
Enxi mengucapkan mantra kemudian mengarahkan tongkatnya ke depan. Sebuah lingkaran sihir sederhana muncul di tanah yang di pijak oleh makhluk hijau kecil—Goblin.
Api menyembur keluar dari lingkaran sihir itu dan membakar Goblin yang berdiri di atasnya, tetapi Goblin itu masih hidup.
"Ambil last hit-nya!"
"Baik!"
Zyste berlari dan membunuh Goblin yang terpanggang tepat di jantungnya yang terletak di sebelah kanan dada.
Goblin adalah monster hijau kecil yang menyebalkan—matanya berwarna kuning, hidung besar dan ada beberapa yang memiliki taring panjang. Mereka suka menculik manusia terutama perempuan—dijadikan untuk wadah melahirkan bayi mereka ataupun hanya untuk disiksa.
"Sudah naik berapa level?"
Enxi menghampiri Zyste yang sedang melihat sebuah panel transparan.
————
Nama: Zyste (Human)
Level: 7
Class: —
Virtue: 60 (Positive)
Status: Str 34, Agi 17, Int 14, Dex 38, Vit 18, Con 11. (SP left 18.)
Skill: Pierce Thrust, Sword Mastery I (Passive), Blunt Mastery I (Passive).
Title: Hard-Worker, Wooden Doll Maniac, Sword Disciple, Goblin Hunter, Rapier Master.
————
"Hanya 2 level. Sekarang level 7."
"Hmm, ayo kita berburu beberapa goblin lagi. Setelah kamu mencapai level 8, kita akan memburu kobold!"
Zyste melihat adanya penambahan dalam skill dan titlenya, dia memeriksanya satu-satu.
————
Pierce Thrust (Rank F)
Memusatkan kekuatan ke ujung pedang dan menusuk target akan memberikan 150% damage, jika mengenai titik lemahnya akan memberikan 250% damage. Mengabaikan pertahanan lawan sebesar 20%.
Cost EP: 45
Cooldown: 7s
————
Goblin Hunter
Berhasil membunuh goblin sebanyak 50 ekor.
Virtue +25, Str +2, Agi +2.
————
Rapier Master
Mendapatkan skill kelas piercer apa saja sebelum memiliki kelas.
Virtue +15, Dex +4, Int +1.
————
Catatan: Penambahan penjelasan mengenai status dan skillnya, di chapter sebelumnya saya lupa menambahkan level di penjelasan status :'v
Zyste dan Enxi berhasil memburu beberapa puluh goblin dan menaikkan level Zyste hingga level 8.
"Makasih Enxi!"
"Gak masalah."
Enxi berbalik membelakanginya, memasang wajah cemberut.
'Berapa lama lagi aku harus menunggu untuk melihat kehebatannya yang sesungguhnya saat dia bermain di beta, seperti yang dikatakan ayah.'
Enxi menghela nafasnya dan mengecek statusnya.
————
Nama: Enxi (Human)
Level: 24
Class: Mage
Virtue: 270 (Positive)
Status: Str 16, Agi 17, Int 135, Dex 21, Vit 17, Con 15. (Sp left 2.)
Skill: Fire Pillar, Fire Ball, Fire Ring, Fire Wave, Thunder Wave, Earth Wall, Earth Shot, Wind Vortex, Wind Cutter, Magic Control (Passive), Mana Meditation (Passive), Magic Mastery II (Passive).
Title: Advanced Mage, Genius, Goblin Hunter, Spell Master, Great Caster, Loved By Nature.
————
Enxi—seorang karakter kelas Mage level 24 dan memiliki stat Int 135 poin namun Goblin berlevel 5 tadi masih bisa hidup, kalian pasti bertanya kenapa? Itu karena skill Magic Control-nya.
