
Episode 20
Tempat Boruto.
"Apa itu?!"
Groaaaarg!
"Pemirsa monster dengan kekuatan air dan sangat besar. Muncul di kota sebrang!"
Blaaar!
Air jatuh dengan bentuk pusaran yang amat besar. Ada suara geraman kuat juga.
Groaaaaarg!
Lalu, dengan begitu pula. Orang-orang pun menyaksikan cuplikan itu.
"Mengagetkan sekali!"
"Seluruh kota menjadi lautan kini!"
"Haah haah haaah!"
Blaaar!
Sebuah naga hitam kini naik dari dasar suatu perairan yang menenggelamkan kota mati itu.
Boy nampak berada di atas kepala naga yang besarnya kini lebih besar dari naga yang biasa dia buatnya itu. Mata Boy menatap tajam. Rambut basahnya kini klimis.
Pakaiannya juga begitu.
Blup!
Sementara dari dalam air. Boruto terlihat berenang menuju permukaan air.
Blup!
Lalu, muncul beberapa naga jauh dari Boy. Naga-naga itu memuat teman-teman Boruto dan, Boy. Lalu, menjauhkan dari tempat itu.
Beberapa pesawat mengantar mereka.
"Sebaiknya militer tak ikut campur!" teriak seorang dari monitornya itu. Tapi, sepertinya militer memang hanya membawa anak-anak, itu saja.
"Tenanglah ketua! Mereka hanya membantu untuk menyelamatkan pahlawan kita!" ucap yang lain menjelaskan.
‘Monster ini berbahaya. Aku tak tahu apakah dua orang itu akan selamat juga menghadapinya sendirian!' Batin kepala sekokah akademi pahlawan yang dinaungi Boruto dan Boy.
Boy naikkan naganya ke atas. Lalu, di kejauhan sana. Sosok besar yang tenggelam setengah badannya itu. Tampak menyemburkan bola-bola air ke arahnya.
"Datang juga kau!" teriak Boy. Dia melaju, maju dan menghancurkan semua gumpalan-gumpalan yang dimuntahkan oleh sosok itu. Yang berwarna biru dan punya kulit keras. Lalu, dengan wujud yang seperti kadal juga.
Nampak, bagian ekornya itu masih tergenangi air.
Boy lalu terus menyudutkan monster itu. Sementara ekor monster itu tampaknya dipegang oleh seorang yang berenang melewati pertarungan keduanya.
Boruto dengan kekuatannya yang besar kini memegang ekor monster itu. Lalu, menariknya ke bawah.
Kekuatan dari Boruto membuat monster kuat itu menahannya. Lalu, Boy cari kesempatan. Menghantamkan dua tangan naganya ke kepala kadal air ini.
Jduaaar!
Byaaar!
Goaaarg!
Monster itu jatuh dan menghantam saru gedung yang amat tinggi itu. Blaaar!
Semuanya sudah jadi puing kecuali yang tenggelam.
Lalu, Boruto kembali tarik lagi. Mencoba mengulur waktu untuk Boy.
Boy yang langsung melompat dari atas air. Lalu, menggunakan naga lainnya juga.
Sembari membuat dia menggerakkan kedua tangan naganya itu dengan kuat ke wajah monster itu.
Geoaaaarrrag!
Naga itu kesakitan lagi. Termundur lalu saat itu nuga Boruto menarik lebih keras ke arah bawah sana.
Jduaaaam!
Monster itu akhirnya terpelanting ke air dan masuk ke dalamnya.
Brrrrsh!
Boruto melesat keluar dari dalam air. Memuntahkan beberapa air yang ada di dalam dadanya. Karena kekuatan dari panasnya. Air itu mendidih saat memasuki tubuhnya.
Boy nampak melihatnya. Terpikirkan ide, tapi tidak tahu cara menyampaikannya ke Boruto.
Lalu, Boruto terbang saat merasakan monster itu bangun lagi. Wuush!
Maju ke arahnya kini akan menghadapi monster itu yang kembali berdiri lagi. Kini secara head to head.
Boruto kuatkan diri dengan meminum cairan olinya lagi.
Boy keluarkan banyak naga di sekitarnya. Wuuush!
Boruto maju dengan disertai banyak naga milik Boy. Lalu, Boruto meninju besar dengan hantaman naga-naga itu.
Jduaaaarr!
