
Hari sudah malam di dunia Ignisia Fantasy setelah Zyste selesai latihan memukul. Dia mulai latihan saat siang hari sekitar jam 13.30 hingga tengah malam jam 22.30 waktu game.
Waktu Ignisia Fantasy 3x lebih cepat daripada di dunia nyata. Meskipun sekarang sudah tengah malam, tapi jam di sudut kanan atas penglihatan Zyste masih menampilkan angka 19.50 atau jam 8 kurang 10 menit, malam hari.
Karena hari sudah malam—segera akan berganti, dan Zyste tidak mempunyai cukup Don untuk menyewa kamar di penginapan. Dia memutuskan untuk log out, tetapi seseorang memanggil namanya.
"Zyste! Zyste!!"
Dia menoleh ke kanan setelah keluar lewat selatan Training Center—menemukan sesosok bayangan hitam yang terlihat mempunyai rambut panjang di kepalanya dan sebuah kristal berwarna hijau terang melayang di atasnya.
Bayangan hitam itu semakin dekat dan akhirnya dapat terlihat jelas wujudnya—seorang pemain bergender perempuan berambut panjang melengkung yang berwarna merah gelap, sorotan matanya tajam dengan mata merah bagaikan pisau yang diselimuti oleh darah dan wajahnya yang terlihat percaya diri memberikannya aura seorang villainess—sebutan untuk karakter perempuan yang selalu mengganggu karakter utama.
Dalam sekali lihatpun Zyste dapat mengetahui kalau itu adalah Angel—sahabatnya, putri dari wakil perusahaan pengembang game ini.
"Ange—?!"
Dia yang masih jauh jaraknya dengan Zyste, tiba-tiba berteleportasi di depannya dan membungkam mulutnya.
"Disini, panggil aku Enxi, oke?"
Karena Angel—Enxi yang masih membungkam mulutnya, Zyste hanya bisa mengangguk pelan setelah itu baru Enxi melepaskannya.
"Bagus. Karena sekarang sudah malam, apa kamu mau log out dan mengistirahatkan karaktermu secara offline atau mau mencoba merasakan tidur di dunia ini?"
"A-aahh, aku tadinya memang mau menyewa kamar di penginapan. Ta-tapi, aku ada urusan di dunia nyata...."
Mata Zyste bergerak kesana kemari sambil memalingkan wajahnya. Melihatnya bertingkah seperti itu, membuat Enxi memasang wajah datar.
"Bilang saja kamu tidak punya uang."
"Nah, haha. Itu benar!"
Cara dia mengatakan hal itu dengan bangganya, membuat Enxi sedikit kesal padanya. Dia lebih memilih saat temannya satu ini bersikap dingin daripada terlihat seperti orang bodoh.
"Aku tidak mengerti kenapa kamu sangat bangga mengatakannya, tapi ayo, aku yang akan membayar untuk kamarnya."
"Ehehe, itu lah An—maksudku Enxi!"
Di dalam perjalanan mereka menuju penginapan, meski malam hari, masih banyak sekali pemain dan NPC yang berkeliaran di jalanan.
Melihat keramaian dan cahaya dari lampu-lampu yang di isi dengan sihir, membuat perasaan yang familiar bagi Zyste dan Enxi.
"Ngomong-ngomong, kamu habiskan untuk apa modal awalmu?"
"Membayar untuk seorang pencuri yang mencuri apel."
"Eh?"
Langkah Enxi terhenti, begitu juga dengan Zyste yang berhenti sedikit di depannya.
"Ada ap—?!"
Enxi memegang kedua sisi bahu temannya dan menggoyangkannya ke depan-belakang seperti kertas.
"Apa kamu benar-benar?!! Oh sudahlah, lupakan!"
Dia melepaskan bahu temannya lalu menekan dahinya sambil melepaskan nafas berat. Dia mengangkat kepalanya menatap temannya yang polos atau memang bodoh.
Enxi menghembuskan nafas kecil dan tersenyum kepada temannya, dia memeluk temannya itu dari samping.
"Yah, tapi karena itulah, aku menyukaimu! Nah?"
Zyste melihat wajah senyum temannya yang sangat dekat di samping kanannya, dan mengangguk pelan—mulutnya melengkung membuat senyuman.
"Kamu benar, aku memang begini."
"Hahahaha!"
Seperti layaknya seorang sahabat yang penuh canda tawa—tapi di mata pemain lain khususnya karakter laki-laki yang melihat kedekatan mereka—seperti melihat bidadari yang sedang berkunjung.
