Just Prolog

Just Prolog
Bencana(lagi)



Episode 18


Musim pun berakhir. Kini, menyisakan musim rintik gerimis yang turun setiap hari. Itu disebut musim gerimis atau musim pasca hujan. Biasanya terjadi 2 sampai 3 minggu saja.


 


Berbeda dengan musim penghujan yang bisa sampai 2 bulan berjalan. Si rambut biru tengah menyisir rambutnya di dalam kamarnya.


 


Krak!


 


Tampak bocah itu tersenyum dan mengangkat dagunya tinggi. Sebab itu hari pertama dia akan masuk akademi dengan cara yang biasa. Di musim ini, orang-orang bisa memakai mantel tebal yang menghalangi air kecil yang terus menghujani mereka di luaran sana.


 


"Huh!"


 


Seorang dengan rambut biru. Nampak berjalan dengan menggunakan mantel berwarna merah. Semua air mengering seperti terisap oleh bahan itu.


 


Terlihat, bocah itu. Kedinginan dengan gaya menggosok-gosokkan lengannya di sana.


 


Srek srek srek srek!


 


Dia berjalan gontai dengan jalanan yang padat juga. Semuanya damai. Di jalan yang penuh deangn kendaraan juga. Dia pun akhirnya melihat bangunan yang ingin dia tuju.


 


Bangunan besar dan paling menonjol dari semua yang ada di sana.


 


Ada lampu di bangunan-bangunan itu yang berkedip berwarna biru. Mengelilingi atap bagian atasnya. Anak bernama Boruto pun nampak menjalankan diri cepat ke arahnya. Mungkin karena merasakan dingin, anak itu mempercepat langkahnya ke sana.


 


Wuuush wuuush Wuuuuh!!


 


Bunyi kendaraan di sana. Kendaraan yang mengedipkan lampunya itu. Kini, dia pun sampai penyebrangan jalan. Hingga dia pun kini menapakkan kakinya di sebrang jalan setelahnya.


 


Tap!


 


Melihat bangunan markasnya. Ia pun tersenyum sembari membayangkan wajah seseorang.


 


Tap tap tap tap!


 


Saat sampai di depan bangunan itu, anak itu nampak bertemu dengan beberapa kawannya juga. Mereka langsung menyapanya dengan ramah. Dengan pakaian yang sama, gaya yang berbeda darinya dan warna yang berbeda tiap orangnya.


 


Wajah Boruto tersenyum senang.


 


"Yo, kalian semua!" ucapnya balas menyapa.


 


Lalu, Boy juga hadir di sana. Dia hanya mengangguk pada ketuanya itu. Boruto mengangguk balasnya. Kini, satu rombongan itu pun memasuki gerbang yang terbuka dengan sendirinya itu.


 


Ckiiit!


 


Lagi-lagi sosok Darui tak jauh dari sana. Dia menggunakan payung yang sepertinya berasal dari dunianya itu. Berdiri di atas gentong air yang tidak terlalu jauh dari markas itu.


 


'Omong kosong apa itu?' Batin Darui dengan mata Shininya masih aktif dengan gambar pupilnya yang kosong.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Kini, Boruto dan Boy terus lakukan misi di sana. Apra monster memang menjadi liar. Mereka juga mempunyai spesialisasi air dan es. Tapi, Boruto tak kerepotan sebab kekuatannya adalah api.


 


Wuuush!


 


Saat monster-monster menyerang. Dia tinggal meningkatkan kekuatan apinya  lalu, membuat semua monster dan kekuatannya itu pun tidak berdaya.


 


Huaaaa!


 


Boruto kembali dengan misinya yang sukses kembali. Lalu, di tengah markas. Beberapa murid bergosip tentang Rara dan beberapa anggota lainnya yang jarang ikut misi dan berangkat.


 


Boruto hanya menyimak debat terlihat tidak peduli. Darui di atas sana. Hanya mengamati sambil mematung. Ada saru petugas yang berlalu-lalang untuk mengecek gentong air itu.


 


Lalu, Darui melangkah menuruninya. Melewati orang itu yang seakan tidak bisa melihatnya. Lalu, dia berdiri lagi di ujung gedung. Gerimis terus turun. Darui menatapkan mata merahnya ke langit.


 


Glup!


 


Saat satu tetes dari langit itu jatuh.


 


Blaaaaaaar!


 


Itu kemudian menjadi air bergumpal yang sangat besar.


 


Blaaar!


