Ignisia Fantasy

Ignisia Fantasy
2 tahun sejak saat itu



Tahun 20xx adalah tahun dimana teknologi berkembang dengan sangat pesat. Dengan teknologi, orang-orang tidak perlu khawatir dengan hal kecil namun ribet seperti, mencuci piring, pakaian, dll. Karena sekarang, sudah ada Robot AI yang dirancang khusus untuk melakukan tugas seperti itu. Tentu saja harganya bukan main, hanya orang-orang dengan ekonomi menengah ke atas yang dapat membeli Robot AI layaknya membeli bakso, Robot AI yang sangat bisa diandalkan seharga, 430,000,000 Rupiah. Bayangkan dengan uang sebanyak itu, bisa mendapatkan berapa banyak porsi bakso ....


Tidak hanya Robot AI saja yang menjadi produk populer di zaman ini, ada juga sebuah Virtual-Reality Gear yang berbentuk kapsul atau biasa disebut VR Gear Capsule. Kebanyakan produk VR Gear Capsule adalah games, dan produk terlarisnya adalah Ignisia Fantasy, yang dikembangkan oleh Kooongo Inc. yang juga merupakan perusahaan yang menginvestasikan VR Gear Capsule ini. Untuk harganya lebih murah daripada Robot AI, yaitu sekitar 34,000,000 sampai dengan 40,000,000 tergantung versi dan modelnya.


VR Gear Capsule ini memiliki 3 versi, yang pertama adalah versi basic, ini adalah versi paling murah karena tidak banyak fitur yang bisa didapatkan dalam versi ini. Kedua adalah versi Nitro, versi ini sangat cocok dipakai untuk gaming, dan terdapat fitur-fitur yang tidak ada dalam versi basic, fitur itu diantaranya adalah lobby room dan testing server. Terakhir adalah versi Business, versi ini biasanya hanya digunakan untuk bisnis, tidak dapat memasang games di versi ini, namun fitur yang disediakan lebih dari versi Nitro, terdapat lobby room, auction room, dan lainnya yang bersangkutan dengan bisnis.


Untuk modelnya, tergantung selera konsumen, mau itu model yang berbentuk sebuah mobil, jet, bola, atau apapun itu. Jika pembeli tidak menginginkan model apapun untuk Gear-nya, yakni modelnya adalah yang biasa, yaitu tabung tanpa hiasan apapun.


 


"Hei hei, apa kamu sudah mencoba Ignisia Fantasy?"


"Ah, maksudmu game VR yang sedang hangat dibicarakan itu?!"


"Ya! padahal game itu baru saja rilis sekitar 4 bulan yang lalu, dan sudah menempati posisi pertama dalam daftar top games!"


"Aku mendengar kabar katanya game itu akan memiliki channel TV sendiri!"


"Wah, hebat!"


"Bagaimana kalau kita bermain bersama?"


 


Ignisia Fantasy telah menjadi game yang populer semenjak pertama kali perilisan gamenya. Tak heran, karena game tersebut memiliki sesuatu yang tidak dipunyai oleh game lain. Sebuah dunia virtual bertema abad pertengahan dengan pedang dan sihir, tak hanya itu, dalam dunia virtual IF juga para pemain dapat merasakan angin sejuk dan pemandangan layaknya dunia nyata.


 


"Hei!"


 


Suasana di kelas yang tadinya ramai, mendadak hening ketika seorang gadis dengan rambut panjang lurus berwarna merah gelap menampar meja yang berada di sudut belakang yang ditempati oleh gadis lainnya. Perhatian para murid tertuju ke meja tersebut.


 


"Hei! Apa kamu mendengarku?!"


 


Gadis berambut merah gelap itu menekan kedua tangannya di atas meja, dan membawa wajahnya mendekat pada gadis dengan potongan rambut pendek bob halus dan poni yang berantakan berwarna hitam.


Gadis dengan potongan rambut bob pendek berwarna hitam itu adalah Zia. Dia sudah menjadi anak pendiam sejak masuk ke sekolah, teman-teman kelasnya mencoba untuk berteman dengannya tapi dia mengabaikan semuanya, sehingga akhirnya mereka menyerah untuk berteman dengannya. Karena sifatnya yang pendiam dan tidak pernah bicara, dia dijuluki sebagai 'Putri Bisu' di sekolah. Namun setelah satu kejadian, ketika dia menolak semua ajakan dari murid laki-laki yang mencoba untuk menembaknya dengan dingin, dia memiliki julukan lain, 'Putri Es'.