Mereka sampai di sebuah kamar penginapan setelah membayar harga sewanya 80 Don per malamnya untuk satu kamar dengan dua tempat tidur.
Tanpa basa-basi Zyste langsung terjun ke tempat tidur yang dia kira empuk—ternyata keras.
"Ugaaa!!"
Enxi adalah karakter ras manusia dengan kelas Mage jika dilihat dari penampilannya yang serba merah mungkin dia akan mengambil kelas Pyromancer—penyihir yang spesialisasi sihir elemen api—di tingkat Silver.
"Hei Zyste, kenapa kamu tidak merubah penampilan wajahmu?"
"Eh?! Memangnya bisa?!!"
Mendengar perkataan Zyste, Enxi sempat berkedip beberapa kali karena bingung.
"Tentu saja bisa, bodoh!"
"Eh, tapi kata NPC nya...."
Enxi memiringkan kepalanya sedikit dan matanya bergerak ke kiri seakan sedang berpikir.
"Apa NPC yang memandumu adalah seorang wanita tinggi berkacamata?"
"Ya, ya! Itu!"
Zyste berdiri dari tempat tidur menunjuk dahi temannya di seberang tempat tidur miliknya. Enxi melihat tangan Zyste yang menunjuk dahinya, lalu memandang Zyste dengan wajah datar.
Zyste yang sepertinya menyadari sesuatu langsung menarik tangannya dan memegang dagunya.
Dengan suara pelan dia berkata, "Apa aku di tipu oleh NPC... Sebenarnya berapa banyak NPC yang menyebalkan di dunia ini?"
"Lalu, bukankah pakaianmu itu newbie's armor? Bagaimana bisa berwarna hitam, seingatku tidak ada baju yang seperti itu. Dan juga jika kamu membeli item spray warna, itu sangat mahal untuk pemula."
Zyste memperhatikan pakaian serba hitamnya, dia baru sadar—dia sudah membalas perbuatan NPC berkacamata di ruang avatar itu. Rugi dibalas rugi, namun bisa lebih menguntungkan bagi yang membalasnya.
"Oh, aku sepertinya membuatnya kesal karena terlalu lama memilah-milah penampilan karakterku, kecuali untuk wajah dan tinggi badanku, dan yang terpenting...."
Zyste menyipitkan matanya dan fokus menatap temannya, setelah beberapa detik, dia bernafas lega.
'Kenapa dia mengecilkan ukuran dadanya....'
Enxi berdiri dan memukul kepala Zyste yang sedang merenung melihat ke bawah.
"Ouch! Kenapa—?!"
Zyste menatap ke atas—untuk melihat wajah teman yang memukulnya—seketika itu bulu kuduknya berdiri karena melihat wajah Enxi yang menyeramkan.
Enxi memegang pergelangan tangan kanannya dan melakukan peregangan leher.
"Kamu pasti memikirkan hal yang aneh, yaaa???"
Dia mendekatkan wajah seramnya dengan senyuman yang lebar ke Zyste.
Zyste menahan—menutupi wajah Enxi dengan kedua tangannya sementara ia memalingkan wajahnya ke samping kiri.
"Ti-tidak! Tidak! A-a-aku hanya—hiii?!!"
Enxi mengeluarkan api kecil dari telapak tangannya.
"Benarkah...???"
***
"Ma-maafkan aku...."
Zyste menundukkan kepalanya ke lantai—Enxi melihat temannya itu seperti seekor serigala hitam yang baru saja dijinakkan—karena tiba-tiba muncul sepasang telinga dan ekor serigala di kepala dan di atas pantatnya.
Enxi menghela nafas.
"Ya, ya, aku mau tidur, karakterku sudah tidak bertenaga."
Dalam sekejap, Enxi tertidur lelap. Zyste bangkit dan melihat Enxi yang tertidur begitu nyaman di ranjang yang keras.
Pandangan milik Zyste mulai buram, terdapat garis-garis hitam di tepi penglihatannya. Saat dia melihat ke bar HP, Mana, dan EP nya di pojok kiri atas, di bawah bar itu terdapat ikon 'Zzz'—ikon yang menandakan bahwa karakter tersebut mengantuk.
Zyste berbaring di ranjangnya, dan mencoba menutup matanya. Lalu, beberapa detik kemudian kesadaran karakter pemain perempuan berambut hitam itu hilang.
"『Karakter anda tertidur.』"