Dengan skill tersebut, Enxi dapat mengontrol sihirnya semaunya, tetapi ada batasannya juga. Untuk saat ini, dia hanya baru bisa mengontrol sihirnya sekitar 20% saja. Seiring Magic Controlnya meningkat, dia dapat mengendalikan sihirnya hingga 80% bahkan 100%. Tentu saja itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
'Masih belum cukup, aku tidak peduli dengan sihir lain selain sihir api dan Magic Control. Meskipun aku hanya akan menguasai sihir api, yang tidak akan berguna ketika level tinggi. Namun dengan skill Magic Control, lain ceritanya.'
Menguasai satu jenis elemen bagi para Mage adalah hal yang paling bodoh di Ignisia Fantasy, mengapa? Karena ketika karakter Mage mencapai level 150, sebuah skill unik Mage akan terbuka—Magic Combine.
Sayangnya Magic Combine hanya bisa dilakukan sekali saja tanpa percobaan gratis, jadi perlu dilakukan dengan banyak pertimbangan untuk mendapatkan sihir yang hebat.
'Untuk Magic Combine, aku masih bisa menggabungkan elemen api dan tanah, mungkin saja akan tercipta sihir unik selain meteor.'
Zyste menepuk temannya yang larut dalam pikirannya, dan membuat senyum kosong.
"Ada apa? Ayo kita lanjut menaikkan level!"
Enxi menutup panel statusnya—mengangguk pelan pada ajakan temannya untuk melanjutkan memburu monster.
Setelah dari barat Plain Outfield, mereka berpindah ke timur, tempat dimana para mob level 10 - 20 tinggal.
Di dalam perjalanan Enxi berkata, "Mulai dari sini, mari kita buat party."
Selama perburuan monster di bawah level 10, Enxi tidak membuat party dengan Zyste agar exp yang didapatkan tidak terbagi, dan membiarkannya mengambil last hit juga.
Sebuah panel transparan muncul di depan Zyste.
"『Enxi mengajak anda untuk membuat party.』"
Di bawahnya ada tulisan "Yes" dan "No". Zyste menekan Yes kemudian di bagian kiri bawah penglihatannya muncul nama Enxi dengan indikator bar berwarna merah.
Mereka sampai di bagian timur Plain Outfield dan sudah disambut oleh gerombolan Kobold berlevel 10.
Kobold adalah makhluk humanoid kecil yang agresif terhadap orang asing, mereka pintar dalam membangun perangkap dan menyergap musuh. Biasanya mereka bergerombol untuk menyergap musuh yang berada di wilayah mereka—jika mereka berpikir tidak bisa mengalahkan musuhnya, mereka akan memancing musuhnya ke dalam perangkap yang telah mereka pasang.
Senjata yang sering mereka gunakan antara lain adalah pisau, tombak, dan panah. Sekarang saja, Zyste dan Enxi disergap sekitar 20 kobold.
Plain Outfield timur adalah bagian luar dari hutan monster yang dinamai Groob Forest, tempat para Kobold tinggal adalah di sana.
20 kobold yang menyergap. 15 kobold petarung menggunakan pisau dan tombak dan 5 kobold pemanah yang sedang menari di atas pohon.
"Kurasa sekarang giliranku untuk bersinar. Hmph!"
Enxi mengedipkan matanya pada Zyste dan tersenyum. Dia berdiri dengan sombong di tengah, dan melirik sekitarnya. Enxi mengambil tongkatnya dari inventory, dan melakukan melebih-lebihkan tingkahnya di hadapan para Kobold.
"Dengarkan aku kalian para makhluk cebol! Aku—Enxi, akan membantai kalian dalam sepuluh detik. Jika kalian ingin lari—silakan lari, jika tidak—kalian akan mati, karena aku adalah Sang Penyihir Api!"
'A-apa itu, cringe banget....'
Para Kobold yang mendengar pernyataan Enxi tidak lari, mereka malah semakin bersemangat menyerang perempuan tersebut. Semua serangan hanya diarahkan kepada Enxi—dia berhasil menarik Aggro dari para Kobold hanya dengan kata-kata.
