Just Prolog

Just Prolog
Akhir!



Prolog


Di suatu dunia. Dunia yang kacau balau. Karena pertarungan dua ras yakni manusia dan ras Malofant.


 


Malofant adalah ras monster. Sementara manusia adakah ras lemah. Tentu saja karena itu. Manusia sangat lemah.


 


Namun, mereka terus bertarung. Karena manusia lebih banyak dan terdahulu di dunia yang bisa disebut sebagai Asgara.


 


Terdapat sungai luas yang mereka sebut Sagara. Sagara adalah temoat tinggal manusia. Tempatnya di sana sangatlah damai.


 


Karena dekat dengan sungai Sagara maka dari itu dinamakan dengan nama yang sama. Sagara adalah tempat berlindung mereka juga dari para Malofant atau bisa dipanggil dengan ras monster.


 


Artinya  semakin jauh kau dari sungai Sagara maka kau bisa saja diterkam oleh para Malofant yang suka memakan daging manusia. Yakni ras yang paling mereka benci.


 


Walau awalnya mereka menolak daging musuhnya itu.


 


Kini, bertahun-tahun kemudian. Berbagai pertempuran antara manusia dan Malofant terus terjadi.


 


Hingga kini, ada banyak orang menubggal. Salah satu Malofant yang terkenal pada saat itu adalah Rave.


 


Dia adalah Malofant yang kuat. Dia punya kekuatan yang besar. Dai berhasil menguasai dua kota Sagara.


 


Dalam kekuasaannya itu. Tentu saja dia menutup akses untuk ke sungai yang menghalangi dirinya itu.


 


Rave berambut hitam dan tampak satu matanya ditutupi dengan penutup mata berwarna hitam.


 


Rave sudah berkuasa sangat lama. Hingga dia pun berhasil untuk taklukan 9 bagian negara milik manusia lainnya.


 


Karena dia bisa membunuh dewa. Atau Zeus. Orang yang sudah menciptakan sungai Sagara agar melindungi umat manusia.


 


Dalam pertarungannya itu. Dia pun mendapatkan kekuatan mata yang kuat. Bernama Shini.


 


Hati-hari terus berlanjut. Rave dengan shininya kini menempati posisi teratas. Namun, suatu hari.


 


Tap tap tap tap  tap!


 


Berjalanlah seorang remaja berambut hitam. Dia tampak biasa saja dan berseragam lain dari pada orang di tempat itu.


 


Nama anak itu adalah Darui Hutabarat. Darui merupakan siswa sma nazuko yang kini terdampar ke dunia lain.


 


Dia tampaknya bertujuan ke sebuah tempat. Dii sebuah tempat yang di sebut Rave Castle.


 


Pada saat itu semua orang takut dan memilih menubduk saat Rave sedang melewati mereka.


 


Lalu, lewatlah si pemda bernama Darui. Dia tampak berdiri tegak. Dia pun memandang Rave dengan tatapan datar.


 


Salah satu bawahan Rave pun membisikinya. Melaporkan hal itu.


 


“Tuan! Ada seseorang yang lancang terhadapmu,” ucapnya.


 


“Siapa dan apa yang membuatmu mengira dia lancang padaku?” tanya Rave di singgasana itu.


 


“Orang itu selalu berdiri padahal yang lain memilih ampun. Dia juga sepertinya adalah manusia yang mulia.”


 


Rave tampak tertarik. Dia sudah bosan sebenarnya. Sudah 44 tahun menguasai seluruh dunia. Memperbudak manusia, membuat mereka menderita dan hal busuk lainnya.


 


“Heh!” Rave tampak tersenyum tertarik. Lalu, dia pun mengumumkan sesuatu.


 


“Kita akan adakan suatu pesta!”


 


“Pesta apa lagi tuan?”


 


“Pesta ini spesial, ada sebuah pertunjukan di dalamnya,” ucap Rave dengan nada senang.


 


“Apa itu?” tanya semua orang.


 


“Aku akan bertarung satu lawan satu dengan manusia lagi. Serelah sekian lama kau tak bertarung karena mereka semua sudah takluk.”


 


“Woooah!”


 


“Maka dari itu! Acara ini pasti akan menarik sekali!” ucap Rave dipenuhi maksud yang lain.


 


Pemuda itu pun tampak masih di sekitar Rave Castle. Kerajaan pusat pemerintahan dunia ini. Dia tampak berbincang dengan seorang manusia yang diperbudak. Sangat menyedihkan dan penampilannya itu lusuh.


 


“Dari dulu, kerajaan jahat ini berkuasa. Semuanya diambil darinya. Semua umat manusia hampir musnah,” ucap orang itu.


 


Darui berpikir.


