
.......
.......
.......
Jika Mina cs melarikan diri lain dengan anak buah dari Suho, mereka tampak setia menunggu adik dari bos nya melarikan diri.
Saat Mina cs sudah tak terlihat mereka baru sadar kalo mereka dibodohi.
" Loh ketua ? itu nona sudah pergi menjauh "
" Kita kan harus membawa pulang nona dan teman-temannya " ucap salah satu dari mereka.
" Lah iya ya kita ngapain disini ? "
" Kalian juga mau aja dikerjain sama anak kecil " sembur ketua mereka yang membuat anak buahnya cengo mendengar ucapan ketuanya.
" Tap-- "
" UDAH JANGAN BANYAK BACOT CEPAT BERGERAK " ucap sang ketua membuat anak buahnya lari terbirit-birit mengejar nonanya.
Sepertinya mereka melupakan sesuatu.
Oh iya mereka lupa tentang pasal perundang-undangan ketua mereka bahwa :
Ketua selalu benar
Anggota selalu salah
Anggota tidak punya hak untuk melawan ketua
Anggota harus menurut apa kata ketua
Jika ketua salah maka kembali ke pasal satu
Dan melalui perundang-undangan yang dicetak oleh ketua sendiri maka anggota tidak bisa berbuat apa-apa, dan mereka pun hanya pasrah mengejar target mereka.
Flashback Of
" Jadi gitu ceritanya " ucap Jung Na serius.
Sedangkan yang diajak bicara justru tertidur.
" Lah malah tidur mereka "
" Dikata gue lagi ngedongeng apa gimana ? ditinggal tidur " sungut Jung Na kesal.
" Hahahha sabar ya mungkin ini cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa wkwkwk " saut Lina sambil tertawa terpingkal-pingkal.
" Cobaan-cobaan, lo kata azab pakai cobaan segala gue timpuk tahu rasa lo ya ! " balas Jung Na kesal.
" Eitss...adik gak boleh ya bilang kasar kayak gitu siapa yang ngajarin hah ? " tanya Li Na berkacak pinggang.
" Itu..kak.... tante yang ajarin " tunjuk Jung Na pada Ya Na sambil menunduk takut.
" Loh kamu kok nuduh tante sih ? "
" Tante gak suka ya kalo kamu nakal, sini ikut sama tante biar tante ajarin jadi anak yang baik "
" Sini ikut sama tante " ucap Ya Na sambil berlagak jadi mak-mak sosialita.
" Ih gak mau tante, adik gak mau ikut tante " timpal Jung Na dengan nada anak kecil.
" Udah sini ikut tante, nanti kita ketemu om " tarik Ya Na.
" Gak mau tante "
" Harus mau "
" Ga-- "
" Bisa diem gak sih bacot amat " saut Ji Na sambil menatap tajam ke Ya Na.
" Kenapa lihat tante kayak gitu ih, alemong " ucap Ya Na memalingkan wajahnya.
"Jijik tau, dasar tante girang " saut Ji Na.
" Kenapa mau juga ikut sama tante, ayo sini ikut sama tante " saut Ya Na genit yang membuat Ji Na bergidik ngeri.
" Dasar lo ya tante kur--"
" Bacot bisa diem gak sih " saut Suga yang sudah terbangun dari tidurnya.
Membuat Ji Na dan Ya Na langsung terdiam. Sedangkan yang lain hanya mampu menatap kearah Suga dengan keadaan cengo.
Bagaimana tidak seorang Suga, yang biasanya lebih memilih tidur daripada mengurus alam sekitar, sekarang justru bangun lebih dulu untuk menghentikan perdebatan antara Ji Na dan Ya Na.
" Tumben banget tu anak bangun, mimpi buruk kali ya ? " bisik Tae Ya
" Iya, mimpi dikejar banci kali makanya bangun " saut Lina.
" Lah emang Suga takut sama banci ?sangar-sangar kok takut banci " saut Ya Na lirih namun masih bisa didengar Suga.
