Idol Vs Mafia Sengklek

Idol Vs Mafia Sengklek
24



.......


.......


.......


Semua orang ditempat itu hanya mampu terdiam tanpa bisa melakukan apa-apa. Karena percuma saja, semua yang mereka katakan tidak akan diindahkan oleh wanita itu.


Justru sekarang ia malah melangkahkan kakinya semakin jauh meninggalkan Taehyung yang terduduk lemas ditanah tanpa meliriknya sedikitpun.


Namun tiba-tiba Ji Na menghentikan langkah nya dan membuat semua orang menatap bingung kearah Ji Na.


" Bodoh " umpat Ji Na tanpa aba-aba berbalik kebelakang lalu berlari kearah Taehyung dan langsung bersimpuh memeluk Taehyung yang masih terduduk ditanah.


Sedangkan semua orang disana sontak dibuat terkejut melihat apa yang dilakukan Ji Na. Karena mereka mengira bahwa Ji Na tidak akan kembali dan membiarkan semua yang mereka lakukan sia-sia, tapi yang terjadi malah sebaliknya.


Ji Na, gadis itu justru menghentikan langkahnya dan memilih untuk berbalik memeluk Taehyung.


Dan dari sinilah mereka tau bahwa sekeras apapun Ji Na menolak kebenaran akan perjuangan Taehyung untuknya, namun pada akhirnya ia lebih memilih mengesampingkan egonya dan mendengarkan kata hatinya dengan berlari kearah Taehyung.


Dari perlakuan Ji Na ini juga yang mengungkapkan bahwa ia sudah memaafkan Taehyung.


Mereka bisa melihat bahwa Ji Na masih mencintai Taehyung, maka dari itu ia tak bisa lari terlalu jauh dari Taehyung. Sejauh apapun dia berlari, maka ia akan kembali kepada Taehyung, karena namja itulah tempatnya pulang.


Sedangkan Taehyung, ia hanya bisa mematung ditempat saat menerima pelukan dari Ji Na. Ia awalnya mengira jika dunianya telah berakhir saat melihat Ji Na melangkah pergi menjauhinya tanpa menoleh sedikitpun.


Namun saat ia sudah tidak punya harapan lagi, Ji Na justru datang dan memeluknya, berusaha menjelaskan padanya bahwa semua belum berakhir. Dia masih diberi kesempatan untuk merasakan cinta serta kasih sayang dari Ji Na, orang yang selama ini berusaha ia pertahankan.


" Dasar bodoh...seharusnya kau tidak perlu melakukan semua ini "


" Harusnya kau pukul saja kak Sun woo dengan tongkat baseball bukan malah diam bodoh " geram Ji Na sambil memukul punggung Taehyung, menyalurkan rasa kesalnya.


Namun Taehyung, pria itu bukannya merasa kesakitan akibat pukulan Ji Na, ia justru merasa senang mendengar penuturan Ji Na.


Itu semua membuktikan bahwa Ji Na masih memperhatikannya, ia pun lebih memilih membalas pelukan Ji Na dan memeluknya erat seakan takut kehilangan wanita yang ada didekapannya.


Namun tak lama kemudian Ji Na melepas pelukannya dan mengelus luka lebam yang ada dipipi Taehyung sambil menatap tajam kearah Taehyung.


" Seharusnya kau pergi saja dari sana jika memang tidak bisa berkelahi, jangan sok jagoan "


" Jadi seperti ini kan ? apa harga dirimu itu lebih tinggi daripada keselamatanmu hah ? "


" Dasar namja bodoh ! " ucap Ji Na sinis tapi berbanding terbalik dengan tangannya yang masih mengelus pipi Taehyung lembut seakan takut menyakiti namja tersebut.


Sedangkan Taehyung yang diperlakukan seperti itu hanya mampu menatap Ji Na sambil tersenyum, karena ia tau dibalik cercaan wanita didepannya itu terdapat kekhawatiran yang cukup mendalam padanya.


" Disaat seperti ini kau masih bisa tersenyum hah ? "


" Apa otakmu itu jadi eror setelah dipukul kakak ku. Mending sekarang kita lapor polisi deh logikamu hilang tuh" ucap Ji Na sinis yang mengundang kekehan pelan dari Taehyung.


