
Episode 1
Semua di sana sangat terkejut. Satu prajurit yang sepertinya masih hidup. Kini memohon pada Darui.
Darui menatapnya sinis.
“Apa yang kau harapkan?” tanya Darui.
“Mohon, ampuni aku. Biarkan aku bebas,” ucap orang itu.
“Setelah aku membebaskanmu, apa yang akan terjadi jika aku membiarkanmu berbuat jahat?”
Orang itu pun diam. Tersentak.
“Semuanya pasti akan kembali lagi. Orang-orang seperti raja kalian akan ada. Malofant akan kembali jahat dan menguasai tempat penduduk asli dunia ini. Sepertinya kalian para bayi ini harus diajarkan untuk menghormati yang lebih dulu. Sopan santun kalian sudah tak bisa diharapkan. Di dunia yang sangat panas ini. Para manusia bergantung pada sungai Sagara. Semua kehidupan bahkan terlahir dari sana. Tapi kalian Malofant ras yang baru saja menetas bahkan itu karena ijin dari dewa manusia. Malah semena-mena seperti ini,” ucap Darui.
Ras Malofant itu pun terdiam dan terisak di sana.
Lalu, dia pun menudingkan jari ke arahnya.
“Dengar ini, aku akan coba ke masa depan--“
“Apa?!” potong orang itu terkejut.
“Hey, dengarkan aku. Jangan potong pembicaraan,” tegas Darui.
“Ba-baiklah.”
“Saat aku ke masa depan. Aku ingin melihat lagi. Apakah terjadi perubahan setelah Rave terbunuh. Setelah itu aku akan memberikan semua ingatanku kepadamu. Kau harus bersiap di sini. Aku akan memberimu pelajaran tentang apa yang terjadi jika aku membiarkanmu pergi dari sini, paham?” ucap keras Darui.
"Ba-baiklah!”
Darui pun berbalik.
Lalu dia mengangkat tangannya. Sesuatu seperti terbentuk di luar sana. Sebuah energi merah yang melindungi tempat itu.
Lalu, Darui melakukan sesuatu. Membuat sesuatu di sekitarnya menjadi kosong. Hanya tempat yang dinaungi oleh pelindung itu yang utuh.
‘Aku sudah memisahkan tempat ini menjadi dunia baru. Dunia lain atau paralel. Setelah ini. Waktu di dunia asli masih terus berlangsung. Serelahnya aku hanya harus kembali dan membiarkan orang itu pergi dari sana lalu kembali ke masa depan. Pergi dari masa lalu untuk ke masa depan’ batin Darui bersiap.
Darui pun menatap orang itu sinis. Membuat orang itu pun menunduk pasrah.
Lalu, Darui mengabaikannya. Dia sepertinya akan sampaikan perpisahan pada semua orang.
“Namaku adalah Darui. Siswa sma dari dunia lain. Aku sama seperti kalian manusia. Tapi di duniaku. Tidak ada ras yang mencoba mengganggu manusia. Kami semua hidup damai dan selalu menjaga erat hal itu semua.”
Semua orang tampak kaget. Tak percaya.
“Perbedaan bukanlah hal yang bisa memecah belah siapa pun.”
Orang-orang itu pun dibuat terpana lagi oleh sang penolong mereka.
“Maka dari itu. Aku akan mencoba membuat dunia ini menjadi seperti dunia asalku. Yaitu bumi. Di sana sangatlah damai. Bahkan ras yang kuat tak semena-mena. Mereka semua saling hormat dan patuh.”
“Maka dari itu. Aku ingin kalian tetaplah diam di sini. Jangan mencoba untuk ke mana pun. Kalian tak akan merasakan lapar karena waktu di dunia ini aku hentikan. Jadi, aku akan melakukan misi ini sendirian. Jangan risau. Aku sangat mudah dipercaya tapi sebaliknya aku tidak akan menipu. Aku akan sungguh-sungguh membantu kalian!”
“Woooah!”
Semua orang pun sangat bahagia atas itu. Sepertinya mulai sekarang mereka akan mengalami sesuatu yang menggembirakan. Yaitu sebuah kedamaian di dalam sebuah lawan katanya yaitu peperangan.
Karena berbeda mereka berperang. Maka dari itu. Karena mereka berbeda. Mereka harusnya bisa berdamai.
