
Episode 6
Boruto tampak terdorong pagi ke belakang.
Blaaaaar!
"Monster kuat yang membuatku resah. Tidak, semua orang yang resah," ucap Bokuto yang terlentang.
Lalu, Chintaosaurus tampak melompat ke arahnya.
Blaaaaaam!
Dia tertekan ke bawah.
Suatu sosok hitam tampak bergerak sebelum itu.
Wuuush!
Kini, tampak Chintaosaurus sang monster. Kembali berdiri.
Groaaaaaaaaarrg!
Sepertinya tak ada yang akan melawannya di sudut kota itu.
Lalu datanglah Darui dari atas sana.
Dia menyatukan telapak tangannya. Menggenggam telapak tangan itu. Matanya tampak mengaktifkan kekuatan shininya.
Nging!
Lalu, sinar merah yang sedikit keluar darinya dan membuat monster itu mati. Terlihat terjatuh begitu saja.
Skip!
"Ugh!"
Bokuto melenguh di suatu tempat. Lalu, dia pun bangun dari pingsannya itu. Terlihat, dia pun menyentuh tubuhnya yang dia kira sudah terluka banyak itu. Namun, di sana ada banyak perban.
Mata birunya menatap ke arah sekitarnya. Dia pun melihat ada sosok anak kecil berambut hitam. Tak lain Sasuke. Sang sepupu.
Lalu, dia melihat ada satu wanita yang sedang lakukan sesuatu di sana. Boruto mengira itu bibinya.
"Bibi?"
Mendengar itu. Wanita itu menoleh. Boruto kaget. Itu adalah wanita sern bukan bibinya.
"Kenapa kau ada di rumah Sasuke?"
Lalu, tampak Boruto kini disuapi oleh wanita sern itu yang baik hati. Wanita berambut hitam itu tampak ramah. Dia yang seharusnya jahat, kenapa melakukan hal seperti ini?
Boruto menatapnya dengan penuh waspada dan tanya. Lalu, tampak wanita itu usaikan hal itu.
Tak!
Menaruh pinggan, lalu berdiri ke arah Boruto.
"Istirahatlah, kau sudah bekerja dengan bagus," ujar wanita itu. Boruto mengikutinya. Di dalam hati dia masih tak tahu apa yang harus dia perbuat. Boruto menatap Sasuke yang tertidur.
Di tempat lainnya.
Terlihat, seorang pria berambut hitam biasa itu. Dia berkulit putih biasa juga. Kini, melihat ke suatu arah dengan kekuatan Shini yang tak mencolok orang-orang.
Menatap ke sekitarnya. Darui masih mencoba untuk itu.
Tap tap tap tap tap!
Melangkah satu orang besar yang berwajah sangar. Lalu, dia pun tampak berhenti di depan semua anak-anak super.
"Sepertinya ada beberapa anak-anak yang berpotensi jadi pahlawan telah diculik oleh sern. Atau mungkin pihak lain," ujar orang itu.
Tampak, di perkumpulan anak itu. Semuanya adalah hero. Termasuk Boruto yang terlihat masih lebam. Dia melepas paksa perban dan hal lainnya sebelum ke sini.
"Baiklah, tugas ini agak berat. Mungkin sangat sulit bagi kalian. Tapi, ku harap. Kalian bisa menemukan semua anak-anak itu. Tentu saja kejadian ini hanya orang-orang kita yang bertanggung jawab," ujar kepala sekolah akademi pahlawan.
"Baiklah, Boruto. Apa kau siap?!"
Boruto dengan tegas dan tegap menjawab lantang dan sopan.
"Saya siap!"
Wuuuuush!
Darui menatap dari atas gedung. Lewat satu wanita yang ada di belakangnya. Lalu, wanita itu tampak menghampirinya. Terlihat, mata wanita itu seperti lambang mata Shini milik Darui itu.
Apa yang terjadi padanya.
Flasback.
Darui di saat Boruto akan diserang oleh Chintaosaurus. Dia melihat pergerakan wanita itu yang sepertinya adalah pengendali robot itu. Sebelumnya robot itu sudah kehabisan tenaga. Namun, wanita itu bisa mengembalikannya dengan cara mengendalikannya.
Flasback off.
Darui menyadarinya.
