
Seminggu setelah Zia dan teman-temannya berkumpul, akhirnya server Aveilheim rilis. Dalam 5 menit, sudah ada ribuan pemain yang log in di Aveilheim.
Zia membuka pintu kapsulnya yang berbentuk mobil berwarna kuning, tergantung dari modelnya, pintu kapsul berada di tempat yang berbeda.
Dia masuk dan duduk di kursi lalu bersandar, di depannya adalah sebuah layar yang berfungsi sebagai visualisasi dari dunia virtual Ignisia Fantasy, dan di samping kirinya adalah VR Gear yang akan menghubungkan pikiran pemain ke dalam dunia virtual, bentuknya mirip seperti pelindung kepala bisbol dengan sebuah visor.
Zia mengambil VR Gear tersebut dan sebuah kenangan nostalgia muncul di kepalanya, sebuah kenangan ketika dia bermain di versi BETA.
"Aku kembali ...."
Zia memakai VR Gear tersebut, lalu terdengarlah suara yang berintonasi seperti robot.
"『Selamat datang! Silakan memilih program untuk memulai dunia Virtual-Reality』."
"「Ignisia Fantasy」."
"『Mengkonfirmasi program— Ignisia Fantasy. Terkonfirmasi. Memeriksa kondisi pemain— aman. Bersiap untuk menghubungkan pikiran pemain dengan dunia virtual— selesai. Meminta izin untuk memulai program— selesai. Anda dapat memulai program sekarang』."
"「Start!」"
Setelah dia mengeksekusi perintah untuk memulai program, sebuah kode dan database yang rumit muncul di penglihatannya, Zia mungkin memanglah anak yang pintar, tapi untuk bisa memahami kode-kode tersebut sangatlah susah, apalagi kode-kode itu bergerak dari atas ke bawah, bawah ke atas, kiri ke kanan dan sebaliknya dengan sangat cepat.
Setelah kode-kode itu berhenti bermunculan, sekarang giliran tahap selanjutnya— Dia seperti sedang ditarik oleh sesuatu benda hitam kecil di tengah visual layar putih sebelum kesadarannya menghilang.
....
"『Memeriksa status— normal. Detak jantung— aman. Memulihkan kesadaran—』."
"『Semua selesai. Selamat datang di Ignisia Fantasy! Silakan membuat karakter anda!』"
Ketika membuka matanya, Zia berada di langit biru yang dikelilingi oleh awan-awan yang terlihat seperti kumpulan bantal. Matanya seketika melebar lalu dengan cepat melihat ke bawah.
"O-ohh ... Paling tidak aku masih berdiri di atas sesuatu."
Dia kembali tenang setelah mengetahui dia masih berpijak di sebuah benda, daripada melayang di atas langit.
Kilatan cahaya berwarna biru melintas di depannya, lalu menghilang ke balik awan dan muncul lagi jauh di depannya. Perlahan cahaya biru itu bergerak dan membentuk sesuatu mirip kucing, namun ada sesuatu yang runcing di atasnya.
Ketika cahaya biru itu selesai membentuk bentuknya, barulah dapat terlihat wujudnya. Seekor kucing hitam dengan bulu putih di perut dan kaki mungilnya, serta memakai sebuah topi pesta di kepalanya. Matanya berbeda warna, mata kiri berwarna kuning dan mata kanan seluruhnya berwarna hitam, tidak ada satupun cahaya di mata kanannya.
"Meow meow, sepertinya kita kedatangan tamu baru lagi."
'Ku-kucingnya bisa bicara?! I-imut sekali ....'
Kucing itu merasa tidak enak dengan tatapan Zia yang terlihat seperti pemburu sedang melihat mangsanya.
Kucing itu mengangkat tangannya ke atas, dan mata dari seorang gadis di depannya mengikuti gerakan tangannya. Lalu menurunkannya ke bawah dan mata gadis itu tetap mengikutinya.
