Ignisia Fantasy

Ignisia Fantasy
Plain Outfield



Zyste dan Enxi sedang berada di sebuah toko senjata—mereka mencari senjata yang murah tetapi memiliki damage yang tinggi untuk Zyste—yang sedang miskin.


"Hei, Zyste, bagaimana dengan yang ini?"


Enxi memegang sebuah pedang panjang yang terlihat mewah dan berkilap. Bilah pedangnya terlihat seperti ditempa oleh bahan yang bagus, dan aksesoris dari gagangnya sangat cantik—pasti mahal.


Enxi memfokuskan pandangannya ke pedang tersebut lalu muncul sebuah layar transparan.


————


Silver Sword


Pedang berbahan perak yang ditempa oleh penempa terbaik di kerajaan.


Damage 40 - 57


Durability 97/100


————


Ketika Enxi melihat harga pedang itu, dia menyimpannya kembali dengan apik ke tempatnya.


"Kenapa disimpan lagi? Pfft—"


Zyste melihatnya sambil menahan tawanya, Enxi tersenyum masam menggaruk kepalanya. Mereka mencari senjata yang lain, senjata bagus dengan harga murah.


Ada satu senjata yang menarik perhatian Zyste—senjata dengan bilah ramping dan memiliki ujung yang tajam. Ya, sebuah rapier yang sama seperti di toko senjata gang kecil.


'Ini mungkin lebih bagus daripada yang di toko itu....'


Zyste mengambil rapier tersebut dengan ujungnya mengarah ke atas, dia memeriksa pegangan rapier tersebut. Matanya didekatkan ke bilahnya yang ramping.


Dia mencoba menggoyangkannya, dan terakhir memegangnya vertikal—dia menahan permukaannya dekat ujung dan memegang gripnya. Lalu memfokuskan pandangan ke rapier itu—sebuah layar transparan muncul.


————


Trainee's Rapier


Rapier yang ditempa oleh murid penempa dalam satu kali percobaan.


Damage 20 - 25


Durability 60/60


Pembuat: Sentuh


————


'Buatan seorang pemain? Kenapa dijual di sini?'


Itu adalah sebuah rapier yang dibuat oleh pemain dengan kelas blacksmith, dan dalam satu kali percobaan.


'Biasanya untuk menempa senjata perlu beberapa kali percobaan untuk mencapai hasil yang maksimal sebagai murid penempa. Tapi orang ini berhasil melakukannya dalam satu kali percobaan?'


Enxi melihat Zyste berdiri menatap sebuah pedang berbilah ramping, dia mendekatinya dan menepuk bahunya.


"Hmm, kamu mau itu?"


Enxi melihat senjata yang sedang di pegang oleh temannya kemudian memfokuskan pandangannya. Dia terkejut dengan penjelasan dan status dari senjata itu.


"Apa?!"


Enxi berteriak cukup keras namun langsung menyumpal mulutnya dengan tangannya sendiri. Untung pemain yang berada di sana tidak memperdulikannya.


Enxi mempelankan suaranya dan berkata, "Yang benar saja, orang ini menempa dalam satu kali coba dan poin damagenya sebesar ini?"


Untuk seorang murid penempa dan senjata pertama yang ditempanya, biasanya hanya menghasilkan sebuah senjata yang normal dengan poin damage sekitar 7 - 10.


Penempa atau pemain memang bisa memberi nama dari senjata yang mereka buat, tapi tidak dengan penjelasannya. Meskipun si penempa akan memberi nama senjatanya 'The Legendary Lost Sword' tetapi penjelasannya akan tetap memberitahukan identitas asli senjata.


Tidak banyak penempa atau pemain yang memberikan nama kepada senjata mereka, karena itu membutuhkan sebuah gulungan 'Contract Scroll'. Gulungan itu sudah seperti membuat kontrak antara pemain dan senjata, setelah selesai pemberian nama pada senjata akan memberikan sebuah skill pasif, aktif, atau bahkan unik pada senjata.


Kebanyakan orang yang mempunyai Contract Scroll menggunakannya pada senjata yang berlevel dan kualitas tinggi yang akan menemani mereka dalam waktu yang lama.


Ya, itu adalah item berharga yang dapat memunculkan sebuah skill kepada senjata.


"Enxi, tolong bayarkan!"


Enxi melihat harga rapier tersebut tidak terlalu mahal, hanya 200 Don. Dia memenuhi permintaan temannya dan membayarkannya rapier tersebut.


"Wah, arigathank gozaimuch Enxi, sini kecup dulu."


Zyste melompat girang dan memeluk temannya, lalu mengecup pipinya. Enxi terkejut, matanya terbelalak sambil memegang pipinya, wajahnya memerah.


Pemain laki-laki di sana melihat kemesraan kedua pemain perempuan tersebut, merasa diri mereka memang tidak pantas untuk dianggap sebagai laki-laki.


Wajar saja, dua pemain perempuan saling bermesraan di tempat dimana banyak pemain laki-laki melihatnya—lebih terlihat dianggap sebagai seekor nyamuk daripada laki-laki.