'Subjek ini si bocah rambut biru itu. Seharusnya tak akan ku gagalkan sampai tamat. Kupikir rencanaku ini bisa memperlihatkan jati diri Malofant ini' batin Darui menutup matanya. Lalu, sinar merah menyinari segalanya yang bersumber darinya.
Cling!
Boruto bersiap untuk memulai misi pencarian semua yang menculik anak-anak berpotensi. Berbeda dengan akademi pahlawan lain. Atgena punya sistem yang berbeda.
Mereka menggunakan obyek anak-anak yang sepertinya cocok dengan hasil eksperimen. Untuk akademi pahlawan, sangat umum untuk merekrut anak berkekuatan super yang alami.
Untuk, Rage. Entah bagaimana dia bisa terekrut. Rage yang punya kekuatan menghilang saat takut itu. Sangatlah kuat mungkin saja saat ini. Boruto sadari itu. Untuk mengalahkannya Rage, dia harus menolongnya. Itu yang dipikirkan setiap Malofant. Termasuk Boruto yang terlihat baik juga.
Lalu, Darui mencoba melihat itu dengan jelas.
Tap!
Terlihat wanita sern yang tadi. Melangkah ke sebuah tempat yang gelap. Lalu, dia pun tampak sampai di depan seseorang. Orang itu duduk dan terlihat familiar.
"Tuan, semua anak penganggu itu sudah kita culik. Selanjutnya apa yang akan kita lakukan?" tanya wanita itu sopan dan hormat.
Orang itu ialah si pemimpin negara yang dekat dengan Ra. Daerah yang dihancurkan Darui. Dia menatap wanita itu senang. Lalu bersuara.
"Sepertinya, kita harus mencuri data tentang eksperimen pembuatan anak super. Kita hancurkan akademi itu juga," ujarnya.
"Baik!" jawab wanita itu paruh dan hormat.
Di tempat Boruto. Dia tampak melihat ke arah cairan itu. Dengan mata yang sedikit khawatir. Tentang renungannya itu.
Lalu, di tampak menegapkan badan. Semua temannya tampak sudah siap. Lalu, Boruto pun perlahan angkat botol besi cairan itu.
"Ayo berangkat!" teriaknya.
Disahut oleh semuanya dengan nada yang kencang dari atas suatu gedung. Mereka tampak berkumpul di atas gedung akademi itu yang luas dan terlindungi oleh suatu sistem.
Wush!
Tes!
Boruto meneteskan cairan itu ke dalam mulutnya. Lalu, kemudian.
Api membuatnya kuat. Api menguar dati tubuhnya namun tak membakarnya.
Hyaaaa!
Wuuush!
Boruto dan beberapa teamnya kini terbang ke segala penjuru. Benar! Sepertinya karena misi ini adalah berbeda. Semua anak-anak hero ini sepertinya harus memisah dari semua tempat.
Beberapa serangan monster terjadi namun, bisa diatasi oleh akademi lainnya.
Boruto tak peduli dengan nilai. Saat ini, adalah problem bagi akademinya itu.
Wuuuush!
Dia masih tebang.
Darui tampak melihat Boruto yang terbang. Dia melirik mengikuti terbangnya Boruto dan beberapa kawannya itu.
Wuuush!
Kembali Boruto terus mencari bersama semua anak-anak hero.
Terlihat, Rage sendiri yang sudah kalahkan satu Chintaosaurus yang muncul di bagian pinggir suatu kota. Lalu, kebetulan sekali Boruto datang ke sana.
Tap!
Rage menatap Boruto. Sekarang Rage tampak gunakan topeng. Namun, dia masih bisa dikenali. Karena topeng itu hanya menutupi bagian mata atau kepala bagian atasnya saja. Dia nemakai jubah yang mengartikan dirinya adalah salah satu kapten di Atgena.
"Heh!"
Dia terlihat mudah saja menghabisi Chintaosaurus yang Boruto kesulitan melawannya. Lalu, terlihat Boruto mrlauhtanya.
Beberapa temannya menunjuknya.
"Rage?"
Boruto dan beberapa teamnya itu turun di dekat Rage. Rage seperti tak sadar akan itu.
Lalu, Boruto dkk. Pun menghampiri Rage.
Tap tap tap tap tap!
Melangkah dengan kaki-kaki remaja mereka. Rage sendiri tampak tak sadar akan hal itu.
"Rage."
Boruto mencoba alihkan perhatian Rage dari tatapan ke arah monster robot berbahaya dan tingkat atas itu. Lalu, Rage tampak pergi dari sana.