" Kamu tau kenapa aku senang walaupun aku mendapat luka lebam sebanyak ini ? " tanya Taehyung.


" Karena kau gila " sarkas Ji Na


" Haha..itu salah satunya, tapi kau tau itu bukan alasan utamanya "


" Melainkan karena aku senang setidaknya dengan aku mendapat luka ini aku bisa mendapat perhatian darimu "


" Aku rela terluka jika akan mendapat perlakuan manis darimu " ucap Taehyung sambil menatap Ji Na dalam sedangkan Ji Na ia hanya menatap Taehyung datar.


" Gak usah gombal aku bukan mantanmu yang akan luluh dengan kata-kata manismu " sinis Ji Na yang mengundang gelak tawa dari Taehyung.


" Hahaha usahaku gagalnya ya ? padahal tadi niatnya mau romantis " ucap Taehyung sambil menggaruk tengkuknya salah tingkah.


" Udahlah ayo kita berdiri, gak capek apa jongkok ditanah "


" Masak udah dandan cantik-cantik masa demprok di tanah kan gak elit " ucap Ji Na sambil berdiri yang mengundang tawa dari semua orang yang ada disana.


" Emm...Ji Na jadi kita udah baikan kan ? " ucap Taehyung penuh harap.


" Menurutmu " ucap Ji Na datar.


" Menurutku kita udah baikan "


" HOREE KITA BAIKAN " teriak Taehyung sambil jingkrak-jingkrak kek anak kecil menang lotre.


Sedangkan mereka yang melihat aksi Taehyung hanya mampu menggelengkan kepalanya menghadapi kelakuan Taehyung yang semakin aneh.


Saat mereka tengah asik melihat Taehyung dan Ji Na sedang berbaikan tiba-tiba saja hp Mi Na berbunyi yang membuatnya mau tak mau meninggalkan tempat tersebut untuk mengangkat telepon dari seseorang.


" Halo "


"......"


" Dia ada disini ? dimana?"


"......"


" Baiklah, aku akan segera kesana "


" Kalian bersiaplah jangan sampai dia lolos " ucap Mi Na mematikan teleponnya.


Sedangkan dihalaman belakang Bangtan dan Ji Na cs kecuali Mi Na sedang asik merayakan kembalinya hubungan Taehyung dan Ji Na.


" Cie yang udah baikan cie, mana tadi pakai ngedrama lagi serasa lihat drama indo " ucap Hoseok yang mengundang aksi bantai.


" Hoseok sayang sejak kapan Indo punya drama hah ? " saut Li Na.


" Ada kok sayang coba deh kamu lihat surti deh itu isinya hidupnya ngedrama mulu " ucap Hoseok.


" Hah surti apaan ? " tanya Lina.


" SINETRON TV ZEYENG " saut Bangtan serempak yang mengundang gelak tawa dari Ji Na cs.


" Iuh.....sa ae lu RUMPUT TETANGGA ! " timpal Ji Na cs serentak yang sontak membuat semua orang tertawa.


Namun saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba Jung Na merasa ada yang hilang, tapi ia tak tau siapa.


Sampai pada akhirnya ia sadar bahwa Mi Na tidak ada ditengah-tengah mereka.


" Emm....kalian ada yang tau Mi Na kemana gak ? " tanya Jung Na pada yang lain.


" Eh iya Mi Na kemana ya ? kok gak kelihatan? " tanya Ya Na kebingungan, namun tak lama kemudian orang yang dicari-cari pun muncul.


" Aku disini " ucap Mi Na datar dan berjalan mendekat kearah mereka lebih tepatnya kearah Taehyung.


Sedangkan Taehyung yang melihat Mi Na yang mulai mendekat kearahnya, sontak gemetar ketakutan. Karena jujur saja walau ia sudah berhasil melawan traumanya.


Tapi jika ia bertemu dengan Mi Na lagi rasa takut itu pasti kembali hadir apalagi melihat tatapan dingin Mi Na yang mampu membuatnya kembali mengingat traumanya.


Ji Na yang tersadar jika Taehyung ketakutan pun segera menggenggam tangan Taehyung, seakan memberi tahunya bahwa tidak akan terjadi apa-apa selama Ji Na disampingnya.