 


"Berani sekali kamu mengabaikanku!!"


 


Gadis berambut merah gelap kesal karena diabaikan sehingga dia akhirnya mencengkram kerah bajunya. Zia memasang wajah terkejut, untuk pertama kalinya teman sekelasnya melihat ekspresi dia seperti itu, jadi bukan hanya Zia saja yang terkejut.


Setelah gadis itu mencengkram kerah baju Zia dan menariknya mendekat dengan wajahnya, dia akhirnya menyadari kenapa Zia mengabaikannya, itu karena dia sedang memakai wireless earphone. Wajar saja gadis itu tidak dapat melihatnya jika telinganya terhalangi oleh rambut. Gadis itu melepas kerah baju Zia, tanpa mengurangi sedikitpun harga dirinya.


 


"Hmph!"


 


Zia mengambil handphonenya dari saku sweater hitam yang melapisi seragamnya dan menghentikan lagu yang sedang di dengarnya. Kemudian dia merapihkan kerah bajunya diantara leher sweaternya yang habis ditarik. Setelah selesai, dia memberikan tatapan dingin pada gadis berambut merah itu, membuat gadis itu merasakan perasaan dingin di punggungnya.


 


"Ada apa?"


"Hee\-?!"


 


Suara teriakan yang terhenti paksa keluar dari mulut teman sekelasnya. Itu adalah kalimat pertama yang mereka dengar dari seseorang dengan dua julukan, 'Putri Bisu' dan 'Putri Es'. Mungkin itu adalah sesuatu yang langka, eh?


 


"Kukira dia bisu."


 


Kelas yang hening, perlahan menjadi kelas yang berisik karena terkejutan mereka mendengar Zia berbicara. Mereka mulai berbisik satu sama lain, yaahh, tapi, suara mereka terlalu keras untuk dianggap sebagai bisikan. Dalam beberapa menit saja, semua siswa di sekolah mengetahui soal ini, gosip sekolahnya memang mengerikan.


 


"Aku menantangmu duel di Ignisia Fanta\-\-"


"Aku tidak bisa."


"Eh?! Tapi kamu kan\-\-"


 


Setelah kalimatnya di potong oleh Zia, sekarang di potong oleh bunyi bel sekolah. Angka sudah menunjuk ke angka 3, dan bel berbunyi sebanyak tiga kali, itu artinya waktu pulang sudah tiba. Zia langsung berdiri dari bangkunya sambil menjinjing tasnya yang terlihat ringan.


 


"Permisi."


 


Zia berjalan meninggalkan kelas sambil memutar kembali lagu yang sedang dia dengarkan dari awal. Sementara itu, teman kelasnya melihat dia meninggalkan kelas tanpa berkata-kata. Setelah Zia tidak terlihat oleh pandangan mereka lagi, pandangan mereka beralih ke gadis berambut merah.


 


"A\-ada apa?!"


 


Gadis itu merasa khawatir. Tapi, mereka perlahan mengangkat tangan mereka dan bertepuk, dari satu suara tepukan, bertambah banyak, lalu ....


 


"Dia berhasil membuat putri es bisu itu mengeluarkan suaranya!!"


"Dia memang sesuatu!"


"Anak dari wakil perusahaan Kooongo Inc. ternyata bukan sekedar status saja!!!"


 


Gadis itu tidak yakin dia merasa bahagia atau kesal. Yah, apa urusannya menjadi anak wakil perusahaan besar dengan membuat seseorang berbicara, itu yang dia katakan dalam hatinya saat ini.


***


Ketika sedang berjalan pulang ke rumahnya, semua orang yang dia lewati pasti membicarakan soal Ignisia Fantasy. Bahkan sebuah layar TV besar di salah satu bangunan tinggi yang sedang menyiarkan berita, tiba-tiba digantikan oleh sebuah siaran yang baru. Judul siaran itu adalah Ignis News, sudah pasti itu adalah siaran yang murid-murid itu bicarakan, katanya dalam hati.


Zia berhenti sebentar untuk melihat siaran tersebut. Terdapat 2 orang dalam siaran tersebut, seorang laki-laki botak berkacamata yang memakai sesuatu seperti zirah besi dan seorang perempuan berambut pirang dengan pakaian penyihir dan topi khas penyihir yang menonjol tinggi ke atas.


 


'Sudah 2 tahun sejak saat itu ....'


 


Zia menggertakkan giginya lalu berbalik, berlari sambil melihat ke bawah, untungnya dia tidak menabrak siapapun meski melihat ke bawah.


 


'Aku pasti akan kembali bermain!'