I To Be W

I To Be W
Naik Apa



"Ya terus Ngapain lagi?" Tanya Aryo setelah melihat Niko tidak berbicara dengan orang lain.


Lantas Niko menatap heran aryo "Gue pengen lu pas nyampe dirumah wajah lu gak kayak gitu, intinya gue pengen nenangin lo disini Yoo,"


"Merasa kasihan ya? Kalau lu mau antar Aurelia antar aja gausah suruh nunggu gue, kan habisnya kelas pas kosong mereka bully gue,"


"Bodohnya gue mau aja nungguin lo, sial banget" ketus Aryo dengan kesal


"Ya tadi pas gue udah ke kelas lu disitu Lia minta tolong buat ngantar dia, lu gak bodoh yoo, gue yang harusnya utamakan lu dulu, kan gue udah janji dari kemarin anter lu pulang, maafin gue please." respon Niko santai dan membujuk Aryo untuk bisa sedikit tenang.


Aryo pun mengalihkan pandangannya menuju luar sambil melihat kendaraan yang berlalu lalang "Aurelia kan gebetan lu, utamain dia sih, kalau pas lagi nganter dia, lain kali bilang aja lagi ngantar, gausah bilang ada urusan penting segala, gue nunggu lo, AHHH BODOH BANGET GUE MAU MAU AJA," air mata Aryo mulai menetes pelan.


"Gue gak bisa yo bilang lu naik angkot gitu, gatau kenapa, gue pengen aja tadi mau jalan gini bareng kamu kesini, itu kenapa gue gak nyuruh kamu naik angkot dan lagian gue lagi santai yoo, maaf ya Yoo," bujuk Niko dengan suara khasnya.


"Gue kenapa anter Lia bukan karena gebetan, itu karna dia nyuruh buat anter, siapapun yang nyuruh gue buat anter pulang, gue mau kok, apalagi kalau kamu yang nyuruh, sayangnya lu belum minta pengen dianter Yoo," lanjut Niko Dengan wajah sedih.


Aryo lantas menatap wajah Niko dan dibalas dengan tatapan sedih oleh Niko "Yakin lu mau anter siapa yang nyuruh lu?"


"Iya bakal gue anter" jawab Niko polos


"Ini pesannya mas" ucap waiter cewek lembut lalu meletakkan dengan rapi di depan Aryo dan Niko selanjutnya sang waiter itu pun berlalu.


Aryo kembali menatap Niko tidak percaya, "Kalau gue suruh lu buat anter Desi pulang untuk besok mau?"


"hah?" batin Niko terkejut. "Kok lu yang nyuruh yo?" Tanya Niko keheranan.


"Lu MAU atau TIDAK?" Tegur Aryo dengan cepat.


Niko mengangguk pelan.


"Bagus," respon Aryo


"Awas kalau lu macem-macem sama dia!" Lanjut Aryo lagi.


"Iya-iya tenang aja, besok gue anter Desi dah pulang, bilang aja ke dia," Niko Pun memilih mengalah.


Niko mengambil keripik potatonya "Makan yo, baru pulang"


Hal yang sama, Aryo mengambil minuman bobanya lalu menyeruput dan memakan kerupuk kentangnya juga.


45 menit berlalu, Niko melihat jam dinding kafe tersebut sudah menunjukkan pukul 15:20, "Pulang yuk" ajak Niko pada Aryo yang hanya celingukan entah melihat apa dan siapa!


"Hmm," balas Aryo Lalu mengambil tasnya yang tergeletak di lantai tepat disamping kursinya.


Keduanya berjalan menuju parkiran motor dan naik, lalu melaju santai untuk pulang.


Motor niko berhenti tepat di depan rumah aryo,


"Thanks Ni" ujar Aryo


"Okee Yoo, jangan lupa besok sama temen lu, kabarin ya," balas Niko dengan datar, lalu melaju pergi menjauh dari rumah aryo.


Aryo berlari kecil dan masuk kerumah yang kosong nan sunyi itu. Taulah adiknya pasti di rumah bu ratma dan Aryo segera menjemput adik bungsunya dari rumah bu ratma sebelum mereka pulang karena Tommy menangis, kan gak lucu!!!!!


