
.... ...
.... ...
.... ...
"Jadi salah siapa sebenarnya hah ? " tanya Jung Na kesal.
" Sudahlah ini salah kita semua, jadi lebih baik kita cepat menjalankan hukuman ini agar kita bisa pulang " putus Ji Na yang dibalas anggukan dari semua.
Mereka pun memilih ikut berbaris seperti army yang lain. Jika adik-adiknya sedang menjalankan hukuman dengan tidak rela, lain dengan kakak-kakaknya. Mereka malah sibuk merayakan kemenangan mereka.
" Aku merasa kasihan pada mereka " ucap Jung Ki.
" Biarkan saja, agar mereka tahu bahwa orang yang bekerja di dunia hiburan itu sebenarnya bukan berwajah dua, tapi mereka hanya diminta untuk menjalankan tugas " jelas Hyun woo.
" Sudahlah, ayo kita rayakan ini bersulang " ucap Suho.
" Bersulang!!!! " seru mereka.
Kembali ke Mina cs, mereka saat ini sedang menunggu giliran untuk bertemu member BTS.
Hingga akhirnya tibalah saat untuk Jung Na bertemu Jungkook.
Saat Jung Na sampai di depan Jungkook.
' Ini ilustrasi Jungkook '
' Ah bagaimana caraku memulainya, masak aku langsung memakinya ? apa aku minta izin dulu ya ? Ah baiklah aku akan minta izin dulu ' batin Jung Na.
" Emm, sebelumnya aku ingin minta maaf, aku tak bermaksud apa-apa aku hanya ingin menjalankan hukuman saja " ucap Jung Na sambil menunduk dan hanya mendapat pandangan bingung dari Jungkook.
" Hufft "Jung Na pun mengangkat wajahnya.
" Dasar kau Jungkook, playboy cap kadal, sok ganteng, sok tebar-tebar pesona, apa kau tak tau wajahmu itu tidak lebih baik dari cacing besar alaska di spongebob tau gak ? " ucap Jung Na.
" Hah ? apa kau bilang ? "
" Tadi kau minta maaf, sekarang kau memakiku mau mu apa hah ? " tanya Jungkook kesal.
Ia tak habis fikir saja dengan kelakuan manusia tak berbentuk didepannya yang bernama wanita. Ia heran tadi gadis itu baru saja meminta maaf padanya dan sekarang ia malah memakinya. Sebenarnya apa salah Jungkook ?.
" Ah sudahlah aku hanya ingin bicara itu saja bye " ucap Jung Na sambil meninggalkan Jungkook untuk bertemu member lain.
Jungkook pun hanya dibuat cengo olehnya.
' Saat bertemu denganku saja ia seperti singa betina yang kelaparan, tapi saat bertemu member lain ia berubah menjadi kucing yang menggemaskan. Aku heran dengan jalan fikirnya. Awas saja kau jika aku bertemu denganmu lagi maka akan ku beri pelajaran kau ' batin Jungkook.
...----------------...
YA NA POV
Aku akan menjalankan hukumanku saat ini. Jadi aku harus menghampiri orang bernama Jin tomang itu terlebih dahulu. Tapi dimana dia ? ah itu dia.
' Baiklah hukuman akan dimulai, fighting !!! ' batinku.
" Hei kau " ucapku sambil menunjuk tepat pada wajah Jin.
Sedangkan Jin ia hanya merespon ucapan Ya Na dengan wajah yang tak elit sama sekali, yaitu dengan mulut menganga dan mata membulat.
' Kurang lebihnya kayak gini ya '
" Iya kau, kau tau tidak wajahmu itu seperti perempuan tau. Kau itu tak pantas disebut laki-laki dengan wajah cantikmu itu " sarkasku.
" Yak ! aku tau aku cantik tapi kau tak perlu menghinaku. Ooo aku tau kau pasti iri dengan kecantikanku iya kan? " ucap Jin.
