
"AAAAAAAAAA, MAMAAAAAAAAAAA!!!!"
"Uuuuuuu~"
Disaat Zia sedang terjun dari langit, seekor kucing hitam dengan topi pesta muncul di depannya sambil mengolok-oloknya.
"Didn't mean to make you cry~"
Kucing hitam tersebut menyanyikan sepotong lirik dari 'Bohemian Rhapsody' oleh Queen karena Zia yang berteriak dengan kata 'mama'.
"Ku-kucing bo-bodoh! Tolong a-aku, huwaaaa!!!"
Kucing itu menyipitkan matanya untuk sesaat, lalu memalingkan wajahnya sambil menyilangkan tangannya.
"Hmph! Apa begitu caramu meminta tolong? Pweee!!"
Kucing hitam menggodanya dengan menjulurkan lidahnya keluar dan menarik kantung mata kirinya.
Zia merasa kesal karena tidak hormati oleh seekor kucing hitam, namun dia memendam rasa kesalnya itu dan memilih untuk meminta pertolongan dengan memasang muka memelas.
"Neko hitam yang baik, lucu, manis. Tolong aku, ya ...?"
(Neko adalah kucing dalam bahasa Jepang)
Zia merapatkan kedua telapak tangannya ke depan dan mengedipkan matanya. Lalu, dia tersenyum canggung. Kucing hitam itu tidak meresponnya dan malah asik bermain game dengan console psp yang entah darimana munculnya.
Zia memang kesal, sangat kesal, namun sekali lagi dia harus menahannya. Anehnya, meskipun dia berada di dunia virtual, dia tetap bisa berkeringat dan merasakan sensasi jatuh dari langit. Teknologi memang sudah semakin maju daj akan terus berkembang, batinnya.
Mencoba mengintip dengan hati yang gemetar, daratan sudah mulai terlihat. Rasa panik dan takut mulai memuncak.
"Kaaaaaaa!!! Da-da-da-da-daratan sudah terlihat!!! To-tolonglah akuuuuuu!!!"
Zia terus berteriak meminta tolong hingga akhirnya si kucing hitam mulai merasa terganggu dengan suaranya. Kucing hitam melihat ke bawah lalu menyeringai.
"Sekitar 20 detik lagi kamu akan menubruk tanah loh, hahahaha!!"
"TIDAAAKKKKK, TOLONGGGG!!! AAAAAAAA!!!"
Kucing hitam menekan lidahnya ke atas mulutnya, lalu melepaskannya, sehingga membuat suara 'tch' yang menunjukkan kekesalannya sambil menutup kedua telinganya dengan kaki-kaki mungil imutnya.
"AAAAHHHHHH— HAAAAAAAA— HUEEEEEEEE!!!"
"Berisik!!!"
Kucing hitam sudah tidak tahan dengan suara gadis berisik tersebut. Dia menepukkan kaki-kaki mungilnya lalu mereka berhenti terjatuh tepat sebelum menubruk tanah.
Jarak antara tanah dengan Zia sangat tipis, hanya tinggal beberapa sentimeter lalu duarrr.
Zia masih memejamkan matanya dan masih berteriak, lantas kucing hitam memukul kepalanya.
"Berisik bodoh! Kamu sudah sampai di tanah, buka matamu! Grrr!!"
Sebenarnya belum— hanya tinggal beberapa sentimeter lagi baru gadis berambut hitam itu sampai di tanah dengan benar.
"Su-sungguh??"
Zia perlahan membuka matanya dan melihat tanah— rerumputan berwarna hijau. Dia berada di sebuah tanah lapang rumput hijau yang luas, atau para pemain biasa menyebut tempat seperti ini sebagai Plain Field— Sebuah tempat luas yang dimana-mana hanyalah terdapat rumput hijau.
"Wah, ka-kamu ben— ughh!"
Sebelum selesai berkata, dia jatuh menubruk tanah rumput. Dan itu adalah ulah dari kucing hitam tersebut, kucing itu terkekeh untuk sesaat.
"Apa yang kamu lakukan kucing bodoh?!!"
"『Virtue -100.』"
Karena saking kesalnya, Zia mencekik leher kucing hitam dengan topi pesta. Namun, sebuah notifikasi layar transparan dan juga suara seperti sistem game muncul.
Virtue dari Zia berkurang sebanyak 100— virtue disini dapat diartikan sebagai perbuatan baik atau kebajikan seorang pemain maupun NPC. Karena Zia sudah bersikap kasar kepada kucing hitam itu yang mana adalah seorang High-NPC— seorang NPC yang statusnya lebih tinggi daripada NPC normal. Biasanya High-NPC meliputi raja, ratu, dan yang berstatus tinggi lainnya.