Boruto tampak menatapnya dengan penuh arti. Dia sedikit sedih akan itu. Lalu, salah satu teamnya tampak menarik pundak ketuanya itu. Mereka lalu mencoba melakukan tugasnya itu lagi.
Wuuush!
Tampak, Boruto dan teamnya itu sampai di sebuah tempat. Tampak, tempat yang dicurigai itu sangat besar sekali. Ada beberapa penyangga pada bangunan itu juga.
Lalu, mereka coba memeriksa tempat kosong dan misterius itu.
Tap tap tap tap tap tap!
Boruto menatap ke ruangan hitam ini. Terlihat sangat hitam sekali. Dia mengingat perkataan dari wanita sern itu. Bahwa, dia berasal dari tempat yang gelap.
Boruto mencoba bergegas masukinya. Teman-temannya itu agak kaget melihatnya. Lalu, mereka pun ikuti Boruto.
Lalu, setelah melewati kegelapan itu. Boruto dan yang lainnya tampak melihat ada suatu kegelapan lain yang sangat pekat di depan sana.
Namun, hal itu sepertinya hanya muncul beberapa kali saja. Boruto menyadarinya. Namun, teman-temannya belum sadar.
Boruto lalu meneteskan satu cairan. Membuat api yang menyinari tempat itu. Namun, membuat gelap-gelap tadi tampak tak muncul lagi.
Akan tetapi .....
"Tadi itu sepertinya adalah sebuah lorong," ucap teman-temannya.
Ya, Bokuto coba memperjelas hal gaib tadi. Kemudian, dia pun keluar setelah menyusuri dan mencari tahu hal itu. Dia dan teamnya kini tahu satu petunjuk.
Hingga sat sore. Semua itu dihentikan sementara.
"Ayo!"
Boruto mengajak semua teamnya itu ke markas lagi. Mereka terbang bersama. Wuuush!
Melewati beberapa gedung. Mereka juga lihat gedung milik akademi Atgena yang terkenal itu. Tampak, ada beberapa siswq yang keluar untuk pulang.
Wuuush!
Boruto terus ke depan. Beberapa monster menyerang terlihat olehnya. Menyuruh salah stau untuk bergerak.
Wuush wuuush wuuush wuuush wuuush!
Lalu, sampailah mereka di atap sana. Sistem pelindung otomatis mati. Lalu, Boruto tampak mendarat di tempat itu lebih dulu sebelum semua teamnya.
"Kita akan cari tahu itu.""
"Ya!"
Di tempat kepala sekolah itu. Kini, ada beberapa ahli juga. Boruto dan perwakilan siswa kini tampak di sana juga.
"Hm, suatu kegelapan ya? Lalu, bentuknya juga seperti lorong?" ucap tanya sang kepala sekolah.
Boruto mengangguk.
"Saat ketua membuat sinar. Hal itu tampak seperti lorong hitam yang dalam," ujar satu teman Boruto. Berambut kuning pucat. Dia tampak lebih tinggi dari ketuanya itu. Umurnya lebih tua.
Boruto menatap ketua sekolah itu dan beberapa ahli tentang itu. Mereka tampak mencoba cari sesuatu di komputer dan mesin mereka.
Sementara yang lain menunggu.
"Untuk mengetahuinya. Kita sepertinya harus ke tempat itu. Atau kalian bisa merekam ruangan itu secara langsung dan tersambung dengan kami. Kami butuh lokasi itu karena kegelapan seperti itu belum ada data tentang pengetahuan ini," ujar orang berkacamata. Semua orang berkacamata lain tampak mengangguk setuju.
Boruto pun mengangguk.
"Baik!"
Wuuuush!
Darui menatap terbangnya anak itu. Dia kini sedang meminum teh di kafe favoritnya itu.
Sruput.
Tampak, menatap Boruto dengan tajam.
'Seberapa baiknya kau! Aku akan terus membuatmu jahat' batin Darui penuh makna. Karena sepertinya dia sudah tahu semuanya tentang Boruto.
Kini Boruto sampai di tempat yang ada semua gelap yang aneh itu. Terlihat, saat malam hari. Aura tempat itu sedikit berbeda. Beberapa teamnya tampak meneguk ludah merasakan ngeri dan mistisnya tempat ini dari pandangan mana saja.
"Ayo masuk!"
Bersambung.