Wuuush!
Tampak Darui memasuki lorong waktu. Lubang masuk ke dalamnya. Dunia tadi berhenti waktunya. Semuanya tak bergerak.
Darui meliriknya sedikit. Lalu, terus menuju ke depan sana.
Wuuuuush!
Lalu setelah lama sekali melewati abad per abad dekade per dekade.
Dia pun kekuar dari sana.
Lalu ....
Tap!
Dai kini berada di dunia itu. Kini tempat itu makin luas. Banyak sekali benda tinggi. Bangunan tinggi. Lalu ada sesuatu yang beterbangan.
Darui pun melangkah ke suatu pemukiman. Di sana. Menuju satu kota besar.
Tap tap tap tap tap tap tap!
Dia pergi di ratusan tahun setelah itu. Tampak di sana semuanya sudah sangat canggih. Namun, tentu saja di sini.
Tak ada manusia.
Tap!
Darui pun duduk di sebuah kursi yang menyediakan minuman. Ada mesin di sana. Darui pun memencetnya. Setelah berbunyi mesin itu keluarkan minuman yang dia pesan.
Darui meminumnya. Darui menatap ke sekitarnya. Tampak tempat ini sepi. Lalu dia pun berlalu. Menyusuri kota per kota.
Lalu, Darui pun melihat ada sebuah bangunan tinggi. Bertuliskan “Malofant district”
Dia pun masuk ke dalam sana dengan mudah. Dia bisa melewati berbagai pengecekan. Lalu, dia pun masuk dan melihat banyak orang lalu lalang di sana.
‘Mengejutkan, semuanya tampak sangat damai’ batin Darui.
Dia pun menjelajah district itu. Yang sangat luas. Banyak ruangan dan toko. Lalu, tak sengaja meluhat satu orang gadis. Dia tampak seperti manusia.
Tap tap tap tap tap!
Dai tampak tertatih berlari. Tersenggol dan sepertinya sangat lemah. Lalu, Darui menghampirinya. Darui menatapnya lekat.
Lalu melihat ke dalam kepala gadis itu.
‘Ada otak manusia yang terpasang di otak monster anak ini’ batin Darui. Dia menolong gadis itu.
Gadis itu tersenyum. Darui membalasnya dengan gelengkan kepala.
Lalu, Darui pun berlari. Gadis itu tampak memandang ke arahnya dengan tatapan menarik.
Darui masih berjalan. Dia berhenti dan melihat ke semua orang.
Lalu, dia pun dihampiri oleh seorang gadis. Darui melihatnya dan tampak gadis itu sepertinya berambut pirang. Dia tampak seperti manusia.
Lalu, dia pun sepertinya malu-malu di depan Darui.
“Ada apa?” tanya Darui.
“Anu, apa kita boleh saling kenal?” tanya anak itu.
Darui menerimanya.
‘Jadi begitu, sejak kedatanganku. Semua orang yang semuanya adalah ras iblis itu. Mencoba menjebakku’ batin Darui yang pura-pura tak tahu.
Darui tampak berjalan bersama gadis itu. Gadis tu tersenyum bahagia. Darui menatapnya datar.
“Di lantai atas kamu akan temukan berbagai macam yang bisa mau butuhkan. Jika kamu baru datang ke sini. Aku sarankan kamu ke sana,” ucap wanita itu.
‘Ucapan manipulatif. Ini salah satu dampak jika kekuatan mata Shini dibagikan ke semua orang. Jadi begitu ya’ batin Darui menganalisa.
Anak perempuan itu terus mengoceh. Darui pun menanggapinya dengan tenang.
Darui lalu memasuki sebuah taman disana. Dia duduk bersama gadis itu. Tiba-tiba gadis itu tertidur di bahunya.
Darui pura-pura kaget.
‘Ini jelas selalu ingin menjebakku’ batin Darui sembari melihat wajah gadis itu. Menguraikan rambut pirang dengan ikatan dua di atas kepalanya itu.
“Hm.”
Darui kini menunggu peremouan itu sadar. Perempuan itu pun sadar. Perempuan atau gadis itu kaget.
“Ah, maaf kau ketiduran,” ujarnya kaget.
“Tenang saja. Tak masalah,” jawab Darui sembari sodorkan sesuatu. Minuman hangat.
