
Episode 2
Darui menatap anak berambut biru itu. Dengan tatapan datarnya yang khas.
Wuuush!
Angin meniup rambut anak-anak itu. Sepertinya dari arah Darui berada. Mereka pun heran. Lalu melihat ke arah Darui yang tentunya tak akan bisa mereka melihat sosok Darui itu
Kota elite tetangga dari Ra.
Di sana terlihat sosok yang sepertinya merangkak.
Tap tap tap tap!
Tempat remang itu sepertinya dipenuhi asap-asap debu. Mungkin saja.
Srak!
Orang bertubuh besar itu. Tampak berwajah sama seperti orang yang pernah Darui temui. Dialah orang yang sudah terhasut oleh orang itu.
Di depan sana. Terlihat sosok yang tertutup kegelapan di tempat itu. Lalu, dia pun perlahan menuju sesuatu yang membuat silau orang gendut itu.
Cling!
Tap!
Darui di suatu tempat. Berjalan di sebuah kota. Tentunya kota yang ada anak-anak tadi. Melihat ke sana kemari. Lalu, dia pun tampak melihat berbagai kegiatan anak-anak sekolah di sana.
‘Sangat mirip dengan duniaku’ batin Darui sembari menutup matanya. Dia gunakan penglihatan supernya. Tanpa melihat apa pun. Dia bisa lihat apa pun.
Bahkan tanpa menggunakan mata shininya. Mata yang sudah dia peroleh.
Tap tap tap tap tap tap!
Darui masih berjalan tenang. Hingga dia pum melihat seorang anak berambut hijau. Tengah dikepung oleh sekawanan hewan buas. Lalu, dia pun menolongnya.
Anak itu akan diserang dan Darui sigap lompat membawanya pergi.
“Ah, paman,” ujar anak itu terisak terharu. Darui hanya mengangguk membalasnya.
Tap tap tap tap!
Mereka tampak dikejar oleh sekumpulan itu. Hewan dengan tubuh aneh itu. Darui meliriknya.
‘Itu adalah sebuah monster buatan. Terlihat dari besi yang menopang energi jiwa mereka’ batin Darui.
Dia lompat dari tempat ke tempat. Masih saja dikejar oleh mahkluk-mahkluk itu.
Tap tap tap tap!
Darui terus saja melesat dan meloloskan diri. Namun, masih saja terdeteksi. Tapi dia tampak tenang.
Dia memandang datar ke arah monster-monster yang lompat lebih tinggi darinya itu. Anak yang dia dekap tampak khawatir.
“Tidak paman!”
Darui lalu melompat menghindari setangan monster itu. Lalu, dia pun napak di tempat lain. Dai lalu lompat lagi untuk lari. Monster-monster itu terus mengejarnya.
“Bagaimana ini paman?” tanya anak itu.
“Tenanglah,” jawab singkat Darui sembari dai berlari tegas dengan langkahnya itu.
Tap tap tap tap tap tap!
Darui melirik ke belakang. Tampak monster-monster itu terus mengejarnya. Dia tak menanggapi apa pun dari monster-monster itu. Lalu, melihat ke jalanan besar yang sedang dia tapaki itu saja.
Tap tap tap tap tap!
Darui terus berlari ke depan. Monster-monster itu terus mengejarnya.
Lalu ...
Hyaaaa!
Datang seseorang yang sangat cepat. Dia melompat dari arah lainnya. Lalu, dia sepertinya akan menyerang Darui namun, ekspresi dan rasa hangat yang Darui rasakan dari anak yang didekapnya setelah melihat anak yang baru datang itu. Membuatnya diam saja.
Lalu anak itu pun ternyata tidak menyerang dari dan anak itu. Anak itu ternyata hanya melompat lewati mereka berdua. Lalu .......
Tap!
Dia berdiri di belalang Darui. Darui menatapnya dengan ekspresi kaget. Maya shininya tidak dia aktifkan.
“Heh!”
Anak itu tampak tersenyum.
“Kau!” ujar Darui terkejut.
Terlihat itulah anak berambut biru yang pernah dia lihatnya. Darui terkejut atas kedatangan anak itu.
