
Sempat melirik sebentar ke arah Yoongi, pelan-pelan Hana membuka bingkisan yang di berikan oleh Bambam.
Bambam dan Hana memang satu sekolahan. Keduanya tidak saling dekat. Jikapun ada yang menjahili Hana, Bambam biasanya hanya menonton dan menertawai. Tidak ada niatan ikut mengganggu sebelum niat buruk menuduh Hana sebagai tersangka kasus Umji melintas di fikirannya.
Kedua nya bahkan tak saling sapa, tak saling menatap, apalagi sengaja bersentuh fisik. Tidak sama sekali.
Bahkan Bambam pun belum sempat mengucapkan kata maaf atau sejenisnya pada Hana setelah bukti terungkap bahwa dirinya bersalah dan memfitnah Hana.
Meminta maaf pada Jisoo mungkin sudah, tapi tidak sama sekali dengan Hana.
Bambam menghilang setelah kabar dikeluarkannya dirinya dari sekolah tersebar. Tidak ada jejak tertinggal seolah menghilang begitu saja. Rumahnya pun juga kosong tidak ada orang tua maupun dirinya sendiri. Hanya ada beberapa ahjumma yang masih di sana, namun enggan memberitahu kala ditanya dimana Bambam berada.
Merenungi dosa, mungkin, dengan menghilang begitu saja tanpa diganggu dan tertanggu oleh siapapun.
Beruntung Daniel bisa menemukan Bambam.
Daniel dengan sengaja melacak keberadaan Bambam mengingat dulunya mereka berteman cukup dekat. Dan cukup mengejutkan bagi Daniel juga Sungjae saat mengetahui dimana Bambam berada.
Saat di temui, Bambam berada di rumah sakit. Tidak tahu tujuan nya di sana sedang apa, terlihat dari perawakan Bambam bahwa dirinya baik-baik saja. Tidak ada sanak saudara pun yang terdaftar dalam catatan rumah sakit. Entahlah, apa Bambam hanya sekedar singgah, atau sengaja menemui seseorang disana.
Sedikit gemetar serta menetralkan nafas, Hana membuka pelan bingkisan kotak berwarna kelabu dengan pita biru kecil di atasnya.
Matanya melotot saat dia tahu isi dari bingkisan itu. Yoongi beringsut mendekat. Menopang kedua pundak Hana dari samping.
Perlahan Hana mengambil benda yang sering di sebut kalung. Kalung cantik berwarna silver yang ia keluarkan dari tempatnya dengan sangat hati-hati.
Kalung yang tak begitu panjang menjuntai indah di telapak tangan Hana. Ada liontin berbentuk bunga merekah berwarna biru dan putih yang saling mendominasi.
Hana melirik pada Yoongi, sementara Yoongi mengangguk meyakinkan.
Ada satu surat dibawah kalung. Perlahan Hana menariknya keluar bingkisan dan membukanya pelan.
Tulisan rapi nan indah memanjakan mata Hana kala Hana membuka lipatan kertas. Sebuah surat atau mungkin sajak? Bisa juga untaian kata permintaan maaf.
Hana menghela nafas pelan, dan mulai membaca isi surat dari Bambam, kata perkata.
31 Desember 2019
Untuk Hana, gadis yang sudah ku jadikan sandaran dalam masalahku.
Hai, apa kabar? Masih ingat aku?
Ada banyak hal yang sudah kamu lalui. Berikut kesedihan serta air mata sebagai penenang.
Aku menyaksikan semua meski aku tahu kamu tidak menyadarinya.
Namamu Hana dan namaku Bambam semua tahu, tapi ada hal yang tidak semua orang tahu termasuk dirimu.
Aku mengenal mu sejak kamu masih kecil. Umur kita terpaut 2 tahun. Seharusnya aku menjadi kakak tingkatmu, tapi tidak, aku lebih memilih menjadi teman sebayamu.
Aku tersenyum saat kamu tersenyum dan aku menangis saat kamu menangis.
Dari kecil aku sudah memantaumu. Dari kecil aku selalu berada di sekitarmu. Dari kecil aku selalu berada di dekatmu. Secara tidak langsung, aku ikut andil dalam membesarkanmu.
