Ignisia Fantasy

Ignisia Fantasy
Z-Crypto Rune



Zyste sedang mencari sebuah tanaman obat yang terlihat seperti lavender, namun berwarna putih kekuningan, di daerah dekat dengan sungai.


Bagian timur setelah desa hancur itu terdapat sebuah sungai yang mengalir ke utara, disana adalah tempatnya banyak tanaman obat tumbuh.


"Hmmmm...."


Zyste melihat dirinya sendiri di pantulan air sungai yang mengalir dengan tenang. Dia membuat beberapa mimik wajah sambil merapikan rambutnya.


"Mungkin begini?"


Rambutnya yang sudah dirapikan kembali menjadi berantakan seperti awal setelah beberapa saat.


"Ignisia Logic..."


Meskipun NPC yang hanya program dapat berbicara layaknya manusia yang mempunyai hati dan pikiran itu tidaklah mustahil, tetapi ketika melakukan perubahan pada fisik karakter—malah gagal.


Zyste berdiri dan mengecek area sekitar untuk mencari sebuah tanaman obat seperti lavender.


Setelah 3 jam mencari dan matahari hampir tenggelam, namun tanaman itu masih belum ditemukan. Zyste duduk di tepi sungai merendam kakinya disana—sepatunya ia simpan di sebelahnya.


"Ahhh, aku lelah... Lagian, bukannya Jennet bilang untuk tidak membuang waktu? Lantas mengapa dia malah mengajakku kemari untuk bercerita lalu menyuruhku mencari tanaman sialan itu. Bukannya pergi berlatih saja...."


Dia melihat ke air yang tenang—hatinya pun ikut tenang, kemudian memejamkan matanya. Sungguh, semua ini terasa begitu nyata....


"Aku ingin hidup disini...."


Lalu, dia melihat sebuah cahaya kuning yang berkilau di dalam air ketika membuka matanya.


"Apa itu??"


Zyste beranjak dari air dan berdiri mencari cahaya kuning berkilau tadi. Setelah 10 menit, cahaya itu kembali berkilau.


Dia hendak untuk masuk ke dalam air—kemudian berhenti untuk berpikir sejenak.


"Jika aku masuk ke sana, apa pakaianku akan basah?? Hmm, aku percaya pada Ignisia Logic. Jika basah oke, jika tidak oke!"


Zyste masuk ke dalam air dan berjalan beberapa langkah ke tengah, bagian tepi air sungai tersebut hanya sampai tumitnya, lalu di pertengahan sebelum bagian tengahnya, ketinggian air mencapai hingga lututnya.


"Dimana benda berkilau tadi...."


Zyste sedikit membungkuk melihat ke dalam air, mencari sebuah benda yang berkilau. Lalu, beberapa menit kemudian menemukannya. Dia mengambil benda tersebut—yang ternyata adalah sebuah bongkahan kecil mirip kristal yang tidak terukir rapi.


Zyste memusatkan penglihatannya kepada bongkahan kecil itu dan sebuah panel transparan muncul di depannya.


————


Crypto Rune


Sebuah kristal yang langka, dapat memperkuat senjata pada karakter sesuai dengan levelnya dan akan berkembang terus seiring karakter naik level.


Perlu di identifikasi sebelum diaktifkan.


————


"Gem Rune! Terlebih lagi jenis Crypto, aku sangat beruntung, hore!"


Zyste melompat kegirangan di sungai membuat pakaiannya basah karenanya. Tapi dia tidak memperdulikan hal kecil itu untuk saat ini.


"Tapi aku masih belum tahu tingkat berapa yang kutemukan ini, setelah ke kota mungkin aku akan mencari seorang NPC dengan skill appraisal."


Zyste berjalan ke tanah, menyimpan Rune yang dia temukan di inventory lalu memakai sepatunya selagi mengeringkan pakaiannya yang basah.


"『Quest gagal!』"


"『Virtue -50, Jennet's trust -10』"


"Eh?! Ada batas waktunya?!!"


Zyste cukup terkejut karena notifikasi yang muncul memberitahunya kegagalan saat menjalani sebuah quest. Lalu, panel transparan lainnya muncul.