Ada banyak laki-laki disini, tapi kalian memilih bermesraan dengan sesama jenis dihadapan kami. Gumam mereka dengan wajah putus asa.


Setelah membeli senjata, Enxi menawarkan Zyste sebuah zirah dan perlengkapan lainnya seperti pelindung kepala, baju zirah, sarung tangan, dan sepatu. Tapi Zyste menolaknya karena tidak mau hutangnya semakin besar, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi berburu monster level rendah di Plain Outfield yang berada di utara.


Di dalam perjalanan ke tempat perburuan monster, mereka membicarakan tentang karakter masing-masing.


"Zyste, kamu sudah level berapa?"


"Masih level 1."


"Ha, kamu sudah bermain selama 10 jam dan masih level 1?"


"Ya maaf."


Enxi menggelengkan kepalanya—tak percaya dengan apa yang dikatakan temannya memanglah kebenarannya.


"Lalu, apa kelasmu?"


"Non-Class."


""Haaa....""


Mereka berdua menghela nafas panjang. Enxi menutup wajahnya dan melirik temannya dari lubang kecil. Dia tidak percaya dengan apa yang dilakukan temannya itu selama 10 jam bermain.


'Dia adalah salah satu pemain beta game ini dan kata ayah dia adalah pemain yang hebat di beta. Tapi, setelah melihatnya seperti, aku sedikit kecewa. Apa aku harus menunggu sedikit lebih lama untuk mengetahui kemampuannya?'


Lalu, mengalihkan pandangannya dari temannya ke senjata yang digantung di ikat pinggangnya.


'Itu adalah sebuah senjata yang bagus, aku berharap padamu untuk memberikanku penampilan yang memuaskan!'


***


"Kita sampai!!!"


Mereka tiba di sebuah padang rumput yang luas, udaranya bersih, anginnya sejuk dan langitnya cerah.


Banyak pemain pemula yang sedang memburu mob level rendah. Mob adalah sebutan monster-monster yang umum di RPG.


Mob dibagi menjadi beberapa level kesulitan. Common, Uncommon, Rare, Epic, Mini-boss, Mid-boss, dan Boss.


Common adalah level mob yang sering dijumpai di suatu tempat spawn monster misalnya goblin. Uncommon biasanya mob yang berevolusi satu tingkat dari Common misalnya Orc.


Lalu Rare, monster yang jarang dijumpai di suatu map atau tempat, misalnya Ogre. Epic juga monster yang jarang dijumpai seperti Rare tapi lebih susah untuk dicari, biasanya dalam satu wilayah hanya ada 1-2 monster Epic yang dapat ditemui, seperti Orc General.


Mini-boss adalah monster terkuat yang berkuasa di satu map dan hanya ada 1, Mini-boss memiliki ukuran yang lebih besar daripada mob lain, seperti Goblin King. Setelah terbunuh mereka akan spawn kembali setelah 2 jam.


Terakhir Mid-boss dan Boss, mob level ini hanya dijumpai dalam map tertentu atau dungeon. Seperti namanya, mid-boss berarti mob yang harus dilawan oleh pemain terlebih dahulu sebelum melawan boss nya.


Di Plain Outfield, tempat Zyste dan Enxi berada sekarang adalah tempat berkumpulnya mob level rendah, kisaran level 1 - 10.


"Zyste, aku akan memberimu kesempatan untuk bersinar disini, bunuhlah slime dan naikan levelmu sampai level 3. Setelah itu, kita akan pindah ke sebelah barat Plain Outfield."


Zyste menarik rapier dari sarungnya yang digantungkan di ikat pinggang. Melihat wajah temannya di samping kanan, lalu merespon dengan anggukkan pelan.


Dia berjalan ke satu slime merah yang sendirian dengan pelan, setelah jarak mereka semakin tipis. Zyste menusuk slime tersebut.


"Pfft!"


Enxi menertawakan temannya yang mencoba membunuh slime tersebut dengan serangan yang asal-asalan.


Heran kenapa slime tersebut tidak menghilang menjadi kepingan pixel, Zyste menarik rapiernya dan segera mundur ke belakang.


"Haa, kurasa ayahku salah tentangnya."


Enxi yang melihat dari jauh mengatai temannya lagi. Dia melihat temannya yang sedang melawan slime merah, lalu tersenyum jahat.


"Oh, sudah dimulai...."


Slime merah yang dilawan Zyste tiba-tiba melakukan pergerakan, tubuh kenyalnya itu menggeliat yang perlahan semakin besar.


Zyste mengambil langkah mundur dan semakin menjauh dari slime tersebut, tapi ketika slime tersebut berubah menjadi lebih besar dua kali lipat darinya, bagian tubuh kenyalnya menyerang Zyste dengan cepat seperti tentakel.


Zyste sempat menghindari serangannya dan berguling ke samping. Pemula yang sedang berburu slime biru juga dikagetkan dengan ukuran dari slime merah tersebut.


Di hari yang cerah di atas tanah padang rumput yang luas, seorang gadis berambut hitam dan sebuah slime merah jumbo sedang berhadapan.


"Nah, siapa yang akan memenangkan pertandingannya? Hihi."