
Menu makan malam kali ini adalah, tumis kangkung, ikan goreng, sup jamur, dan telur mata sapi. Aku membantu mama sedikit saat memasak makan malam, sementara Lyra entah sedang melakukan apa dikamarnya. Semua hidangan sudah berada di atas meja, tidak lupa pula dengan piring dan nasinya.
Lyra yang mencium aroma makanan langsung bergegas turun ke bawah. Setelah membersihkan dapur kami akhirnya bisa menyantap makan malam bersama.
Untuk beberapa saat kami belum memulai pembicaraan, dalam ruangan hanya terdengar suara sendok dan garpu yang terbentur piring. Satu suap, dua suap mulut kami mengunyah makanan, mama yang memecah keheningan, berbicara terlebih dulu.
"Bagaimana sekolah mu hari ini Lyra?"
"Ya gitu deh, dimulai dari nyerahin PR, dapet tugas lagi, nggak selesai, jadi PR lagi" Lyra menyebutkan urutan kegiatannya dengan begitu singkat dan padat, terkadang aku merasa iri dengannya, mengingat betapa santainya dia dalam kehidupan sekolah. Tapi aku tau jika dia baru saja masuk dilingkungan Sekolah Menengah Atas.
"Kok bisa nggak selesai?, kamu ngapain aja?" Tanyaku penasaran "kakak juga pernah SMA kan, sudah pasti jawabannya adalah NOBAR DRAKOR!" Pernyataan Lyra yang begitu santai membuat mama tersedak makanan, dengan cepat aku mengambilkan segelas air dan memberikannya kepada mama. "Apa aku salah bicara?" Lyra yang terlambat membaca situasi hanya menelengkan kepalanya dengan bingung. mama yang tersedak menghabiskan segelas air yang kuberikan.
"Ekhem..sepertinya mama harus simpan ponselmu untuk sementara waktu" perkataan itu, seketika membuat Lyra ternganga tidak percaya. Disisi lain aku berusaha sekuat mungkin untuk menahan tawaku keluar "eeeee.......jangan dong ma, Lyra kan cuma bercanda" rengekan itu sama sekali tidak menimbulkan respon apapun, kulihat wajahnya mulai terlihat panik.
"A-alasan kenapa tugasnya nggak selesai itu soalnya anak anak yang lain pada berisik, aku jadi nggak fokus, apalagi matematika butuh konsentrasi penuh" Lyra melakukan pembelaan untuk dirinya sendiri, melihatnya yang sedang panik membuat ku ingin sedikit ambil peran dalam masalah ini.
"Bukanya kamu sering ngerjain tugas bareng temen-temen mu, itu juga nggak bisa fokus"ucapku
" kalo itu ujung-ujungnya aku yang ngerjain sendiri"
"setau kakak kamu sering keluar malah buat jalan-jalan, bukan kerja kelompok" aku sangat tau dengan sifat adikku yang imut ini, dan jawaban yang akan di ucapkan nya sudah pasti akan seperti ini.
"Sering dari mananya, dompet ku aja masih penuh gara gara aku jarang keluar" Setelah Lyra mengatakan itu, niat jahilku semakin tidak tertahan, dia sudah memakan umpan yang ke beri dan mengucapkan kata kuncinya.
"Hoho..... lihat siapa yang bicara, kalo gitu coba kasi tau berapa sisa uang jajanmu minggu ini?" pertanyaan ku jelas membuatnya diam seribu bahasa, wajahnya yang dipenuhi dengan keringat dingin sudah cukup menjadi jawaban untuk ku. Hanya saja hal itu sama sekali tidak berlaku untuk mama, tatapannya yang tajam membuat Lyra memalingkan pandangannya ke arah lain. "Jawab pertanyaan kakakmu Lyra!"
Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, bibirnya mulai berbicara meskipun dengan nada yang terbata bata karena takut, tapi seperti kataku mama adalah pemegang kekuasaan tertinggi saat berada di rumah, setakut apapun dia jika dia tidak menjawab sesuatu yang lebih menakutkan akan terjadi. "Li-Lima belas ribu" saat itu juga aku merasa ingin tertawa dengan keras, jawaban yang deberikannya benar benar di luar ekspetasi ku, sayangnya niat ku itu terurungkan saat mendengar suara helaan nafas panjang dan melihat posisi tangan yang berada di kening kepala. itu adalah tanda kalau mama sedang kesal.
Terjadi hening yang cukup panjang, aku bahkan lupa jika mulutku sedang mengunyah. "Serana....!" Aku menelan ludah, berfikir apa yang akan dikatakan mana selanjutnya.