Anak itu menatap ke kumpulan monster itu. Darui pun berhenti di sana. Lau, anak yang dia dekapnya itu. Turun dari dadanya. Darui pun sedikit terkejut.
“Kak Boruto!” teriaknya dan berlari ke arah bocah yang lebih tua darinya. Darui hanya bisa menghela nafasnya.
Lalu dia pun menghilang.
Setelah itu. Anak berambut biru yang bernama Boruto. Terlihat mengeluarkan sesuatu di pinggang atau sabuk birunya itu. Matanya tajam menatap ke kumpulan monster itu.
Dia lalu mengeluarkan semacam tabung cairan mimi. Di dalamnya tentunya ada isinya lalu dia meneteskan satu tetes ke dalam mulutnya.
Setelah itu.
Anak itu seperti terbakar api.
Blaaaaaaar!
“Sasuke! Mundurlah!” ujar Boruto kepada anak kecili berambut hijau itu. Sasuke anak itu pun mundur darinya. Setelah itu. Si rambut biru. Yaitu Boruto tampak sepertinya akan melawan sekumpulan monster itu. Sendirian.
Singkatnya. Mereka pun selamat. Boruto dan Sasuke pun pulang bersama. Boruto sudah tak berapi-api lagi. Kekuatannya itu sepertinya hasil dari cairan yang dia simpan di pinggangnya.
Sasuke si rambut hijau itu. Senang melihatnya.
Mereka tertawa di sana.
Lalu Darui pun berbalik dari tempatnya. Pergi ....
Sebenarnya.
Darui tampak melihat anak berambut biru yang keluarkan kata-kata itu. Lalu, dia pun sepertinya tertarik.
‘Dia adalah anak pertama yang baik! Yang pernah aku temui di dunia ini! Ini waktu yang tepat untuk melihat sebuah rencana konspirasi!’ Batinnya.
‘Pertama kau akan menciptakan musuh bagi semua orang. Yang mana itu akan merepotkan mereka’ batin Darui.
Beberapa tahun kemudian.
Muncul suatu organisasi penjahat ternama. Mereka adalah SERN. Mereka mempunyai monster-monster buatan.
Saat ini Darui menatap kr arah kota yang baru saja diserang oleh kelompok sern itu. Menatap mereka sinis.
‘Kejahatan dibalas kejahatan. Walaupun sisi lainnya sedang pura-pura menjadi baik hanya mereka semua adalah yang paling mendominasi dan menang jumlah’ batun sinis.
Karena kemunculan Sern. Semua negeri membuat akademi pemerang sern. Mereka semua yang direkrut adalah anak-anak. Karena suatu alasan. Yaitu kekuatan super ternyata bisa bangkit untuk anak-anak yang berbakat saja.
Terlihat di sebuah akademi itu. Boruto. Anak nerambut biru itu. Ternyata bagian dari akademi itu. Dia baru saja mendaftar setelah dia mendapatkan kekuatan untuk bisa melawan kekuatan yang sangat kuat dari organisasi jahat.
Namun, dia tak sendirian. Ada dua temannya. Pertama perempuan berambut kuning dengan kacamata gamenya yaitu Rara. Lalu, anak laki-laki yang sensitif bernama Rage. Mereka adalah teman akrab sebelum masuki akademi pahlawan itu.
Rage tampak memiliki kekuatan yang bisa membuatnya menghilang jika dia merasa takut. Rara punya kekuatan mengendalikan robot canggih super yang dia dapat. Lalu, Boruto dia bisa menggunakan kekuatan api dari cairan yang dia dapat juga.
Ketiganya tampak senang dalam akademi itu. Lalu, terlihat Darui masih mengamati itu semua. Melihat objeknya sendiri. Objek percobaan untuk sebuah pengajaran.
‘Munculnya musuh dari mereka. Ini sangat tidak mungkin untuk ras jahat seperti Malofant. Namun, karena mereka menipu diri hingga ada anak yang seperti Boruto. Apakah ini akan mengganggu dunia mereka ini?’ Batin Darui tenang. Duduk di sebuah kafe. Di sebuah kursi di taman itu.
Boruto tampak belajar di sana. Banyak anak sedang mempraktikkan kekuatan mereka. Tampak, Boruto gunakan kekuatan apinya. Untuk meninju puluhan robot-robot itu.
