
Episode 7
Boruto mengajak semuanya masuk. Lalu, Boruto paling depan. Semua temannya memegang kamera.
Lalu, di markas tampak kepala sekolah melihat rekaman langsung dari sana. Dia bergumam dan sangat optimis. Namun, lebih optimis lagi raut wajah dan tingkah dari ketua para pahlawan.
Tap tap tap tap tap tap!
Tampak, mereka pun memasuki tempat gelap itu. Tak ada bunyi lain selain dari semua anak itu. Boruto terus melanjutkan perjalanan dengan cermat.
Tap tap tap tap tap!
Dia menoleh ke sana kemari. Melihat apakah ada warna itu lagi. Ya! Gelap yang sangatlah pekat. Hitam dan terlihat sangat menyeramkan. Boruto mencoba deteksi itu.
Tap tap tap tap tap tap!
Mereka masuki semua ruangan di sana. Banyaknya ruangan membuat perjalanan mereka amat lama. Boruto dan temannya tak mengeluh. Mereka sangat antusias saat ini.
Tap tap tap tap tap tap!
Di luar. Tampak muncul Darui di dekat sana. Di atas gedung. Dia lalu duduk dan mencoba melihat Boruto.
"Baiklah, saatnya aku mencoba ciptakan seorang rival bagi mereka," ucapnya. Dia lalu memegang satu matanya yang terbuka.
Nging!
Shini terlihat merah menyala di mata itu. Kemudian, dia melototkan matanya yang terbuka dan bersinar dengan Shini tang tampak menyeramkan. Tampak karena itu terlihat berupa retakan di retina matanya.
Darui tampak memaksakan sesuatu hingga .....
Tap!
Boruto dan kawannya tampak melihat sekelebat hitam. Mereka tampak kaget.
"Apa itu?!"
Lalu, mereka lari. Wuuush!
Satu teamnya tampak membawa pedang untuk jaga-jaga.
'Apa kegelapan itu bisa bergerak dangat cepat' batin Boruto.
Lalu, di markas. Tampak satu orang juga mengatakan itu.
"Sepertinya kegelapan itu saat malam hari. Dia seperti menyerap energi gelap itu. Maka dari itu, mereka bisa bergerak lebih leluasa," ucap satu orang.
Sang kepala sekolah tampak mengangguk mengerti.
'Ku harap ini tak mengerikan' batinnya khawatir.
Wuuush!
Gelap itu terus bergerak. Boruto coba menyinarinya. Namun, dia ingat bahwa dia tak boleh membuat bayangan itu hilang.
Dia lalu mencoba bergerak cepat dengan yang lainya. Mengikuti sekelebat bayangan hitam itu.
"Sialan! Bayangan hitam!" teriak kesal temannya itu.
Boruto dan teamnya masih untuk kejar bayangan itu.
Wuuush Wuuush wuuush wuuush!
Tampak, bayangan itu terus bergerak seperti mengajak mereka ke semua tempat dan sudut sempit. Boruto tampak meluncur di celah sempit itu.
Wuuuush!
Sret!
Beberapa temannya lalu mencoba melihat dari jauh saja sembari merekam. Boruto lakukan action lebih gila lagi. Dia melompat dan sepertinya akan menangkap saja si bayangan itu.
"Benar ketua! Hentikan saja dia!" teriak para temannya itu.
Wuuush!
Akan tetapi ada orang lain di arah berlawanan. Mereka pun saling tabrak.
Jduagh!
"Aduh!" meringis Boruto dan teamnya itu yang tak sengaja menabrak.
Mereka mengelus tempat hantaman tadi. Lalu berdiri.
"Ke mana dia?" tanya Boruto.
Beberapa kawan yang merekam tampak menunjuk ke suatu arah. Yaitu, sebuah dinding miring lagi.
Lalu, Boruto dan satu teamnya yang bertugas untuk menangkap bayangan itu. Berjalan cepat.
Tap tap tap tap tap tap!
Terlihat, mereka melewati dinding itu dengan mudah. Turun dengan cepat ke sebuah lantai. Mata Boruto menari-nari dalam gelap.
Temannya nekuhat ke sana kemari jua.
Tap!
Lalu, tampak dia melihat ada gelap itu lagi yang kini sangat pekat.
Ngung!