" Yak ! kenapa aku harus iri denganmu hah ?wajahmu itu tak lebih cantik dariku " ucapku percaya diri.
" Mana ada wajah sepertimu itu cantik ? Jelas-jelas aku yang lebih cantik, maka dari itu kau iri denganku kan ? " balas Jin tak kalah sengit.
" Dasar laki-laki jadi-jadian, lebih baik kau rubah saja namamu menjadi Jinni, atau kau ikut saja jadi banci lampu merah, itu lebih cocok dengan wajahmu " makiku tak terima.
" Dasar gadis tak dikenal, aku ini namja tulen, bukan banci lampu merah tahu " bela Jin.
" Terserahlah apa katamu, yang penting bagiku kau tetap lelaki abal-abal bye " ucap Ya Na sambil meninggalkan Jin.
" Yak dasar ular berbisa, kembali kau awas jika aku bertemu denganmu lagi ! " teriak Jin kesal.
' Ah, akhirnya selesai juga, tapi laki-laki tadi sepertinya sangat kesal. Entahlah aku tak peduli yang penting hukumanku sudah berakhir ' batin Ya Na dan lanjut meminta tanda tangan pada member lain.
YA NA POV END
...----------------...
Disisi lain
' Kenapa aku harus terjebak ditempat ini ?. Ah sudahlah aku harus segera menyelesaikan hukuman ini ' ucap Li Na dalam hati.
Sesampainya Li Na didepan Hoseok.
'Jadi Hoseok kayak gini '
Li Na langsung menjalankan aksinya.
" Hei kuda ! " sentak Li Na yang dibalas dengan tatapan Hoseok bingung.
" Kau itu tak pantas jadi idol, wajahmu itu lebih mirip dengan kuda daripada manusia tahu gak ? "
" Sudahlah kau mundur saja jadi idol, dan ganti pekerjaanmu dengan menjadi pawang kuda, pekerjaan itu lebih bagus untuk tampang sepertimu daripada jadi idol " sinis Li Na.
" Hei kau ! aku tau aku ini tak setampan member lain. Tapi aku ini manusia bukannya kuda "
" Dan apa kau bilang ? aku lebih pantas jadi pawang kuda ? "
" Kau saja yang jadi pawangnya aku tidak mau "
" Apa kau bilang dasar kuda sialan " marahnya.
" Hufft...aku tak punya waktu untuk berdebat denganmu, jadi kali ini aku melepaskanmu "
" Tapi jika kita bertemu lagi habis kau ditanganku " ancam Li Na sambil berlalu pergi.
Sedangkan Hoseok dia hanya memandang Li Na dengan kesal. Ia tak habis fikir kenapa ada wanita bar bar seperti dia.
' Sudahlah, lebih baik aku fokus pada army yang lain ' batin Hoseok.
...----------------...
JI NA POV
Aku sudah sampai didepan orang bernama Taehyung. Aku bingung bagaimana cara memulai ini semua.
" Ah bagaimana ini ? bagaimana jika aku gagal ?bagaimana jika mobil itu benar-benar di hancurkan oleh kak Sun woo ? " frustasi Ji Na.
Saat aku sedang memikirkan nasib mobilnya, tanpa sadar air mataku pun menetes. Jujur aku tak rela jika mobil itu dihancurkan.
Saat aku menangis aku mendengar sesuatu. Dan saat aku mendongakkan wajahku, ternyata itu Taehyung.
Ia mengejekku dengan pura-pura menangis mengikuti gayaku. Entah kenapa saat melihat Taehyung mengejekku rasa sedihku berganti dengan amarah yang seketika datang.
" Hei Alien ! kenapa kau mengejekku hah ? "
" Dasar tak tau diri wajah pas-pasan saja sok keras " ucap Ji Na kesal.
" Yak ! aku hanya ingin menghiburmu agar kau tak menangis lagi "
" Kenapa sekarang kau malah memakiku ? " kesal Taehyung.
