
Setelah log out, Zia melepas Head Gear VR di kepalanya, lalu melihat sebuah angka-angka di layar di depannya. 02:40:31.
Itu adalah waktu yang menunjukkan berapa lama pengguna bermain di dunia Ignisia Fantasy, selain itu sebenarnya ketika bermain game-nya di sudut kanan atas di setiap penglihatan pemain terdapat waktu di dunia nyata. Dan disampingnya adalah sebuah ikon anatomy tubuh manusia berwarna putih pucat—kemungkinan itu adalah indikator yang memberitahukan kondisi tubuh asli pemain.
Zia log out karena melihat ikon anatomy tersebut berubah menjadi warna oranye di bagian perut dan ada notifikasi muncul.
"『Tubuh anda dalam keadaan lapar. Kami menyarankan anda untuk segera menyelesaikan masalah tentang kesehatan tubuh anda di dunia nyata terlebih dahulu.』"
Begitu menurut sistem. Meskipun pemain dapat memakan dan merasakan rasa makanan di dunia virtual, tetapi itu tidak akan mempengaruhi tubuh asli mereka, dan sebaliknya.
VR Gear Capsule ini dapat mendeteksi setiap jaringan tubuh manusia yang sedang dalam dunia virtual. Jika Gear mendeteksi masalah dalam tubuh pemain, sebuah notifikasi akan langsung diberikan kepada pemain yang sedang berada di dunia virtual.
Zia membuka pintu Gear Capsule dan langsung rebahan di kasurnya.
"Guhaaa..."
Dia memeluk bantal guling di sampingnya dengan erat, dia kepikiran tentang kejadian dengan Kuroneko saat itu, lalu mengembungkan pipinya dan ....
"Sialan Kuroneko, kucing hitam sialan, graaaa!!!"
Setelah bantal, sekarang guling yang menjadi korban pelampiasan Zia. Setelah cukup lama melampiaskan kekesalannya kepada guling, Zia duduk tenang di lantai kamarnya sambil membuka laptopnya.
Dia sedang mencari berita tentang Ignisia Fantasy di internet lalu menemukan sebuah situs yang berisikan rekaman streaming dari para pemain lain.
Setelah melihat itu, Zia menyalakan TV di kamarnya dan beralih ke siaran khusus streaming Ignisia Fantasy, Ignisia-Live.
Ignisia Fantasy memiliki 2 channel siaran. Ignis News dan Ignisia-Live. Keduanya berbeda, Ignis News adalah siaran yang membahas tentang berita terbaru seputar Ignisia Fantasy. Sedangkan Ignisia-Live adalah siaran yang menayangkan streaming dari pemain profesional yang sedang melakukan raid yang diikutsertakan seorang komentator yang memberikan komentar terhadap streaming, kadang juga siaran ini memberi beberapa saran setelah streaming pemain selesai ditayangkan.
Ignisia-Live sebenarnya dapat langsung ditonton di situs resmi Ignisia Fantasy yang diciptakan oleh pengembangnya sendiri—Kooongo Inc. namun tidak memiliki komentator yang meramaikan sepanjang streaming berjalan.
Zia larut dalam menonton siaran Ignisia-Live yang menayangkan streaming pemain top di server Ignis yang sedang melakukan raid terhadap boss level 700 yang merupakan seekor naga bumi. Setiap permainan yang mereka lakukan dan kerja sama untuk mengalahkan boss tersebut membuat Zia berdecak kagum.
Sebelum akhirnya mencapai klimaks dari raid itu, tidak ada satu pun pemain yang mati dalam raid yang dipimpin oleh pemain top 1 di Ignis—Raven—yang bermain sebagai Paladin di garis depan.
Dengan adanya komentator yang membuat suasana raid semakin HYPE, ketika mereka membunuh boss-nya, komentator—bahkan hampir semua orang yang menonton streaming tersebut di TV maupun di web berteriak histeris.
Tidak lama setelah raid itu selesai, mereka melakukan wawancara kepada Raven di siarannya.
"Level tidak membuat kalian kuat, tetapi status lah yang membuat kalian kuat. Tidak peduli sekecil apapun level kalian, jika status kalian tinggi maka kalian dapat mengalahkan musuh yang berlevel lebih tinggi dari kalian."
Itu adalah ucapan terakhir dari Raven setelah di wawancarai, membuat beberapa pemain level rendah termotivasi untuk meningkatkan status mereka terutama para pemain yang berada di server Aveilheim yang mana kebanyakan adalah pemula.
Setelah wawancara selesai, Ignisia-Live menampilkan statistik dari raid tersebut. Ada sekitar 60 pemain yang ikut serta dalam raid tersebut, dan yang mendapatkan MVP adalah seorang karakter perempuan berambut pirang panjang dengan telinga dan ekor serigala—ras beastman.
————
MVP: Munna. Rating 9.7
Most Damage Taken: Raven. Rating 9.5
Best Damage Dealer: Munna. Rating 9.7
Best Support: Glitch. Rating 9.2
Contribution Rank:
Munna - 1 set perlengkapan kualitas Diamond (EDL Set), Rune Gem EDL x10, Raid point +5000.
Raven - Cronos Shield dan Cronos Sword, Rune Gem EDL x7, Raid point +4000.
