
.......
.......
.......
JIMIN POV
Wah gila-gila gue kayak mimpi sumpah bisa dipeluk Tae Ya terus dapat perlakuan manis kayak gitu dari Tae Ya, arghhhh gemes gue pingin gue bawa pulang ni anak.
Kalo dengan gue berubah jadi makhluk alay didepan dia bisa buat dia semanis ini, gue rela mah rela banget malah. Tapi jujur gue juga bingung kenapa sih gue bisa selebay ini waktu didekat dia ? padahal biasanya deket cewek lain nggak lo.
Ah bodoamat yang penting gue bahagia uh lope lope Tae Ya.
' Gak baca gue bantai......gak baca gue bantai......gak baca gue bantai.......'
Lah tunggu kenapa nih hp bunyi ? terus siapa juga yang ganti nada dering nih ponsel perasaan kemarin bukan ini deh ? ah bodo lihat dulu kali ya.
" Ehm...Tae Ya bentar ya aku mau lihat ponsel aku dulu, kayaknya ada pesan masuk " ucapku sambil melepaskan pelukanku dan dibalas anggukan oleh Tae Ya.
OMG!!! gue hampir lupa tujuan gue, pasti mereka udah mencak-mencak tuh disana. Dasar Jimin tolol dapat perlakuan manis dari Tae Ya aja bikin gue lupa semuanya.
Tapi kalau diperlakuin kayak gini lemah gue lemah gak bisa aku tuh diginiin, ah elah lebay lo Jim mending fokus ke nih misi.
Mumpung nih orang ngingetin kalo gak dah gue puas-puasin tuh meluk Tae Ya kapan lagi coba, kalo kata mak Jin mah rejeki itu jangan ditolak ye gak ? dah gue harus gercep nih dari pada gue digantung ama mak Jin dijemuran mending gue lakuin nih misi.
" Ehm....Tae Ya jadi gimana dong kita jadi jalan kan ? " tanyaku pada Tae Ya ragu.
Aduh deg-deg ser gini ya nih jantung bisa dugem didalam ah elah, mana jawabnya lama banget nih kek nunggu ayam jantan bertelur hadeh.
" Ehm...ya udah deh kita jalan, tapi kamu ganti baju dulu "
" Aku pinjemin baju kak Jung Ki " ucap Tae Ya yang sontak membuatku bisa bernafas lega.
" Yaudah yuk masuk " ucap Tae Ya mengajakku masuk kedalam.
Setelah masuk kedalam aku pun segera mengganti bajuku dengan baju kak Jung Ki dan beranjak keluar untuk menemui Tae Ya yang sedang duduk disofa bersama teman-temannya ruang tengah.
" Oh udah selesai ? " tanya Tae Ya padaku yang kubalas anggukan.
" Yaudah yuk " ajak Tae Ya.
" Eitss...tunggu setelah aku pikir-pikir kenapa gak kita ajak yang lain juga, kan seru tuh lagian ada anak bangtan juga kok "
" Lagian kan kita udah lama gak main bareng " ucapku sambil menatap teman-teman Tae Ya penuh harap.
Dan yang ditatap pun hanya terdiam sambil saling tatap satu sama lain.
" Ehm...gimana ya bukannya ini acara kalian entar ganggu ? " ucap Ya Na yang dibalas anggukan oleh yang lain.
" Gak ganggu kok, aku juga udah lama gak kumpul bareng kalian "
" Yah yah please " ucapku sambil mengeluarkan puppy eyes berharap mereka luluh.
Sedangkan mereka hanya menatapku sambil menimbang-nimbang dan pada akhirnya Jung Na membuka suara.
" Hufft....okelah kalo kamu maksa "
" KITA IKUT YEAY ! AYO BERANGKAT " ucap Jung Na dengan semangat yang membuatku hampir terjungkal karena terkejut mendengar pekikan Jung Na yang tiba-tiba.
' Eits...buset kaget njirr gila, bisa kena gagal ginjal gue gara-gara terkejut denger pekikan nih anak ' batinku terkejut namun tetap memaksakan senyum ceria.
JIMIN POV END
...----------------...
Author POV
Mereka akhirnya memutuskan untuk segera berangkat. Jimin satu mobil dengan Tae Ya, Jung Na dan Ji Na sedangkan sisanya menggunakan mobil Mi Na.
