
Setelah pertemuan di taman, mereka pergi berjalan berkeliling kampus sambil berbincang-bincang. Di akhir tour kampus itu, Z bersaudara memberi mereka dua tiket untuk konser mereka berikutnya.
Sejujurnya, selama tour tersebut, Zed sang adik terus menatap Zia, entah apa yang dipikirkannya, dia menatapnya dengan intens sepanjang perjalanan. Zia membiarkannya seperti itu, tapi sepertinya di dalam hatinya dia ingin memukul orang itu.
Mereka berpisah di dalam gedung yang merupakan bangunan untuk kelas materi.
"Yah... Kukira aku akan membuatmu terkejut dengan bertemu dengan mereka. Tapi siapa sangka kamu sudah mengenalnya duluan, gzzz...."
Zia hanya memberikannya senyum tipis sambil menggaruk pipinya.
"Ah?"
Mereka berdua berhenti ketika melihat seorang laki-laki tinggi dan besar, dengan wajah yang familiar berjalan melewatinya.
Angel menyipitkan matanya serta tersenyum masam, sedangkan Zia terlihat sedikit terkejut namun ekspresi tetap datar.
"Oh?"
Sebenarnya sebelum mereka bertemu, Zia dan Angel sempat mendengar suara keributan. Dan ternyata mereka sedang meributkan seorang laki-laki yang sedang berjalan ke arah yang sebaliknya dari Zia.
Suara keributan itu berkali-kali menyebutkan nama seseorang yaitu Kaen. Kebanyakan suara itu datang dari para perempuan, yah mereka begitu terpesona dengan Kaen.
Ketika Kaen akan membuka mulutnya dan berbicara, Zia melototinya sambil menggelengkan kepalanya sedikit. Kaen yang mengetahui isyarat dari adiknya, tetap membuka mulutnya dan melihat ke belakang kemana adiknya melewatinya.
"Apa kalian mau ikut ke kantin?"
Di saat itu, Zia dan Angel sempat terkejut dengan kata yang keluar dari mulut Kaen. Namun, keterkejutan mereka itu hanyalah kesalahpahaman, karena Kaen tidak bertanya itu kepada mereka melainkan pada dua temannya yang berjalan di belakangnya.
"Oh tentu saja!"
"Mau dibayarin gak nih? Hahaha!"
Mendengar itu, Zia menundukkan kepalanya dan menggigit lidahnya dengan wajah merah padam.
'Ka-kakak kampret!'
Angel bernafas lega lalu tertawa kecil sambil menggoda temannya.
Setelah kejadian itu, ternyata di minggu pertama ini belum masuk ke dalam materi pembelajaran. Pada sore hari sekitar jam 3, mereka pulang bersama.
Di dalam mobil....
"Woaaa!!!!"
Angel berteriak setelah melihat kabar tentang pemeliharaan (maintenance) Ignisia Fantasy di forum melalui ponselnya.
"Ada apa?"
"Lihat ini." Ucap Angel menunjukkan ponselnya.
Disana tertulis pemberitahuan mengenai maintenance update patch terbaru untuk Ignisia Fantasy.
'Adventurer! Mohon maaf karena mengganggu waktu bermain kalian. Kami sedang melakukan pembaruan untuk Ignisia Fantasy dari Senin 15:00 - Rabu 15:00.'
Pihak game hanya menulis seperti itu saja, tanpa memberitahu apa yang akan diperbarui dan ditambahkan dalam Ignisia Fantasy yang membuat para player penasaran. Bahkan dari 3 tahun sejak Ignisia Fantasy rilis, mereka selalu menulis seperti itu setiap ada pembaruan patch baru.
Dan hasil dari setiap pembaruan patch tersebut selalu berhasil membuat para player Ignisia Fantasy terkejut. Dalam pembaruan kali ini, dengan waktu tunggu yang terlama, dua hari. Para player sangat berharap besar untuk patch kali ini yang setimpal dengan waktu yang mereka buang tanpa memainkan Ignisia Fantasy.
"Pembaruan kali ini sampai memakan waktu 2 hari?!! Yang benar saja...."
"Hahaha, terdengar gila. Kuharap mereka menyiapkan suatu perubahan yang gila."
Section Chat pada forum dipenuhi oleh obrolan tentang update patch, ada yang menanggapinya dengan biasa, ada juga yang mengeluh kesal karena update yang tiba-tiba.
"Cuy! Gue lagi lawan Frost Wolf tiba-tiba keluar anjay!"
"Hahaha!!"
Setelah melihat pemberitahuan tersebut, Zia menggenggam ponsel Angel dengan erat, wajahnya menjadi gelap dan menggeretakkan giginya.
"Zi-zia??"
Angel mencoba untuk mengambil kembali ponselnya, tapi genggaman tangan temannya itu sangat kuat. Lalu, Zia mengangkat kepalanya ke atas—dilihat dari sudut pandang Angel, mata temannya itu seperti berubah menjadi warna merah untuk seketika.
"Tidaaakkkkk!!!"
"?!!"
Zia berteriak sekeras mungkin, supir yang sedang mengemudi pun terkejut dan hampir kehilangan kendali mobilnya.
***
Setelah sampai di rumahnya, Zia langsung berlari menuju ke kamarnya dan mengurung dirinya di bawah selimut—tentunya sambil memukuli bantal kesayangan.
"Kenapa?!!!"
Dia hanya baru bermain beberapa hari tetapi harus menunggu kembali hingga update selesai 2 hari kemudian. Tentu saja baginya atau player yang baru bermain, hal tersebut akan membuat mereka kesal.
"Aku bahkan ketinggalan level!! Aaarhhh, bantal!!"
Dia melempar bantalnya ke lantai dan memukulinya. Sedang sibuk dengan hal itu, pintu kamarnya terbuka.
Kriekk...
"Oh?"
Kaen yang tidak sengaja melihat tingkah adiknya itu, langsung menutup pintunya lagi dengan pelan dan berjalan dengan wajah polos.
'Aku tidak melihatnya....'
Dua hari kemudian....
Setelah pulang dari kampusnya yang belum masuk ke dalam jadwal pembelajaran, Zia langsung pulang ke rumahnya sejam lebih awal daripada hari Senin.
Karena di pemberitahuan tersebut mengatakan update selesai pada hari Rabu, jam 3 sore tepatnya. Zia menjelajahi forum sambil menunggu update selesai.
Sudah hampir sejam sejak dia menjelajah forum, akhirnya waktunya telah tiba. Countdown dilakukan pada Forum Ignisia maupun Ignisia-Live.
Saat hitungan mundur mencapai detik ke-10, para player yang menunggu dan pembawa acara di Ignisia-Live memulai hitungan bersama.
Lalu, "3! 2! 1!! Ignisia Fantasy, dibuka!!!"
Dan, "Wuooohhhh!!!!"
Para player yang telah menunggu selama 2 hari bersorak ria, yang sedang di kamarnya, yang sedang berkumpul, dan lain-lain.
Satu menit setelah pembukaan kembali game, tercatat sudah lebih dari 50.000 player yang login termasuk Zia.
"『Login berhasil!』"
"『Selamat datang di Ignisia Fantasy, Zyste!』"