
.......
.......
.......
Kedua makhluk itu terdiam dengan pemikiran masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan hingga mereka terdiam cukup lama.
Hingga salah satu dari mereka memutuskan untuk membuka suara, memecahkan keheningan diantara mereka.
"Ehmm....Taehyung " panggil Jin ragu yang sontak membuat Taehyung tersadar dari lamunannya.
" Ya hyung ada apa ? tumben manggil nama doang biasanya juga nyerocos kek bajaj "ucap Taehyung cengengesan.
" Hah ? ngomong apaan lu ? "
" Gak ngaca woi lu juga gitu dasar lu amplop dukun " ucap Jin menonjok bahu Taehyung pelan yang sontak membuat Taehyung tertawa lepas.
" Aku serius Taehyung...setiap hari kamu selalu termenung disini "
" Apa k..kamu masih mengingat kejadian itu ? " ucap Jin ragu yang sontak membuat Taehyung kembali tertawa.
Lah gila ni anak kek nya, gak ada ujan gak ada angin ketawa sendiri. Kayaknya Jin harus jaga jarak sama ni orang deh, jangan sampai dia juga ikutan gila.
Kalau beneran kan bahaya, masak Jin ganteng-ganteng jadi orang gila, terus nanti pake baju compang camping dan teriak-teriak tiap ada orang lewat kan serem.
Hii amit-amit tujuh turunan dah jangan sampe kejadian, sia-sia wajah ganteng Jin kalo cuma jadi orang gila, apa kata mpok ipeh coba ?.
" Heh...musang ketawa mulu lu dari tadi gak kering tuh gigi " sinis Jin.
" Hehe...habisnya aku geli hyung denger hyung pakai aku kamu, kek berasa jadi pacarnya hyung gitu " ucap Taehyung cengengesan.
" Ealah.....pantes lu ketawa mulu mikirnya sampai ke situ ternyata "
" Lagian gue ogah ya pacaran sama situ, emang situ sapose ? "
" Dan sorry to say ya gue itu masih lurus no belok-belok club ! " ucap Jin gak selow
" Apaan sih hyung, emang aku mau sama situ sorry ya "
" Mending jomblo seumur hidup daripada sama situ "
" Lagian kalo belok ya tinggal dilurusin gitu ae repot " ucap Teahyung yang dibalas jitakan dari Jin.
" Ngomong ape lu ? ngomong kali lagi gak cuma gue getok tuh kepala, kalau perlu gue tebas terus gue goreng dipanci pink gue mau? " pelotot Jin ganas.
" Hehe ampun hyung ampun " ucap Taehyung sambil melambaikan tangan.
" Udahlah ni gue serius lu masih kepikiran sama kejadian itu ? " ucap Jin serius.
" Entahlah hyung, belakangan ini kejadian itu sering datang kedalam mimpiku "
" Dan karena itulah belakangan ini aku tidak bisa tidur hyung karena boleh jujur hyung aku masih takut " ucap Taehyung sendu.
" Sudahlah Tae...lagipula yang menembak mu saat itu kan belum tentu Mi Na "
" Kamu bilang saat kamu tertembak, Mi Na sudah beranjak pergi dari hadapanmu "
" Itu berarti semua itu bukan sepenuhnya salah Mi Na " ucap Jin menenangkan.
" Kamu benar hyung...tapi entahlah aku masih merasa takut "
" Saat aku teringat olehnya disitulah aku teringat kejadian itu, jujur kejadian itu membuat trauma yang cukup mendalam dalam diriku " ucap Taehyung dengan pandangan kosong.
" Hufft...aku tau apa yang kamu alami "
" Tapi apakah kamu tidak berniat mencari kebenaran tentang pelaku penembakanmu waktu itu ? "
" Dan memangnya kamu tidak mau meminta maaf dengan Ji Na ? "
" Lagipula semua yang kamu dapatkan ini kan akibat ulahmu sendiri " jelas Jin
" Entahlah hyung...sebenarnya aku ingin sekali menjelaskan semuanya pada Ji Na tapi aku terlalu takut jika aku menemuinya maka aku akan bertemu dengan Mina "
" A..aku belum siap hyung " ucap Taehyung gemetar.
" Dasar pengecut...kamu yang berbuat kamu juga yang harus bertanggung jawab "
" Memangnya kamu tidak mencintai Ji Na ?
" Mana cintamu hah ? baru segini saja kamu sudah menyerah memilukan " ucap Jin geram.
" Hyung benar, aku memang pengecut karena itulah aku pantas mendapat ini semua " balas Taehyung dengan pandangan sendu.