Gelap itu tampak memutar di sekitar mereka. Bergerak dan dalam jumlah yang banyak.
Boruto dan anak itu masih waspada. Entah bagaimana gelap ini sangatlah aneh.
Boruto masih waspada di tempatnya. Lalu, anak-anak lain tampak merekamnya dari atas.
"Ini sepertinya tempat berkumpul semua hal hitam itu! Tempat itu sempit dan sepertinya agak kumuh. Sepertinya bayangan hitam ini dikendalikan oleh sesuatu!" teriak seorang ahli di markas.
"Apa?!"
Boruto dan teamnya itu tampak waspada du tempat. Menjauh dari semuanya itu. Menuju titik tengah. Brak!
Mereka pun tak sadar sudah terpojok. Entah kenapa hal hitam itu kini seperti berdengung dan saat bergerak seperti sebuah desiran angin yang lewat dan membuat semacam suara berbisik yang sangat misterius.
Wuuush wush wuuush!
Boruto pun sepertinya terpaksa akan lakukan itu. Akan tetapi ...
Wuuush!
Semua bayang itu tampak pergi dan menyebar. Bahkan, beberapa bayangan melewati teman-teman yang jauh dari Boruto dan anak itu. Mereka lalu pergi dari sana.
Tap tap tap tap!
Boruto memasukkan kantung cairan yang tadinya akan dia gunakan.
Lalu, mengejar lagi berlari. Kini, kegelapan itu tampak berlarian ke segala hal. Boruto melompat dan tampak kalah cepat. Dia tak bisa menyentuhnya.
"Saat ini. Mereka sepertinya tambah cepat. Namun, bentuk mereka tampak mengecil!" ucap antusias satu ahli itu.
"Hmmmm!"
Boruto terus berusaha.
"Ayo!" teriak Boruto tetap optimis dan menyemangati yang lain. Yang lain pun tampak berjatuhan bahkan ada yang saling bentur. Karena tak bisa membuat hal positif.
Boruto tampak kesal juga.
'Ini semakin menyebalkan' geramnya.
Lalu, tamoak semua bayang itu pergi kompak ke suatu arah. Boruto melompat caba tangkap satu. Kebetulan ke arahnya.
Tap!
Tinju Bokuto tampak tak kena. Namun, karena dia terlalu semangat tampak membuat bagian atap itu retak. Di mana mereka masih di lantai tengah.
Krak krak keak!
Blaaaar!
Boruto pun tampak teruntuhi reruntuhan karena tinjuan itu. Lalu, teman-temannya tampak khawatir dan segera mengeeluarkannya dari sana.
Beberapa orang di markas tampak kecewa sedikit dengan kecerobohan itu.
Lalu, setelah Boruto bebas. Dia pun kembali lagi berdiri.
"Kita pasti kehilangan jauh mereka. Maaf aku sudah membuat kesalahan. Kita harus cepat!" ujar sang ketua itu.
Lalu, semua anak itu pun dengan semangat bergerak lurus menuju tempat terakhir terlihat bayang hitam itu.
Tap tap tap tap tap!
Mereka berlari di lantai itu. Melihat beberapa bayangan juga di sana.
"Ayo!" teriak Boruto.
"Ya!"
Boruto langsung maju dan mencoba mencekal. Namun, cepatnya bayang masug belum bisa dia capai. Beberapa rekannya seperti membuat kecepatan mereka bertambah.
Namun, tetap saja walau sedikit nyaris.
"Sial!" teriak kesal semua bocah itu. Mereka lalu terduduk dan terbaring lemah karena semua usaha keras itu.
Boruto yang pertama berdiri.
"Aku akan mengejarnya! Kalian, susullah aku saat sudah baikkan."
Boruto berlari lagi. Mengejar bayang misterius yang tidak diketahui itu objek apa.
Darui tampak menyipit nekuhat pergerakan Boruto itu.
"Kenapa dia? Makin cepat?" gumamnya.
Wuuush!
Boruto melompat dan mencoba mencekal satu dari tiga bayangan itu.
Wuush Wuuuush Wuuush!
Semua bayang itu berlarian ke sana kemari.
Wuuush wush!
Boruto melompat lagi.
Tap tap tap tap!
Masih belum bisa.
Wuush wuush Wuuush wuuush!
Boruto lalu terus melakukan itu.