" Ngomong apa lo hah, gue takut banci iya? " tanya Suga datar.
" Enggak kapan gue ngomong gitu " kilah Ya Na.
" Alah gak usah ngeles deh lo, kayak bajaj aja " sinis Suga.
" Santai dong gak usah ngegas " saut Mi Na mulai jengah melihat pertengkaran didepannya.
" Ngapain lo ikut campur hah ? "
" Kalo lo gak mulai gunain omongan lo yang kasar itu ke temen gue gak bakal gue ikutan "
" Serah gue lah itu bukan urusan lo "
" Jelas urusan gue lah, dia itu temen gue "
" Minggir lo atau..."
" Atau apa ? lo mau apa hah ? " ucap Mi Na sambil berjalan mendekati Suga dan menatapnya sinis, begitupula dengan Suga.
Namun tatapan itu buyar saat terdengar suara teriakan seseorang.
" STOP!!! " teriak Li Na yang mampu memutuskan kontak mata antara Mi Na dan Suga.
" Ayah, ibu jangan bertengkar....adik cuma minta permen susu milkita, ini permen susu mahal " ucap Li Na sambil memegang permen milkita yang entah darimana dia dapat.
Sedang Mi Na dan Suga hanya menatap dengan wajah yang datar .
" Waras ? " datar Mi Na
" Ya ampun mama aku waras kok buktinya aku masih disini bersama si mungil milkita " ucap Lina sambil melihat permen tersebut dengan wajah berbinar.
" Kelainan ni anak " saut Suga sinis
" Ih papa kok jahat sih sama adek, gak like ya " cemberut Li Na.
" Gak sudi gue jadi papa lo " saut Suga sadis.
" Kejam " ucap Lina semakin cemberut yang dibalas dengan lirikan sinis dari Suga.
" Hehehe " cengir Li Na.
" Hoamm " suara Hoseok yang terbangun dari tidurnya.
" Oh...masih hidup ? " saut Suga sadis.
" Yak hyung tentu saja aku masih hidup " balas Hoseok tak terima.
" Lalu siapa tadi yang ingin mati hah ! " sadis Suga membuat Hoseok berkaca-kaca.
" Huaaaa.....hyung jahat, tega sekali denganku hua.......aku tidak ingin hidup lagi huaaa..." ucap Hoseok sambil menangis tersedu-sedu.
" Yak..berhentilah menangis, suaramu itu merusak gendang telingaku " kesal Li Na sambil menutup telinganya.
" Huaaaa...kau jahat sekali, aku ini kan sedang depresi, kenapa kau justru memarahiku hiks " balas Hoseok tersedu-sedu.
" Apa kau mengalami depresi ? "
" Ingin mengakhiri hidup ini ? " tanya Lina yang dibalas anggukan oleh Hoseok.
" Bagus anda datang ketempat yang tepat "
" Kebetulan sekali saya sedang membuka jasa bunuh diri dengan bonus tanah sengketa beserta bunganya dijamin paket lengkap "
" Kalau anda berminat anda bisa menghubungi saya di--"
" Yakk..kejam kali kau, dasar psikopat " cemberut Hoseok.
" Emang, kenapa lo gak suka ? "
" Mau gue habisin pake cara psikopat ? "
" Sini gue mutilasi gratis tanpa bayar, mau hah ? " sengit Lina.
" Nggak mau hiks " balas Hoseok berkaca-kaca.
" Gitu aja takut cengeng amat "
" Sini gue potong-potong tubuh lo kayak daging sini ! " gencar Lina.
" Gak mau huaaa "
" Hyung tolong perempuan itu jahat huaa " tangis hoseok.
" Alah mak lebay kali tuh anak, gak kuat hayati tuh dengerin tangisannya " keluh Ji Na.
" Nah betul kali kau bang, pengang telinga aku dengar tangisan dia " balas Tae Ya dengan logat bataknya.
Suga yang tak tahan mendengar suara tangisan Hoseok lantas mendekat kearah Mi Na.
