
Episode 16
Groaaaarg!
Teriakan monster itu menggema. Bak suara horor bagi anak-nakal itu.
“Bertahanlah ketua! Boy pasti akan membantu!” teriak anak-anak itu.
Mereka lalu mencari Boy.
“Di mana anak itu?!”
”Boy kau ada di mana!”
Namun, tidak ada sosok Boy di sana.
“Sialan, di mana orang itu?”
Mereka semua tampak geram dengan Boy yang tak kunjung ada.
Saat ini entah bagaimana cengkeraman monster itu menguat. Monster itu masih telentang. Terlihat saat ini semua hal yang di sekitar wajahnya. Seperti suatu virus komputer menyebar ke tubuhnya.
Awkarin dan Ben tersenyum melihat itu.
“Ini bagus! Monster manusia itu kini menguat ke tingkat lebih lagi,” ujar Ben.
“Heh!”
Wanita di sampingnya hanya tertawa sombong.
Groaaar!
Monster itu nampak semakin keras untuk mencengkeram bahkan mungkin hancurkan Boruto.
Groaaar!
Dia masih berteriak semakin lama semakin kuat. Cengkeraman juga meningkat seiring semua hal itu menyebar dalam sekujur dirinya.
Semuanya tampak tak berdaya. Tak bisa menenangkan atau lepaskan tangan monster itu.
“Apa yang terjadi?! Biasanya ini akan segera selesai. Monster ini kenapa bisa bertahan dari serangan kuat itu? Bahkan, Boy juga ikut menyerang kan?!” Satu anak ketakutan.
“Seseorang dari kita harus cari Boy. Rara! Kau yang lakukan!” Satu anak nampak menoleh ke arah beberapa perempuan itu. Namun, tak ada Rara.
‘Sial! Anak itu juga tak ada di sini!’ batin anak-bak itu marah.
“Beberapa menit lagi.”
Monster itu mengerang. Sangat kesakitan. Boruto juga kesakitan. Monster itu mendongak menahan sakit itu yang seperti mengacak-acak setiap sel dalam dirinya. Kemudian dia tampak bercahaya di sana.
Wuush!
Saat itu secara cepat sesuatu melilitnya. Hal hitam panjang itu tampak membuat monster itu melepaskan Boruto.
Semuanya pun senang. Selamatkan Boruto.
Terlihat ada Boy yang hadir. Membantu dengan naga bayangannya.
“Maaf, aku tadi jauh dari sini!” ucap Boy.
Semuanya tak peduli pada Boy. Mereka prioritaskan perhatian pada Boruto yang masih lemah.
“Ketua kau tidak apa?!”
Boruto mengangguk dia mencoba berdiri. Namun, dibantu satu orang untuk berdiri. Boruto disangga dengan bahunya.
“Monster kurang ajar itu harus mati!” geram Boruto sangat benci.
Terlihat, Boy merasakan hal yang aneh.
Kemudian dia rasakan naganya itu ikatannya semakin melonggar. Bukan karena dia lengah, tapi kekuatan monster itu yang mulai bangkit.
“Huaaaaa!”
Boy nampak terpental dengan gelombang itu. Boruto sudah jauh dari monster itu hanya menahan gelombang itu saja dibantu peralatan dan kekuatan anak-anak lainnya.
Sret!
Tampak, Boy mendarat di suatu gedung. Melihat musuhnya itu yang berdiri.
Di tempatnya. Tampak, Ben dan Awkarin terlihat akan pergi. Wanita itu nampak kesal.
“Bocah kurang ajar!” umpatnya sebelum pergi dari sana. Karena ternyata mereka tadi diserang oleh Boy juga dengan satu naga bayangan yang dia buat terpisah dari dirinya.
Boy pun tampak mendeteksi perginya keduanya. Dia nampak percaya diri akan hadapi monster itu sendirian.
Dia maju ke depan sana.
Wuuush!
Dia gunakan naganya untuk melilit dua kaki monster itu. Sementara dirinya sendiri menyerang wajah monster itu yang kini dipenuhi virus-virus misterius itu yang membuatnya seperti mengerang sakit.
Teriak setiap saat.
Groaaarg!
Saat sampai di depannya. Boy nampak terpental hanya dengan udara mulutnya saja yang sepertinya sedang bernafas.
Jduaaar!