Monster kadal dinosaurus itu pun kewalahan. Hingga akhirnya dai jatuh lagi. Sembari dia memuntahkan bola air ke arah Boruto.
Wush!
Boruto mencoba meninjunya. Namun, bola air itu amat kuat dan membuat dia jauh dan jatuh di sana. Jauh dari Boy yang tenang di tempat.
Mata Boy kini menghitam. Mungkin sengaja mengubahnya menjadi bayangan. Lalu, terlihat ia menggerakkan naga bayangannya itu untuk mengikat di kaki-kaki monster itu.
Groaaaarg!
Monster itu tampak merasakannya. Lalu, menendang naga itu. Namun, naga itu tak menyerah begitu saja. Hingga monster itu berhasil disentuh dan kini, monster bergerak akan mencoba melepaskan ikatan naga itu.
Boy tak merasakan Boruto di mana pun. Lalu, dia dengan beberapa naganya maju ke arah monster itu.
Namun, monster itu menghadapkan kepalanya secara refleks tiba-tiba dan menyemburkan air bah yang banyak dari sana.
Blaaaar!
Blaam bluuurrrb!
Glup glup glup glup!
Air makin tinggi. Namun, monster itu masih lebih tinggi darinya. Air itu kini sudah setingkat dadanya. Monster itu terus mengerang seakan mengusai tempat berair itu.
Blaaar!
Blaaar blaaar!
Menghentakan kaki-kakinya seakan senang atau mungkin memancing Boy dan Boruto keluar untuk jadi santapannya itu.
Monster itu lalu melihat ada satu benda hitam terapung tak jauh darinya. Lalu, menampar hal itu. Yang ternyata itu adalah Boruto yang sudah pingsan. Ternyata saat itu dia tak sadarkan diri. Lalu, terapung tak menentu dan mendekat ke arah monster itu yang mengaum dan buat gelombang menarik ke arahnya.
Blaaaam!
Boruto pun tampak tenggelam. Untung saja Boy ada di sana dan membawanya ke atas sana. Boy menjauhkan Boruto. Sepertinya dia kini harus menahan monster itu sendirian.
"Sial, Boruto tampaknya tak bisa lanjutkan pertarungan. Kita harus laporkan pada pemerintah!" ucap satu orang di samping kepala sekolah yang entah kenapa tidak panik.
Kepala sekolah itu tampak mengelus jenggot tipisnya itu lalu, terlihat orang itu tersenyum tipis.
"Anda lupa kalau di hari dan jam ini. Mereka sudah tiba!" jawab orang itu dengan tenang.
Kembali ke keadaan Boy.
Anak itu sendiri sudah setengah kelelahan. Naga bayangan itu terus membuat repot kadal itu. Dia kini hanya bisa bertahan dari jarak jauh saja.
Namun, dia terus berusaha keras untuk tahan monster itu agar tidak masuk ke perbatasan dan berjalan menguasai seluruh negara itu.
'Jika mereka tak sanggup untuk melawannya. Aku lah yang akan menahannya sampai monster itu menyerah-' batin Boy.
Sementara sang monster terus hancurkan naganya satu per satu. Makanya di sana. Saat itu juga Boy pun berdiri di atas air. Hendak mengubah seluruh diri jadi bayangan. Lalu, mewujud menjadi naga bayangan itu sendiri.
Naga itu tentunya lain. Punya mulut dan punya rambut layaknya Boy itu sendiri. Naga bayangan Boy!
Groaaarg!
Naga itu punya kumis yang panjang juga. Nafasnya mengeluarkan asap hitam di sana. Bentuknya tidak terlalu besar. Naga itu panjang dan melesat ke arah monster itu.
Blaaar balar balar balar!
Saat puluhan bola air berputar itu dilesatkan ke arah monster naga. Boy menghancurkannya. Sepertinya karena sifat bayangan yang tidak terpengaruh dengan air yang kuat sekali pun. Sementara naga untuk kekuatan Boruto tadi. Mungkin dia masih belum bisa menahan air yang membludak dengan kekuatannya saat ini.
Duaaaar!
Naga Boy terlihat mendorong monster itu. Hingga monster itu telentang dan tenggelam.
Blum!
Getaran hantaman mereka terasa ke mana-mana. Blaaar!
Air bergerak di sana. Semuanya menceritakan kejadian itu. Aksi Boy yang melawan monster sendirian terulang lagi.