" Temen lo suruh tanggung jawab itu, temen gue yang sakit jadi nangis tuh " bisik Suga.
" Ya lo suruh sendiri lah kenapa gue lo bawa-bawa " saut Mi Na
" Lo kan temennya ya lo lah yang ngomong masak gue "
" Siapa lo berani-berani nyuruh gue ? punya pangkat apa lo hah"
" Gue Idol "
" Idol aja bangga "
" Bangga dong dah cepet sana "
" Gue gak mau ya, lo tu gak berhak nyuruh-nyuruh gue " tunjuk Mi Na pada wajah Suga.
" Gue berhak karena gue dah nolongin lo dan temen lo dari orang tadi "
" Jadi sekarang lo harus turutin gue " ancam Suga.
' Mampus gue, kenapa gue lupa ya kalo tadi dia yang nolongin gue. Gue kan jadi gak bisa berkutik ' batin Mi Na.
" Udah cepet sana " dorong Suga.
" Iya-iya jadi orang perhitungan banget " kesal Mi Na.
" Eitss gak ada yang gratis didunia ini baby " smirk Suga
" Baby-baby pala lo kayak umbi "
" Udah jangan bacot cepet sana "
" O iya satu lagi suruh temen lo itu buat bujuk Hoseok supaya minum obat "
" Banyak mau ya lo " dengus Mi Na
" Oo gitu lo lupa kalo gue ya...."
" Iya-iya bawel "
" Dasar makhluk es peritungan awas aja lo gue bakar baru tau rasa lo " gumam Mi Na sambil mendekati Li Na.
" Heh Lina Tanggung jawab lo pengang telinga gue denger dia nangis "
" Lah kenapa gue sih ? salah apa coba gue ? "
" Udah cepet mau lo yang turun tangan apa gue ? " tatap Mi Na tajam.
" Hehehe...slow mbaknya aku tanggung jawab kok ok " cengir Li Na
" O iya satu lagi lo harus bujuk dia supaya mau minum obat juga "
" Loh kok jadi ngelunjak sih "ucap Lina yang dibalas tatapan tajam oleh Mi Na.
" Iya iya gue lakuin " pasrah Li Na berjalan menuju ranjang hoseok.
" Hoseok manis udah ya jangan nangis, nanti gak aku kasih permen milkita lo " bujuk Lina
" Per..men..apa..an tuh hiks " ucap Hoseok sesegukan.
" Loh kamu gak tau ini tuh permen milkita yang ada iklannya itu lo, yang kayak gini.... 3 loli milkita setara dengan 120 kalori " ucap Li Na dengan suara bocil yang membuat Hoseok tertawa terbahak-bahak.
" Kenapa lo ketawa ? lucu hah orang bener kok iklannya gitu " cemberut Lina.
" Hahahahh...habis suara lo lucu banget sih " jawab Hoseok cengingisan.
" Emang gue itu lucu, imut, rajin menabung dan hapal pancasila " ucap Li Na pede yang membuat Hoseok memutar bola matanya malas.
" Udahlah sekarang minum obat lo " ucap Li Na yang dibalas gelengan oleh Hoseok.
" Loh kenapa ? "
" Aku gak mau minum obat..pahit "
" Lebay amat dah besar juga minum obat gak mau ayo minum " menyodorkan obat ke arah Hoseok
" Gak mau pahit " ucapnya sambil menutup mulutnya menggunakan tangan.
" Minum gak ? kalo kamu gak minum aku gak mau ya temenan sama kamu "
" Lah emang kapan kita temenan "
" Belum ya ? kalo begitu Hoseok mau gak temenan sama aku " ucap Li Na sambil menjabat tangan Hoseok, namun hanya disambut keterdiaman dari Hoseok .
" Ku anggap diammu berarti iya, dah kan sekarang aku gak mau temenan sama kamu lagi " timpal Li Na lagi.
" Hah ? "
...TBC...
Hai semua ketemu lagi sama author jangan lupa like dan komen ya terimakasih buat yang udah mau baca see next part 😊