Glitch - Rune Gem EDL x5, Raid point +3000.
Ounn - Rune Gem EDL x3, Raid Point +3000.
XDen - Rune Gem EDL x2, Raid point +3000.
6-40. EDL Coin (Gacha) x2, Raid Point +2000.
41-100. EDL Coin (Gacha) x1, Raid Point +1500.
100+. Raid Point +1000.
————
Catatan: EDL \= Earth Dragon Lord, kepanjangan nulisnya jadi disingkat aja :v
Data statistik ditampilkan sekitar lima menit dan dikomentari oleh komentator pastinya, mereka menyebutkan bahwa itu adalah streaming raid terbaik dan tersukses saat ini.
Sebelum siaran selesai, dua komentator itu memberikan sebuah link yang menuju ke situs resmi Ignisia Fantasy. Zia langsung membuka link tersebut di laptopnya dan masuk di sebuah situs forum Ignisia Fantasy Official.
"Hmm, aku harus log in dengan akun IF ku dulu baru bisa memakai semua fitur di sini, ya?"
Zia memasukkan ID dan Password akunnya di kolom log in yang terpampang jelas di tengah-tengah forumnya. Berhasil—nama akun di forumnya dan di gamenya sama. Setelah berhasil log in di forum, Zia berselancar menjelajahi forum tersebut sampai menemukan sebuah forum diskusi.
Ketika membuka bagian diskusi, topik para pemain di sana adalah tentang raid yang disiarkan di Ignisia-Live tadi. Zia ikut dalam diskusi berjam-jam sampai melupakan tujuan dia log out adalah untuk makan.
Jam sudah menunjuk angka 4 dan langit mulai berubah menjadi warna jingga, Zia menutup laptopnya dan melihat jam. Terkejut karena sudah jam 4 sore, dia bangkit berdiri dan berlari ke luar kamarnya.
"Aaaa, sial, aku keasikan chattingan di forum sampai melupakan waktu makan."
Zia mengambil kertas di bawah piring tersebut dan membacanya.
"Kakak pergi bermain bersama teman dan pulang malam. Ayam goreng ini milikmu."
Itu adalah sebuah pesan yang monoton dari kakaknya, setiap kali dia meninggalkan pesan pasti kata-katanya selalu sama.
Mengepal kertas itu lalu membuangnya ke tempat sampah di sampingnya, Zia mengambil sepiring nasi dan ayam goreng lalu membawanya ke kamar.
Selesai makan, dia mencuci piringnya dan kembali bermain.
Zyste—nama karakter Zia—berhasil log in ke Ignisia Fantasy, dia berada di tempat latihan memukul di Training Center.
Sebelum melanjutkan latihannya, Zyste melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Melihat apa yang dilakukan oleh gadis berambut hitam yang tengah berada di tempat latigan memukul, seorang NPC wanita berambut pirang keriting yang sedang duduk di bawah pohon di Training Center memerhatikannya.
NPC itu memakai perlengkapan zirah kulit lengkap dengan plate dada ringan, dan membawa pedang di punggungnya.
Zyste berlatih mengayun dan memukul target selama 10 jam dan statusnya naik, namun tidak dengan levelnya. Dia juga mendapatkan beberapa skill dan title setelahnya.
————
Sword Mastery I (Passive) (1.3%)
Serangan dengan menggunakan pedang bertambah sebanyak 2%.
————
Blunt Mastery I (Passive) (3.6%)
Serangan dengan menggunakan senjata tumpul bertambah sebanyak 2%.
————
Wooden Doll Maniac
Memukul Wooden Doll sebanyak 5000 kali dalam sehari, apa masalahmu?
Virtue +10, Str +10, Dex +5.
————
Sword Disciple
Mengayunkan pedang sebanyak 3000 kali dalam sehari, apa kamu gila?
Virtue +30, Dex +10, EP +50.
————
"Uwahh, aku mendapat dua skill pasif dan title yang lumayan!"
Zyste segera memeriksa statusnya dengan senyum lebar.
————
Nama: Zyste
Level: 1
Class: —
Virtue: 15 (Positive)
Status: Str 31, Agi 14, Int 12, Dex 33, Vit 17, Con 10.
Skill: Sword Mastery I (Passive), Blunt Mastery I (Passive)
Title: Hard-Worker, Wooden Doll Maniac, Sword Disciple.
————
"Umm, Dex dan Str sudah cukup. Karena aku akan menjadi kelas Piercer, kurasa aku harus menaikin Agi-ku juga agar serangan dan gerakanku cepat?"
Catatan: Rapier diubah menjadi Piercer. Lupa kemarin tak ingatin :(
Zyste mengangguk pelan dan keluar dari area Training Center setelah menyimpan pedang kayu kembali.
"Gila! Apa-apaan bocah itu... Dia berlatih memukul selama 10 jam tanpa henti? Apa dia manusia, haaa!?"
NPC berambut pirang keriting melemparkan botol minum berbahan kulit ke lantai dan bangkit berdiri menatap ke arah gadis berambut hitam pergi menghilang.
"Dia bocah yang menarik!!"
Matanya melotot sambil tersenyum lebar, dia menghela nafas dan berjalan ke area latihan memukul dan mengambil pedang kayu yang digunakan oleh gadis tadi dan mulai memukul orang-orangan kayu.