" Baiklah kalo begitu maka kamu harus merelakan dia dengan yang lain " sinis Jin
" TIDAK !!"
" Karena dia MILIKKU dan siapa pun yang berani merebutnya dari ku "
" Maka aku tidak akan segan mengirimnya ke neraka " ucap Taehyung dengan senyum devilnya yang membuat Jin bergidik ngeri.
" Kalau begitu lawan rasa takutmu itu jika kamu tak ingin dia jadi milik orang lain "
" Berjuanglah demi cintamu....jangan jadikan apapun menjadi penghalangmu termasuk dirimu sendiri " ucap Jin sarkatis yang membuat Taehyung lantas terdiam.
Jin hyung benar dia tidak boleh menjadi seorang pengecut.
Jika dia memang mencintai Ji Na maka ia harus menghadapi semua rintangan yang menghadang didepan, bukan malah sembunyi seperti pengecut.
Jin hyung benar ia harus bangkit dari keterpurukannya, ia harus melawan rasa takutnya, apapun tidak boleh menghalangi jalannya termasuk dirinya sendiri.
" Kamu benar hyung "
" Aku harus melawan rasa takutku dan memperjuangkan cintaku, bukan malah jadi seorang pengecut seperti ini " ucap Taehyung tegas.
" Nah itu baru Tae yang ku kenal pantang menyerah "
" Hyung bangga padamu " ucap Jin sambil menepuk bahu Taehyung.
" Hehe iya hyung...terimakasih kalo bukan karena mu mungkin aku akan tetap menjadi pengecut " ucap Taehyung tulus.
" Hei itulah gunanya teman bukan begitu ? kalau begitu kapan kamu menemuinya ? " tanya Jin.
" Mungkin beberapa hari lagi, biarkan aku mempersiapkan diriku dulu " ucap Taehyung yakin.
" Baiklah kalo begitu semangat !! "
" Terimakasih hyung "
" Sama-sama tapi Tae soal wanita yang menolongmu waktu itu apa kamu sudah ingat wajahnya ? " tanya Jin tiba-tiba.
" Belum hyung..setiap kali aku mencoba mengingatnya kepalaku pasti akan terasa sakit " ucap Taehyung.
" Benarkah ? kalau begitu jangan terlalu memaksakan diri "
" Saat tiba waktunya kamu pasti ingat " semangat Jin
" Hm kamu benar hyung tapi hyung--"
" Saat wanita itu mengantarku kerumah sakit apa kamu tidak melihat wajahnya ? " tanya Taehyung yang sontak membuat Jin terdiam.
Masalahnya bukan Jin tidak mengetahui terkait wanita itu, tapi memang Jin dan member BTS yang lain sepakat untuk tidak memberi tahu Taehyung sampai dia sembuh, jadi kejadian waktu itu----
Flashback On
" Halo "
"........"
" Hah ? benarkah lalu sekarang dimana dia ? "
"........"
" Baiklah kalau begitu kami akan bergegas kesana " ucap Jin mematikan teleponnya.
" Ada apa hyung kamu kelihatannya panik sekali ? " tanya Hoseok.
" Iya hyung ada apa ? " tanya Jimin menimpali
" Tidak ada waktu untuk menjelaskan, yang penting sekarang kalian harus ikut hyung kerumah sakit " ucap Jin bergegas mencari kunci mobil.
" Loh memangnya siapa yang sakit hyung ? " tanya Jungkook.
" Sudahlah kalian ikut saja nanti hyung jelaskan " ucap Jin bergegas keluar setelah mendapatkan apa yang dia cari, diikuti member BTS dibelakangnya.
Beberapa menit kemudian, sampailah member BTS dirumah sakit yang dituju, dan bergegas mencari kamar pasien yang telah diinfokan oleh sang penelepon tadi.
Sesampainya di depan kamar pasien tersebut, member BTS bisa melihat seorang wanita yang sedang berjaga didepan kamar.
" Ehm....maaf apa benar ini kamar pasien dari seorang pemuda bernama Taehyung ? " tanya Jin pada wanita itu yang sontak membuat member BTS terkejut.
" Hah Taehyung dirawat ? " tanya member BTS serempak yang dibalas anggukan oleh Jin.
Mendengar suara ricuh dibelakangnya, lantas membuat wanita yang ditanya Jin tadi berbalik, dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui siapa wanita tersebut.
" MI NA !! " teriak mereka terkejut.
...TBC...
Hai semua gimana nih chapter kali ini seru gak ada yang mau disampaiin buat Taehyung ?
Komen ya jangan lupa like dan komen juga biar author semangat upnya terimakasih yang udah mau baca see u next part😊