Merasa kesal dengan tingkahnya yang seperti ******, yang mana adalah musuh dari seekor kucing. Kucing hitam itu entah bagaimana dia menjentikkan jari-jari mungilnya dan gadis di depannya lenyap. Suasana hening sesaat, kucing itu mengusap wajahnya lalu meletakkan tangannya di atas matanya dan menggelengkan kepala.
"Aku tidak pernah merasa sekesal ini. Harusnya aku yang melakukan hal itu jika gadis tadi membawa seekor ikan."
***
Di sebelah belakang terdapat rak buku, di depan rak buku, bahkan di kiri dan kanan pun rak buku. Lantai 2 dan lantai 3 juga rak buku, tempat itu dipenuhi oleh rak buku. Mulai dari yang berdiri kokoh di atas lantai maupun menggantung di langit-langit dan tembok.
Sudah jelas itu adalah sebuah perpustakaan, dan yang paling mengejutkan, ada berapa banyak orang yang berada di perpustakaan ini. Lima puluh— tidak, mungkin sekitar ratusan.
"Ada apa ini? Kenapa ada banyak orang disini, bukannya aku tadi sedang berdiri di langit?"
Seorang wanita berkacamata yang berpakaian seperti pramugari melihat Zia yang tampak kebingungan dari jauh, lalu dia berjalan mendekatinya dan menepuk pundaknya dari belakang.
"Hii?!"
Zia kaget dan sontak berbalik ke belakang dan menemukan seorang wanita pramugari dengan wajah tersenyum.
"Selamat datang di ruangan avatar, disini anda dapat mengatur karakter anda sesuai keinginan anda. Tersedia banyak pilihan ras, dan pakaian untuk pemula, anda juga dapat menyesuaikan warna pakaian, rambut dan mata anda. Namun, anda tidak dapat merubah 'gender', tinggi dan berat badan, wajah, dan lainnya yang bersangkutan dengan fisik tubuh anda selain rambut dan mata. Apakah anda ingin memulai membuat karakter?"
"Baiklah! Berikan aku menu-nya!"
Wanita pramugari tersebut hanya bisa tersenyum mendengarnya mengatakan menu untuk daftar tabel pembuatan karakter. Jika dipikir-pikir perkataannya tidak salah, tapi tetap saja kesal mendengarnya. Begitulah pikirnya, sambil membuka menu— tabel, ah terserah apa itu namanya.
Setelah di berikan tabel kostumisasi karakter, Zia mulai memilah-milah warna rambut, mata, dan pakaian untuk karakternya.
"Apa aku tidak bisa mengubah model rambutku?"
"Aku hanya bisa mengubah warna dan memilih pakaian untuk pemula saja ya ...."
Dia kemudian teringat sosok kucing hitam yang dia lihat saat berdiri di langit. Membayangkan betapa kerennya jika dia mewarnai warna kostum karakternya menjadi hitam semua.
"Kalau begitu ...!"
Dia menekan urutan pertama dalam tabel kostumisasi, lalu menggeser tabel warna dalam posisi horizontal ke bawah, warna hitam. Setelah dia menggesernya, rambutnya benar-benar menjadi berwarna hitam yang sangat pekat.
Selanjutnya dilanjutkan ke urutan kedua dalam tabel, dia melakukan seperti yang sebelumnya dia lakukan, kemudian warna matanya pun menjadi hitam.
Di tabel urutan ketiga adalah memilih pakaian untuk pemula, tersedia banyak pilihan pakaian dibandingkan dengan game rpg yang biasanya, hanya tersedia 3 atau 4 pilihan paling banyak. Disini tersedia lebih dari 10 pakaian untuk pemula.
"Baiklah, mari kita coba satu per satu."
Setelah mencoba satu per satu, tidak ada satupun yang dia pilih, alasannya karena tidak ada yang berwarna hitam.
"Hufft, tidak ada yang berwarna hitam, hiks."
Wanita pramugari yang sudah berdiri lama disana mulai kesal, bahkan jumlah orang yang tadinya ada sekitar ratusan kini telah berkurang menjadi enam orang.
"Heeiii ... Apa tidak ada warna hitam??"
