Idol Vs Mafia Sengklek

Idol Vs Mafia Sengklek
10



.......


.......


.......


Rumah Mi Na


Mi Na dkk sudah sampai didepan rumah mereka. Saat mereka membuka pintu rumah disitulah terlihat Suho dkk sedang menunggu dengan wajah yang tampak serius diruang tengah.


" Hai kak udah lama ya ? mau dibuatin kopi gak ? " ucap Ya Na polos yang membuat teman-temannya gemas ingin nampol.


" Ya Na tu kalo polos suka gak tau tempat ya " ucap Li Na pada Ji Na.


" Iya mbok polosnya itu disimpen dulu dilemari utawa diguwak nek dalan wae, ben gak metungul wayah ngene ki " ucap Ji Na menggunakan bahasa daerah. Emang ya Ji Na itu kalo lagi tertekan jiwa cinta bahasa daerahnya suka muncul .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Translate ke bahasa Indo


" Iya kalau bisa polosnya disimpen dulu dilemari atau dibuang dijalan aja, biar gak muncul diwaktu begini "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Lah betul itu " ucap Li Na membenarkan.


" Ekhmm...udah ngomongnya ? " tanya Suho datar karena mulai jengah melihat kelakuan teman adiknya.


Sedangkan Mi Na cs hanya mampu terdiam menanggapi pertanyaan dari Suho.


" Sekarang kakak tanya siapa yang jadi dalang dari semua ini ? " tanya Suho serius yang hanya dibalas dengan keheningan dari ke enam yeoja itu.


Karena merasa geram dengan keterdiaman mereka Jung Ki pun segera mengeluarkan suaranya.


" Kalo ditanya itu dijawab jangan diem aja ! " bentak Jung Ki yang membuat Mi Na cs mengangkat tangannya serempak.


" AKU !! " jawab mereka serempak tanpa berani menatap mata kakak-kakak nya.


Sedangkan Suho cs hanya dibuat terdiam oleh tingkah laku mereka. Jujur saat melihat adiknya mau mengakui kesalahan ada sedikit rasa bangga pada hati mereka karena bagaimanapun mereka sudah berani bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah mereka buat.


Mereka juga salut dengan kekompakan adik-adiknya, meski mereka sudah tahu yang bersalah disini hanya satu orang tapi adik-adik mereka tanpa ragu mengakui bahwa kesalahan itu adalah perbuatan mereka bersama.


Entah mereka harus sedih atau senang melihat tingkah laku adik-adiknya.


Tapi walaupun begitu mereka tetap harus diberi pelajaran agar jera. Bukan tanpa alasan mereka melarang adik-adiknya untuk balapan, tapi itu karena mereka sangat menyayangi adik-adiknya.


Terlebih lagi mereka adalah seorang perempuan sekaligus keluarga satu-satunya bagi Suho cs jadi sudah sepantasnya Suho cs menjaga adiknya .


" Baiklah kakak senang kalian mau mengakui kesalahan tapi kalian tetap harus dihukum " ucap Dong Wook dengan berat hati.


Hei walau mereka ini mafia kejam tapi mereka juga punya hati yang lembut bagai hello kitty.


Ehm.. Sepertinya itu terlalu berlebihan tapi intinya mereka sangat menyayangi adiknya sehingga ada rasa tidak tega jika harus menghukumnya.


" Kalau itu dapat mebuat kalian memaafkan kami maka lakukanlah " ucap Tae Ya tenang mewakili teman-temannya.


Suho yang melihat itu hanya menghembuskan nafasnya kasar sebelum kembali melanjutkan ucapan Dong Wook.


" Hufft hukumannya adalah---"


" Kalian harus keluar dari rumah ini tanpa boleh membawa sepeser uang pun selama dua minggu " ucap Suho dengan berat hati yang membuat Mi Na cs menatap kearah kakaknya dengan tatapan tak percaya.


" Apakah kami akan pergi sendiri tanpa adanya bodyguard ? " tanya Li Na memastikan.


" Ya "ucap Suho lesu.


Namun bukan reaksi sedih yang dia dengar melainkan sorakan gembira dari adik dan juga teman-temannya.


" HOREE !! " teriak Mi Na cs serentak.


" Kita diusir kita diusir hore " ucap Ji Na dengan nada seperti anak kecil mendapat permen.


" Kita bebas...bebas...bebas "saut Jung Na sambil lompat-lompat.


"Yee kita minggat....horee aku pemenang dan kau pecundang " saut Mi Na girang yang membuat Suho cs menjatuhkan rahangnya tak percaya.


Bagaimana tidak apa-apa ini ? bukan reaksi ini yang Suho cs harapkan, seharusnya reaksi sedih dengan wajah bersalah tapi kenyataan mereka justru sangat senang seperti baru memenangkan lotre.


