Just Prolog

Just Prolog
Boy's from Shadow.



Episode 9


Boruto dan kawan-kawan tampak bisa menumbangkan kepala monster itu. Bahkan menegangnya di sana.


 


"Kita berhasil. Ketua!"


 


Semua temannya senang. Namun, Boruto  tiba-tiba rasakan sesuatu yang aneh.


 


Naga itu amatlah panjang. Dan sat dia melihat ke arah ekornya.


 


Neluhat ada sosok manusia yang terhubung dengan naga ini.


 


"Apa itu?" tanya  Boruto tak mengerti.


 


Terlihat, seseorang berpakaian hitam itu. Kini, maju ke arah mereka semua.


 


Boruto beritahukan kawannya itu. Semuanya pun kaget. Bahkan, markas pun mengetahuinya saat ini.


 


"Seseorang? Dia terlihat seperti human. Tapi bukan?!" ujar setengah bertanya kepala sekolah.


 


"Benar pak! Sudah pastikan seratus kali olehku. Dia bukanlah human ataupun sejenis itu. Manusia buatan pun bukan. Yang ada di dalam dirinya adalah ....."


 


"Kekuatan bayangan!" gumam Darui yang melihat itu. Saat ini dia tak mengaktifkan shininya.


 


Wuuush!


 


Orang  itu tampak maju. Lalu, ternyata naga itu adalah salah satu dari tangannya itu. Saling terhubung..


 


"Apa?!" kaget dan tak percaya semua anak itu.


 


Lalu, orang itu tampak sepertinya masih muda. Terlihat masih segar dan tak terlalu tinggi. Boruto maju saat orang  itu mengembalikan bentuk tangan naganya itu ke tangan biasa.


 


Syut!


 


Semua teamnya juga bersiap di sekitarnya.


 


"Siapa kau?" tanya  tajam Boruto dengan api yang menerangi sekitar.


 


Wuush!


 


Orang itu tampak memandangnya. Dia yang terlihat masih bocah.


 


"Aku adalah manusia yang ditakdirkan untuk melawan pahlawan. Namaku adalah Boy!" jawab anak itu.


 


Mata semua anak tampak  membelalak..


 


"Apa artinya itu?"


 


"Melawan pahlawan?"


 


"Ya! Pahlawan selalu mementingkan orang-orang tertentu saja. Mereka bahkan tak mengerti apa rasa  sakit itu yang sebenarnya."


 


"Apa yang kau kutakkan??!" teriak Boruto karena ucapan tak  jelas anak aneh ini.


 


"Rasa sakit adalah suatu hal yang membuatmu sangatlah menderita. Titik nol bahkan bukanlah  titik terendah dalam hidup dan perjuangan usaha keras."


 


"Dia sedang mengocehkan tentang apa?" tanya teman-teman Boruto.


 


Boruto makin muak.


 


"Aku tak pernah mendengar perkataan hal seperti ini. Sepertinya kau bukan dari  tempat ini atau kau mungkin fosil atau hasil percobaan musuh. Jika kau melawan pahlawan kemungikinan itu menjadi 98%."


 


Boruto menunjuknya.


 


"Aku akan mengalahkanmu!"


 


Boruto maju ke arahnya. Orang itu tampak akan tahan dengan kedua silangan punggung tangan di depan dadanya.


 


Boruto pun sampai dan memukulnya.


 


Jduaaaar!


 


Asap tercipta karena kekuatan Boruto yang besar hampir 100 Km.


 


Wuuush!


 


Namun, semua teamnya tak menyangka. Amarah dan kekuatan Boruto itu tampak tak mempan sama sekali. Orang itu bertahan dengan kedua tangannya itu.


 


"Selama ini. Kau hidup dengan rasa dukung karena kalian semua itu adalah negatif. Hal yang positif adalah kenyataan dan sering disebut serta muncul. Maka dari itu. Hal itu sangatlah misterius. Tapi jika semua yang tersisa adalah minus. Semua, kehidupan itu adalah omong kosong belaka. Dan kalian semua adalah penjahatnya sendiri."


 


Dengan dramatis. Darui dan anak itu mengucapkan hal yang sama.


 


Boruto  dan semua temannya tampak heran mendengar itu. Semuanya tampak tak mengerti dengan kata-kata kurang ajar dan keterlaluan itu.


 


"Kau sudah keterlaluan tahu!"


 


Hyaaaa!


 


Boruto  mendorongnya. Dengan kekuatan 90 m.  Boruto  mempunyai kekuatan yang cukup untuk membuat orang itu menembus lima gedung.


 


"Ketua!"


 


Semua teman Boruto mengikutinya.


 


Jduaaaaaaar!


