bantu aku lagi. Sekali lagi!"
"Ya!"
Wuuush!
Kini asap yang tutupi wujud monster itu lenyap setengah. Namun, mata merah nonster kembali menyala. Boruto dan kawan-kawan tampak bersiap dengan kekuatannya masing-masing.
Wuuush!
Monster panjang itu menggeliat di sana. Menghancurkan tanah dan gedung.
Jduaaaaar!
Boruto tampak menghindarinya.
"Ayo!"
Boruto lalu terbang ke arah kepala monster itu lalu, mencoba menyerang. Namun, dia didorong oleh bagian depan monster yang lancip dan tajam.
Blaaaar!
Dia menahannya dengan penuh. Namun, teamnya tampak menyerang itu.
Jduaaag!
Dengan cepat salah satu orang itu bisa membuat Boruto bebas dari dorongan. Monster itu bergerak dan serang teamnya itu.
Boruto yang sudah menapak pada dinding dan bersiap untuk menyerang lagi.
Wuuush!
Jduaagh!
Sebelum kenai teamnya yang sudah siap menghindar. Boruto berhasil meninjunya.
Jduaaaar!
Dia tampak membuat monster itu tersungkur sangat jauh. Sejauh 4 meter. Dalan hal ini. Kekuatan Boruto sampai di level yang baik.
Tap!
Terlihat, monster itu bangkit lagi. Dia lalu menggeliat dan mencoba mendorong Boruto.
Blaar balar blaarr!
Temannya datang bisa membantu Boruto. Boruto meninjunya.
Blaaaar!
Naga panjang itu merobohkan satu bangunan tak terlalu besar. Lalu, Boruto mencoba menjauh bersama teamnya itu.
"Kita perlu rencana. Dengan hanya tinju dan mendorong. Itu sangat menguras," ucap Boruto pada teman-temannya itu.
Semua teamnya tampak berpikir juga.
'Apalagi, kekuatanku ini belum ada identifikasi khusus' batin Boruto lagi.
Dalam pengelompokan kemampuan superhero ada berapa kelas yang dikategorikan. Seperti kelas bertahan, menyerang dan counter dan Boruto sampai sekarang belum jelas kekuatannya.
Wuuush!
Monster bangkit. Boruto kembali bersiap.
"Dia bangkit kagi!" teriak Boruto. Semua teman tampak bersiap.
"Maaf ketua, sepertinya kita buat rencana saat bertarung saja. Karena, itu, lah hal yang harus kita lakukan," ujar temannya yang berambut kuning. Dia bisa mengeluarkan benda-benda canggih serta senjata juga.
Wuuush!
Tamlak, sesuatu ditembakkan ke arah naga itu.
Blaaaaar!
Kemampuan salah satu anak. Tampak naga itu terpental ke belakang.
Boruto laiu mengeram dan menyerang.
Hyaaaa!
Matanya yang memerah karena apinya itu. Tampak memandang penuh amarah pada sang monster.
Hyaaaa!
Dia lalu ninju dan jduaaaaaaar!
Tinju yang sangat mengerikan semuanya tampak rerak-retak di sana. Jalan tampak seperti kaca yang pecah.
Lalu tanah seperti menjadi miring.
85 Km.
Tap!
Boruto tampak mendarat di dekat temannya lagi. Naga itu tampak melenguh masih mencoba bangkit. Membuat Boruto mendecih kesal.
"Naga itu berasal dari bayangan itu lalu, di dalam sana ada banyak hal yang sama. Apa semua itu bisa menjadi monster?" tanya satu anak itu.
"Hanya penelitian yang bisa menjawabnya."
Boruto maju ke depan perlahan.
"Maka dari itu. Tugas kita adalah membunuhnya dan membawa jasadnya pulang!" ujar tangkas Boruto.
Membuat semua temannya itu sangat kagum pada sang ketua.
Kamera tampak masih di atas gedung. Membuat kepala sekolah tampak tak puas.
"Kita kirim satu anak untuk merekam itu saja," ujar dirinya yang sepertinya penasaran dengan kelanjutan itu.
Wuuush!
Tampak, Boruto pun berhadapan satu lawan satu. Naga itu coba mendorong dan Boruto kini menghindar darinya.
Jduaaaar jduaaar jduaaaar!