Mau heran tapi itu adik mereka yang sudah diragukan keutuhan otaknya sejak kecil. Fix adik mereka hanya memiliki kewarasan 1 kilo kurang 1 ons atau tidak penuh sama sekali pikir Suho cs.


"Jadi kapan kita akan diusir? " tanya Ya Na


" Besok pagi " saut Hyun woo.


" Yah kenapa tidak sekarang ? " tanya Li Na sedih.


" Mau bagaimanapun kalian itu perempuan mana mungkin kami mengusir kalian malam-malam begini " jelas Sun woo.


" Kalian akan pergi besok jadi sekarang kalian pergi kekamar dan istirahat " perintah Siwon.


" Baiklah " ucap mereka serempak dan bergegas pergi kekamar mereka masing-masing


Melihat kepergian adiknya Suho cs hanya mampu menghela napas.


"Aku heran mereka diusir dari rumah gak ada susah-susahnya " ucap Siwon menggelengkan kepalanya.


" Iya mereka diusir dari rumah kayak mau tamasya ke kebun binatang heran seneng banget " timpal Sun woo.


" Sudahlah biarkan saja jika mereka menikmati hukumannya "


" Bukannya bagus ? Lagipula kita tak perlu merasa bersalah dengan begini"ucap Suho.


" Benar-benar adik yang langka perlu dilestarikan"


" Punya dosa apa gue dulu sampai punya adik seperti mereka " ucap Hyun woo.


" Sudahlah ayo kita tidur juga " ajak Jung Ki.


" Hmm " ucap mereka serentak dan melenggang pergi.


...----------------...


Keesokan harinya


Mi Na POV


Hari ini adalah hari dimana aku dkk akan mendapat kemerdekaan kami. Kenapa aku bilang begitu karena kami akan diusir dari rumah hore......!!!


Ok kita tunda dulu senang-senangnya. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa kami sebahagia ini karena diusir dari rumah ?


Jawabannya adalah karena kami itu udah muak yang namanya pergi dengan pengawasan ketat, apalagi kami selalu dikekang tak boleh begini,tak boleh begitu dan lain-lain.


Jadi saat kami mendapat kesempatan untuk bebas dari semua itu sudah pasti tidak kami sia-siakan dong. Jadi itulah alasan kami.


Baiklah sekarang ini aku dkk sedang berada di ruang tengah untuk menunggu acara pengusiran kami.


" Perasaan lama banget sih jadi diusir apa nggak sih? " geram Tae Ya.


Sedangkan aku hanya menggedikkan bahuku tanda tak tahu. Tak berapa lama Suho cs pun datang menghampiri kami.


" Gimana kak kapan kita bisa diusir ? " tanya Jung Na berbinar.


" Hufft..kalian bisa angkat kaki dari rumah ini sekarang juga " ucap Siwon dengan berat hati.


" HOREE " sorakku dkk serempak.


" Yaudah kita pergi dulu ya kak bye"ucap Li Na dan melenggang pergi diikuti Ya Na, Tae Ya, dan Jung Na meninggalkan aku dan Ji Na sendiri.


Setelah mereka pergi Ji Na pun memutuskan untuk berpamitan.


" Aku pergi dulu ya kak tenang aku dkk bisa jaga diri jadi kalian gak perlu khawatir"ucap Ji Na pada Kak Sun woo dkk.


" Tolong jaga mereka ya " ucap Kak Sun woo sambil mengelus kepala Ji Na yang dibalas anggukan oleh Ji Na.


" Kemarin aja ngusir sekarang mau pergi ditangisi ckck "


" Katanya Mafia tapi kok lembek banget " sautku tiba-tiba yang langsung mendapat tatapan tajam dari Suho cs.


" Itu mulut gak pernah disekolahin ya ? pedes banget " saut kak Hyun woo.


" Udahlah jangan mulai lagi deh nanti aku sama Mi Na gak jadi pergi nih "


" Yaudah aku pergi dulu bye " ucap Ji Na sambil melenggang pergi.


Jika Ji Na pergi lain dengan diriku yang masih berdiam diri dihadapan Suho cs tanpa berniat untuk beranjak sedikitpun.


" Kamu gak pergi ? " tanya Suho.


" Hufft..aku pergi kak jaga kesehatan " ucapku pergi yang membuat Suho cs terkejut.


Bagaimana tidak Mi Na yang biasanya bicara kasar bisa jadi sehangat ini. Baru juga mereka ingin memuji Mi Na, tiba-tiba dia sudah berhenti dan berkata.


" Oh ya jika selama dua minggu ini aku melihat anak buah kakak yang mengawasi dari jauh, maka aku tidak segan-segan mematahkan tulang mereka " ucapku dingin dan berlalu pergi.


MI NA POV END


...TBC...


Hai semua gimana bonus partnya berarti aku dah nepatin janji ya jangan lupa like dan komen ya biar aku semangat upnya. Dukung terus karya author ya see u next time😊 sampai jumpa di part selanjutnya.