
Pandangan sinis dari NPC di kota ditujukan pada seorang pemain gadis berambut hitam yang tengah menelusuri jalanan yang ramai. Dia mulai merasa tidak nyaman dengan sikap para NPC kepadanya, dan memikirkan kenapa mereka seperti itu.
Setelah 2 menit berpikir, dia menemukan jawabannya--itu karena pengurangan 100 poin virtue-nya. Seperti yang dibilang, status virtue akan mempengaruhi sikap NPC kepada pemain. Selain NPC, pemain lain juga dapat mengetahui berapa jumlah virtue dari pemain lain. Bagaimana mereka tahu? Itu dapat dengan jelas diketahui oleh sebuah kristal yang mengapung di atas karakter pemain.
Kristal itu adalah tolak ukur seberapa besar atau kecilnya virtue seorang pemain, dijelaskan hanya pemain saja yang memiliki kristal mengapung di atas mereka dan hanya terlihat oleh pemain lain. NPC tidak memilikinya, dan mereka juga tidak dapat melihat kristal tersebut, tapi mengapa mereka mengetahui bahwa pemain tersebut memiliki banyak atau sedikit virtue? NPC dapat melihat aura dari pemain, tergantung dari warnanya, mereka bisa menentukan apakah pemain atau NPC lain itu baik atau buruk.
Semisal contohnya aura gelap yang menandakan pemain atau NPC lain memiliki virtue negatif dan aura terang yang menandakan pemain atau NPC lain memiliki virtue positif. Tolak ukur warna juga terdapat pada kristal yang mengapung di atas pemain, gelap berarti negatif dan terang berarti positif.
Selang 5 menit kemudian, Zyste—nama yang Zia pakai di Ignisia Fantasy—memasuki sebuah toko tersembunyi di gang kecil yang diapit oleh dua bangunan bertingkat dua.
Kriing!!
Ketika dia mendorong pintunya, bunyi dari bel pun terdengar. Lalu, seseorang dengan suara berat mengucapkan "Selamat datang" dari balik pintu di belakang meja pembatas antara penjual dan pembeli.
Tempat ini adalah sebuah toko senjata, dapat dengan jelas terlihat oleh Zia senjata-senjata yang bertumpuk di masing-masing rak. Ada yang digantung di tembok di atasnya, ada juga yang digantung di atas pintu asal suara itu datang. Lalu, pintu itu terbuka dan muncul seorang pria botak berkulit coklat dan kekar—terdapat banyak sekali bekas luka sayatan di sekujur tubuhnya.
Pria itu melihat seorang gadis kecil berambut hitam berdiri di pintu masuk tokonya, menempatkan tangannya di dagunya sambil berpikir. Beberapa detik kemudian pria itu tertawa kecil.
"Pfft, apa yang sedang dilakukan seorang gadis kecil di tempat seperti ini? Bahahaha!!!"
Dari tawa kecil kemudian menjadi tawa terbahak-bahak, bahkan sampai mengeluarkan air mata karenanya.
"Haa, haa, cukup, cukup...."
Zyste melihat pria itu dengan jengkel, sampai dia mendecakkan lidahnya beberapa kali karena setelah ditatap sinis oleh NPC di jalan, sekarang ditertawakan oleh NPC yang penuh dengan bekas luka sayatan. Pria botak itu menghapus air mata tawanya dan mulai berbicara.
"Jadi, apa yang kamu lakukan di sini gadis kecil, kamu tersesat?"
"Tidak, aku datang ke tempat yang tepat. Aku datang hanya untuk melihat-lihat saja."
Pria botak itu tertegun mendengarnya yang kemudian mengangguk. Zyste mulai melihat-lihat senjata yang ada di toko itu—sudah hampir setengah jam dia melihat-lihat senjata yang ada di sana, namun masih belum membeli satu pun. Hal itu membuat pria botak kesal.
"Hei! Jika kamu tidak punya uang untuk membeli senjata, maka pergilah!"
Zyste mengabaikan kata-kata pria itu dan terus menatapi salah satu senjata yang mempunyai bilah pedang yang ramping dan ujung pedang yang tajam—sebuah Rapier. Sudut bibirnya terangkat ketika melihat rapier tersebut, lalu melihat ke pria botak tadi.