 


Gumpalan itu terus bergoyang-goyang. Beberapa mobil dan manusia masuk ke dalamnya dan mungkin tidak bisa selamat. Darui menatapnya datar.


 


Lalu, di detik berikutnya. Naga Boy menyambut datangnya air itu.


 


Wuuush!


 


Menusuknya dan membebaskan beberapa orang dengan mudah. Beberapa mobil, juga dia keluarkan.


 


Boruto dan yang lainnya pun datang ke sana..


 


Tap tap tap tap!


 


Semuanya melihat kumpulan Boruto yang datang itu. Lalu, menjauh karena disuruh oleh parah hero untuk keluar dari jalur semua itu..


 


"Uaaa!"


 


Mereka semua ketakutan sekali. Gumpalan itu tampak terus menggeliat liar di sana. Boy menatap aneh dan seperti sedikit familiar.


 


'Mungkin saja itu monster penyempurnaan dari kekuatan itu' batin Boy. Dia kembali memgyuankan naganya untuk menusuk air itu.


 


Blaaar!


 


Blaaar blaaar!


 


Boruto maju dengan kekuatan 1m-nya. Dia mencoba memukulnya dengan kuat.


 


Jduaaagh!


 


Terlihat, pukulan orang itu pun mampu menembus air itu. Namun, tidak menghancurkannya.


 


'Ini aneh sekali' batin Boruto yang berdiri di tepi gedung setelah itu.


 


Boy kembali untuk menggunakan naga-naganya itu. Wuuush!


 


Groaaarg!


 


Mencoba menusuk seluruh naganya yang banyak itu. Ke dalam air itu.


 


Byyyur!


 


Cipratan air itu nampak bergerak dan kembali ke tempat semual lagi. Gumpalan itu tamoak masih utuh. Semuanya pun merasakan aneh.


 


 


Wuuuush!


 


Blaaaaaaaaaar!


 


Air itu makin lama makin besar saja. Sampai seperti melahap semua naga Boy ke dalamnya. Namun, naga itu terus menggeliat untuk terus berada di dalamnya dalam kondisi menusuk.


 


Hingga satu gedung dekatnya mulai terpengaruh dan tenggelam ke dalam tubuh besar air itu.


 


Semuanya panik. Boruto maju dan kembali gagal menghancurkannya.


 


'Sialan' batin Boruto. Boy terus menatap gumpalan itu. Lalu, dia terus menggerakkan naganya dengan kuat lagi dan kagi.


 


Naganya itu terus menggeliat dengan acak di dalam tubuh air itu. Gumpalan itu sama sekali tak pecah dan hancur.


 


Semua cipratannya itu nampak berjalan kembali menyatu dengan gumpalan itu. Membuatnya utuh ke dalam ukurannya semula dan terus berkembang di sana.


 


Boy menatap terus dan terus. Hingga dia merasakan ada yang aneh dalam tubuh air itu.


 


"A-apa-apaan ini?!" kejutnya.


 


Naganya itu nampak menemukan suatu gumpalan air aneh. Gumpalan di dalam gumpalan besar itu terlihat utuh dan tidak hancur seperti gumpalan lainnya. Bentuknya juga aneh, seperti gelembung dengan cabang gumpalan di badannya itu. Setengah menonjol di seluruh areanya.


 


Boruto terus gagal. Entah mengapa.


 


"Sialan!" kesalnya di atas gedung itu. Hingga dia menguat hingga kekuatannya yang pernah ia lakukan lagi dahulu.


 


Heaaa!


 


Boy terus mencoba mengidentifikasi. Lalu, di markas sana. Semua peneliti itu pun menemukan jawaban setelah lama berkutat dengan penelitian yang cepat mereka lakukan.


 


Trrrt yrrt trrt!


 


Suara komputer mereka saat memeriksa data-data mereka. Lalu .....


 


Boy menatap tajam. Lalu, merasa ada yang familiar dengan tumbuh kembang dari monster itu.


 


Boruto yang sudah dalam mode 1kmnya pun kini akan melesat maju.


 


Buaaaar!


 


Saat Bokuto berhasil menghancurkannya. Tatapan Boy seakan berubah. Gumpalan itu hancur berkeping-keping dan tak menyisakan badannya sedikit pun.


 


Semua orang senang. Bersorak.. kecuali Boy yang menatap aneh ke arah gumpalan tadi nerada dengan tatapan tidak menduga sesuatunya..