Aku menemanimu, tapi dari kejauhan. Aku tidak berani mendekat karena aku adalah seorang lelaki yang terlahir sebagai pecundang sejati.
Dari umur kita, ahh maaf, umurmu masih kecil, kau sering di bully. Aku ingat jelas saat kamu masih duduk di bangku taman kanak-kanak kamu terjatuh dan menangis. Aku masih ingat saat kamu di dorong teman sebayamu waktu kamu ingin berlari memetik bunga. Hal sederhana yang ingin kau lakukan namun selalu menjadi cela dimata semua orang.
Hana, kau ingat laki-laki berjaket tebal yang menolong mu saat kamu jatuh dari ayunan? Kau ingat laki-laki bernama Jungkook yang selalu ada di sisimu dan menemanimu sampai akhirnya kau jatuh hati padanya?
Maaf, tapi Jungkook itu teman ku. Teman baikku lebih tepatnya. Aku menyuruhnya untuk menjagamu dari dekat, karena aku tidak punya cukup keberanian untuk menjagamu dari jarak dekat.
Aku bersyukur karena adanya Jungkook kamu lebih sering tersenyum. Dan kamu pun terlihat sangat bahagia. Aku bahagia dan sedikit lega.
Namun, saat aku tahu Jungkook pindah ke New York dan meninggalkanmu, aku memukulnya habis-habisan sampai dia harus di rawat di rumah sakit beberapa hari. Aku memang jahat, pecundang, dan tidak tahu diri. Aku menginginkan kamu bahagia tapi caraku salah.
Ingat saat SMP, seusai Sungjae dan Jisoo menjahilimu mereka lalu mendapatkan kesialan? Terjatuh dari sepeda yang mereka naiki, serta tergelincir dari tanah licin yan membuat kaki mereka terlkilir? Menurutmu kesialan itu rencana dari siapa? Atau kamu malah mengira hal itu sebuah kebetulan dan kesialan semata?
Haha.. tapi maaf, itu dariku, aku yang merencanakannya.
Aku sengaja dekat dengan mereka, aku sengaja masuk ke lingkaran pertemanan mereka agar aku bisa memantau kelicikan mereka terhadapmu.
Aku cukup syok dengan semua rencana buruk mereka untuk mu. Aku kira pembullyan yang mereka lakukan padamu akan berakhir saat kamu lulus SMP. Nyatanya,kejahilan mereka tetap berlanjut saat kamu masuk SMA.
Aku bingung harus mengakhirinya seperti apa. Aku bahkan tidak punya ide sama sekali bagaimana harus menyadarkan tindakan bodoh mereka. Terlalu pecundang, dan bodoh secara bersamaan, ya itu aku Han.
Oiya, menurutmu juga, siapa yang menyebarkan berita tentang bangkrutnya keluarga Jisoo pada anak-anak? Yang mencuci otak Joy tentang dirinya yang sendirian dan tidak di harapkan di keluarga Min, serta penyebar kenakalan Sungjae pada kedua orang tuanya?
Semua memang terlihat seperti kebetulan, tapi ada aku di balik kejadian kebetulan itu. Aku jahat kan? Tapi aku cukup bahagia melakukannya.
Maaf, menitipkan surat ini pada Sungjae. Aku tidak peduli jika laki-laki itu membaca surat ini. Sama sekali tidak peduli. Karena dari dulu sampai sekarang hanya kamu yang aku pedulikan.
Aku lega sekarang ada Yoongi di sampingmu. Ada Yoongi yang menjagamu dan ada Yoongi yang selalu mengawasimu. Beritahu kakak tingkat dingin itu agar terus menjaga mu. Jika dia kurang ajar aku akan datang menebas kepalanya hingga habis.
Maaf, menggunakan mu sebagai alibi atas kejahatanku pada Umji. Aku bahkan tidak menyangka jika keadaan Umji akan separah itu. aku tidak menyangka bahwa nyawa Umji hampir menghilang di tanganku. Aku sudah mendatangi Umji dan keluarganya juga meminta maaf secara langsung pada mereka.