"『Anda mendapatkan quest baru!』"


————


Quest: Orc di dalam desa


Jenis quest: Penyelamatan


Jennet yang lama menunggumu berkeliling desa yang telah hancur, di sebuah lumbung dia menemukan beberapa orc yang sedang makan, para orc menyadarinya dan pertarungan dimulai. Jennet tidak bisa melawan 5 orc sekaligus, dia butuh bantuanmu!


Tingkat: C+


Ollie: 1/1


Reward: Exp +10000, Virtue +40, Don +200.


Quest gagal jika Jennet terbunuh atau tertangkap oleh para Orc. Penalty akan diberikan!


————


Zyste langsung berlari ke arah desa dengan dangat cepat—mengandalkan status Agi-nya yang baru saja ditambahkan sebanyak 20 poin—dari 18 menjadi 38—dan menyisakan 16 SP.


Dalam 10 menit dia tiba di desa yang hancur, dia melihat sekitar mencari sebuah bangunan yang mirip dengan lumbung, dan menemukannya di arah utara.


Dia sampai disana dan menemukan Jennet bertarung dengan 4 orc berkepala ****, seluruh tubuhnya berwarna merah muda dan membawa kapak besar sebagai senjatanya.


Satu orc sudah dikalahkan oleh Jennet dan hanya tersisa empat, tapi Jennet sudah cukup kelelahan untuk melanjutkan pertarungan. Genggamannya juga semakin melemah dan pandangannya mulai kabur karena HPnya yang tersisa 6%.


"Jennet!!!"


Zyste datang ke arahnya dengan kecepatan tinggi, memegang rapiernya yang siap menusuk lawan kapan saja.


"Zyste... Syukurlah...."


Zyste melompat ke udara—mendarat di antara Jennet dan para orc, dia berdiri menghadap empat orc di depannya. Melirik Jennet yang bernafas dengan berat.


"Mundurlah Jennet, pulihkan dirimu dulu. Biar aku yang menghadapi mereka."


"Tapi—"


"Cepatlah!"


"Tenang saja... Jika itu masalahnya, maka...."


Zyste melihat ke belakang dan tersenyum selebar mungkin, dia mengambil beberapa langkah mundur dan berhenti di samping Jennet. Menepuk bahu Jennet dan mengacungkan jempol.


"A-apa...?"


"Lari. Ayo lari."


Para orc mulai bergerak, mengangkat kapak mereka ke udara.


"AYO LARI!!"


Zyste menggendong Jennet seperti tuan putri dan melarikan diri dari para orc. Jennet yang sedang digendong memasang wajah datar melihat Zyste.


***


Mereka tiba di kota setelah melarikan diri dari desa hancur itu menaiki kereta kuda, supir saat itu yang melihat mereka berdua berlari seperti itu juga ikut khawatir dan memicu kudanya berlari dengan cepat—membuat guncangan di dalam kereta.


Terlepas dari ketidaknyamanan saat di dalam kereta, Zyste naik level menjadi level 17—hadiah menyelesaikan quest dan mendapatkan 200 Don tambahan, di inventory-nya sekarang dia memiliki total 300 Don.


Di perjalanan menuju ke mansion Jennet, Zyste meminta izin untuk pergi mencari seseorang dengan skill appraisal.


"Maaf, Jennet, bisakah aku pergi dulu mencari seorang appraisal?"


"Hmm, kamu mau mengidentifikasi sesuatu?"


"Iya."


"Aku mempunyai seorang appraisal di kediamanku, biar aku menyuruhnya untuk mengidentifikasikan barangmu."


"Oh benarkah? Terima kasih!"


Sesampainya mereka di kediaman Jennet, NPC berpakaian pelayan sekitar 20 pelayan—laki-laki dan perempuan—berjajar berseberangan, dari depan pintu masuk hingga ke ujung tangga menuju lantai atas.


"Selamat datang kembali, Countess."


Count atau Countess, sebuah gelar kebangsawanan eropa yang tingkatannya dibawah Marquis. Count atau Countess dapat disebut juga sebagai gubernur yang memimpin sebuah provinsi atau wilayah di suatu kerajaan.


Mereka membungkuk menyambut kedatangan majikan mereka, Sang Countess—Jennie Elietza atau akrab dipanggil Jennet.