Aggro adalah semacam istilah untuk menarik perhatian dari mob kepada pemain agar menyerang mereka. Biasanya dalam permainan tim, seorang Tanker lah yang bertugas dalam 'Mendapatkan' atau 'Menarik' Aggro dari mob.
Enxi mulai mengucapkan mantra sihir, para Kobold yang melihat perempuan berambut merah itu masih melafalkan mantranya, mulai menyerang.
Kelima pemanah menembak secara bersamaan, Zyste berhasil menangkis kelima anak panah yang ditembakkan kepada Enxi yang masih menyiapkan sihirnya.
'Aku akan memberinya beberapa waktu.'
Seorang pemain level 7 melawan 20 mob level 10 adalah hal yang sulit dilakukan, yang bisa pemain lakukan dalam keadaan ini hanyalah kabur.
Tapi Zyste memilih untuk mencoba melawan 20 Kobold yang levelnya yang lebih tinggi darinya 2 level.
Pertama Kobold dengan pisau yang akan menyergap temannya dari belakang, Zyste membuat langkah besar dan langsung menusuknya.
Satu Kobold terbunuh dan berubah menjadi pixel kecil, karena dia membunuh satu Kobold. Dia langsung mendapatkan Aggro dari 3 kobold di dekatnya.
"Pierce Thrust!"
Dengan cepat dia menggunakan skillnya dan membunuh satu Kobold lagi. Dua kali serang, dua kali melakukan serangan Fatal.
Serangan Fatal adalah sebuah serangan yang mengarah pada titik vital musuh misalnya jantung, paru-paru, kepala. Kebanyakan serangan Fatal akan membuat 'One Hit One Kill'.
Tidak seperti Critical—serangan yang mengarah titik lemah musuh. Critical tidak akan bisa membuat musuh mati dalam satu kali serangan, namun dapat memberikan damage tambahan yang besar.
"『Level UP!』"
18 Kobold tersisa, Zyste sedang berhadapan dengan dua Kobold yang memiliki Aggro padanya. Kobold pemanah menembakkan panah mereka lagi ke Enxi, Zyste melompat dan mementalkan 4 panah—1 panah tertancap di pahanya.
Terkena serangan dari pemanah dan membuah pertahanannya goyah, dua Kobold yang mendapatkan Aggronya menebas dengan pisau dari belakang. Dia terkena serangan mereka dan mengurangi HP-nya sebanyak 43%, jika di tambah dengan panah yang menancap di pahanya dia mendapat damage sebanyak 56%.
Zyste berdiri di depan Enxi, memasang kuda-kuda untuk serangan balik. Ketika itu, Enxi selesai dengan sihirnya.
"Fire Ring!!"
Lingkaran api muncul di sekitar tubuh Kobold satu per satu hingga semua Kobold yang tersisa memilikinya.
"Release!"
Lalu lingkaran itu menyusut dan membuat para Kobold terbakar. 18 Kobold terbunuh dalam satu serangan yang bahkan kurang dari sepuluh detik.
"『Level UP!』"
"『Level UP!』"
"『Level UP!』"
Zyste naik 3 level sementara Enxi hanya naik beberapa persen exp menuju level selanjutnya.
"Kerja bagus! Tapi aku masih belum puas. Kalau hanya segitu, bagaimana bisa kamu menjadi rival ku?"
"Rival...?"
"3 tahun lalu, semenjak aku tahu tentang kehebatanmu saat bermain di beta, aku sudah menganggapmu sebagai rivalku, rival sejati! Kamu dengar?! Hehe!"
Sebuah kenangan 3 tahun lalu—ketika seorang gadis berambut merah menarik kerah bajunya di kelas—terlintas di kepalanya. Zyste tersenyum, lalu Enxi mengulurkan tangannya.
"Janji jari kelingking?"
"Oke!"
Mereka berdua berjanji, pada saat itu, mereka akan menjadi rival yang sesungguhnya. Mereka akan mengguncang para pemain Ignisia Fantasy, tapi itu adalah cerita yang masih sangat panjang....