Idol Vs Mafia Sengklek

Idol Vs Mafia Sengklek
8



.......


.......


.......


Hari ini adalah hari kepulangan Mi Na cs dan sekarang mereka sudah berada dibandara untuk menunggu jemputan dari kakaknya.


" Mereka kemana sih lama banget " ucap Ya Na kesal.


" Tahu nih, ngarit dulu pasti " saut Li Na.


" Udahlah tunggu aja jangan rewel " saut Jung Na.


" Tapi kan lama ini udah hampir dua jam lo " balas Li Na.


" Eh iyakah ? mereka kemana ya ? " tanya Ji Na polos yang dibalas tatapan tajam oleh teman-temannya.


Sebelum yang lain kembali melontarkan kata-kata ajaibnya. Tiba-tiba handphone Mi Na berbunyi tanda panggilan masuk


" Diam dulu aku mau ngangkat telepon " ucap Mi Na menginterupsi.


" Halo ? "


"......... "


" Apa ? terus gimana gak ada yang terluka kan? "


"......... "


" Tentu "


" ......... "


" Hm "


Klik


Mi Na mematikan sambungan teleponnya lalu menatap kearah teman-temannya.


" Mereka gak bisa jemput " info Mi Na datar dan berlalu pergi mendahului teman-temannya.


Kenapa ? Ya karena dia males aja dengerin ocehan mereka pasti sebentar lagi akan terdengar teriakan serempak dari mereka.


" WHAT ? " suara teriakan serempak yang terdengar dari arah belakang.


Nah benarkan apa dia bilang, dan pasti akan terdengar gerutuan kesal dari teman-temannya


" Tahu gini kita gak usah nunggu " kesal Li Na


" Ya bikin kesel aja " dengus Jung Na.


Karena merasa teman-temannya tidak akan mempunyai niat untuk menyusulnya. Mi Na pun berteriak dari kejauhan.


" HEI KALIAN MAU PULANG GAK ? KALO KALIAN MASIH MAU DISITU AKU PULANG SENDIRI " teriak Mi Na dari kejauhan yang sontak membuat mereka segera menarik koper mereka kasar dan berlari menyusul Mi Na yang sudah mulai jauh.


...----------------...


Sesampainya dirumah.


" Capek banget gila " ucap Jung Na yang baru saja merebahkan dirinya disofa rumah.


" Iya capek banget " saut Ya Na.


"Udahlah mending kalian keatas mandi bau asem tahu gak " ucap Ji Na sambil menutup hidung.


" Oi kaca punya kaca gak ? " saut Tae Ya kesal.


" Gak " jawab Ji Na santai.


" Seberapa mahal harga kaca hah ? sampai gak bisa ngaca, perlu dibeliin biar bisa ngaca ? "ucap Tae Ya bersungut-sungut.


" Beliin aja sana " saut Ji Na menantang.


" Yak....." seperti dejavu suara Mi Na kembali terdengar menginterupsi pertengkaran mereka.


" Bacot mending kalian mandi! " ucap Mi Na datar.


" Aduh Mi Na sayang dedek tau hidup itu berat, tapi jangan sampai tekanan batin juga kali dedek kan jadi takut " ucap Ya Na ngelantur,yang mendapat tatapan sinis dari Mi Na.


" Hehehe piss canda cuy canda " ucap Ya Na cengengesan.


" Udahlah lagipula yang dibilang Mi Na itu benar lebih baik kita ke atas mandi dan beresin barang-barang kita " lerai Li Na.


" Iya " saut mereka lesu dan beranjak menuju kamarnya masing-masing.


...----------------...


Malam hari


Mina cs sudah berkumpul diruang tengah sambil menonton tv yang menanyangkan film kartun dengan tenang.


Bahkan Mi Na dan Ya Na pun duduk berdampingan. Jika kalian tanya kenapa mereka bisa akur ? jawabannya ya karena mereka sudah melupakan kejadian tadi.


Ya itulah mereka jika mempunyai masalah akan diselesaikan hari itu juga, setelah itu mereka akan melupakannya dan bersikap seperti biasa.


Saat mereka sedang asik menonton tv, tiba-tiba hp Ji Na berbunyi.


" Hallo "


"......."


" Mau apa lo ? "


"......"


" Ok, siapa takut "


"......."


" APA ? GAK BISA "


"......."


" LO NGANCEM GUE HAH!! "


"......."


" Hufft..ok gue terima "


"......."


" Bye"


Setelah itu ia pun mematikan sambungan teleponnya dan membantingnya ke lantai.


"Sial berengsek!!! " maki Ji Na yang mampu membuat semua orang mengalihkan perhatiannya pada Ji Na


" Ada apa sih ? " tanya Jung Na penasaran.


" Lalu ? ya tinggal terima aja bereskan " saut Jung Na.


" Bukan itu masalahnya "


" Lalu apa ? " tanya Li Na penasaran


" Si Alex mau Mi Na ikut dalam balapan ini kalau tidak...." Ji Na menggantung ucapannya


" Kalau tidak apa? " tanya Li Na penasaran


" Iya kalau tidak apa Ji Na ? Jawab jangan diem aja!! " geram Tae Ya


" Dia bakal ngadu ke kakak kita, kalau selama ini kita ikut balapan diem-diem tanpa sepengetahuan mereka " lesu Ji Na


" APA ? "kaget mereka


" Kamu gak bercanda kan " tanya Ya Na yang dibalas gelengan dari Ji Na.


