Just Prolog

Just Prolog
Boy VS everybody!



Episode 10


Boruto menatap bocah bernama Boy itu. Bocah Boy itu tamoak menatapnya dengan datar.


 


“Sekarang apa yang ingin kau lakukan haaah?!” bentak Boruto.


 


Boy menatap ke arah tangan Boruto yang menggenggam baju kerahnya itu. Lalu, menatap Boruto dengan tatapan sedikit serius.


 


Boruto yang seorang Human. Pastilah dia sangat serius.


 


Boruto menatap dengan tatapan yang lumayan tajam.


 


“Aku ingin mengalahkanmu. Sebelum itu aku harus mengetahui semuanya,” jawab Boy dengan dingin.


 


Di atas gedung sana. Darui yang terkuat berdiri.


 


“Segala sesuatu akan berubah. Musuh bisa menjadi hal  yang paling mengancam. Semua pelajaran penting ini ...”


 


Darui menutup matanya.


 


“Akan sangat dibutuhkan.”


 


Boruto tampak masih dengan Boy. Boruto pun marah dengan ekspresi Boy dan kata-kata tak masuk akal itu.


 


“Dengar ini! Aku tak suka membuang waktu!” geram Boruto dan keluarkan apinya lagi.


 


Hyaaa!


 


Blaaaar!


 


Tampak, mereka memasuki bagian gedung kosong lain di tempat-tempat sepi ini.


 


Jduaaaar!


 


Boy nampak terbaring.


 


“Haaah haaah haaah haaah!” Boruto berada di atasnya dengan siap memukul.


 


Boy tampak diam tak melawan.


 


“Kau bilang kau akan melawanku?! Setidaknya katakan dulu siapa sebenarnya dirimu!” bentak Boruto.


 


Boy masih diam dan menatap datar.


 


“Hey!” Boruto tampak kesal membentaknya di depan mata Boy tepat. Jarak satu inci.


 


Boy masih diam dan tenang. Lalu, saat itu tampak datang beberapa orang.


 


Boruto melihatnya dan tampak itu  adalah kumpulan pahlawan. Tepatnya pahlawan akademi Atgena.


 


“Hehe!”


 


Seorang  tertawa melihat Boruto dan Boy itu.


 


Boruto berdiri. Boy merasakan itu. Lalu, dia tampak duduk bangkit dengan gaya dinginnya itu.


 


“Menarik! Akademi lemah bisa membungkam musuhnya. Hahaha,” ucap mereka di sana.


 


“Ahahahaha!”


 


Boruto menatap tak suka pada semua orang itu.  Boy sendiri masih diam.


 


“Setidaknya! Ini berkaitan dengan misi kami!” ujar  Boruto mencoba menyergah mereka. Boruto tak suka dengan ucapan hina itu.


 


Tap!


 


Boy sendiri tampak berdiri. Dia menatap kumpulan Atgena itu.


 


“Kalian semua lumayan kuat!” ujar Boy. Tampak, dia pun tiba-tiba mengubah kedua tangannya menjadi bayangan besar.


 


Bluuur!


 


Boruto kaget dan mundur. Tampak, bayangan itu dibuat panjang. Lalu, kini ada sosok naga lagi dengan mulut tertutupnya yang lancip.


 


Grrrrrr!


 


Menggeram marah. Tampak, tak  hanya satu naga. Terlihat sosok yang sama menjulang di arah lainnya.


 


Boruto menatap sedikit tak percaya.


 


Terlihat, kumpulan akademi Atgena pun bersiap  dengan kekuatan mereka masing-masing yang semuanya hampir mirip.


 


Heaaaa!


 


Satu bocah menggunakan pemukul itu tampak mengeluarkan kekuatan hijau gelapnya itu.


 


Huaaaa!


 


Beberapa bocah memgeluarlan pedang seperti Rage. Dan sebagainya.


 


Boruto tampak mundur.


 


Groaaaarg!


 


Monster itu tampak menggeram di atas sana. Boruto mundur lebih jauh lagi. Sepertinya Boy akan bertarung dengan semua  orang itu.


 


Dua naga itu tampak menatap semua orang yang akan dia serangnya.


 


Wuuush!


 


Jduaaar!


 


Satu orang terlihat terkena tusukan dari naga itu. Sementara yang lain melompat dan ada pula yang berhasil menahannya.


 


“Heh!”


 


Satu bocah tampak sedikit sombong karena menahan serangan Boy itu. Lalu, terlihat  naga lainnya menandangnya. Lalu, melesat ke  arahnya.


 


Kraaash!


 


Anak itu pun tampak tertusuk. Darah keluar dari perutnya yang berlubang sampai  menembus keluar itu.


 


“Arrrgh!”


 


Dia tampak terduduk. Beberapa lawannya tampak membantunya.


 


Nampak, naga itu kembali bertarung dengan beberapanya lagi.


 


“Terima ini!”