“Minumlah agar kau cepat bisa bangkit,” ucap Darui.
”Ba-baik,” ucap gadis itu merona.
Setelah itu. Darui berpisah dengan gadis itu. Gadis itu sepertinya akan pulang.
Darui keluar dari distrik itu. Dia lalu melihat keluar. Malam tiba.
Darui menatap tak suka pada langit malam yang kini dipenuhi dengan pabrik dan asap-asapnya.
Lalu dia pun mencoba pergi dari sana. Menuju kita lainnya.
Dia pun berjalan di sana. Lalu masuki sebuah kerajaan yang cukup modern.
‘Sepertinya mereka membagi wilayah. Modernisasi tadi adalah manipulasi saja. Sepertinya mereka bisa hidup dengan gaya apa saja’ batin dirinya.
Dia lalu melayang ke atas.
Lalu mengaktifkan mata shininya.
Dia lalu merentangkan tangannya ke arah kota itu.
‘Baiklah, aku akan hancurkan satu kota ini. Ini adalah kota yang kehidupannya sama dengan kehidupan mereka yang dahulu kala’ batin Darui.
Blaaaaaaar!
Suatu cahaya merah tampak berkedip dari matanya lalu ....
Kota itu hancur dan tak tersisa. Semua orang di kota tetangga heboh. Beberapa puing lalu terlempar dan menjadi semacam komet.
Blaaar blaaar bblaaaarr!
“Siapa yang mrlakukan ini pada kota Ra?” tanya satu warga itu.
Darui lalu tunjukan dirinya. Dia tiba-tiba saja berada di depan orang itu.
“Aku!” Ucapnya dengan memamerkan matanya itu.
“Si-siapa kau?!” tanya orang itu takut.
‘Aku akan sembunyikan jari diri. Sebelum kuungkap’ batin Darui di sana. Lalu membuat suatu memori yang menyeramkan. Dia menggunakan kekuatan kontrol pikiran.
Membuat orang itu mengingat bahwa musuh mereka adalah teman mereka sendiri.
‘Di dunia ini. Terbagi menjadi banyak bagian. Dari kerajaan dan negara. Semuanya adalah sama. Terkecuali kota dan desa serta kadipaten. Mereka semua dipimpin oleh satu orang penguasa. Baik di negara, kerajaan, desa, kota, kadipaten.’
‘Lalu, dengan cara mengubur sungai Sagara. Mereka berhasil hilangkan jejak manusia. Kini aku akan mencoba mengetes seberapa lemah mereka. Jika mereka menipu diri sendiri. Lalu, hanya beberapa orang yang tahu kebenarannya. Apakah mereka akan membongkar kebohongan itu? Atau mereka akan saling bermusuhan’
Darui menatap satu kota yang utuh dari atas sana. Dia nelihat satu pabrik di sana. Semua orang beralu-lalang di udara dengan sayap dan kendaraan. Berbagai macam.
Namun, semuanya tak bisa melihatnya. Semuanya mencari pelakunya. Padahal Darui yang sudah melakukannya. Berdiri di dekat mereka.
‘Setelah ini. Kau akan coba memilih seorang bocah. Memberi pengetahuan yang lain. Mempengaruhinya. Lalu, kita lihat apa yang terjadi. Ini adalah suatu tantangan yang akan kuperluhatkan pada orang-orang ini.’ batin Darui dan menghilang.
Berita menyebar.
Banyak orang yang khawatir ada pula yang masih tenang.
Seorang cewek berambut pirang dan punya kacamata yang terpasang di kepalanya itu(tak dia pakai) tampak abai.
“Aku tak peduli, selama aku bisa main Games sepuasnya,” ujar anak itu. Lalu ada anak lain. Laki-laki dan berambut panjang. Dia tampak lebih sensitif.
“Apa hal itu ada kaitannya dengan sisi hitam pemerintahan?” ujarnya khawatir.
Lalu anak berambut buru dengan mata birunya. Mengatakan dengan lantang.
“Tak perlu khawatir, kebenaran selalu menang. Orang ini adalah penjahat. Siapa pun itu. Menghancurkan kota dan isinya. Adalah kejahatan yang harus dihukum.”
Lalu, mata milik Darui menangkap penampilan bocah lugu itu yang sepertinya akan jadi objek menarik baginya.
Bersambung.