 


Boruto menatapnya aneh. Lalu, dia pun sepertinya akan menghubungi markas karena mereka berhasil. Tapi dia berhenti. Semua kawannya yang melihat Boruto aneh. Pun mencoba bertanya kenapa dia berhenti.


 


Lali Boy pun  kini  tahu bahwa air itu tadi sangat aneh. Sesaat Bokuto sebelum memukulnya. Dalam rentan waktu yang sesingkatnya itu. Dia bisa melihat ada bentuk wajah di bagian depan atas gumpalan itu.


 


Itu berarti .....


 


"Semuanya! Air  itu adalah monster! Buakn sebuah mutasi air yang diperkirakan!" teriak kepala sekolah. Lapu, Boruto pun sadar. Kini, ada segerombolan air-air yang naik ke atas sana.


 


Tidak hanya itu. Segerombolan  air itu ternyata memenuhi area dirinya juga.


 


Blup!


 


Kini, mereka pun terangkat karena air-air itu. Boruto bisa terbang  dan lepas dari semua itu. Boy gunakan naganya dengan mudah menusuk dan lolos ke darat. Gunakan naganya untuk menolong teman lainnya.


 


Boruto dan yang lain menunggu di atas. Lalu, segerombolan air itu kini terbang lebih tinggi dari tinggi yang lalu.


 


Boy dan Boruto menatap dengan tatapan yang jengah. Terlihat, orang-orang pun nampak melihatnya.


 


"A-apa itu?!"


 


Sementara akademi Atgena sepertinya tengah berperang dengan mahkluk yang kuat juga. Rage nampak menghabisi mahkluk kuat itu. Mahkluk kuat yang pernah dia habisinya bersama temannya juga. Namun, kali ini. Mereka berdatangan dan lebih banyak. Sekitar seratus mahkluk yang ada di sana.


 


"Mereka semua sepertinya dibuat dari bangkai monster yang lalu," ucap si analisis itu.


 


Semuanya paham.


 


"Mereka melakukan percobaan untuk membaut mahkluk yang lebih kuat!" tegas Rage emosi. Karena kekuatan mahkluk itu hampir sama dengan kekuatan monster yang kemarin.


 


Monster manusia itu. Yang sudah memakan satu korban jiwa penting dari akademi Atgena.


 


Rage dengan pedangnya yang tak nampak itu. Pedang itu hanya nampak di mata para siswa akademi Atgena.


 


Pedang itu bergerak terus memutar dengan sangat cepat. Namun, di mata siswa Atgena. Pedang itu terlihat menguar dan tetap di tangan utuh Rage saat itu.


 


Kini, tiba saatnya dia untuk maju ke arah 99 monster lagi yang belum mereka habisi di sana.


 


"Apa akademi lain ke sini juga?" tanya Rage spontan. Temannya menggeleng.


 


"Baiklah! Ini saatnya kia merebut posisi Boy!"


 


Di tempat Boy.


 


Dia terus melihat dengan seksama air-air itu. Cahaya matahari terpantul dengan gumpalan itu. Membentuk pelangi.


 


'Aku tidak suka pelangi’ batin Boy tak senang.


 


'Aku lebih tidak suka lagi dengan para perusak dan perusuh’ batin Boruto dengan benci ke atas sana.


Lalu, mereka lalu melihat semua air itu mulai menyatu ke titik temu di tengah sana.


 


Lalu, suara gemboran dari banyak pesawat yang melintas dari militer membuat warga menjauh.


 


Wuuush!


 


Kini, sekitar radius 100 Km sudah tidak ada orang selain Boruto dan teamnya. Boy naik mendekat dengan menunggangi naganya.


 


Dia menatap tajam sembari bergumam. Lalu, Boruto juga sampai di sana dengan beberapa orang dari temannya yang bisa terbang.


 


Yang lainnya tampak menjaga dan tadi sempat membantu para warga keluar dari sini.


 


Kraaaak!


 


Saat ini. Di akademi itu, mereka pun sepertinya merasakan potensi kekuatan dari para monster. Karena sudah ditemukan teknologi untuk mengukur seberapa kuat monster-monster sern dan mahkluk lain selain human yang ada.


 


Mereka mengukur dengan angka. Normalnya dari 20  sampai seratus. Lalu peringat atas yang berjumlah delapan kelompok. 1000, 1000+, 1110+, 2000, 2000+, 5000, 5000+, 10000+++(unknow)


 


Oh, iya! Karena Boruto diketahui berhasil menghancurkan gumpalan air tadi. Otomatis peringkatnya naik tepat di bawah Boy(#3).


 


Bersambung.