 


Satu anak Atgena meninju naga itu dan berhasil tumbangkan satu naga.


 


“Tersisa satunya lagi!”


 


Tampak, mereka pun pergi ke arah naga lainnya yang sedang menembus tanah itu untuk mengejar salah satu anak Atgena yang punya kemampuan menembus tanah.


 


Hyaaa!


 


Anak Atgena itu tampak terus menyelam di tanah menghindarinya. Terlihat, Boruto terengah di kejauhan. Lalu, tampak didatangi oleh seseorang.


 


Ckiiiiit!


 


Blaaar balar balar blaaar!


 


Naga bayang itu tampak berhenti ditahan oleh puluhan anak. Lalu, dipentalkan oleh mereka hingga tumbang.


 


“Heh!”


 


Mereka puas dengan kalahkan naga-naga itu.  Kemudian, muncul sosok Boy di depan mereka semua.


 


“Kalian semua lumayan. Tapi, aku sama sekali tak tertarik mengingat diriku ini juga bisa mencapai level kalian,” ucap Boy dan tampak mengerahkan naganya lagi untuk hidup.


 


Semua bocah tampak kaget.


 


“Sialan! Orang macam apa ini!” geram satu bocah tak suka.


 


Lalu,  tampak  terlihat Boy si rambut hitam  yang  mirip Darui itu. Mengacungkan lima jarinya ke depan.


 


“Majupah!”


 


Groaaarg!


 


Dua naga itu menerjang mereka semua.


 


Blaar balar balar blaaar!


 


Kali ini naga-naga itu agak berbeda.


 


“Serangan naga itu sangat tepat! Tidak seperti sebelumnya,” ujar satu bocah yang terpental tadi.


 


“Ya! Sepertinya itu karena penciptanya sendiri,” ujar satu orang yang sepertinya kuat. Seperti Rage. Mungkin salah pemimpin atau ketua untuk akademi itu.


 


Blaaar!


 


Naga bayangan itu menjulang ke atas. Menguak keberadaan para musuhnya yang tersembunyi di dalam tanah itu.


 


“Sialan!” satu orang tampak geram dan maju. Dia punya  senjata yang lumayan kuat. Terlihat aura hijau khas akademi Atgena dia munculkan itu.


 


“Hey! Jangan  terburu-buru!” teriak anak yang sebelumnya.


 


Hyaaaa!


 


Anak itu tampak menyerang  naga itu dan tampak tak  mempan. Dia pun turun lagi.


 


 


Lalu, tampak ada satu anak Atgena yang seperti memunculkan program.


 


“Kekuatannya bahjan naik!”  ucap anak  itu barusan.


 


“Jadi begitu! Kali ini, musuh yang benar-benar kuat,” ucap orang yang sepertinya pemimpin akademi itu.


 


“Kita  akan lumpuhkan dia!”


 


“Ya!”


 


Blaaaar!


 


Naga itu memdorong tubuh  satu murid Atgena yang kuat itu.


 


“Arrrgh!”


 


Namun, murid Atgena itu bisa menahannya dengan baik.


 


Kemudian, tampak satu naga ternyata sedang jadi bulan-bulanan kumpulan Atgena yang lebih ramai.


 


Trang trang trang!


 


Naga itu tampak tak berdaya dan sepertinya mati.


 


“Kita berhasil! Ayo  bantu ketua,” ucap salah satunya setelah puas.


 


“Ya!”


 


Tampak, ketua itu pun mementalkan naga itu.


 


‘Benar-benar merepotkan. Tapi, jika saku berhasil kalahkan dia  sendirian. Aku bisa naik setingkat’ batin komandan itu.


 


Dia lalu tampak mengeluarkan senjata melengkung  khasnya lagi.


 


“Twin tible!”


 


Lalu, dia pun bersiap  lagi. Naga itu mengeram dan mencoba menusuknya.


 


Blaaar!


 


Naga  itu menusuk tanah. Tap tap tap tap tap tap!


 


Seorang tampak menapak dan berlari di tubuh panjang naga itu. Kemudian, dia tampak akan memuju ujung naga itu.


 


Boy menatapnya. Ternyata ujung naga itu ada di dekatnya. Tampak, tertanam di tanah dan berukuran kecil.


 


“Hmmm!”


 


Boy rampak memandanginya siap. Ketua itu tampak menatapnya.


 


“Hyaaa!”


 


Dia lalu maju dan dengan  kecepatan  yang tak terlihat bagi siapa pun.


 


Dia mungkin menyerang. Boy menatap sebuah cahaya hijau cerah dari depan dan bersumber pada musuhnya itu.


 


Boy kemudian, rasakan cahaya hijau cerah itu yang tampak mencoba menuju ke arahnya.


 


Wuuuush!


 


Cahaya hijau itu tampak seperti menembusnya. Lalu, di saat itu.


 


Trang!


 


Anak itu menyerang dengan senjata tajam dari arah belakang secara konstan dan muncul begitu saja.