Zia memasang muka memelas saat bertanya kepada wanita yang berdiri di sampingnya daritadi. Wanita itu memperbaiki posisi kacamatanya, dan sudut bibir sebelah kirinya mengangkat sedikit.
"Tentu saja ada, anda hanya tinggal mewarnainya dengan item ini!"
Wanita itu memegang sebuah botol kecil berwarna hitam. Ketika Zia melihat botol itu, tepian garis botol itu menyala berwarna biru dan muncul sebuah layar di atasnya.
[Black Color Paint]
'Item ini memungkinkan anda untuk mewarnai kostum (termasuk rambut, mata, pakaian, peralatan lainnya) anda menjadi warna hitam.'
"Oh, apa aku boleh memilikinya?"
Wanita itu tersenyum sangat lebar lalu berkata, "TENTU SAJA! SAYA AKAN MEMBERIKAN ITEM INI GRATIS KEPADA ANDA!"
Bahkan suaranya yang awalnya terdengar tenang dan kalem, tiba-tiba menjadi bersemangat.
Zia menerima item tersebut dan mewarnai pakaiannya yang dia pilih di slot ke-5 menjadi hitam. Pakaian slot ke-5 terlihat seperti pakaian 'thief class', dengan ciri khasnya class tersebut adalah sebuah jubah kecil yang menutupi dari leher hingga bawah dada.
"Selanjutnya, silakan pilih ras karakter anda."
Dalam tabel, terdapat sekitar 30 ras di Ignisia Fantasy. Mulai dari 4 ras umum dunia fantasi, yaitu manusia, elf, dwarf, beastman. Dan 26 ras unik lainnya yang akan panjang jika disebutkan semua.
'Beastman itu bukannya manusia setengah hewan itu ya.'
Zia membayangkan dirinya sebagai ras beastman, memiliki telinga dan ekor kucing dan bergaya seperti melakukan *nyan*.
"Aku memilih ras manusia."
Namun, dia tetap memilih ras manusia, karena ras manusia memiliki stats yang seimbang, mereka bisa menguasai segala jenis class job.
Tidak seperti beastman yang mencolok dalam class job bertarung jarak dekat, umumnya adalah fighter, dan memiliki skill unik yaitu 'beast rage', namun affinitas mereka untuk class job jarak jauh sangat rendah.
Elf unggul dalam class job sihir dan pemanah, mereka adalah makhluk yang pintar dan lincah. Dengan hutan sebagai tempat asalnya, mereka memang sudah ditakdirkan sebagai pemburu sejati. Tapi, mereka lemah dalam class job jarak dekat.
Dwarf, mungkin kalian sudah tahu bahwa dwarf adalah ras yang mendedikasikan hidup mereka hanya untuk menempa dan menempa sampai akhir hidup mereka, dengan tubuh mungil sebagai ciri khas mereka. Dwarf biasanya bertarung dengan alat-alat yang mereka ciptakan. Mereka lemah jika harus melakukan pertarungan secara langsung tanpa alat mereka.
Zia memilih keputusan yang benar karena memilih ras manusia, ras paling seimbang dan overpower jika kalian melatihnya dalam waktu yang lama. Dia dapat memutuskan itu karena pengalamannya sebagai seorang pencoba BETA dan artikel mengenai Ignisia Fantasy.
"Semua sudah selesai! Sekarang, saatnya melakukan perjalanan yang hebat dan membuat legendaku di sini!"
Zia menekan tombol oke, lalu muncul layar yang menawarkan pilihan 'yes' dan 'no', dia menekan yes. Lalu muncul lagi layar baru, kali ini lebih besar dan menampilkan semacam peta.
"Silakan memilih lokasi pertama anda."
Ada 6 lokasi yang dapat dipilih oleh pemula disana. Kalheim, Grinas, Abyaz, Gorgon, Laugnel, dan Holy Kingdom.
"Aku memilih Kalheim."
"Pilihan bagus, dan, semoga beruntung petualang!"
Wanita pramugari itu bertepuk sebanyak dua kali dan Zia menemukan dirinya di atas langit biru yang cerah.
"Ah, sial. Kita kembali lagi ...."