Just Prolog

Just Prolog
Perang Atgena dimulai.



Episode 19


Tampak puluhan orang akademi Atgena bersatu untuk perang dengan monster-monster manusia yang kini menatap mereka dengan tatapan laparnya itu.


 


"Ben dan Awkarin tidak ada!" ucap seorang perempuan di belakang para monster itu. Tepatnya ada 5 orang di sana.


 


"Dengan begini Sern tidak bisa mengirim monster lagi bukan?" tanya satu wanita lain yang dewasa di sana.


 


"Ditambah lagi seorang mata-mata kita juga tak diketahui ke mana! Luna," ucap laki-laki paruh baya dari lima orang itu.


 


Kini seorang dengan tampang muda namun punya guratan di wajahnya juga hal itu seperti berbentuk suatu yang bukan sembarangan.


 


"Dengan begitu, Cern akan ambil alih untuk urusan di sini!" ucap orang  tersebut dengan lantang.


 


Satu orang lainnya tersenyum. Dia belum bicara. Lalu, orang dengan nama Sabrina itu tersenyum. Lalu, saat itu juga  para monster itu maju ke depan.


 


Matanya ini merencanakan niat jahatnya itu. Lalu, kelima orang itu masih di sana hingga kini.


 


Rage menatap semua monster yang mulai maju.


 


"Ayo semuanya  serang!" teriak Rage.


 


Wuuush!


 


Semuanya pun menyerang. Beberapa langsung ter terkam dan mati  begitu saja.  Namun, Rage tak peduli dan terus maju. Orang-orang selain para ketua sepertinya langsung tewas dengan mudah. Itu artinya  mereka semua memang belum sebanding.


 


Satu ketua dengan peringkat di bawah Boruto pun khawatir.


 


'Setidaknya aku selamatkan orang-orang dahulu.' Batinnya senang.


 


Dia lalu, melancarkan sinar berwarna putih dan kontras. Lalu, menyelamatkan beberapa orang yang jatuh dan belum sempat dimakan para monster itu. Semuanya lalu ditaruh di bagian jauh sana.


 


Dia pun lega. Lalu, dia melanjutkan pekerjaannya untuk menyerang dan mendekati  monster-monster kuat ini.


 


Perang terus tersaji. Rage, bisa bunuh dengan kekuatan tak terlihat. Pedangnya tampak menebas tanpa ketahuan oleh sang monster.


 


Satu tumbang. Tinggal 98 lainnya.


 


Lalu, satu lain tumbang oleh kerja sama kawannya di sana.


 


"Ini mudah! Selama mereka tak memakan manusia mereka akan lemah," gumamnya tersenyum senang. Lalu, seorang ketua tampak terus menyerang satu lainnya lagi. Hingga, monster itu tumbang sepenuhnya.


 


Blaaar!


 


Dia mentalkan dan  hancuran jantung monster itu dengan sinar yang dia tembakan dengan tangan kosongnya.


 


Pria itu nampak punya kumis  dan jenggot.


 


'Kita sudah menyelidikinya. Dicky mengatakan aku harus gunakan banyak boneka untuk gantikan anak-anak lain selain kita semua' batinnya membicarakan sesuatu.


 


Para monster itu pun tampak menyerangnya lagi.  Beberapa monster yang sudah menyantap manusia. Maju ke arah Rage dan yang lainnya.


 


Rage tenang saja dikepung begitu. Yang lain juga sama. Lalu, saat mereka  akan mendekat.


 


Ngung ngung ngung ngung!


 


Banyak sekali meriam laser yang maju dari kejauhan. Sepertinya dari akademi Atgena. Lalu .....


 


Jduaaaaaar!


 


Menghantam monster semua dan membuat mereka tersetrum jika kena hal itu dengan tepat.


 


Jduaaaaar!


 


Bzzzzzzzzzt!


 


Blaaaar!


 


Terlihat, orang-orang di sana pun akan melakukan hal lainnya. Menyerang monster dan langsung membiarkan mereka mati begitu saja.


 


"Ini masih belum cukup. Masih ada 50 monster lagi!" ucap Rage yang menatap monster lain yang akan mendekat.


 


Groaaarg!


 


Mereka tampak akan menghantamnya. Wuuuuh!


 


Rage hilang dari tempatnya entah kini ada di mana.


 


"Kita support ketua!" teriak orang lainnya yang membawa pedang tongkat.


 


Dia nampak menggoyangkan tongkatnya itu. Lalu, seperti menggunakan sihir. Setelah mengucapkan mantranya. Suatu sinar dalam bentuk listrik berwarna biru pun menyerang ke arah monster itu.


