Idol Vs Mafia Sengklek

Idol Vs Mafia Sengklek
26



.......


.......


.......


Bug


Suga melayang kan pukulan pada Alex dan memukulinya habis-habisan. Sudah cukup dia menahan amarah sedari tadi ketika melihat kesayangannya berada dalam dekapan namja lain.


Dan bahkan sekarang dia masih berani mencium kening kesayangannya ? Apa dia sedang mencari mati ?


" Mati aja lo sialan " beringas Suga.


Mi Na yang melihat Suga semakin menggila segera memeluk namja itu dari belakang, memaksa sang kekasih untuk menghentikan aksinya.


Yap Mi Na dan Suga juga sudah meresmikan hubungan mereka. Sebenarnya sejak hari itu Mi Na cs maupun Bangtan memang menjalin hubungan lebih dari teman, kecuali Li Na dan Hoseok. Hubungan mereka itu rumit dekat tapi gak ada status, temanan tapi mesra.


Dan lebih parahnya lagi, mereka have fun aja kayak gak ada beban, hingga membuat teman-temannya geram dengan tingkat kepekaan mereka yang mencapai 0,000001 %.


Berkat itu pula Ya Na sering menyindir Li Na jomblo akut, dan dia juga terima-terima aja katanya belum ada yang cocok. Padahalkan yang disebelah udah paling pas, tapi kembali lagi semua terserah mereka jadi ya bodo amatlah.


Kembali kecerita, Mi Na masih pada posisinya dia berusaha menenangkan amarah Suga yang sudah dipuncak. Karena jujur Mi Na sedikit iba melihat kondisi Alex yang cukup mengenaskan.


" Ku mohon jangan lagi ya ? " ucap Mi Na sambil menyandarkan kepalanya pada punggung tegap Suga.


Mendengar permintaan Mi Na, entah kenapa amarahnya mendadak luntur, dan membuatnya otomatis menjauhi Alex yang sudah terkapar lemah ditanah.


" Kamu jangan marah " cemberut Mi Na yang membuat Suga tidak tahan dan memutar tubuhnya untuk melihat wajah menggemaskan dari sang kekasih.


" Gak usah sok imut " datarnya membawa wajah Mi Na dalam dekapannya, agar tak ada yang melihat wajah menggemaskan sang kekasih.


" Posesif amat pak, Amat aja gak posesif anda kok posesif " sindir Hoseok yang mendapat tatapan sinis dari Suga.


Sedangkan Mi Na diam-diam menyembulkan kepalanya dari dalam dekapan Suga. Dia melihat datar tubuh Alex yang sudah babak belur.


Dengan sekali lirikan dia mengkode agar anak buah kakaknya segera membawa tubuh Alex menjauh dari sana. Anak buah kakaknya segera tanggap dan membopong tubuh Alex menjauhi kerumunan mereka.


Saat anak buah kakaknya lewat tepat didepannya. Ia bisa melihat wajah Alex yang masih setengah sadar menatap kearahnya.


" Maaf " gumamnya lirih sarat penyesalan yang dijawab anggukan lemah dari Alex, tak lupa dengan senyum yang terpatri diwajahnya.


" Terimakasih " lirih Alex yang dijawab anggukan dari Mi Na hingga akhirnya Alex dibawa keluar dari area tersebut.


" Mi Na hei " panggil Suga melepas pelukan mereka dan menatap lekat sang kekasih.


" Kamu gak papa ? " tanya Suga dibalas anggukan oleh Mi Na.


Namjoon yang melihat drama didepannya lantas memutar bola matanya malas.


" Ini sebenarnya acara punya siapa sih ? " tanya Namjoon.


" Yap bener, perasaan yang mau baikan Taehyung sama Ji Na kenapa jadi acara ungkapan perasaan si kulkas sih ? " heran Jungkook.


" Jangan tanya saya, saya kan bukan kang dukun " jawab Jimin acuh.


" Dasar lo bantet " geram Jungkook melempar sandal ajaibnya, namun dapat dihindari dengan mulus oleh Jimin.


Sebelum mereka melanjutkan aksi melempar barang sekitar, suara Tae Ya tiba-tiba menginterupsi.


" Ini acaranya udah selesai kan ? " tanya Tae Ya datar, jujur dia sudah mulai mual melihat roman picisan dari kedua pasang manusia didepannya.


" Tae Ya kamu ngapain sih ? ganggu aja orang lagi nonton drama " kesal Ya Na yang sedang duduk dirumput sambil memakan popcorn.


" Nah betul itu, kamu jangan ngalangin tahu ini lagi puncak ending " timpal Li Na sambil melongokkan kepalanya dengan kacamata 3D yang sudah bertengger manis di hidungnya.


Tae Ya hanya melihat kelakuan dua orang bermarga Lee itu dengan tatapan aneh. Namun tak ayal ia tetap menyerong kesamping, membiarkan Li Na untuk melihat dengan jelas drama dibelakangnya.


" Nah gitu dong " ucap Li Na puas.


" Loh kok pada bengong ? Ayo dimulai lagi gantung banget ending nya " cemberut Li Na saat drama didepannya sudah selesai.


Sedangkan teman-temannya hanya menatap Li Na dengan berbagai ekspresi, ada yang bingung, cengo, kesal, geram, hingga hampir meneteskan air mata karena terharu.


" Hiks gini nih anak didik gue, bangga ya oppa sama kamu Li Na " ucap Jin terharu dan mengacungkan jempolnya pada Li Na.


Namjoon yang mendengar ucapan Jin, hanya mampu menatap hyungnya sinis dan meraup kasar wajah Jin.


" Sesat kali ajaran kau duhai tuan Jin yang terhormat " sindir Namjoon yang mendapat tatapan sinis dari Jin.


