
.......
.......
.......
Jung Na dan Ya Na juga mendapat perlakuan yang sama seperti Li Na.
Jika mereka berenam sudah sampai direstoran beda cerita dengan Taehyung dan Ji Na yang asik berdebat.
" Ini semua salahmu alien, kalau kau tidak mengajakku baku hantam mungkin kita tak akan dikejar orang gila "Ji Na kesal.
" Yak apa salahku, mungkin saja orang gila itu senang bertemu artis sepertiku dan ingin minta tanda tanganku" Taehyung pede.
" Yak alien bodoh..bagaimana kau merasa senang mendapat fans orang gila hah ? otakmu itu dimana ? " kesal Ji Na.
"Otakku ya di kepalaku lah, dari pada kau cantik-cantik tapi tak punya otak " ucap Taehyung yang mulai tersulut emosi.
" Yak ! apa yang--" sebelum Ji Na menyelesaikan perkataannya Taehyung sudah membekap mulutnya terlebih dahulu.
* Jika kalian mengira Taehyung membekap mulut Ji Na dengan bibirnya maka kalian salah besar....dia membekap dengan tangannya..bersihkan otak kalian ok.*
Kembali kecerita
" Sudahlah jangan banyak bacot, aku sudah lelah mendengar ocehanmu. Lebih baik kita makan saja aku sudah lapar " ucap Taehyung dingin.
Mendengar ucapan Taehyung Ji Na lebih memilih untuk diam karena Taehyung sudah mulai mengeluarkan aura negatifnya.
Lalu Taehyung berjalan menuju restoran dengan tangan yang masih menggendong Ji Na.
' Tunggu dulu kenapa aku gak capek ya ? padahal kan jalannya lumayan jauh ' batin Ji Na heran.
Karena merasa kepo akhirnya Ji Na mendongakkan kepalanya.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah seorang Kim Taehyung ada dihadapannya.
" Yak apa yang kau lakukan hah... turunkan aku dasar mesummmmm " kata Ji Na sambil memukul-mukul dada Taehyung lalu dengan mudahnya Taehyung mencekal tangan Ji Na dan menatap Ji Na dengan smirk andalannya.
" Apa-apaan dengan wajahmu itu ? apa menurutmu aku akan takut dengan melihat wajahmu yang seperti om-om pedo ha?" ucap Ji Na dengan sengit.
" Sudah jangan banyak bacot atau aku akan menceburkanmu ke laut " ucap Taehyung mulai jengah.
" Ya tapi turunkan aku Taehyung-ssi " ucap Ji Na sambil mengeluarkan aegyonya.
' Ah sial imut sekali, bagaimana wajah bar bar sepertinya bisa seimut itu ' batin Taehyung
" Sudahlah jangan berlagak sok imut lagi pula tinggal beberapa langkah saja kita sampai restoran " ucap Taehyung yang berbeda dengan dipikirannya.
" Tapi apa kamu gak capek daritadi gendong aku, kan aku berat " ucap Ji Na membuat Taehyung cengo.
' Ni anak punya kepribadian berapa sih ? bisa rubah-rubah kaya bunglon gitu daebak ' batin Taehyung.
" Hei...kalau ada orang ngomong tuh dijawab bukannya diam " ucap Ji Na menyadarkan Taehyung
" Eh gak kok badan trepes kayak sapu lidi gitu dibilang berat " ucap Taehyung santai.
"Terserah padamu sajalah, lagipula aku tak perlu capek-capek berjalan jika kau menggedongku " ucap Ji Na santai yang mendapat pandangan cengo dari Taehyung.
" Sudahlah ayo jalan tunggu apalagi " timpal Ji Na lagi.
"Hufft...terserah padamu sajalah " ucap Taehyung mengalah.
Sesampainya di restoran.
Taehyung pun duduk dengan keadaan masih menggendong Ji Na.
" Yak ! bukankah kita sudah sampai, kenapa kau masih menggendongku hah? " tanya Ji Na.
" Ini hukuman karena kau selalu mencari masalah dengan ku " santai Taehyung.
" Kau...ah sudahlah percuma berdebat dengan mu " ucap Ji Na sambil memutar badannya membelakangi Taehyung.