Taehyung yang mendapat perlakuan itu sontak mulai bisa mengontrol rasa takutnya seakan genggaman Ji Na itu memberikannya kekuatan untuk melawan rasa takutnya.


" Hai Taehyung selamat ya kamu berhasil menaklukan Ji Na " ucap Mi Na datar sambil mengulurkan tangannya.


Sedangkan Taehyung hanya mampu memandang tangan Mina dengan gugup, namun tak lama kemudian dengan ragu Taehyung membalas uluran tangan Mina.


" I...iya terimakasih Mi Na " ucap Taehyung gugup dan langsung melepaskan genggaman tangannya pada Mi Na.


" Hei santai saja tak perlu segugup itu "


" Tenang aku tak akan membunuhmu, kecuali jika kamu yang meminta dengan senang hati aku akan mengabulkannya " santai Mi Na yang membuat Taehyung gemetar ketakutan.


" Sudahlah Mi Na kamu jangan menakutinya, kamu membuatnya teringat dengan traumanya lagi tahu gak " sinis Ji Na.


" Hei aku tidak melakukan apa-apa "


" Tapi ngomong-ngomong soal trauma "


" Bagaimana kalau aku membantumu menghilangkan traumanya " ucap Mina sambil menatap tajam kearah Taehyung yang membuat sang empu membeku ditempat.


' Buset deh, nih anak seneng banget sih buat orang jantungan, gue penasaran nih jangan-jangan nih anak lahirnya di tangga darurat Mnet makanya suka bikin orang panik ' batin Taehyung


" Memangnya apa yang akan kamu lakukan Mi Na " ucap Ji Na sengit melihat pergerakan Mina yang tampak mengambil sesuatu dari balik jaketnya.


" Menghilangkan traumanya apalagi " ucap Mi Na santai sambil mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya dan mengarahkannya kearah Taehyung yang mampu membuat sang empu panas dingin.


' Sumpah ni anak kelihatannya dendam kesumat deh sama gue. Buktinya dia main ngarahin tuh benda kearah gue, seakan-akan tuh pistol mainan. Kalo maninan mah gak papa tapi nih beneran sekali gerak melayang nih nyawa.


Masa iya baru balikan udah mati ae sih, mana gue belum ngerasain resepsi pernikahan sama Ji Na ya kali udah mati ae, mak tolong anakmu mau mati perjaka mak ' batin Taehyung frustasi.


"Kau gila ya Mi Na jangan main-main deh, emang gak ada cara lain apa ? " tanya Ji Na khawatir.


" Gak ada, satu-satunya cara menghilangkan trauma seseorang adalah dengan menghadapinya bukan begitu Tae " ucap Mina dingin yang dibalas anggukan kaku dari Taehyung.


' Si goblok Taehyung, ngapain pakai ngangguk segala sih nih kepala. Lo tuh mau ditembak kepala, kenapa nurut ae sih ' batin Taehyung menyalahkan kepalanya.


" Lihat Taehyung saja setuju kenapa kalian repot "


" Dan kamu Tae tenanglah ini tak kan sakit anggap saja ini latihan kemiliteran ok " ucap Mi Na pada Taehyung yang membuat sang empu meneguk ludah dengan susah payah.


' Gila latihan kemiliteran kayak gini, bisa mati berapa kali gue, dikata gue kucing apa ya punya sembilan nyawa '


' Lah mending nyawanya ada sembilan, nah ni nyawa cuma satu buat taruhan lagi, salah sedikit melayang ni nyawa.


' Ah bodoamatlah mau mundur juga gak bisa pasrah ae lah, kalau pun gue mati entar semoga Mi Na mau ngurus yeontan dirumah kasian gak dikasih makan kemarin ' batin Taehyung.


" Baiklah mari kita mulai " smirk Mi Na dan mulai menarik pelatuknya, sedangkan Taehyung dia sudah memejamkan matanya rapat-rapa hingga.......


DOR


" Arghhh "


...TBC...


Hai semua gimana crazy upnya seru gak ?


Sebenarnya bentar lagi cerita ini bakal end sedih gak sih udah selesai aja, anggap aja ini sogokan dari aku untuk kalian ok.


Jangan lupa like dan komen makasih buat yang mau baca dan ngasih gift juga see u next part😊