Aku menggunakanmu semata-mata hanya untuk menjebak Jisoo. Kepalang benci aku pada gadis satu itu. Terlalu jauh melukai mu sampai rasanya aku ingin membuangnya ke segitiga bermuda. Dan beruntungnya lagi, rencana ku di dukung Joy yang tiba-tiba muncul dan memberikan ide yang sebenarnya sudah ku susun dari awal.
Menyuruhku untuk menuduh Jisoo, lalu kabur tanpa jejak. Tidak sedikitpun aku berniat kabur sebenarnya, aku pun cukup ketakutan saat tahu Umji hampir meregang nyawa. Gadis yang aku cintai hampir meregang nyawa di tanganku akibat ulah bodohku, bagaimana aku tidak stress?
Tapi, saat aku tahu semua berjalan sesuai rencanaku, aku bahagia. Aku bahkan tidak menyesal keluar dari sekolah. Sebelum aku di keluarkan pun aku sudah mengurus perpindahan sekolah. Licik, tapi aku hanya ingin rencanaku membalas dendam orang-orang yang menyakitimu terlaksana dengan mulus sesuai keinginanku.
Aku mungkin tak punya hak di matamu, tapi kau punya hak bahagia di mataku.
Maaf, sekali lagi aku minta maaf.
Mungkin kamu bingung kenapa aku melakukan ini. Tapi kamu perlu tahu Han, Bibi Eunbi adalah sahabat karib ibuku. Mereka sangat dekat bahkan kedekatan mereka sudah seperti saudara. Dan mungkin kamu tidak tahu, tapi aku yakin Paman Hoseok tahu kalau Bundamu menitipkan mu pada ku. Anak laki-laki pecundang yang lahir dari rahim sahabat karibnya.
Bibi Eunbi percaya di masa depan aku akan bisa menjagamu. Tapi nyatanya aku malah menghianati kepercayaan nya.
Maaf, sekali lagi aku minta maaf pada mu juga pada Bibi Eunbi dan Paman Hoseok.
Hana, jika kamu membaca surat ini berarti kamu sudah menerima kalungku bukan? Bunga merekah yang ada di dalam kotak bersamaan dengan surat ini. Dipakai ya…
Aku membuat nya khusus untukmu saat ulang tahunmu ke sepuluh tahun. Tadinya aku ingin memberikan secara langsung, tapi karena aku pecundang aku tidak punya keberanian memberimu kalung ini. Di tambah lagi Jungkook juga ikut membuat kalung yang hampir mirip dengan buatanku. Aku yakin, kalung dari Jungkook sudah berada di tangan mu dan sekarang sedang kau pakai. Betul tidak?
Haha tidak apa-apa aku tidak mempermasalahkannya. Hana, apa kau tahu arti kalung ini? Terlihat biasa dimata beberapa orang, tapi kalung ini aku buat melambangkan nama juga kepribadianmu.
Jung-Hana.
Hana, yang berarti keistimewaan. Lahirnya kamu bukan sebuah bencana. Lahirnya kamu bukan sebuah hal yang pantas di bully. Kau istimewa, itulah mengapa Bibi Eunbi mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanmu. Karena baginya, kau begitu istimewa dan sangat layak untuk tinggal di bumi lebih lama lagi.
Hana, yang berarti kebahagiaan. Berhentilah menangis. Kau itu sumber bahagia dimata kami semua yang menyayangimu. Seperti yang ku katakan, saat kau tertawa aku ikut tertawa, saat kau tersenyum aku ikut tersenyum, karena kau ada menjadi sumber kebahagiaan seperti ayahmu yang menjadi sumber kebahagiaan Paman Taehyung.
Hana, yang berarti anggun. Kau itu anggun. Senyummu indah, dan tingkahmu bahkan sangat berhati-hati. Terlalu takut menyakiti orang lain, padahal mereka termasuk aku, sering menyakitimu.
Aku harap, kau bisa melanjutkan kehidupanmu lebih baik lagi dimasa depan. Semua sudah berakhir dan semua sudah ku akhiri meski aku harus mengorbankan kamu juga hampir mengorbankan nyawa Umji. Aku menyesal dan aku merasa sangat berdosa. Tapi aku puas.