Boy tampak mendarat walau sekitarnya hancur lebur.
‘Monster ini berbeda’ batin Boy.
Boy nampak bersiap lagi. Kini ada lima naga bayangan di sana. Dia melesatkan semuanya.
Wuush wuh wush!
Menuju monster itu.
Groaaarg!
Semua naga itu terpental. Boy langsung bergerak cepat menuju belakang punggungnya.
Lalu, menyerang dengan pukulannya.
Jduaaar!
Monster itu juga mengeras saat itu.
Boy mendarat dan dia tadi kaget. Membulatkan matanya.
Saat dia belum menyentuh tempat itu. Lalu, saat akan meninjunya, badan monster itu seperti mengeras berpuluh kali lipat.
Boy menjadi tak percaya melihat penampakan dari monster ini yang berubah drastis.
‘Biasanya monster ini payah. Mereka hanya muncul di hari-hari tertentu saja. Namun, satu ini lain. Apakah itu karena perbuatan orang-orang itu? Bukankah apa yang sudah aku lakukan ini sudah cukup?’ batinnya tampak waspada.
Membuat tangannya lancip di sana. Menciptakan puluhan naga kali ini.
Groaaar!
Naga-naga miliknya kini terbang amat tinggi ke atas sana.
Boy juga menghilang. Dia nampak kini di kumpulan naga itu. Naga-naga tampak menggeliat di sana bergerak acak masing-masingnya.
Boy sendiri di sana tak akan terkena serangan naganya sendiri. Boy lalu, melesat cepat ke arah monster itu.
Lalu, beberapa naga mulai mengikutinya. Kecepatannya juga mulai meningkat.
Heaaa!
Blaar balar balar balar!
Monster manusia itu nampak diserbu bersama Boy dengan kekuatannya yang kuat itu.
Jduar jduaar jduaar!
Boy juga meninju terus menerus sampai saat ini.
Blaam balam balam blaam blaam!
Berbagai hal hitam menemui monster itu di sekitar tubuhnya. Semua orang melihat hal itu. Sungguh sangat takjub.
‘Itu sangat luar biasa’
Wuuuush!
Jduam jduaar Jdaaam jduaar!
Semuanya berlangsung sangat panjang.
Jduaar jduaar jduaar!
Suara sangat jelas. Hantaman kuat dari Boy tersebar sangat jauh. Apalagi saat ini mulai malam hari..
Pertempuran tampak menjadi tontonan orang-orang yang jauh dari tempat itu.
Boy masih menyerang tanpa lelah.
“Aku tak akan berhenti. Sampai aku bisa mengalahkanmu!” ucap anak itu yang tidak segan terus memukul bersama dengan menggunakan bayangan yang berwujud puluhan naga bayang.
Namun, kini entah kenapa monster itu seperti dia dan tak melawan. Biasanya dia akan berteriak begitu.
Monster itu nampak mematung. Akan tetapi bayangan Boy tak pudar begitu saja.
Hyaaa!
Boy sendiri sepertinya tak sadar. Boruto dan orang markas menyaksikannya.
Akademi Atgena yang pulang juga menerima kabar itu namun, mereka melihat dulu karena saat ini orang terkuat kedua yang hadapinya.
Monster itu tak bergerak sedikit pun. Namun, juga tak tumbang.
Blar blar blaaar blaaar!
Serangan Boy terua menjadi-jadi.
Heaaaa!
Boy terus menyerang tanpa sadar monster itu membeku mungkin dikarenakan serangannya itu.
Salah satu orang pintar di akademi Atgena tampak bergumam di sana.
“Semakin kuat bayangan itu mungkin akan membuat efek yang disebut kristalisasi. Apalagi bayangan itu juga berbentuk padat. Saat komponen yang tak bisa tersentuh namun, bisa dirasakan terus menyentuh hal yang mengandung unsur penggerak diri di dalamnya. Hal itu mungkin akan berubah, artinya tubuh itu akan menjadi benda mati seutuhnya. Layaknya bayangan itu ada di sana. Setiap harinya.”
Monster itu tampak kaku. Boruto juga kaget. Semua orang berkomentar berbagai hal. Namun, kebanyakan mencibir Boy yang tidak menyudahi serangannya.
Blar blar blar blar blar blaaaar!