" Iri bilang bos, orang iri tanda tak mampu " semprot Jin kesal.


" Banyak kali bacot kau bang bertumbuk kita " ucap Namjoon menggulung lengannya.


" Baru pulang ajak ribut mau berantem ? " tantang Jin.


" Ok by one kita, maju lo tangan kosong kalau berani "


" Ok " jawab Jin, lalu menerjang tubuh namjoon dengan tangan terkepal.


Namjoon pun memasang kuda-kuda kuat, menunggu serangan dari Jin. Hingga saat Jin sudah dekat dengannya, ia segera mengepalkan tangannya kuat.


5 m


3 m


2 m


1 m


Semakin dekat, Jin semakin mengepalkan tangannya erat begitu pula dengan Namjoon hingga--


" YEAYY AKU MENANG " teriak Jin saat berhasil mengalahkan Namjoon dengan mengeluarkan gunting.


Sedangkan Namjoon yang kalah karena mengeluarkan batu pun hanya bisa merengut kesal.


" Nah lo kalah sekarang push up gak lo " tunjuk Jin yang dituruti oleh Namjoon dengan pasrah.


" Gila mak gue emang debes mak Jin aku padamu ! " semangat Li Na yang dibalas anggukan bangga dari Jin.


" Ini beneran udah damai ? " tanya Hoseok setelah melihat aksi Jin dan Namjoon.


" WOI KALIAN YANG DISANA PACARAN MULU, LO UDAH DAMAI APA BELUM ! " teriak Hoseok membuat kedua pasang manusia itu kembali kedunia nyata.


Kedua pasang manusia itu segera menatap kearah Hoseok dan mengganggukan kepala mereka serempak.


" Nah itu udah damai jadi sekarang waktunya kita--"


" BERPESTA YUHUU ! KANG GENDANG MAINKAN MUSIKNYA " seru Jimin senang dan melompat-lompat riang.


Jimin yang keliwat senang pun tanpa sadar menginjak kaki Tae Ya dengan keras.


Nyut


Kaki Tae Ya berdenyut sakit, karena injakan maut Jimin.


" Ups heheh gak sengaja Yang " cengir Jimin lebar. Sedangkan Tae Ya hanya menutup matanya pelan untuk menetral amarah yang sampai ke ubun-ubun.


Tanda alarm warning tiba-tiba terdengar ditelinga Jimin, dengan segenap kekuatan ia pun segera berlari secepar kilat.


Tae Ya yang berhasil menetralkan emosinya lantas membuka matanya, namun ia tidak melihat keberadaan Jimin didepannya. Saat melihat kedepan ia melihat Jimin berlari dengan cepat yang mampu membuat amarah Tae Ya kembali ke permukaan.


" JIMIN AWAS LO GUE SATE KALAU KETANGKEP ! " teriak Tae Ya mengejar Jimin.


" AMPUN SAYANG, HYUNG TOLONGIN JIMIN ! " teriak Jimin lari ketakutan.


Jin yang melihat kondisi mengenaskan dari dongsaengnya lantas memutuskan untuk membantunya. Namun sebelum itu ia menatap dulu kearah Ya Na.


Ya Na yang melihat tingkah Jin, hanya membalas dengan tatapan bingung.


" Kita ikut mereka yuk ! aku jadi Shahrukh Khan kamu jadi Kajol nya biar kayak film india gitu, siapa tahu nanti kita ditawarin casting " ucap Jin menaik turunkan alisnya yang ditatap datar Ya Na.


" Boleh juga kuy aku lari dulu hahaha " tawa Ya Na berlari duluan.


" Kajol tunggu Shahrukh Khan mu ! " panggil Jin mengejar Ya Na semangat.


" Jadi kita gimana ? " tanya Jungkook.


" Ya ikutlah tunggu apalagi " balas Jung Na dan berakhir semua orang mengikuti jejak kedua pasangan tersebut.


Terjadilah aksi kejar-kejaran dengan diiringi lagu Kuch Kuch Hota Hai yang entah berasal dari mana. Tak lupa pula hujan buatan yang disemprotkan oleh Namjoon menggunakan selang air dari atas balkon. Entahlah dari mana Namjoon mendapatkannya, tapi itu menambah kesan epic pada drama mereka.


Mereka asik bercanda riang dibawah guyuran hujan buatan Namjoon. Liwat itu pula mereka bisa sejenak melupakan masalah yang baru saja menimpa mereka.


Memilih berteman dengan keadaan dan menikmati kebahagiaan yang tersisa bukanlah pilihan yang buruk kan ?. Hidup memang begitu, beberapa menit yang lalu menangis, dan tertawa 5 menit setelahnya. Tiada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya, selama kita masih bisa menikmati hal-hal kecil maka lakukanlah, karena kita tak akan tahu kapan dunia akan mempermainkan kita lagi ~ salam author Minakim.


" Hua emak tolong " Jimin.


" Kena gue sate lo " Tae Ya.


" Siapa tahu bisa ikut casting hahah " Jin.


" Lumayan nambah tabungan hahah " Ya Na.


" Kita ngapain ikut lari woi ? " Hoseok.


" Gak tahu ikut aja, udah cepat lari " Li Na.


" Kita ngapain disini ? " Suga.


" Aku siapa ? aku dimana ? " Mi Na.


" Ayo kejar terus Jung Na hahah " Jungkook.


" Hei lo cepet banget capek gue " Jung Na.


" Ini kapan selesainya sih ? pegel banget nih tangan " ratapan Namjoon.


...END...


Yeay akhirnya end gimana happy gak end nya anggap aja happy. Makasih ya udah jadi pembaca cerita ini sampai end. Makasih juga dukungannya semua sayang kalian semua. Kira-kira dikasih extra part gak sih yang mau komen ya.


See u next time 😊