 


Blaaaaar!


 


Bzzzzzt!


 


Beberapa monster bertahan  dengan mudah. Walau jatuh di tanah. Namun, bangkit lagi.


 


Lalu, satu orang dengan kekuatan laser menembaknya.


 


Heaaa!


 


Jduaaaar!


 


Kepala monster itu pun tampaknya berlubang karena hal itu.


 


Lalu, kini ada empat monster mendekat dan saling berdekatan.


 


Lalu,  dengan suatu tebasan misterius dan tak terlihatnya.


 


Sring!


 


Rage berhasil memegang kepala keempatnya yang berdekatan  dengan saru silangan  pedang yang luas sekali itu.


 


Sosok Rage tampak ada di depan kawannya lagi.


 


"Kini tinggal 46 lagi!" ucapnya menginterupsinya.


 


"Ya!"


 


Rage menatap para monster itu. Mereka pun terus bekerja sama untuk saling bantu dan hancurkan monster-monster itu.


 


Lima orang di sana. Nampak mempelajari kekuatan dari akademi Atgena itu.


 


"Mereka payah!" komentar satu wanita di samping sabrina.


 


"Pahlawan dari negara lain lebih hebat dari mereka," sahut wanita berambut pendek dan hijau. Dia sepertinya akan maju.


 


Lalu, saat semua monster mulai habis oleh mereka semua. Kini, datang wanita itu yang tertawa dan menarik perhatian dari semua ketua pahlawan akademi Atgena.


 


"Siapa kauu?!" desis tajam Rage.


 


"Hahahahha! Lemah!" ucap wanita itu. Lalu, dia pun nampak maju dan memukul Rage begitu mudah.


 


Blaaaaam!


 


 


"Apa mereka Sern?" tanya orang lainnya dengan cermat.  Wanita itu bisa mendengarnya.


 


"Perkenalkan organisasi  yang akan menggantikan Sern yang kabur entah ke mana. CERN!  Organisasi kami lebih solid dan hebat. Kami semua punya tujuan yaitu bersenang-senang. Jadi, jika kalian bukan orang kuat. Kami akan membuat kalian kuat,"  jelas wanita itu.


 


"Kotor sekali. Apa yang dia katakan itu sama saja dengan kebodohan!" teriak satu ketua lainnya di sana.


 


"Hahahahha!"  Wanita itu malah tertawa terbahak-bahak.


 


"Tapi, walau bagaimanapun. mereka kelihatan kuat!  Sepertinya tidak seperti Sern yang mengandalkan monster," ucap Rage. Dia tak tahu bahwa anggota sern juga punya kekuatan yang merepotkan.


 


"Jadi, untuk apa kau merendahkan ketua kami seperti ini?!" tanya satu orang yang berkumis dan berjenggot itu.


 


Wanita itu nampak  menjentikkan jarinya.


 


"Sudah aku bilang. Kami akan membuat kalian kuat. Saat kalian sudah kuat. Kami pun akan membunuh kalian. Begitulah Cern!"  jawab wanita itu ceria.


 


'Ini pasti kebohongan kan?' Batin orang itu yang mendengar jawaban itu. Wanita  itu pun nampak akan meninjunya lagi.


 


Tapi, tiba-tiba dia tak bergerak. Dia lalu berpikir di sana.


 


"Oh, iya! Tugasku sudah selesai. Selanjutnya kalian akan bertarung melawan monster  buatan kami yang  lebih kuat!" ucap perempuan itu dan menghilang dengan cepat.


 


Rage menatap penuh dengki. Mencoba bangkit.


 


‘Kecepatannya melebihiku’ batinnya tidak senang.


 


Sabhrina dan  lima orang kini berkumpul di atas gedung yang  lebuh jauh dari tempat Rage.


 


"Kita akan uji coba ini. Setelah memperhatikan pergerakan sern. Aku melihat ada orang yang punya kemampuan yang lebih kuat dariku," ucap Sabrina misterius.


Dia nampak bergumam tentang sesuatu yang tak jelas.


 


Lalu, setelah itu. Semua monster-monster yang mati itu. Kini, terangkat ke atas sana..


 


Brak brak brak brak brak!


 


Rage dan temannya melihat itu. Ikut terangkat karena semuanya ada di sekitarnya. Lalu, turun dengan cepat.


 


"Apa yang terjadi?"


 


"Mungkin ini yang tadi orang itu maksud!"


 


Mereka masih menatap tak percaya. Lalu, kemudian. Semua bagian tubuh monster itu. Bergerak menuju titik temu di tengah sana.