Kini Boruto kembali mendorong naga itu ke depan. Menendangnya dan sekarang membuatnya makin jauh lebih dari 3 meter.
Hyaaaa!
Boruto maju dan membuat puluhan serangan dari macam-macam cara.
Jduaaar!
Pukulan terakhir mentalkan naga itu ke tempat sebelumnya.
Haah haah haaah!
Beberapa temannya tampak kelelahan juga saat ikut melawan kekuatan itu.
Satu tembakan kembali dilancarkan temann-teman Boruto.
Hyaaaa!
Naga itu bangkut lagi. Dia meluncur dari atas akan terjang atau tusuk semua kawan Boruto.
Jduaaaaar!
Boruto tampak menahannya di atas. Lalu, satu temannya membantu. Datang dengan menebas. Kepala naga itu termundur karenanya. Lalu, Boruto jauhkan naga itu ke atas kembali dengan sebuah tendangan salto cantiknya.
Jduaaaar!
45 Km!
Lalu, dirinya terbang dan menerjang serta terus lakukan tinju yang pada akhirnya menjatuhkan lagi sang naga itu.
Blaaaaaaam!
Boruto turun di sekitar gedung. Dia kini capai kekuatan yang relatif nyaman. Membuat naga itu tampak sedikit kesulitan untuk mengimbanginya.
'Haah. Aku akan mengalahnya' batin Boruto terengah.
Lalu, dia pun tampak melihat naga itu menjulang lagi. Teman-temannya bertarung. Dia pun maju.
"Tak akan kubiarkan kau!" teriak Boruto.
Hyaaaa!
Dia maju dan memukul kepalanya.
Jduaaagh!
Lalu, Boruto membuatnya ke tanah. Kemudian ...
Blaaam!
Tersungkur lagi namun monster itu bangkit dan terus bangkit.
Jduagh jduagh jduagh jduagh!
Haah haah haaah!
Teman-temannya terus membantu.
Blam blaaaam!
Dua tembakan guncangkan monster yang kian melemah itu.
Blaaam!
Monster itu menusuk satu orang. Boruto menahannya namun dia terpental karena gelombang.
"Arrgh!"
"Kau tak apa-apa kan?" tanya Boruto.
Lalu, Boruto pun mundurkan naga lancip itu lagi.
Hyaaaa!
Berteriak sangat gagah dan dia tampak menendang langsung bahkan di tempat moncong lancip tajam naga itu dengan telapak kakinya itu.
Jduaaaar!
Di tambah lagi dengan serangan pedang dari rekannya itu.
"Saber slash!"
Sring.
Jduaaaar!
Terakhir tembakan mematikan satu bola besar.
"Canonto!"
Jduaaar.
Blaaaaaaaaam!
Boruto pun sudah bersiap lagi.
Di sis lain. Rage tampak melawan satu monster lagi yang kini adalah monster kuat yang lebih kuat dari Chintaosaurus. Yaitu, Chintaosaurus 2.
Di mana, bentuknya kini mempunyai dua kepala. Serta bisa menyemburkan api yang panas.
Jduaaaar!
Terlihat, Rage yang kini bisa membuat dirinya cepat juga. Menendang satu kepala hingga putus itu.
Blaaaaaam!
Lalu, dia menarrik pedangnya dengan kecepatan dan tangannya yang dia buat tak terlihat. Tampak pedangnya menebas ke arah yang sebaliknya. Bahkan, seperti dia tak jadi mengeluarkannya.
Akan tetapi ....
Sring!
Blaaaaaar!
Tebasan itu tampak nembelah tubuh robot raksasa itu. Seseorang dari Sern tampak menatap tak suka padanya. Dia bukanlah wanita itu. Kali ini adalah pria berambut biru dengan pakaian ketat.
"Aku benci mengakuinya. Tapi, anak-anak akademi baru ini. Jauh lebih kuat dari akademi yang lain. Sepertinya semua orang di markas harus tahu ini. Bahkan, senjata buatan Awkarin saja. Bisa dia lenyapkan dalam hitungan 5 detik. Itu adalah rekor yang sama yang sudah aku buat saat uji coba," ucapnya dengan benci mendalam.
Bisa dibayangkan level Rage yang saat ini.
Bersambung.