 


Namun, Boy menahannya  deang tangan terangkat. Meliriknya lalu berbalik dan menyerangnya dengan tinjunya.


 


“Aku tak akan mudah kau  perdaya!” ucap Boy dan blaaaaam!


 


Boy menatap sebuah pengait yang menahan tangannya itu. Besi itu tampak dipenuhi energi hijau gelap khas murid-murid Atgena.


 


“Hmmm!”


 


Kemudian,  datang beberapa orang lain yang menolong ketuanya itu.


 


“Anda tidak apa-apa?”


 


“Ya! Aku baik-baik saja.”


 


Boy menatap datar dan sepertinya sedikit menyelekit.


 


“Aku tidak suka pada kesombongan dari balik sifat polosnya itu,” ujar satu anak dengan tatapan benci pada  Boy.


 


“Begitu!”


 


Boy menatapnya. Tampak, tangan miliknya terbebas begitu mudah. Dirinya mengubah  tangannya menjadi lentur bayangan.


 


Semua anak tampak sebap padanya.


 


Boy mengangkat tangannya.


 


“Aku akan hancurkan wadah kalian untuk selama-lamanya!” ucap Boy misterius.


 


“Apa?!”


 


Namun, membuat semua murid itu marah.


 


“Kita habisi!”


 


“Ya!”


 


Boy mundur ke belakang. Mereka menyerang. Beberapa serangan dia hindari  dengan teknik pengubah diri bayangan juga.


 


Blaaar blaaar blaaar blaaar!


 


“Sial!” kesal salah satu bocah.


 


Terlihat, Boy  masih berhasil. Satu anak  tampak mencoba menusuknya. Namun,  bboy  mengubah bagian tubuhnya menjadi kecil dan lentur bayangan.


 


Boy bisa menghindarinya dengan mudah.


 


Blaaaarr!


 


Boy berada  di darat lagi. Semua anak sudah akan menyerangnya lagi. Namun, mereka tak sadar dua naga itu  ada di sana.  Tepat di belakang gedung yang Boy belakangi itu.


 


Boy tampak mengangkat tangannya ke atas.  Semua anak itu pun mendongak.


Lalu, mereka tak mengira dua naga itu sudah ada di  atasnya.


 


Boy menatap  dengan tatapan nanar pada kondisi mereka semua.


 


Pasalnya  kini ternyata munculkan banyak naga serupa dan sudah siap.


 


“Aku kali  ini tak akan menyerangkan mereka dengan cara itu!” ucap Boy.


 


Semuanya kaget. Tampak, semua naga itu sepertinya mengeluarkan semacam bola di depan  mereka.


 


“Tembakan awan naga hitam!”


 


Semua anak itu  pun sepertinya takut. Tampak, Boy pun perlahan akan mengarahkan semuanya untuk menyerang.


 


“Sialan! Dia sudah menjebak kita!”


 


“Sepertinya kekuatannya itu bisa ditingkatkan jika dia sudah bergerak sejauh beberapa meter,” ujar satu anak yang pintar memprogram itu.


 


“Apa maksudmu?”


 


“Anak itu harus bergerak agar kekuatannya meningkat. Jika dia ada di satu tempat atau tidak bergerak. Kekuatannya masih utuh. Kita tahu bayangan sendiri bisa melentur dan berbentuk sejauh apa pun. Begitulah kira-kira,” jelasnya.


 


“Semakin dia bergerak dan beraktivitas. Dia bisa mengembangkan itu dan bahkan meningkatkannya. Begitu kah?”


 


“Ya!”


 


Boy menatap semua anak musuhnya itu. Lalu, perlahan turunkan hal itu.


 


Blaaaar!


 


Namun, sesuatu sosok mendorong Boy. Hingga semua naga itu tak bergerak untuk menyerang bersamaan.


 


Semua anak Atgena kaget namun lamgsung kabur..


 


Beberapa naga menghilang dan sisakan satu naga saja yang mengejar anak-anak itu.


 


Hyaaaaa!


 


Tampak, satu orang misterius itu. Ternyata menyerang Boy. Boy pun berdiri dengan gaya bayangan itu. Lalu, tampak di depannya itu. Seorang wanita sern yang pernah Boruto temui itu. Dia tampak menatap kesal padanya.


 


Kini, Boruto tampak memandang sekitarnya. Naga Boy sudah berhasil dilumpuhkan walau masih ada.


 


Namun, Boy sendiri tampak menghilang.


 


Darui berkata “ini akan menjadi awalan dan  dasar yang menarik. Apakah kau akan menerima kehadiran seorang pesaing atau tidak. Pengaruh jahatmu itu akan terlihat beberapa saat mendatang.”


 


Wuuush!


 


Keadaan di sana agak aman. Lalu, Boruto yang ternyata bersama Rara itu kembali ke akademi dengan perasaan tak lega.


 


Bersambung.