
Setelah pemburuan kobold selesai, Zyste naik 1 level lagi. Enxi bilang ada urusan, jadi dia log out duluan. Zyste sekarang sudah mencapai level 13—dia memeriksa statusnya.
————
Nama: Zyste (Human)
Level: 13
Class: —
Virtue: 60 (Positive)
Status: Str 35, Agi 18, Int 15, Dex 39, Vit 19, Con 12. (SP left 36.)
Skill: Pierce Thrust, Sword Mastery I (Passive), Blunt Mastery I (Passive).
Title: Hard-Worker, Wooden Doll Maniac, Sword Disciple, Goblin Hunter, Rapier Master.
————
Catatan: Setiap 5 level semua stat +1.
"Hmm, setelah membunuh begitu banyak Kobold tapi tidak mendapatkan title apapun...."
Zyste sedikit kecewa karena tidak mendapatkan title dari membunuh Kobold, meskipun sudah membunuh lebih dari 50.
Dia menutup panel transparan, tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi. Temannya sudah log out, memburu Kobold akan susah untuknya.
Lalu, dia teringat dengan quest yang dia dapatkan pertama kali—dari Dayle dan Daniel. Quest yang berhubungan dengan kelas Piercer.
Dia mengecek kembali detail dari dua quest tersebut. Dayle memberikan quest untuk mendapatkan kelas Piercer, sedangkan quest Daniel menyuruhnya untuk membunuh 20 ekor Storm Wolf dan membawa 5 Storm Wolf Tooth.
Dia bergegas kembali ke kota untuk bersiap-siap lagi—dia tidak ingat kalau Storm Wolf hanyalah mob kecil untuknya sekarang.
Dengan modal 150 Don yang diberi oleh Enxi, dia membeli 5 botol Potion HP I seharga 75 Don, sisanya dia simpan.
"Oke sudah semua, 5 botol Potion HP I, 2 Roti Gandum pemula, dan Rapier yang dibuat oleh Blacksmith Disciple!"
Dengan perlengkapan yang cukup—menurutnya—dia menuju ke selatan.
"『Anda membuka lokasi baru!』"
"『Lokasi telah ditambahkan ke map album anda.』"
Sesampainya di hutan selatan kerajaan, sebuah panel transparan muncul memberitahukan sesuatu.
Map album ini berguna untuk menyimpan lokasi dari sebuah tempat-tempat tertentu, selain itu, terdapat sebuah penjelasan mengenai suatu tempat juga monster yang hidup di sana.
Zyste membuka map album dengan menggunakan perintah "[Call: Album]". Setelah itu sebuah buku berwarna biru muncul—melayang di depannya.
Dia membuka buku tersebut, membalikkan halamannya dan menemukan sebuah pesan yang berisi, "『Apa yang ingin anda cari?』"
"List Location."
Buku itu bercahaya lalu halamannya berubah menjadi sebuah daftar tempat—hanya ada tiga tempat yang sudah terbuka—Kalheim, Plain Outfield, dan Oboros Forest.
Oboros Forest adalah tempat Zyste sekarang berada—hutan selatan—dia menekan sebuah gambar sebuah hutan di daftar peta, yakni Oboros Forest.
————
Oboros Forest
Hutan besar yang terletak di selatan kerajaan Kalheim. Oboros Forest adalah rumah bagi para monster predator, mempunyai sumber mana besar yang terus mengalir di sekitar wilayah hutan, membuat monster yang tinggal disini menjadi agresif.
Exploration: 1%
————
"Uwah, jadi hutan ini tempat berkumpulnya monster agresif...."
Zyste menutup buku itu—menghilang menjadi pixel. Dia berjalan lebih dalam ke Oboros Forest, mencari Storm Wolf—namun belum melihat satu pun.
Sudah sekitar 10 menit dia mencari Storm Wolf, memang tidak ada satu jejak pun. Bahkan tidak ada monster apapun yang menyerangnya—meski katanya Oboros Forest adalah tempat tinggal monster agresif.
"Kemana para monsternya...?"
Akhirnya Zyste memutuskan untuk berhenti mencari dan duduk di bawah pohon, dia membuka fitur chat dunia dengan perintah "[Open: World Chat]".
"Ada yang tahu dimana aku dapat bertemu dengan Storm Wolf? Maksudku, di sebelah mana hutan Oboros?"
"Hei, Zyste. Kamu pemula? Aku sarankan jangan pergi ke sana sendiri!"
"Storm Wolf itu datang ketika waktu malam. Ngomong-ngomong apa kamu sedang berada di sana sekarang?!"
"PK PK PK!! LOL!!"
Mereka semua tampak khawatir, membuat Zyste merasa cemas juga berada di sana. PK—dia melihat seorang pemain mengetik kata itu dengan antusias.
'PK?!'
Zyste segera bangkit berdiri dan mengawasi sekitarnya, lalu dia mendapatkan sebuah pesan masuk dari pemain bernama 'Phos'.
"Hei, kamu sedang di hutan Oboros? Kirimkan lokasimu, di sana adalah tempatnya pemain PK beraksi. Aku akan membantumu, percayalah."