" Sial mau dibantai tuh orang hah!! " ucap Ya Na berapi-api.


" Gak usah aku bakal dateng " saut Mi Na datar.


" Hah maksudnya ? " tanya Li Na


" Aku bakal ikut balapan itu " jawab Mi Na.


" Hah apa kamu bilang ? jangan bercanda deh ini gak lucu tau " ucap Tae Ya.


" Aku serius " jawab Mi Na dengan tampang serius.


" Tapi Mi Na gimana dengan kakak kita ? mereka pasti marah kita ikut balapan apalagi kamu " ucap Tae Ya.


" Iya Mi Na kamu tau sendiri kan gimana gak sukanya kak Suho kalau kamu ikut balapan " saut Ya Na


" Iya gimana kalau kita ketahuan ? " tanya Jung Na


" Kalau gitu kita tanggung hukumannya sama-sama " jawab Mi Na santai.


" Kamu beneran? " tanya Ji Na


" Hmm....lagipula aku gak mau kalian dipermalukan didepan orang seperti dia " ucap Mi Na


" Uuu so sweet " ucap mereka sambil memeluk Mi Na


" Bisa le..pas...gak..kk " ucap Mi Na sesak


" Hehehe sorry " saut mereka serempak.


" Udahlah ayo kita berangkat " ucap Mi Na.


" Let's go " ucap mereka semangat


...----------------...


Di tempat balapan


" Gimana dah lo hubungin si Ji Na itu lex? "tanya temannya Diego.


" Udah " jawab Alex.


" Lagipula gue gak sabar buat ketemu Mi Na lagi " timpal Alex lagi.


" Tunggu lo dah tau wajah si Mi Na itu ? " tanya Diegol penasaran


" Udah " jawab Alex singkat


" Kapan ? " tanya Diego penasaran.


" Sekitar satu tahun yang lalu " ujar Alex.


" Yang bener ? cerita dong " ucap Diego bersamangat


" Ok gue cerita " ucap Alex.


" Sebenarnya ini pertemuan yang cukup konyol. Waktu itu gue baru pulang dari balapan, tiba-tiba ada kucing melintas didepan gue yang buat gue banting stir dan akhirnya kehilangan keseimbangan dan jatuh .


Sebenarnya lukanya sih gak parah tapi ya lumayanlah buat gue gak bisa ngendarai motor gue. Dan saat gue bingung gimana caranya biar gue bisa pulang tiba-tiba ada cewek nolongin gue walau ngomongnya irit banget sih.


Kalau gak salah dia cuma ngomong gini


" Gak bisa jalan ? rumah lo dimana ? gue anterin " udah itu aja mana mukanya datar banget lagi lempeng kayak aspal jalan.


Karena waktu itu gue lagi kepepet ya gue terima aja tawaran dia. Akhirnya dia nganterin gue sampai rumah. Terus setelah sampai di rumah gue ucapin terimakasih kan ke dia dan cuma dijawab anggukan kepala sama dia dan pergi gitu aja.


Tapi sebelum dia hampir keluar dari pekarangan rumah gue, tiba-tiba dia berhenti dan bilang


" Lain kali hati-hati biar gak nyusahin orang "


terus dia pergi deh.


Sejak saat itu gue mulai cari tau tentang dia, ya jujur gue suka dia sejak pandangan pertama karena menurut gue itu dia agak lain dari cewek pada umummya.


Jadi itulah alasan gue ngajak balapan si Ji Na ya karena gue pernah satu sekolah sama Ji Na dan disitulah gue tahu kalo Mi Na teman dekatnya. Makanya gue selalu hubungin dia biar mau diajak balapan dengan harapan biar bisa ketemu temannya.


Tapi selama ini dia selalu nolak kemauan gue, padahal gue dah ngancem dia tapi tetep aja dia kekeh gak mau ngajak Mi Na.


Dan gak lama ini gue dapat berita dari kakak gue kalau ternyata mereka itu dilarang keras buat balapan, makanya gue gunakin info dari kakak gue buat ngancem mereka. Dan sekarang lihat berhasil kan " cerita Alex.


" Oo jadi ini gara-gara lo suka sama Mi Na ? "tanya Diego yang dibalas anggukan dari Alex.


" Dan jangan bilang lo mau nembak dia " tebak Diego.


" Yap tepat " jawab Alex.


" Tapi gimana kalo nanti dia nolak lo " tanya Diego.


" Ya gue bakal terima " ucap Alex.


" Yakk ! gak bisa gitu pokoknya kalo sampe dia nolak lo gue bakal aduin dia ke kakaknya biar tau rasa " jawab Diego.


" Lo jangan macam-macam, awas aja kalo lo aduin mereka ke kakaknya"ancam Alex.


" Ok tapi gue gak janji ya " ucap Diego santai


" Yak lo-- "


" Bos mereka dah dateng bos " ucap anak buahnya.


" Ok gue kesana " ucap Alex.


" Awas lo kalo itu beneran terjadi " ancam Alex dan berlalu pergi dati hadapan Diego.


" Maafin gue Lex tapi gue terpaksa ngelakuin itu karena lo udah gue anggep saudara gue sendiri, jadi gue gak mau lo sakit hati "


" Dan orang yang udah buat lo sakit hati harus ikut ngerasain yang lo rasain " gumam Diego lalu pergi menyusul Alex.


...TBC...