Namun, seketika. Cahaya merah nampak menembus dirinya. Boy kaget. Dia tertahan. Saat dia akan memukul kepala atas monster itu.
Wuush!
Semuanya kaget.
“Cahaya apa itu!”
Akademi Atgena segera bertindak.
“Ini sepertinya bahaya! Ayo kita ke sana!”
“Ya!”
Wuuush!
Boruto juga putuskan ke sana.
‘Boy apa yang kau lakukan saat ini?’ batin semua orang dalam kelompok Boruto.
Wuuush!
Kini ramai orang di sana. Lalu, bayangan Boy yang tampak terus bergerak sangat besar jika dari dekat.
Mereka kagum dan agak terganggu. Lalu, di bagian atas sana. Ada sinar merah yang mengedip. Bahkan sampai bida menembus bayangan Boy yang tebal dan pekat itu. Lalu, bisa terlihat dari jarak jauh.
Semuanya waspada.
“Aku akan memeriksanya!”
Satu orang berjubah tampak akan maju ke depan. Semuanya tegang.
Tap tap tap tap tap!
‘Kekuatan ini, apakah karena terlalu kuatnya anak nomor dua ini? Atau monster itu yang melahap kekuatan bayangan?’ baton orang itu. Dia akan menyentuh bayangan Boy. Terbang ke atas.
‘Memang benar. Bayangan bisa dilahap. Tapi, orang ini punya kendali yang diluar kemampuan orang mengatur bayangan. Ini sangat langka!’ batin anak pintar di akademi. Si analisis itu. Dia pernah bertemu dan melawan langsung Boy.
Tap tap tap tap!
Di sebuah tempat. Boy nampak menemukan jalan lain di gelapnya itu.
Jalan itu ada dua cabang. Dirinya maju mendekati batas jalan itu. Menyentuh tembok itu.
Cling!
Kraaaaak!
Di tempat pertempuran Boruto. Nampak, sinar itu makin besar. Bukan berkedip lagi. Lalu, setelah itu.
Jduaaar!
“Monster itu ternyata hidup!”
“Bagaimana bisa ia bertahan dari gempuran mengerikan?”
“Apa jangan-jangan!”
Groaaaarg!
Semua orang mundur karena gelombang itu. Monster tampak sudahi teriakannya itu. Boruto tampak menahan itu walau terpental. Teman-temannya saat ini sudah bertambah kuat. Jadi, gelombang kuat seperti itu sudah bisa mereka tangani.
Boruto menatap monster itu.
Orang-orang Atgena juga kaget melihat itu. Namun, di sana ada Boy mengagetkan mereka lebih lagi.
“Ugh!”
Sosok anak berambut hitam tampak berdiri seperti menahan sakit.
“Tenang saja! Aku tak terlahap! Monster itu memang berusaha memakanku!” ucap anak itu. Dia menoleh ke belakang para anak akademi Atgena.
“Heh! Aku pikir itu cuma keberuntungan!” ucap sinis Rage yang ada di sana. Di depannya itu adalah Boy.
“Apakah begitu?” tanya sinis Boy.
Dia lalu menunjuk ke arah atas sana.
Di atas sana tampak ada sesuatu yang jatuh.
Boruto juga mendeteksi hal itu.
“Ada sesuatu dari atas sana!” teriak Boruto antusias.
Semua kawannya itu melihat.
“Itu seorang manusia!”
Di sisi lain. Orang-orang Atgena tampak panik.
“Itu ketua! Kita harus membantunya!”
“Tapi, bukankah itu sudah tanggung jawabnya?”
Rage tampak seperti menghentikan dengan suara tanyanya yang menjengkelkan itu.
Boy menatap mereka semua.
“Kalian jangan terlalu sombong. Di luar sini, di luar dunia ini, di luar dimensi ini. Bahkan di tempat sini atau yang bersama kalian semua. Semuanya bisa membunuh kalian! Jangan terlalu menganggap kalian spesial di sini, atau ..... orang itu akan mati!”
Nampak, di sana. Ternyata pemuda itu tak bergerak untuk terbang seperti kemampuannya itu.
Rage pun bergerak dia cepat. Akan tetapi .....
Groaaaarg!
Monster itu berteriak. Sembari dia membuka mulut. Lalu, secara cepat dan lahap.
Kraaaak!
“Mo-monster itu ... memakan salah satu ketua kita!”
Bersambung.