Jduaarr jduaar jduaaar!
Perlahan hari itu begitu panjang. Boruto dan para pahlawan kecil itu terus melakukan kegiatan itu. Boruto tampak melihat beberapa rekan lainnya mengeluarkan kekuatan mereka. Lalu, memuji mereka agar mereka tambah semangat.
Darui lalu melirik ke suatu arah. Kemudian ......
Boom!
Kafe itu pun meledak hebat.
Hal itu lantas membuat markas dari akademi pahlawan itu jadi heboh. Bunyi dering darurat itu terus berbunyi.
“Ada sebuah serangan dari organisasi sern! Di dekat markas pusat!” ucap seorang yang bisa didengar puluhan orang itu.
Lalu, Boruto beserta semua anak yang terpilih itu. Kini melaju ke arah sana.
Wuuuuuush!
Boruto terbang menggunakan kekuatan apinya itu. Beberapa temannya juga terbang ada tang berlari secepat angin di bawah sana. Lainya ada yang menggunakan robot dan berbagai cara yang bisa mereka lakukan.
Tap!
Asap tampak masih mengepul putih. Lalu, Darui tampak melihat dari kejauhan. Sepertinya dia hanya menyimak saja. Ledakan itu entah bagaimana bisa terjadi.
Wuuuush!
Boruto bersiap dengan kekuatan apinya. Yang membuat seluruh matanya bersinar merah pudar itu. Rage terlihat bersiap dengan senjatanya juga. Ada pistol di tangannya. Memakai baju pelindung dia.
Grak!
Rara yang sudah dengan robot yang besar dan punya banyak kaki. Serta dua tangan yang berbentuk seperti capit kepiting. Di dalamnya ada sosok bocah itu. Dia kini memakai kacamatanya dengan benar di depan matanya.
“Heh!” Rara tertawa sinis di dalam sana.
Setelah itu. Tampak ada banyak musuh mereka yang berada di sana. Walau asap belum pudar. Kini bermunculan banyak monster-monster buatan sern. Darui menatap antusias.
Membayangkan masa lalu sebelum ini.
‘Awalnya aku ingin membentuk kelompok penjahat. Namun, itu malah terjadi tanpa sepengetahuan dan kesengajaanku’ batin Darui.
Banyak monster-monster yang berada di darat dan udara. Semua anak itu pun bersiap.
“Sern akan menghancurkan kota-kota di bumi ini!” ucap salah satu monster itu.
Boruto tampak bersiap dengan apinya itu.
“Hyaaaaaa!”
“Tentu saja kami tak akan biarkan itu terjadi!” ucap bocah-bocah pahlawan serempak.
Graaaak!
Monster-monster itu mulai menyerang dari udara terlebih dahulu. Sepertinya monster-monster yang paling atas bertugas menyerang dari jauh dengan sinar laser yang mereka bisa tembakan.
Ciuuu ciuuu ciuuu!
Blaaaar!
Seorang bocah tampak menahan dengan kekuatan semacam besi itu. Membuat dinding kotak yang lumayan tebal.
Lalu, serelah itu. Semua anak lainnya maju. Melewati asap hasil ledakan itu.
Jduaaar jduaar jduaaar!
Mereka tampak terus berperang di sana. Manusia Malofant melawan monster dari musuh antagonis bagi mereka. Sern.
Blaaar blaaar blaaar!
Terjadi banyak gejolak perang di tempat itu. Tampak sangat dahsyat di sana. Darui menatap datar. Lalu dia tiba-tiba menghilang.
Tap!
Di sebuah tempat. Tampak ada orang yang melihat adegan peperangan bocah-bocah itu melawan monster buatan sern. Dia tampak kesal. Melihat kekacauan di mana-mana.
“Pembangkang ini harus dibasmi!” ucapnya marah besar. Dia tampak tua. Terlihat dia melihat dengan jelas. Matanya tampak bersinar merah sedikit sekali di bagian pupil dan seperti titik kecil. Namun, iru menyilaukan.
Ada sosok lain yang sedang menunduk di sana. Itulah orang yang tadi. Yang sepertinya Darui manipulasi pikirannya.
Bersambung.