*Jadi tadi posisi Ji Na itu digendong seperti koala sampai Taehyung duduk terus duduknya itu saling berhadapan *
Saat Ji Na ingin membalikkan badannya untuk menghadap meja, tanpa sengaja kakinya menendang aset berharganya Taehyung
" Akhh...apa-apaan kau ini kau menendang aset masa depanku " ucap Taehyung sambil meringis dan menutupi asetnya itu.
" Aset masa depan apa ? " tanya Ji Na bingung.
" Kau tak mengerti aset masa depan? " tanya Taehyung pada Ji Na
" Ah sudahlah gak usah dibahas "
" Terserah mu saja lagi pula gak ada urusannya denganku " ucap Ji Na tak peduli dan memulai acara makannya.
' Ni orang bener-bener gak tau apa gimana sih, tapi kalau dilihat-lihat lagi kayaknya emang gak tahu ' batin Taehyung ikut memakan makanannya.
...----------------...
Disisi lain
" Hah untung saja orang gila itu tak sampai kesini " ucap Tae Ya ngos-ngosan.
" Iya untung kita selamat " saut Jimin.
' Tunggu dulu kenapa punggungku terasa berat ya ? ' batin Tae Ya.
Karena merasa penasaran Tae Ya pun menolehkan kepalanya ke belakang, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Jimin digendongannya.
Karena reflek akhirnya Tae Ya pun melepas pegangannya pada Jimin dan menyebabkan Jimin terjatuh.
" Aduhh apa yang kau lakukan ? " tanya Jimin sambil mengelus bokongnya.
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu "
" Apa yang kau lakukan hah ? " tanya Tae Ya sambil menatap tajam pada Jimin.
" Itukan bukan salahku "
" Bukankah kau sendiri yang menggendongku , kenapa kau malah menyalahkanku ? " ucap Jimin sambil berkaca kaca.
" Yak ! kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu hah ? "
" Kau kira aku akan luluh lagi dengan air mata buayamu itu hah ? "ucap Tae Ya sinis.
Mendengar ucapan sinis dari Tae Ya, Jimin pun semakin terisak keras.
" Yak ! k..kenapa kau menangis ? " ucap Tae Ya mulai panik
" Kau...hikss membentakku tadi hikss" ucap Jimin sesenggukan
" Hei jangan menangis ok "
" Bagaimana jika kau ku traktir makan ? " ucap Tae Ya membujuk Tae Ya.
" Benarkah ? " tanya Jimin ragu dan dibalas anggukan oleh Tae Ya.
" Baiklah kalau begitu ayo " ucap Jimin sumringah sambil berjalan menuju Tae Ya dan menggendongnya.
" Yak ! apa yang kau lakukan turunkan aku " ucap Tae Ya kesal.
"Sudahlah jangan bacot ayo kita makan " ucap Jimin dingin.
Mendengar nada suara Jimin, Tae Ya pun memilih diam.
' Tadi dia lembut seperti keju kenapa sekarang ia malah dingin seperti es ? ah sudahlah ' ucap Tae Ya dalam hati.
Sesampainya di restoran Jimin segera menurunkan Tae Ya dan memesan banyak makanan.
" Apa-apaan ini ? kau ingin membuatku bangkrut dengan memesan semua ini hah ? " ucap Tae Ya kesal.
" Hehehe..jika berbuat baik jangan setengah-tengah, mumpung ditraktir aku pesan saja semuanya " ucap Jimin cengengesan.
Mendengar itu Tae Ya hanya bisa menghela nafas pasrah, toh itu juga salahnya karena menraktir manusia yang satu ini.
" Aku heran dia makannya banyak tapi kenapa badannya tetap bagus ya ? " gumam Tae Ya.
" Emm kau mengatakan sesuatu ? " ucap Jimin peka.
"Ah tidak ada ayo makan lagi " ucap Tae Ya gugup.
Jimin yang emang dasarnya kegirangan ditraktir gak ambil pusing, Ia pun melanjutkan acara makannya.
Melihat Jimin yang makan sangat lahap, Tae Ya hanya mampu mengelus dada miris.
' RIP dompet selamat tinggal uangku yang berkilauan hiks ' batin Tae Ya sedih.
...TBC...
Hai semua author up lagi nih ada yang kangen gak jangan lupa like dan komen ya, karena author lagi baik, hari ini bakal double up ok see u next part😊