Mobil Jimin memimpin didepan diikuti mobil Mi Na dibelakangnya. Semakin lama mobil Jimin semakin menjauhi daerah perkotaan dan memasuki daerah hutan belantara.
Tempat itu dipenuhi dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, serta jalan menuju hutan itupun hanyalah sebuah jalan tanah yang dibuat memotong tepat ditengah hutan itu, sebagai akses masuknya mobil Jimin dkk.
Tae Ya cs yang dibawa masuk kedalam hutan tersebut sempat bingung karena hutan itu seperti jarang diekspos manusia, terlihat dari betapa lebatnya daun dan dahan pohon dihutan tersebut.
" Kita gak salah jalan kan ? lo gak niat buang kita ke hutan kan Jim ? " tanya Tae Ya pada Jimin yang dibalas kekehan pelan oleh Jimin
" Kamu tenang aja ya, aku gak bakal nyelakain teman-teman kamu kok " ucap Jimin sambil mengelus tangan Tae Ya mencoba menenangkan kekasihnya.
" Kalau bukan untuk nyelakain kita, lo ngapain ajak temen-temen gue masuk ke hutan belantara gini hah ? " ucap Tae Ya sambil memandang Jimin sengit.
" Nanti kamu juga tau kok, sekarang kamu cukup duduk manis aja ok ? " ucap Jimin tenang yang membuat Tae Ya mau tak mau memilih diam.
Hingga tak lama kemudian mereka keluar dari hutan tersebut dan betapa terkejutnya mereka saat melihat villa yang cukup megah ditengah-tengah hutan tersebut.
" Wah bagus sekali villanya, kamu tau darimana ada villa ditengah-tengah hutan begini Jimin ? " tanya Jung Na antusias.
" Ada seseorang yang memberitahuku " ucap Jimin santai yang dibalas anggukan oleh yang lain.
Jika Jimin dengan santainya mengendarai mobilnya memasuki area villa itu maka lain cerita dengan keadaan dimobil Mina.
Mereka justru sedang asik menyumpah serapahi mobil yang ada didepannya lebih tepatnya hanya Li Na dan Ya Na sedang Mi Na hanya terdiam sambil mengendarai mobilnya.
" Anjirr nih bantet mau bawa kita kemana sih pake acara masuk hutan segala lagi "
" Awas aja kalau ni anak macam-macam gue buang ke kumpulan singa biar mampus " ucap Li Na kesal.
" Ngapain lagi coba dia ngajak kita ke hutan kalo gak buat sesajen " saut Ya Na menakut-nakuti.
" Eh iya ya jangan-jangan kita mau jadiin tumbal lagi "
" Ah gak mau lah gue, masak cantik-cantik jadi tumbal, ntar gue jadi rebutan lagi dialam sana karena kecantikan gue yang cetar membahenol " ucap Li Na pede yang langsung mendapat jitakan sayang dari Ya Na
" Li Na sayang jangan suka ngaco deh ngomongnya "
" Mana ada ceritanya lo diperebutin hah ? "
" Lagianlagian kalo lo emang cantik sekarang lo gak jomblo sayang "
" Udah deh gak usah ngehalu sadar woy sadar apa perlu gue dorong lo dari jurang biar cepet sadar ? "
" Heran gue tuh punya sepupu kek lo rasanya mau gue giles pake gilesan kopi tau gak ? " ucap Ya Na kesal yang membuat Li Na sontak mengerucutkan bibirnya kesal.
"Jahat banget sih punya sepupu "
" Waktu bayi dikasih saos samyang ya ? bukan nya asi makanya tuh mulut bisa pedes banget kayak omongan tetangga " ucap Li Na cemberut.
" Kalau iya emang kenapa ? gak usah banyak bacot deh daripada lo gue gulingin dari nih mobil " ucap Ya Na sinis.
" Galak banget kek orang pms " cicit Lina pelan
" Kalo iya emang kenapa hah ? " tanya Ya Na sengit.
" Hehe gak apa-apa kok " ucap Li Na cengingisan.
Sedangkan Mi Na ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu dan memilih fokus kembali mengemudikan kendaraanya.