Kucing hitam itu tersenyum kecil saat dicekik, lalu dia menghilang meninggalkan jejak beberapa partikel-partikel kotak kecil berwarna biru yang kemudian muncul lagi di atas kepala gadis berambut hitam.
"Namaku adalah Kuroneko— seorang pengawas wilayah Kalheim."
Pengawas yang dimaksud berarti dia adalah NPC yang bertugas untuk mengawasi wilayah Kalheim terutama kota kerajaan. Tugasnya adalah untuk memberikan penalty bagi player yang melakukan pelanggaran di kota kerajaan Kalheim.
Lalu, pelanggaran apa itu? Ada macam-macam pelanggaran, salah satunya adalah PK. PK atau disebut player kill biasanya adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pemain yang membunuh pemain lainnya.
Sebenarnya, PK itu wajar, tapi jika PK dilakukan di kota kerajaan, maka pemain yang melakukannya akan diberikan penalty oleh pengawas.
"Pe-pengawas??"
Meskipun Zia seorang pemain BETA, dia tidak pernah mendengar NPC yang bertugas sebagai pengawas. Itu karena saat server BETA, pemain hidup menggantikan NPC— karakter mereka adalah seorang NPC.
"Ya, karena aku seorang pengawas, aku bisa saja memberikanmu penalty yang sebenarnya. Bersyukurlah karena hanya virtue-mu yang berkurang, hmph!"
Virtue sangat berpengaruh di dunia ini, itu adalah status yang mengukur seberapa baik atau jahatnya dirimu. Virtue juga mempengaruhi cara bicara NPC kepada pemain.
Semakin rendah atau negatif poin virtue seorang pemain, maka pemain akan sering diabaikan oleh NPC. Namun, ada juga NPC yang hanya berinteraksi dengan pemain yang memiliki virtue bernilai negatif.
Lalu, jika poin virtue positif semakin tinggi, NPC akan menghormati dan menghargai seorang pemain. Jika beruntung, NPC penjual dapat memberikan diskon kepada pemain.
'A-aku tidak pernah tahu soal pengawas... Gaahh, ini akibatnya karena aku tidak membaca buku panduan pemula, meski aku bukan pemula. Tapi hei— ini bukanlah game yang sama dengan yang dulu, sial.... '
Zia menggigit lidahnya, mengepal tangannya, dan menghela nafas panjang.
"Maafkan aku...."
Kucing itu— Kuroneko menghilang dan berpindah tempat ke hadapan gadis berambut hitam dan mengatur posisi topi pestanya.
"Haaa, baiklah. Aku memaafkanmu, sekarang cepat pergilah ke kota sana dan mulai petualanganmu di dunia ini. Syosh, good luck!"
Kuroneko terbang ke angkasa dan menghilang menembus awan yang berbentuk telapak kucing.
Zia menatap langit dan melihat Kuroneko menghilang ke balik awan, lalu mengalihkan pandangannya ke depan. Sebuah tembok tinggi dan lebar terlihat dari kejauhan— itu adalah kota kerajaan Kalheim.
***
Zia sudah sampai di gerbang masuk kota, namun seorang penjaga gerbang menghentikannya.
"Dilihat dari penampilanmu, kamu pasti seorang petualang pemula. Siapa namamu?"
"『Karakter anda belum mempunyai nama, silakan untuk memberi nama terlebih dahulu.』"
Sebuah notifikasi layar dan suara sistem muncul lagi memberitahukan Zia untuk memberikan nama kepada karakternya.
Zia hendak memberikan nama, tapi dia tidak tahu harus mengisi nama karakternya dimana sedangkan tidak ada kolom untuk memberi nama karakter ataupun perintah suara.
Tidak mau ditanya oleh penjaga gerbang untuk kedua kalinya, Zia langsung memberitahukan namanya kepada penjaga gerbang tersebut.
"Namaku Zyste, ditulis dengan z, y, s, t, dan e."
"『Nama karakter telah dibuat, Zyste. Selamat berpetualang di dunia Ignisia Fantasy!』"
Penjaga gerbang itu mencatat nama Zyste— nama yang digunakan Zia— lalu membiarkannya masuk ke kota.
Dia berjalan beberapa langkah dari gerbang masuk lalu berhenti. Matanya berbinar-binar melihat pemandangan yang berbeda dengan dunia aslinya, untuk kedua kalinya, ia dikagetkan oleh game ini.
"『Anda telah tiba di kota kerajaan Kalheim.』"