 


Bersamaan dengan tangan milik sabrina di tempatnya menyatukan kedua telapak tangan indah.


 


Dia terus melanjutkan hal itu.


 


"Orang dari sern itu. Bisa menciptakan monster dari mulutnya. Itu lebih kuat daripada kemampuanku yang hanya mengendalikan monster dengan auraku. Serta mengetahu kemampuan semua monster dengan ekskresiku," ucap Sabhrina dengan senyum sinisnya.


 


Lalu, setelah itu. Satu orang yang berwajah lebih tua dari yang lain di pihaknya itu.


Terlihat terbang dan saat dekat dengan semua kumpulan monster besar yang menyatu dan kini mulai dipersempit terus menerus.


 


Wuuah wuuh Wuuush wuuush!


 


Sosok itu mengeluarkan semacam kertas panjang. Lalu, melilitkan semuanya hingga menutupi gumpalan monster di langit atas sana.


 


Semuanya pun heboh. Melihat dan menyaksikan itu.


 


Dua berita hangat itu terus masuk headline hingga ke kuar negeri juga.


 


Rage menatap tak percaya pada gumpalan itu. Lalu, mendapatkan panggilan dari markas.


 


"Hallo Dicky?  Apa yang ingin kauu katakan?"


 


"Ketua! Semua  monster itu dikumpulkan untuk membuat monster yang lebih kuat!"


 


"Sudah kuduga!" ucap Rage.


 


"Ketua harap hati-hari! Kekuatan monster ini sangat kuat. Kami sudah mendapat teknologi temuan dari pemerintah. Alat itu bisa mengecek kekuatan monster dan potensinya. Dalam hal ini, jika aku mengukurkan  kekuatan monster yang akan muncul itu. Kira-kira akan setara dengan ketua Rage!" ucap si jenius Dicky.


 


"Jika begitu, kita bisa bantu ketua dan dengan mudah mengalahkannya kan? Hahahaha.," ucap remeh satu orang di tempat Rage.


 


"Yang aku katakan itu sebelum inkubasi!"


 


"Apa maksudmu?"


 


"Anda semua pasti tahu kan? Beberapa monster bisa membuat anak salah satu caranya dengan mengerami atau inkubasi. Inkubasi juga bisa  untuk memperkuat diri sendiri. Tapi itu jarang. Monster yang diikat itu, semuanya sedang diinkubasi. Lalu, jika mereka keluar dan mereka masih dalam keadaan utuh lagi karena inkubasi juga bisa memulihkan diri mereka ke keadaan semula. Layaknya terlahir kembali. Itu akan sangat berbahaya. Akademi lain juga sedang sibuk, jika mereka ke sini pun. Aku takut, mereka tak akan sanggup!"  jelas Dicky dengan nada seraknya.


 


Rage dan yang lainnya pun terbelalak.


 


"Satu-satunya cara.  Kita harus hentikan inkubasi itu juga!"


 


Sabhrina  puas. Lalu, lepaskan  telapak tangannya yang menyatu itu.


 


"Kita tunggu. Ini tidak akan lama!" senyumnya dan berdiri  di batas sana.


 


"Hehehe!" wanita rambut pendek itu nampak akan maju. Dia melihat Rage yang mulai terbang ke atas sana. Hendak hancurkan hal itu.


 


Hyaaa!


 


Lalu,  saat pedang Rage sudah keluar menebaskan diri  ke  tempat monster itu dikumpul dan dibungkus.


 


Trang!


 


Benda itu tampak utuh kembali. Lalu, seorang wanita yang tadi itu pun. Nampak menghempaskannya.


 


"Dasar nakal!" teriak wanita itu meninjunya.


 


Blaaam!


 


Blaaaarr!


 


Rage pun jatuh terjerembap dan hasilkan  cekungan luas di tanah. Bunyi jatuh menggema. Bahkan, bergetar hebat di sana.


 


"Ketua!"


 


Semua kawannya yang sama-sama ketua akademi juga membantunya bangkit.


 


"Wanita ***** itu memuakkan!"  geram Rage.


 


Kini kekuatan hijau memenuhi dirinya. Wanita itu melihatnya saat sudah mendarat mulus di depannya.


 


"Bagus! Kau sudah melewati batasan pertama! Saat ini, kau bisa saja sekuat aku loh,"  ungkap wanita itu. Dengan nada bercanda tidak seriusnya.


 


Rage  pun berdecih.


 


Dia bisa bangkit dari jatuh yang sangat kuat tadi.


 


"Ayo! Tunjukan taringmu sayang!"


 


Tahap pertama yang dilewati oleh Rage disebut Entry.


 


Bersambung.