Mobil mereka terus berjalan menembus rimbunnya hutan hingga mereka dapat melihat sebuah villa yang berada ditengah-tengah hutan tersebut.
Mi Na yang melihat villa tersebut sontak terkejut.
"Loh bukannya ini villanya Kak Suho ? "
" Terus darimana Jimin tau soal villa ini ? setahu ku hanya aku dan kak Suho yang tahu tentang villa ini "
" Sial pasti ada yang gak beres disini, ok kalau gitu gue ikuti rencana kalian ' batin Mi Na segera melajukan mobilnya menuju villa tersebut.
Sesampainya disana mereka bisa melihat Jimin, Tae Ya, Ji Na dan Jung Na sudah menunggu mereka didepan villa sedangkan Mi Na dkk pun segera menghampiri mereka.
" Baiklah apa semua sudah lengkap ? kalau sudah lengkap mari kita masuk " ucap Jimin sambil berjalan mendahului mereka.
Mi Na cs hanya menurut dan mengikuti Jimin memasuki villa tersebut hingga mereka sampai dihalaman belakang villa yang cukup luas.
Namun ada yang aneh dengan villa tersebut. Bagaimana tidak ? didalam villa sebesar itu tidak ada tanda-tanda kehidupan ditambah lagi dengan suasana yang begitu sunyi, menambah kesan seram pada villa tersebut.
Semakin mereka mendekat, mereka bisa melihat siluet laki-laki yang tengah berdiri membelakangi mereka dengan keadaan sekitar yang cukup gelap. Hanya ada beberapa lilin saja yang menerangi sekitar laki-laki tersebut.
Karena rasa penasaran yang tinggi mereka pun memilih berjalan lebih dekat ke arah orang tersebut, berharap bisa melihat siapa sosok yang sedang berdiri membelakangi mereka.
Semakin lama, penerangan lilin tersebut semakin jelas, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat lilin tersebut ternyata membentuk sebuah tulisan ' SORRY '
Tidak sampai disitu saja, mereka juga dikejutkan lagi dengan sosok yang sedari tadi membelakangi mereka tiba-tiba beralih menghadap mereka.
Dan orang yang paling terkejut adalah Ji Na, karena ia harus bertemu dengan orang yang selama ini dia hindari.
Ji Na berusaha mati-matian menghindar dari orang tersebut, tapi apa yang dia lihat sekarang orang tersebut malah berdiri didepannya dengan lilin yang mengelilinginya dengan tulisan ' SORRY '
' Apa maksud dari semua ini ? dan kenapa dia disini ? '
' Arghhhh kenapa hatiku begitu sesak melihat dia menatapku dengan tatapan sendu itu ?
' Ada apa denganku hah ? dia sudah menyakitimu Ji Na sadarlah ! ' batin Ji Na frustasi.
" Kamu pasti terkejut kenapa aku ada disini kan Ji Na ? kamu pasti juga kesal dan marah padaku "
" Tapi tidak apa-apa aku memang pantas mendapatkan semua itu "
" Namun tak bisakah aku meluruskan kesalah pahaman ini Ji Na ? aku tidak bisa hidup dengan rasa bersalah ini Ji Na "
" Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu, aku tak ingin kau terus salah paham padaku "
" Kumohon Ji Na dengarkan aku kali ini saja "
" Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, dan setelah aku menjelaskan semuanya "
" Kamu boleh melakukan apapun semaumu "
" Tapi kumohon biarkan aku menjelaskan semuanya bisa ? " tanya pemuda tersebut dengan tatapan sendunya namun tidak dibalas apapun oleh Ji Na.
Bahkan Ji Na hanya terdiam ditempatnya seakan ia tak punya daya hanya untuk sekedar mengeluarkan kata Ya atau Tidak.
" Diammu berarti ya " ucap pemuda itu mendekat kearah Ji Na dengan terus menatap kearah Ji Na tanpa ada niat mengalihkan pandangannya.
Setelah sampai didepan Ji Na pemuda itupun mengeluarkan sebuah rekaman dari sakunya.
" Apa yang ingin kau katakan Taehyung aku tak punya banyak waktu " ucap Ji Na pada seorang didepannya.
...TBC...
Hai semua author up lagi nih gimana kejutannya bagus gak jangan lupa like dan komen makasih buat yang mau baca dan kasih gift love u all, see u next part😊