Tap tap tap tap!
Dia terus saja menyentuh hal kosong di sekitarnya.
Tap tap tap tap tap ttap rap!
Dia kini kelelahan. Menunduk megang lututnya.
'Sialan, harusnya aku bisa lebih cepat. Sepertinya kekuatan super saja tak cukup untuk ke depannya dalam masalah' batin Boruto lelah.
Beberapa detik kemudian. Dia pun mendongak. Menatap dengan semangat bersama dengan mata birunya itu.
"Ya! MULAI!" teriaknya dan lari sangat kencang.
Asap miliknya tak terlihat karena gelap. Beberapa temannya tampak bangkit.
"Kita tak boleh biarkan ketua tetap berusaha untuk kita!" ucap satu anak itu.
"Ya! Kita harus membuat punggung ketua. Sedikit lebih ringan!" balas yang lain.
"Ayo maju!"
Wuush!
Boruto terus maju. Namun, tampak semakin larut. Semakin cepat pula hal itu bergerak lebih cepat lalu tampak melompat.
Tampak, teamnya itu juga datang di sana. Melihat Boruto yang gagal dan melompat lagi dari tembok itu.
"Itu ketua!" teriak satu anak itu. Mereka pun bergerak kejar Boruto. Padahal di sekitar mereka ada beberapa bayangan juga.
Wuuush!
Boruto lalu melompat dan terus lompat untuk tangkap satu itu.
Tap tap tap tap tap!
Lalu, tampak bayangan itu kini ke arah atas sana. Boruto pun sepertinya harus lompat ke atas menuju ke lantai atas lalu melewati suatu dinding dan memasuki lubang juga serta menyesuaikan tubuh dengan sebuah halangan di sana.
Kini dimuailah Boruto tuk lompat.
Dia lari lalu dia pun lompat.
Dia hampir kenai bayangan itu yang agak ragu memilih jalan. Dia berbolak balik. Namun, dia memilih ke atas. Boruto yang lompat hanya memikirkan ke arah bayangan tampak tak bisa ke atas. Dia pun tampak mencoba tahan dirinya saja di tangga itu.
Akan tetapi ....
Hyaaaa!
Beberapa temannya datang dan mereka tampak melompat. Serta membungkuk di sana.
"Jadikan kami alasmu!" teriak semua anak itu.
Boruto menatapnya dengan takjub.
Boruto mengangguk sembari memberi mereka senyum kecil.
"Terima kasih!"
Wuuush!
Boruto menapak dan melompat.
Tinggi sekali dan mencapai ke atas sana.
Akan tetapi, dia harus melewati hal tinggi lagi. Kini dia malah akan jatuh kembali. Namun ....
Hyaaaa!
Ada satu anak yang sudah bersiap di atas tembok itu. Boruto tampak melihat dan menyesuaikan dengan singkat.
Sring!
Tangan mereka saling terkait. Saling genggam.
"Majulah ketua!"
Boruto pun bisa lewati dinding itu.
Wuuush!
Dia nekuncur sangat tinggi bayang itu tampak melambat karena ragu. Boruto tampak meluncurkan diri ke arahnya. Bayangan itu tampak melesat tak masuki sebuah lubang.
Namun, saat Boruto datang dia langsung berganti arah. Membuat Boruto merasa sial.
Boruto lalu menapak di tembok itu. Lalu, dia pun lompat ke arah lubang. Namun, masug belum cukup. Hingga datang beberapa teamnya itu. Yang menjulurkan tongkat ke arah bawah lubang.
"Ayo ketua!"
Boruto pun takjub.
'Teman-teman kalian’ batin Boruto.
Dia lalu mengangguk dan bergerak menapak pada tiang itu. Dalam gerakkan cepat. Dia pun meluncur ke dalam lubang itu.
Wuuuush!
Swing swing swing!
Bayangan itu terus maju. Sepertinya Boruto tampak terus ke atas dan blaaaar!
Dia tampak mencapai atas gedung itu.
Lalu, bayangan itu tampak tersentuh olehnya. Dia pun kini sepertinya berhasil. Beberapa teamnya lalu sampai dengan terengah-engah. Saat ini matahari mulai bersinar. Boruto dan temannya itu tampak senang.
Blaaaaaar!
Namun ....
Bersambung.