-----


Sesampainya Aryo di sekolah, dia segera berlari menuju kelasnya berharap Desi sudah sampai, tepat saja. Desi sudah membuka buku pelajaran Biologi, tidak heran lagi untuk Aryo, karena desi sedang berambisi untuk ikut olimpiade Biologi.


Desi pun menatap Aryo bingung "Ada apa?" Tanya Desi kemudian mengalihkan pandangannya terhadap buku.


"Nanti lu pulang diantar sama Niko anak kelas sebelas ipa 1,"


"Hah? Lu bisa dapat info itu dari dia?"


"Iya dia nyuruh sama gue kalau lu bakal dianter dia nanti saat pulang sekolah," jelas aryo singkat.


"Songong lu, itu mah bujukan dia kali?" Desi memiringkan kepalanya dan menatap tajam Aryo.


"Intinya lu bakal dianter sama Niko nanti titik," ujar Aryo seperti sedang kelelahan atau bosan.


"Kayaknya gue harus hati-hati deh," balas Desi yang masih bergeming dengan soal olimpiade Biologi itu.


"Hmm," balas Aryo tanpa berkata apa-apa lagi.


Aryo mengambil ponselnya "Nanti lu anterin Desi pulang, anak X ipa 2, ditunggu di gerbang nanti. pasti lu kenal dia, dan tepati omongan lu!!" pesan Aryo lalu mematikan ponselnya dan memasukkan ke dalam tasnya.


**


Bel pulang berbunyi, Aryo dan desi membereskan buku dan tas mereka lalu keluar kelas menuju gerbang, disana Niko menunggu tepat di atas motornya, Desi dan Aryo pun mendekati Niko, dan menyadarkan dari lamunannya yang belum panjang, maybe.


Sekilas Niko menatap heran aryo "Lu naik apa yo?"


Desi menatap heran kedua orang tersebut, "Ini kan mereka musuhan kok, Niko anak genk bukan sih? Gak salah gue kan?" Batin Desi sambil menatap Aryo dan Niko lekat bergantian.


"Kalian dua udah temenan?" Tanya Desi kepada Aryo dan Niko


"Ya seperti itulah," respon Niko dengan cepat


"Lu naik apa Yo?" Tanya Niko balik, sedari tadi Aryo hanya termenung dan menatap tanah serius.


Desi yang melihat sikap Aryo pun langsung menyenggol lengan kirinya dan membuat Aryo sedikit meringis.


"Gue bisa naik ojek atau angkutan umum, Des lu naik aja cepat! Dah ya, bye bye, sampai jumpa besok lagi," ujar Aryo lalu berlari kecil menuju gerbang tanpa menoleh kebelakang.


"Gue bisa naik?" Tanya Desi hati-hati.


"Naik aja, tapi kita tunggu Aryo benar naik ojek ya," balas Niko,


Desi kemudian naik pada jok belakang motor Niko yang kosong itu.


Motor Niko melaju pelan dan berhenti tepat di belakang Aryo.


Menunggu angkutan umum atau ojek yang lagi kosong memang sangat membosankan, apalagi terkena sinar matahari yang menyengatkan, duh pasti kita semua ada rasa kesal dan cepat sampai dirumah, terutama Aryo juga merasakan hal yang sama. Aryo celingak-celinguk sesekali menatap seseorang yang sedang lewat.


Sementara Niko yang berada dibelakang Aryo pun mulai bosan, "Lama benar ya kalau mau pulang?" Keluh Niko entah pada siapa.


"Ya begitulah, kalau lagi barengan pulang kita tuh naik angkutan umum, tapi kalo semisal udah sendiri mending mesan ojek kek. mungkin Aryo sedang gak mesan ojek kali, biasanya dia langsung pesan ojek langganannya sih di istirahat ketiga jadinya lebih cepat dia bisa pulang" curhat Desi.


"Eh btw kenapa gue curhat segampang ini ya?" Tanya Desi dan menatap Niko duarius.


"Mana saya tahu" Niko sedikit menyeringai.