"Jangan memberi adikmu uang jika dia memintanya" Setelah selesai mengatakan itu, mama kembali fokus dengan, makanannya tanpa berbicara apapun lagi. Lyra yang pasrah dengan keadaan melanjutkan menyantap makanan sambil cemberut.
"Siapa juga yang mau ngasih" ujarku sambil tersenyum jahil,
meskipun dalam hati ada sedikit rasa bersalah, kurasa lebih baik mengakui kebohongan yang sudah terlihat jelas bahkan sebelum kita berbohong. Makan malam hari ini diakhiri dengan topik, Lyra dan uang jajannya
...----------------...
Satu minggu berlalu, hari hariku dimulai dan berakhir seperti biasanya, tanpa ada hal yang istimewa, terkadang mengantarkan makanan ke bakery, mendengar curhatan Nayla dan Tora di kedai, menertawakan adikku yang imut, tidur seharian, membersihkan rumah, menonton televisi, dan ada satu kegiatan yang sedang ku tekuni akhir akhir ini. Menyelesaikan novel *Kunci Yggdrasil*, selama seminggu ini aku cukup rajin membacanya dan selesai sampai bab paling belakang.
"Apa masih belum ada informasi tentang lanjutan dari novel ini?" Rasa penasaran ku mendorongku untuk mencari tau, kuambil ponsel ku dan membuka aplikasi yang memuat sumber informasi paling terpecaya. Sekedar informasi setelah kejadian pencopet hari itu, ponselku mengalami kerusakan lain selain pada layarnya. Muncul garis garis glich saat membukanya, beruntung tidak ada masalah dengan kartu SIM nya yang pasti adalah ponsel itu rusak cukup parah, alhasil aku membeli yang baru beberapa hari yang lalu.
Aku mengetik "Lanjutan novel kunci yggdrasil" pada fitur pencarian, setelah loading beberapa saat layar ponselku memunculkan beberapa sites web mengenai informasi yang ku cari.
"Kunci Yggdrasil tertunda"
"Fakta unik Author K.K penulis Kunci Yggdrasil"
"Perkembangan buku ke 2 Kunci Yggdrasil"
"Author terkenal K.K dinyatakan menghilang"
"Deretan novel yang menjadi pesaingan Kunci Yggdrasil"
Begitu banyak yang judul dilampirkan, tapi semua yang tertulis disana memuat cerita yang hampir sama, kenyataan bahwa penulis K.K hilang saja sudah membuat banyak netizen bertanya tanya. Sampai aku akhirnya menemukan satu judul yang menarik.
"Pemeran utama wanita kunci Yggdrasil 2 terungkap"
Dari judulnya akan sangat disayangkan jika melewatkan informasi ini.
Di sana tertulis jika sebelum K.K penulis Kunci Yggdrasil menghilang dia sedang membuat deskripsi tentang tokoh baru untuk beku ke-2.
Jika melihat dari buku pertama ada kemungkinan kalau yang dimaksud adalah Pemeran utama wanita. Hal itu tidak sengaja diketahui saat wawancara bersama editor dari novel Kunci Yggdrasil, dia mengatakan bahwa sebelum K.K menghilang dia sempat meminta saran kepadanya untuk pembuatan tokoh baru, yang akan muncul pada buku ke-2.
Meskipun yang dimuat cukup masuk akal, entah kenapa artikel ini membuatku sedikit kesal.
"aku kira informasi pasti, ternyata cuma teori pembaca" karena itu jangan terlalu percaya dengan judul yang ada di Internet. Di saat aku sedang asyik menyelamatkan lautan maya, muncul sebuah notifikasi pesan dari salah satu tempat yang aku kirimin lamaran pekerjaan.
Seketika jantung ku bedetak tidak karuan, merasa gugup untuk membaca penentuan jalan hidupku selanjutnya. Akankah diterima?atau ditolak? Hanya kedua hal ini yang terbesar dipikiranku sekarang, kutarik nafas dalam untuk menenangkan pikiran.
"Ok Serena kamu pasti......pasti......" mataku terpusat pada satu kata, bukan kata spesial tapi hanya dengan satu kata ini dapat mengubah banyak hal, dengan melewatkan salam di bagian awal aku menemukan kata spesial itu.
Ponsel ku jatuh terlepas dari tangan ku yang kehilangan daya genggamnya, pandangan ku terlihat buram seakan ada kabut yang menutupi mataku, aku bahkan tidak yakin apakah aku sedang bernafas atau tidak.
"aku....aku....GAGAL LAGI"