 


Kini, tampak Boruto  mencengkram anak itu  di  bawahnya.


 


"Mulutmu terlalu tajam untuk seorang human," kesal Boruto dan bersiap meninjunya.


 


"Apa itu human?" tanya anak itu dengan dingin. Seperti tak serius pada kata itu.


 


Boruto pun kesal..


 


"Jangan mencoba hibur aku!" teriak Boruto dan bersiap memukulnya.


 


Blaaaar!


 


Semua teamnya tampak sampai. Mereka lihat kepulan asap. Lalu, anal itu yang kini berdiri di luar asap. Boruto tampak kehilangan anak itu. Di bawahnya tampak hanya bayangan biasa.


 


"Sial!"


 


Semua temannya tampak  menyerangnya. Anak itu menghadap ancaman baru. Namun, dia bergerak menghindari semua serangan satu per satu.


 


Jduaar jduaar jduaaaaaar!


 


Anak itu menapak dengan mulus. Beberapa teamnya tampak kecewa karena musuh sangat mudah menghindarinya.


 


Lalu, mereka pun maju lagi berusaha kenai orang itu.


 


Jduaaaar!


 


Tembakkan besar yang disebut Canonto tampak meledak dan hancurkan setengah gedung raksasa itu.


 


Namun, musuh tampak  masih ada dan hidup.


 


Wuuush!


 


Pertempuran jarak dekat tersaji di mana si  pengguna pedang itu menebas-nebas musuh itu.


 


Wuush wuush wuuus Wuuuh!


 


Satu serangan anak itu sama sekali tak berguna. Lalu, dengan suatu  gelombang hitam.


 


Musuh  itu membuat dirinya sangat jauh dan keras sekali.


 


Blaaaar!


 


Dia tersungkur di dalam ruangan gedung lain yang amat jauh.


 


Tak disangka ada sesuatu yang sudah menembus banyak gedung dari arah yang tak terduga semuanya itu.


 


Hyaaaaaa!


 


Itulah Boruto. Boruto tampak menendang orang itu setelah mendorongnya tak terlalu jauh..


 


Lalu, orang itu berdiri dan bisa menahannya dengan satu tangan.


 


 


"Kekuatanku adalah bayangan. Aku bisa memanipulasi bayangan menjadi apa saja dan tak terikat apa pun. Tergantung aku mengetahui informasi baru yang ada  di sekitarku,"  ujar anak itu.


 


Lalu, dia melempar Boruto ke dalam gedung yang sudah hancur setengah itu.


 


Blaaaaaar!


 


Beberapa teamnya tampak  mencoba menembak. Namun,  tak berguna. Tembakan itu bahkan dibalikkan  kepada salah satu orang..


 


Blaaaaamm!


 


Anak itu pun mental dan terluka.


 


Boruto bangkit dan  maju. Dia menyerang dan masih bisa ditahan dengan tangan lentur orang itu yang diubah menjadi bentuk bayangan kenyal.


 


'Sialan, kekuatan ini tak masuk akal.' Batin Boruto.


 


Hyaaaaa!


 


Tapi, tetap saja. Boruto terus maju dan menyerang.


 


Jduaar ,jduaar jduaar!


 


Hingga Boruto berhasil mentalkan balik. Kekuatannya itu pun menjadi kuat  dalam hitungan menit. Dia menjadi seperti mobil yang semakin jauh menempuh semakin kuat pula dirinya.


 


Boruto analogikan seperti dia mencapai kejauhan jarak meter dengan mobil. Namun, berbeda lagi jika dengan alat transportasi lain.


 


Boruto terengah. Walau dia makin kuat. Tapi, tetap saja. Dia mudah lelah.


 


Anak itu tampak melangkahkan kaki  panjangnya itu  dan langsung sampai ke depan Boruto dalam satu langkah.


 


Boruto maju dan memukulnya.


 


Pukulan Boruto dihindari dan meledak di belakangnya.


 


Jduaaar ledakan besar.


 


Boruto terus menyerang. Orang itu tampak berhasil menjatuhkan anak utu.


 


Kemudian, Boruto pun tampak menjauh karena dia yakin tak bisa menyerang penuh lagi. Tenaganya belum pulih . Satu serangan mengurangi suatu tenaga.


 


Lalu, anak itu pun bangkit dengan cara bayangan. Dia lalu maju memandang dirinya menfybah bagian bawahnya menjadi  bayangan.  Lalu, saat sampai di  depan Boruto dia pun menjadi normal dan menyerang dengan kakinya itu.


 


Hyaaa!


 


Jduaaaaaaar!


 


Boruto tampak menahannya. Orang  itu menatap tak percaya.