"A-ada apa??"
"Tidak apa-apa. Kalau begitu, aku pamit dulu."
Zyste berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, saat dia membuka pintu itu, pria botak berteriak.
"Tunggu dulu! Maksudmu, kamu tidak membeli apapun dan hanya melihat-lihat saja, begitu?!"
"Iya, aku yakin aku berkata seperti itu tadi."
Pria botak itu keluar dari konter mejanya dan berjalan dengan langkah berat ke arah pintu keluar toko. Dia meletakkan jari telunjuknya pada dahi gadis berambut hitam yang sedang berdiri memegang pintu keluar.
"Dengar! Aku akan memberimu senjata yang tadi kau lihat itu secara gratis!"
Wajah datar yang sedang dipasangnya berubah menjadi wajah gembira dengan mata besar yang berbinar-binar. Pria botak itu sempat terkejut dengan perubahan sikap gadis kecil di depannya.
"Ya! Kembalilah ke sini jika kau berhasil mendapatkan kelas Rapier."
Kelas di sini merupakan sebuah role seorang pemain dalam permainan RPG seperti Swordsman, Mage, Archer, Thief, Bard, Priest, dan lain-lain. Di antara kelas tersebut ada yang bertipe bertarung jarak dekat dan jarak jauh. Swordsman adalah salah satu kelas yang bertarung dalam jarak dekat menggunakan pedang dan Archer adalah tipe kelas yang bertarung jarak jauh yang memakai panah.
Di Ignia Fantasy, kelas dikategorikan menjadi empat macam, Bronze—kelas umum, Silver—tingkat lanjutan dari kelas umum, Gold—tingkat lanjutan terakhir dari kelas umum, dan Special—kelas unik yang didapatkan melalui quest tersembunyi.
Sebagai contoh untuk penjelasan di atas misalnya, seorang pemain memiliki kelas Swordsman yang kemudian setelah mencapai persyaratan tertentu dia bisa menaikan tingkat kelasnya ke tingkat Silver, dan untuk ke tingkat Gold juga pemain diharuskan untuk mencapai persyaratan tertentu saat di kelas tingkat Silver.
Kembali ke awal,
Zyste mendapatkan sebuah quest yang mengharuskannya menjadi kelas Rapier, kelas tersebut masih belum diketahui berada di kategori mana, karena selama tiga tahun game ini berjalan, belum ada yang pernah mendapatkan kelas Rapier. Mungkin bisa dibilang, kelas Rapier adalah salah satu dari kelas Special, karena Zyste mendapatkannya dari NPC.
'Rapier??'
Itu adalah sesuatu yang baru lagi bagi Zyste yang mana adalah seorang pemain BETA, dunia ini memang benar penuh misteri yang hanya sekadar dunia virtual. Pikirnya.
Lalu, panel transparan muncul di antaranya dengan lawan bicaranya.
----
Quest: Mendapatkan kelas Rapier.
Jenis Quest: Class Quest.
Kamu membuat Dayle kesal, dia melihatmu pergi seenaknya setelah melihat-lihat senjata di tokonya tanpa membeli satu pun. Dayle kesal dan marah, tapi dia berpikir bahwa kamu menginginkan sebuah Rapier di tokonya. Dia memutuskan untuk memberikannya secara gratis asalkan kamu menjadi kelas Rapier.
Tingkat: C
Kelas Rapier: 0/1
Clue: Carilah seorang pengemis di jalanan pasar kota kerajaan Kalheim dan bertanya mengenai kelas Rapier.
Reward menyelesaikan quest: Virtue +100, Dayle trust +20, Moon Rapier.
Gagal menyelesaikan quest: Virtue -20, Dayle trust -20.
----
"Baiklah, aku akan menjadi kelas Rapier dan membawa pulang senjatamu secara gratis!"
Zyste mengepalkan tangannya di antara wajah mereka, pria botak yang disebut Dayle mengangguk lalu mendorong Zyste keluar dari tokonya.
"『Quest diterima!』"