Jangan tanya dimana aku sekarang. Jangan pula mencariku di mana. Karna aku sedang tersenyum melihat mu sekarang, meski dari kejauhan. Tetaplah menjadi Hana dengan pribadi yang anggun dan lembut. Tetaplah menjadi sumber kebahagiaan orang lain. Tetaplah baik tanpa memandang mereka sempat menyakitimu.
Semua berakhir Han, akan aku pastikan semua berakhir disini.
Mulailah hidup bahagia dengan Yoongi. Mulalilah kebahagiaan dengan Paman Hoseok. Aku tetap di sampingmu sampai nanti kamu menjadi seorang ibu ataupun nenek. Aku tetap disini, sampai kamu merasa tenang dan nyaman hidup di Seoul tanpa harus berpindah tempat juga Negara.
Bahagia selalu, aku harus pergi menyusul Jungkook yang kabur dan tidak pulang-pulang. Akan aku pamerkan bahwa Hana kecilnya sudah punya cinta sekarang. Dia akan menyesal karena meninggalkanmu.
Aku titip semua hal yang ada di Seoul. Aku titip semua kebahagiaan di Seoul. Jika nanti aku kembali, tolong jangan pukul aku.
Hana, aku menyayangimu dari jauh.
- - - END - - -
Hana melipat kembali kertas dengan tulisan indah dari Bambam. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa di perintah. Masih tidak menyangka doa-doa yang selama ini ia panjatkan terkabul. Tak menyangka ternyata banyak orang yang memperhatikannya meski dari jauh.
Hana menengadah menatap langit. Matanya yang berkaca-kaca semakin kentara saat salju menggelitik wajahnya.
Meski musim dingin masih lama berganti, tapi musim selanjutnya akan berganti dengan musim semi yang hangat juga ringan dan menyegarkan. Begitu pula nasib Hana yang kini berakhir dengan ke hangatan. Musim dingin penuh cobaan juga cinta secara bersamaan yang tak pernah sekalipun terlintas akan berakhir indah secara nyata.
Hana mengusap lelehan air matanya. Menatap kalung pemberian Bambam dengan tatapan sedih bercampur bahagia. Matanya meneliti liontin indah dari kalung yang tersampir di tangannya hingga ia merasakan elusan di pundaknya, kepalanya menoleh ke arah samping dan menemui Yoongi yang tersenyum tipis ke arahnya. Hana mengangguk pelan seolah paham apa yang tersirat dari sorot mata Yoongi.
Yoongi menuntun Hana perlahan meninggalkan rooftop. Berjalan pelan dengan tangan yang masih bertengger pada bahu kekasihnya. Kali ini, di musim salju sebelum benar-benar berganti menjadi musim semi, di akhir tahun yang akan berganti menjadi tahun yang baru, Yoongi berdoa dalam hatinya, sampai kapanpun, setelah kesedihan yang menimpa Hana, semoga semua pulih menjadi kuncup bunga yang akan merekah indah mengiringi kehidupan kekasihnya.
Karena sampai kapanpun, semua hal yang buruk akan terbayar dengan hal indah, satu persatu, meski datangnya lambat dan tidak datang bersamaan.
Bahagia selalu, Happy New Year… 💜
- - - - - END - - - - -
Terimakasih buat temen2 yang udah baca ceeita I Know I'm (not) Perfect.
Terimakasih buat yang setia nunggu dari awal sampai akhir cerita.
Terimakasih buat support kalian selama ini.
Maaf kalau dalam penulisan aku masih banyak banget typo, ada mungkin beberapa kata yang salah, terus juga feel nya nggak nyampe banget, aku minta maaf banget.
Aku juga buka kritik dan saran seluas-luasnya buat kalin, yang mau ngasih kritik silahkan bisa kalian komen, dan aku menerima segala jenis kritik dari kalian.
Pokoknya makasih banget yang udah sempet mampir ke sini 😭 sayang kalian banyak2 💜
Jangan lupa mampir di cerita aku yang lain ya,
Happy new year, semoga tahun depan jadi tahun yang indah buat kita semua.
Saranghae 💜
* * * * * special thanks to * * * *
**Hana***
Yoongi
***Sungjae
***Jisoo
***Seokjin
Jimin
Joy
Hoseok***
Taehyung***
Umji
Bambam***
Namjoon