" Apa menghiburku? dengan wajah jelekmu itu hah ? "
" Hei dengar, wajahmu itu abstrak. Bahkan jika kau menghibur anak kecil dengan wajah abstrakmu itu, anak itu takkan diam tapi akan tambah menangis tau gak ? " ucap Ji Na kesal.
Taehyung pun marah, ia memandang tajam pada Ji Na.
' Kurang lebih kayak gini lah '
Dan Ji Na pun ikut memandang Taehyung dengan tajam. Dan terjadilah acara saling menatap tajam bersama Taehyung dan Ji Na.
Merekapun masih tetap pada posisi saling menatap, sampai suara deheman yang cukup keras berhasil memutuskam kontak mata mereka.
" Ehem...apa kegiatan saling menatap kalian sudah selesai ? " tanya seseorang dengan dingin.
Taehyung yang mendengar pernyataan dari orang itupun lantas menolehkan kepalanya menghadap orang itu dan memberikannya tatapan yang tajam.
Namun ternyata orang itu sama sekali tak takut. Justru ia malah memberikan tatapan datar pada Taehyung. Taehyung yang mendapat tatapan datar dari orang itupun langsung memalingkan wajahnya.
' Uhh, dia menyeramkan sekali aku tak ingin berurusan dengannya lagi ' batin Taehyung takut.
Ji Na yang melihat Taehyung ketakutan pun lantas menoleh untuk melihat orang yang telah membuat seorang Taehyung ketakutan.
Dan ternyata itu Mi Na, ia sedang menatap datar kearahnya.
" Eh Mi Na, ada apa? " ucap Ji Na agak takut.
" Bisakah kau jalan kakiku sudah pegal " ucap Mi Na datar.
" A..hah, tentu saja aku juga sudah selesai dengan makhluk luar angkasa ini " ucap Ji Na sambil menunjuk Taehyung.
Sedangkan Taehyung ia bahkan tak berani menoleh sedikitpun karena ia masih sayang nyawanya.
Daripada ia mati ditangan serigala bernama Mi Na lebih baik ia diam saja.
" Tunggu apa lagi ? " ucap Mi Na menaikkan alisnya.
" Ah iya aku duluan ya ? sampai jumpa " ucap Ji Na bergegas pergi.
' Hufft menyusahkan saja ' batin Mi Na memijat pelipisnya pelan.
Setelah Mi Na mengatasi pertengkaran antara Ji Na dan Taehyung yang tiada habisnya, ia pun beralih menghampiri Suga untuk melaksanakan tugasnya.
" Hei kau manusia pucat ! apa yang kau lakukan ? " datar Mi Na.
"Emm...bukankah army suka jika aku terlihat imut " ucap Suga sambil beraegyo.
' Suga kayak gini ya '
" Imut apanya ? kau itu lebih mirip dengan mayat hidup jadi tidak ada imutnya, tapi malah menyeramkan tahu " sarkas Mi Na.
" Yak ! aku sudah bersikap baik padamu, kenapa kau malah membentakku ? " ucap Suga kesal.
" Lagipula kau itu perempuan tapi seperti preman saja " timpal Suga lagi.
" Mending aku preman dari pada kau " tunjuk Mi Na pada Suga.
" Makhluk putih, pucat, pendek, gendut, tak punya mata lagi " maki Mi Na lancar.
" Yak kau ! " ucap Suga sambil menunjuk Mi Na.
" Apa ? "
" Sudahlah bicara denganmu tak berguna, aku pergi saja.
" Selamat tinggal manusia putih tak berbentuk " ledek Mi Na sambil meninggalkan Suga.
Sedangkan Suga, Ia hanya menatap kepergian Mi Na.
' Gadis yang cukup menarik ' batin Suga.
...TB**C...
Hai semua author up lagi nih gimana chapternya bagus gak ? Jangan lupa like dan komen ya see next part😊**