Dengan sedikit rasa ragu-ragu, dia tetap mengirimkan lokasinya berada kepada pemain tersebut.
"Aku akan segera ke sana."
5 menit kemudian, Zyste melihat seorang pemain dalam pakaian serba hitam sepertinya—dia mengenakan sebuah jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, sebuah topeng yang menutupi wajahnya, serta membawa sebuah tongkat panjang.
"Hei, apa kamu Phos?"
Zyste memanggil pemain tersebut yang terlihat di utara. Pemain itu berhenti, dan berjalan ke arahnya, tidak membalasnya.
Zyste sudah bersiap untuk menarik Rapier dari sabuknya. Dekat, semakin dekat, lalu sebuah kristal berwarna merah gelap muncul—melayang di atas pemain tersebut.
"PK!!?"
Tidak jadi melawan pemain tersebut, Zyste langsung berlari jauh lebih ke bagian dalam hutan lagi. Di bagian hutan yang lebih dalam, dia bertemu dengan seorang pemain lain yang memiliki kristal berwarna hijau.
"Ahh! Kamu yang di sana, tolong aku, aku dikejar oleh PK."
"Oh?"
Pemain yang berdiri di sana terlihat membawa sebuah pedang besar dan mengenakan armor berat—pemain dengan perlengkapan seperti ini biasanya adalah kelas swordsman atau mercenary.
Setelah Zyste dan pemain tersebut hanya berjarak sekutar 10 meter, pemain itu tersenyum dengan wajah seram. Menarik pedangnya dari punggung lalu mengayunkannya secara vertikal.
"Bodoh! Hahahaa!!"
"Eh—!?"
Zyste terpental oleh ayunan dari pedang besar itu dan menabrak sebongkah batu, HPnya berkurang drastis, hanya dalam satu kali pukulan langsung berkurang 91%.
Pedang besar milik pemain itu adalah pedang tumpul namun keras, dan rasanya pasti lebih sakit dan menyiksa tubuh ketika terkena ayunan yang kuat.
"Gaaahhh, ta-ta-tanganku... Tanganku!!"
Zyste jatuh ke dalam keputusasaan melihat lengan kanannya patah dan tulang-tulangnya diremukkan oleh pedang tersebut. Meski hanya dunia Virtual, rasa sakit yang dirasakan akan terasa 50% dari yang aslinya.
Patah tulang—siapa yang tidak akan menjerit kesakitan ketika tulangnya patah, terlebih lagi seorang perempuan, yang pada dasarnya rapuh.
Pemain tersebut menghampiri orang yang tadi di serangnya, mengarahkan pedang besarnya padanya yang merintih kesakitan.
"Heh! Apa ini, kamu menangis? HAHAHA!! APA KAMU SEORANG BOCAH BERUMUR 10 TAHUN, HAH?!"
Dia mengangkat pedangnya ke atas untuk melakukan serangan akhir kepada pemain di depannya.
"Hah?!"
Bayangan milik kedua pemain itu tiba-tiba membentuk sebuah wujud seperti tangan, bayangannya memanjang dan menahan pergerakan dari pemain dengan armor berat.
Lalu dari atas muncul seorang pemain perempuan dan membawa Zyste pergi dari sana.
"Sialan kalian lagi!!"
Pemain perempuan tadi membawa Zyste ke luar hutan Oboros dengan cepat. Dia berpenampilan seperti kelas Thief—mulutnya tertutup oleh sebuah syal merah, hanya mengenakan pelindung ringan di tangan dan kaki dengan zirah kulit minim sebagai equipmentnya.
Pemain kelas Thief itu melihat orang yang dibawanya, merintih kesakitan dan menangis sangat deras sampai bajunya sedikit basah.
"Tidak apa-apa, kita sudah aman."
Mendengar suara itu, Zyste merasa tenang sedikit dan menghentikan tangisnya, rasa sakit di tangannya perlahan hilang.
"Te-terima kasih...."
Mereka sampai di tempat awal masuk ke hutan Oboros, pemain Thief menurunkan Zyste lalu memberinya sebuah botol berisi cairan putih.
"Minumlah itu untuk memperbaiki tulang yang rusak di tubuhmu, lalu minum Potion HP."
————
Potion of Bone Repair
Dapat memulihkan tulang yang rusak parah menjadi seperti sedia kala.
————
Zyste meneguk habis Potion tersebut, lalu tulang-tulangnya seperti sedang menggelitikinya. Setelah 5 detik, dia dapat menggerakkan kembali tangannya dan sudah tidak merasakan sakit.
Setelah itu, dia mengeluarkan 2 botol Potion HP I dan memulihkan lukanya sebesar 200 poin.
HP: 226/290
Mana: 240/240
EP: 195/200
"Terima kasih sudah menyelamatkanku... Apa kamu Phos?"
"Iya."
Zyste bernafas lega—tidak perlu khawatir lagi menunggu waktu penalty setelah kematian karakter.