Jika dia adalah Countess maka pasti ada Count—dengan kata lain, suami. Jennet, seorang rakyat biasa yang berhasil menjadi kapten pasukan kerajaan saat berumur 18 tahun.


Pada umur 20 tahun dia menikahi seorang Count muda dari keluarga Elietza atas, setelah menikahinya dia menyandang gelar sebagai Countess dan diberkahi nama Jennie Elietza oleh sang raja atas kontribusinya.


Count muda dari keluarga Elietza itu bernama Elric Elietza, seorang pemuda berumur 19 tahun yang tampan dan jenius, dia memiliki rambut perak dengan potongan bob dengan warna mata yang indah seperti sebongkah batu delima. Count muda itu sekarang sedang berdiri jauh diseberang Jennet—tepatnya di atas anak tangga ke-3.


Dengan senyuman yang menusuk hati para wanita, dia melambaikan tangan kepada istrinya yang baru saja kembali.


"Selamat datang, sayang."


"Heee, sejak kapan kamu bersikap seperti ini... Mas-ter."


"He-hentikan itu, kamu tidak perlu begitu di hadapan para pelayan dan tamu kita."


Elric melirik Zyste yang berjalan di belakang mengikuti Jennet. Lalu, Elric memberinya sebuah senyuman yang cerah nan terlihat ramah.


'Wow, such an affection. Sekarang aku tahu kenapa Jennet yang sikapnya terlihat begitu keras, bisa diluluhkan olehnya.'


Setelah itu, mereka sedikit berbincang-bincang di ruang tamu yang luas sampai Jennet menceritakan tentang Zyste yang menemukan sesuatu untuk di identifikasi.


Ternyata seseorang yang dimaksud Jennet yang bisa melakukan appraisal terhadap 'Unidentified Item' adalah suaminya, sang Count—Elric Elietza.


Zyste mengeluarkan Rune yang ia temui dan meletakkannya di atas meja di antara sofa empuk yang mengitarinya.


"Hmm, ini sebuah bongkahan rune yang bagus... Mari kita lihat isinya."


Elric mengambil Rune itu dan menggenggamnya erat. Dia memusatkan Mana yang mengalir di tubuhnya maupun di ruangan itu pada genggamannya.


"Appraisal!"


Telapak tangannya bercahaya, menutup seluruh bagian tangannya lalu perlahan meredup dan menghilang. Elric menyimpan kembali Rune itu di atas meja.


"Sudah selesai. Kamu bisa memeriksanya terlebih dahulu."


Elric tersenyum tipis, telapak tangannya gemetaran, dan berkeringat.


Zyste mengambil Rune miliknya yang sudah di identifikasi, lalu memusatkan pandangannya pada Rune.


————


Z-Crypto Rune


Sebuah kristal yang langka, dapat memperkuat perlengkapan pada karakter sesuai dengan levelnya dan akan berkembang terus seiring karakter naik level.


Mendapatkan skill pasif "Nightwatcher" dari Rune jika dipasang di weapon slot.


Mendapatkan skill unik "Advanced Luck" dari Rune jika dipasang di armor slot.


Mendapatkan Int +10, Dex +30 dari Rune jika dipasang di perlengkapan manapun. (Akan terus bertambah setiap karakter naik level)


————


"Wo-WOAAHHHH!! INI HEBAT!!!"


Zyste kaget lalu berteriak kencang setelah melihat penjelasan Rune di tangannya. Jennet dan Elric pun terkejut dan mata mereka terbelalak melihat Zyste yang tiba-tiba berteriak.


Zyste menyadari dirinya masih berada di kediaman Count Elietza, langsung menyumpal mulutnya.


Dia berkata pelan, "Maaf...."


Elric mengangguk pelan dan berkata, "Tidak apa." lalu meminta Zyste untuk melihat Rune yang sudah di identifikasi.


Jennet pindah duduk ke samping Elric lalu mereka melihat Rune itu bersama—berdua—secara mesra. Zyste tersenyum tipis melihat kedua pasangan itu, dan di hati terdalamnya dia berkata, 'Curse you both! Bermesraan di depanku, apa maksudnya hah?!'


""AHHH, INIIII!!!!!""


Sepasang suami-istri muda itu terkejut dan matanya terbuka sangat lebar begitu juga dengan mulut dan rahang mereka.