 


'Aku bisa mengalahkan semua orang itu. Dengan informasi yang aku dapat. Tapi, anak, ini lain. Apa yang dia miliki dan tak dimiliki orang lain dalam dirinya' batin anak itu tak percaya.


 


Darui tampak mendengus melihat itu.


 


Wuuush!


 


Boruto pun tampak tergeser setelah dihantam lagi. Keduanya lalu, saling hadap lagi. Lalu, maju.


 


Jduaaaaaaaar!


 


Ledakan hebat itu hancurkan gedung yang mereka datangi dan membuat rentuhan yang sangat besar.


 


Blaaaaaaaaaar!


 


Reruntuhan itu tampak membuat kedua orang itu mungkin terkubur di sana. Semua temannya tampak menatap tak percaya.


 


"Apa yang terjadi?"


 


"Tidak mungkin ketua mengorbankan dirinya kan?"


 


"Tapi, ketua tak selemah ini.  Aku yakin akademi Atgena pasti akan membantu."


 


Semua temannya tampak  khawatir di tempat itu.


 


Wuuush!


 


Di akademi Atgena. Rage tampak sudah pulang dan dia tampak berada di kamarnya. Lalu, dia pun melepas topengnya.


 


'Aku tak peduli lagi  pada Boruto dan rara' batin dirinya.


 


Tampak, sepertinya memang informasi kekacauan sudah diterima oleh akademi Atgena juga.


 


Tap!


 


Terlihat, kini Boruto dan orang itu keluar dari sana. Boruto tampak kehilangan banyak kekuatan. Sepertinya mobil yang dianalogikan jarak tempuh dirinya. Kini, secara cepat mundur kembali  ke tempat titik nol.


 


Lalu, tampak lawannya itu yang  punya kekuatan bayangan. Dengan mengubah dirinya menjadi bayangan. Dia pun bisa dengan mudah bertahan dalam kerusakan banyak serpihan raksasa di sana.


 


Boruto melenguh.


 


"Haah haaah haaaah!"


 


Dia lalu keluar dari sana. Terlihat, anak itu pun jongkok di depannya.


 


"Aku tak mengerti denganmu. Kau sepertinya punya hal lain. Tapi, aku belum tahu itu," ucap  anak itu. Yang mengaku bernama Boy.


 


Boruto tampak mencoba berdiri dengan susah payah.


 


"Aku tak  pernah mengaku memiliki hal seperti itu," ucap gemetar Boruto.


 


Dia ternyata masih bisa kuat dan terlihat menendang orang itu sehingga dia menabrak gedung lain.


 


Boruto melesat lagi ke dalan gedung utuh namun kecil itu. Tap!


 


Lalu, dia pun melihat bahwa Boy masih berdiri dengan tenang. Melihat ke arah luar.


 


"Hey! Hadap sini!" teriak Boruto.


 


Anak itu menoleh dan jduaaagh!


 


Ditinju oleh Boruto dengan kuat.


 


Namun, dia tak mental sangat jauh karena kakinya dia ubah menjerat dengan pijakannya  itu.


 


"Kau itu makhluk apa haah?" tanya Boruto.


 


Boy sendiri masih bisa berkutik.


 


"Aku sendiri tak tahu kalian semua mahkluk apa," jawab Boy dengan nada dingin.


 


Lalu, keduanya tampak saling tatap.


 


"Jangan buat lelucon. Semua human tak suka lelucon! Sebaiknya kau katakan dengan jelas. Bagaimana kau bisa terlahir dari bayangan itu? Apa  kau anak bayangan atau apa?" tanya Boruto setahunya saja.


 


Anak itu tamoaknya tak mengerti ucapan Boruto.


 


"Sebaliknya, aku ingin tahu. Semua yang ada di dunia ini dan yang tersembunyi di dalamnya. Karena dengan begitu. Aku akan mengalahkan semuanya, bahkan dari awal mula penciptaan kehidupan."


 


Bokuto membelalak.


 


"Tapi!"


 


"Tapi apa?"


 


Anak itu menatap Boruto penuh arti.


 


"Saat kau berkali-kaki menahan kekuatanku. Di level saat ini. Kau seharunya tak berdaya. Aku yakin itu.  Aku melihat itu dari informasi yang kupelajari dan terima. Kau itu adalah sesuatu yang tak bisa tertebak dan dipelajari."


 


Boruto  tak  mengerti.


 


"Bicara omong kosong lagi. Sepertinya kau itu tak punya sopan santun ya! Dengar ini, para human selalu bertindak serius apa pun keadaannya. Tak ada yang suka lelucon walaupun itu memang ada. Mereka semua tak menyukai adanya hal yang merusak rencan. Karena para human itu mahkluk sempurna."


 


"Sombong adalah cikal bakal kejahatan."


 


Bersambung.