"Ngomong-ngomong, kamu sedang mencari Storm Wolf?"
"I-iya, tapi katanya mereka muncul saat waktu malam saja?"
"Hanya tinggal beberapa puluh menit lagi sebelum para monster kembali muncul di hutan ini."
Pemain kelas Thief itu melihat Zyste kebingungan dengan ucapannya, lalu dia menjelaskannya.
Semua monster di hutan Oboros selalu di bantai ketika fajar tiba oleh para pemain, kenapa mereka melakukan itu? Para pemain membuat acara tidak resmi di hutan Oboros, yaitu dengan membuat Oboros menjadi tempat untuk melakukan PK sesuka mereka.
Saat siang hari Oboros akan dipenuhi oleh para predator dari sisi pemain, dan ketika malam hari akan dipenuhi oleh monster. Kenapa saat siang hari tidak ada monster? Entah bagaimana caranya, para pemain berhasil menemukan titik 'Mana' yang membuat para monster bermunculan.
Di siang hari, pemain akan menghancurkan titik Mana tersebut dan membantai habis para monster—membuat hutan itu menjadi tempat PK. Dan disaat malam hari, titik Mana itu akan muncul lagi—pemain dilarang menghancurkan titik Mana di malam hari untuk memberikan waktu kepada pemain yang mau berburu monster di hutan.
Jika ada pemain yang melakukan itu, mereka akan langsung di Kill oleh pemain dari Faction yang memegang acara itu.
Setelah menjelaskan semua itu kepada 'pemula' yang tidak tahu tentang event PK tidak resmi di hutan Oboros, matahari pun terbenam.
Dalam sekejap, udara di sekitar hutan itu menjadi dingin karena yang disebabkan oleh titik Mana yang muncul kembali di hutan.
"Nah, ini adalah waktunya untuk perburuan monster! Ayo, aku akan membantumu."
"Terima kasih!"
Mereka pergi ke dalam hutan Oboros dan menemukan sekelompok Storm Wolf. Hanya membutuhkan waktu 10 menit hingga Storm Wolf tidak lagi datang menyerang mereka.
Persyaratan questnya sudah terpenuhi, Zyste berterima kasih kepada Phos dan berkata akan terlebih dahulu kembali ke kota.
Sesampainya di kota, dia langsung pergi menemui Daniel di pasar pertama kali mereka bertemu.
"Aku sudah berhasil mengalahkan 20 ekor Storm Wolf!"
"Oh-ho-ho. Lalu, apa kamu membawa item yang kuminta juga?"
"Pastinya!"
Zyste memberikannya 5 Storm Wolf Tooth lalu Daniel mengangguk pelan. Dia memasukkan 5 item itu ke kantung bajunya, dan mengeluarkan sebuah surat pula.
"Terima ini, lalu berikan kepada Houg di Class Center."
"『Anda menerima Daniel's Recommendation Letter]』"
Surat tersebut tidak bisa di identifikasi detail maupun penjelasannya, Zyste tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang diucapkan Daniel—untuk memberikannya kepada NPC bernama Houg di Class Center.
***
"Permisi, dimana aku bisa menemukan tuan Houg?"
Seorang resepsionis perempuan yang ditanyai oleh Zyste tersenyum, lalu menunjukkan jalannya. Mereka pergi ke lantai atas, menemui seseorang bernama Houg.
"Permisi, Pak. Anda memiliki tamu."
"Masuklah."
Perempuan itu membukakan pintu untuk Zyste—setelah Zyste memasuki ruangan, pintunya ditutup. Di ruangan yang cukup luas, dua sofa yang saling berhadapan di letakkan di tengah, cukup banyak berkas yang diselipkan di buku-buku yang disimpan di rak.
Seorang pria berjas hitam berdiri dari meja kerjanya dan melihat ke seorang gadis berambut hitam yang berdiri di depan pintu.
"Katakan urusanmu."
"Ah, aku disuruh memberikan surat ini padamu."
Zyste mengambil surat dari inventory-nya dan menyimpannya di atas meja kayu di antara sofa. Houg duduk di sofa dan mengambil surat itu dan mulai membacanya.
Matanya sedikit melebar ketika membaca isi surat itu, lalu melihat kepada gadis berambut hitam.
"Siapa namamu?"
"Aku Zyste."
"Hmm, begitu ya. Baiklah, sepertinya aku akan memenuhi permintaan terakhir kakek tua itu."
Houg berdiri dan berjalan ke rak yang dipenuhi oleh berkas-berkas yang terlihat penting. Dia mencari sesuatu di sana, sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang yang dia panggil 'kakek tua'.
Dia telah menemukan sesuatu itu—sebuah kartu berwarna merah dengan garis emas. Dia menghampiri gadis berambut hitam dan memberikannya barang itu.
"Aku mempercayai keinginannya. Jadi, jangan buat aku kecewa."
Zyste mencoba mengidentifikasi kartu tersebut dan mendapatkan penjelasannya.
————
Card Class Piercer
Dengan menggunakan item ini, pemain akan mendapatkan Special-Class Piercer.
————