Semuanya menontonnya selain menyaksikan pertarungan akademi Atgena saat itu. Lalu, air-air itu pun bergetar-getar hebat. Kini, saat itu juga.
Keluar bagian tubuh monster itu yang merupakan kepalanya.
Groaaaarg!
Dengan mengerang keras. Lalu, terlihat dia berhasil melemparkan naga hitam Boy ke angkasa sana.
Jduaaar!
Naga hitam itu kini terbang di atas sana.
'Aku akan mengorbankan nyawaku. Demi bisa menahanmu!' Batin Boy dalam wujud naganya itu.
Groaarg Groaaag!
Kedua monster itu pun berteriak seperti sedang berkomukasi dan saling marah kepada masing-masing monster. Lalu, naga Boy pun menggeliat di atas sana. Melesat ke arahnya dengan kuat.
Jduaaaaar!
Naga itu menghantamkan diri ke arah monster itu. Monster itu juga berteriak hendak menahannya dengan mulut dan kepalanya juga.
Blaam blaam blaam blaam blaaam!
Semua hantaman dari Boy terdengar keras. Dengungannya juga begitu, dia tabrakan menghasilkan suara yang lebih dari suara apa pun.
Bang bang bang bang!
Begitulah bunyinya. Boy pun tampak terpental lagi karena kekuatan monster itu yang terus saja tak bisa ditembus dengan mudah oleh Boy.
Walaupun Boy sudah mengerahkan semua kekuatannya itu. Lalu, terlihat naga itu pun terus dekat dan hantam dari semua arah. Tapi, monster yang lebih kuat itu. Kini, bisa menggenggam dirinya dengan mudah.
Monster dengan kekuatan dan energi yang melimpah. Kimi, mengangkat Boy ke atas. Lalu, menyemburkan bola air raksasa ke arah Boy.
Jduaaaaaar!
Naga Boy tampak menjadi bayangan acak yang biasa kita lihat. Lalu, bayang acak itu jatuh di sana.
Groaaarg!
Monster berteriak merasa superior. Lalu, tak disangka. Bayangan dirinya yang terpantul dari matahari sore. Kini, menyumbul keluar.
"Copy paste!" ucap Boy saat itu. Entah dia ada di mana.
Lapu, sosok hitam berbentuk raksasa yang sama tampak di sana. Berhadapan dengan monster itu pula.
Groaarg Groaaagr!
Keduanya saling hadap.
‘Kekuatan ini. Adalah kekuatan yang bisa kau gunakan dengan tidak adanya energi dalam tubuhku' batin Boy.
Lalu, monster dengan mata merah itu. Kini, memutar badannya dan menggunakan sabetan ekornya ke arah monster biru itu.
Jduaaaar!
Monster biru itu pun tampak terpental ke arah samping.
Jduaaaar!
Lalu, terjatuh dan tenggelam ke air itu. Groaaaarg!
Tampak, monster hitam itu berteriak merasa superior dan membuat lawannya merasa inferior.
Groaaarg!
Setelah itu juga bangkit lawannya pula. Lawan kini semburkan bola air ke arahnya. Monster itu berputar dan menahan dengan punggungnya.
Jduaaar!
Dia berhasil!
Orang-orang menonton itu.
"Anak itu terlalu memaksakan diri!"
"Jika anak itu seperti ini. Dia akan mati sebagai bayangan dari monster itu!"
Orang-orang berkomentar terus menerus. Hingga pertarungan Boy kembali lanjut kedua monster terus bertarung dengan gaya keduanya yang sama.
Mendekat dan menubruk. Mengayunkan tangan pendek mereka.
Groaaagr Groaaarg Groaaag!
Lalu, tampak kini monster Boy terpental setelah terkena serangan bola air yang berputar itu.
Jduaaaar!
Monster Boy tenggelam. Lalu, monster itu ternyata melompat dan menindihnya, saat itu juga.
Jduaaaar! Jduaaaar!
Kini, mereka pun tampak daling tindih. Tampak, terlihat hitam dan biru di dalam air itu. Bayangan keduanya terlihat jelas di air jernih itu.
Groaaagr!
Di pinggir sana. Terlihat ada yang menonton dengan pakaian yang eksentrik mereka.
"Lihatlah, dia lewati batasannya di tahap Entry!"
Bersambung.