 


‘Jadi ada dua ras yang saling bermusuhan ya’ batinnya di sana.


 


“Nak, maka dari itu. Kuharap kau menunduk. Pemuda yang kau lihat tadi adalah raja dan pemimpin dari kerajaan ini.”


 


Darui pun berterima kasih dengan saran itu. Dia lalu tampak melesat pergi. Saat Rave kembali lewat dia beejalan dan tetap tegak. Matanya menatap datar dan tanpa bersalah padanya.


 


 


Darui tak terganggu. Kedua musuh yang ditakdirkan itu kini saling tatap.


 


Kemudian setelah itu. Diumumkanlah pesta itu


 Darui dipanggil ke sana. Dia akan dihadiahkan sesuatu.


 


Darui tak mengerti. Namun,  dia tetap untuk menghadirinya.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Pesta besar terjadi di sana. Rave tampak duduk di singgasana tertinggi itu. Lalu melihat hadirnya Darui di tengah-tengah manusia itu.


 


“Heeh!” Dia tersenyum di sana. Lalu, Darui pun tampak menepuk tangannya. Membuat semua orang kini dibuatnya diam.


 


“Yang mulai Rave akan berbicara!” ucap satu prajurit itu. Membuat semuanya diam dan teratur berbaris.


 


Rave pun bangkit dari sana. Dia sedikit pemanasan membuat semua orang ketakutan.


 


‘Mungkin kita akan dibunuh’ batin satu manusia. Darui seakan bisa mendengarnya.


 


‘Ya, aku bisa mendengarnya. Aku bisa melihat semua informasi dari orang lain hanya dengan melihatnya saja. Aku tahu semuanya saat ini. Bahwa orang itu. Raja dunia ini. Raja yang berasal dari ras iblis. Dia akan menantangku bertarung di sini!’ Batin Darui bersiap.


 


Semua orang terkejut melihat Darui berjalan ke arah sang raja. Raja itu juga sedikit tertarik.


 


‘Dia menebak pikiranku rupanya’ batin Rave bersepekulasi.


 


Tap tap tap tap tap tap tap!


 


“Yang mulia yang terhormat,” ujar Darui di sana.


 


Rave pun duduk dan bersandar dengan gayanya yang khas itu.


 


“Ada apa wahai manusia yang bijaksana,” tanya Rave dengan tatapan merendahkan itu.


 


Namun, Darui tetap tenang. Dia menghela nafasnya melihat tingkah orang itu.


 


Menutup matanya. Lalu perlahan membukanya. Sinar merah dalam pupilnya kini membuat siapa pun kaget. Semua pasukan dari Rave tampak kaget dan ketakutan.


 


Mata itu masih belum terbuka sempurna.


 


Rave sendiri kaget.


 


‘Ba-bagaiman bisa?’ batinnya saat melihat manusia di depannya itu.


 


Lalu, dengan mata merahnya yang bersinar tajam itu. Darui menatap dengan tatapan datarnya. Seperti biasa.


 


Rave pun bangkit.


 


“Pencuri, bagaimana bisa kau memiliki mata iblis Shini?!” ujarnya di sana.


 


“Tidak aku tidak mencurinya raja,” jawab Darui pelan.


 


“Apa maksudnya?” tanya orang-orang di sana. Kebanyakan prajurit dari Rave.


 


Rave tampak mencoba keluarkan mata iblisnya. Di dahinya muncul mata. Mata itu merah juga namun gelap.


 


“Heeh!” Rave tersenyum puas.


 


Darui tampak menutup matanya.


 


“Apa aetinya ini?” tanya semua orang.


 


“Sepertinya akan menarik, “ujar Rave dan kini dia pun sepertinya bersiap untuk menghadapi orang yang punya mata yang sama dengannya. Shini.


 


“Yang mulia, aku jelaskan semuanya. Sepertinya kau terlalu rakus. Kau terlalu ingin semuanya. Kekuatan dan segalanya. Tapi kau belum tahu apa yang lebih hebat dari itu semua bukan?”


 


Rave berdecih kesal.


 


“Sesuatu yang lebih hebat dari kekuatan dan segalanya. Adalah kekalahan orang-orang jahat!”


 


Tampak semuanya berubah. Rave tampak hancur dengan tatapan mata milik Darui. Mata shininya sepertinya terlalu kuat. Semua prajuritnya bahkan ikut mati di sana. Berceceran darah.


 


Tampak, mata Shini milik Darui terlihat jelas dan lebih detail. Di dalamnya ada semacam bentuk roda yang berputar dan begitu rumit.


 


“Aku sangat suka melihat kehancuran dari orang-orang sepertimu.”


 


“Dari tanganku sendiri.”


 


Bersambung.