I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 5 Sebuah foto



Chapter Sebelumnya


Klek


Kreeek


Setelah pintu terbuka Talia masuk kedalam ruangan dan membuka jendela agar cahaya masuk memenuhi ruangan tersebut. Agar ia bisa melihat dengan jelas karna tidak ada lampu sama sekali


"...!!.. "


Talia hanya bisa takjub dengan apa yang ia lihat. Ruangan yang berisi begitu banyak buku-buku, piala, dan juga foto-foto yang tersusun begitu rapinya disetiap sudut ruangan sesuai tempannya.


"Wahhh...! tak ku sangka begitu banyak buku horor disini"mengambil buku dirak"seperti nenek menyukai horor sepertiku deh! " ucap Talia yang kagum.


"Di sini juga ada piala! nenek pernah mengikuti beberapa macam lomba"sedang melihat piala yang ada dilemari samping rak buku.


"Ada lomba baca puisi, melukis, dan juga bernyanyi. terlebih juara satu semua! Keren!.... Nenek benar benar hebat"ucap Talia yang kagum setelah membaca tulisan yang ada dipiala tersebut.


"Ah! Apa ini foto foto ku bersama nenekkah? Dilihat dari fotonya aku masih sekitar 5/6 tahun deh"Talia yang melihat foto yang tertempel didinding didepan rak buku dan lemari piala.


"Tapi kenapa aku tidak mengingat semua kejadian bersama nenekku ya? "Ucap Talia yang berfikir keras setelah melihat semua foto didinding tersebut.


"Mmmmm... "


Talia mencoba mengingat kembali semua kejadian bersama neneknya di foto tersebut, tapi semakin diingat Talia tidak menemukannya.Lalu Talia mencoba mengambil satu foto didinding tersebut,difoto tersebut Talia melihat ia bersama neneknya sedang berjalan sambil bergandengan tangan.


Anehnya difoto tersebut Talia seperti melihat kearah samping, seolah neneknya tidak mengandengnya sendiri melainkan mengandeng seseorang lagi ditangan kanannya.


Akan tapi di foto tersebut hanya ada Talia dan neneknya saja, lalu apa yang dilihat oleh Talia disamping tangan kanan neneknya itu?


17:30


Tak terasa waktu magrib mau masuk, Talia yang melihat ke arah jam diatasnya sudah menunjukan pukul setengah enam. Lalu Talia bergegas kebawah setelah mengunci jendela dan pintu ruangan tersebut.Talia juga membawa foto tadi yang ia lihat karna terasa sedikit ganjil, ia bermaksud menujukan kepada ayah dan ibunya setelah pulang kerja nanti untuk bertanya siapa yang ia lihat disamping tangan kanan neneknya itu.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


18:30


Diruang makan


Begitu ayah dan ibunya Talia datang dan mereka memulai makan bersama, Talia langsung menanyakan kepada ayahnya.


"Pa! Talia pengen tanya sesuatu ni? Ucap Talia yang berhenti makan.


"Boleh. Mau tanya apa?" ucap ayahnya Talia.


"Ini... tentang ruangan baca nenek" ucap Talia


"Memang ada apa dengan ruang baca nenek?" tanya ayahnya lagi.


Talia yang ragu ragu untuk memulai pembicaraan dari mana dulu membuatnya gugup sekali, lalu Talia mencoba untuk tetap tenang sambil mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya.


"Ada apa sayang kok berhenti bicara? Apa ada sesuatu diruang baca nenekmu?"tanya ibunya Talia.


"Bukan! Bukan begitu! Itu.... Didalam ruang bacakan ada banyak foto Talia dan juga nenek. jadi Talia ingin tanya siapa yang mengambil gambar Talia bersama nenek diruangan itu? "


"Ooo.. Itu papamu! . Papa mu sering mengambil foto mu sejak kamu lahir sampai umur mu 12 tahun. Ia ingin melihat perkembangan mu dan juga mengenang kamu yang masih kecil"ucap ibunya Talia.


"Ya .. setidaknya setelah kamu nikah nanti, jika papa kangen Talia papa bisa lihat foto foto yang papa ambil hehe "ucap ayah Talia yang sedikit malu.


"Maaf! maaf! Papa bercanda sayang"ucap ayah mencoba membujuk Talia.


"Tapi kamu pasti akan menikah kan? , masa mau lajang selamanya"ucap ibunya Talia yang mulai ikut ikutan.


"Ih.. Mama juga sama deh"Talia yang tambah jengkel.


Kedua orang tua Talia tertawa dan membuat Talia marah. Melihat hal itu akhirnya ayah dan ibunya Talia meminta maaf dan membujuk Talia yang marah itu.


"Kalau gitu papa tau kan foto ini? " tidak marah lagi. "siapa yang Talia lihat diarah tangan kanannya nenek? " menunjukan foto yang Talia bawa dari ruang baca kepada ayahnya.


"...!!.. "


Ayah dan ibunya yang mendengar pertanyaan Talia mengenai foto tersebut sontak kaget, dan juga panik. Talia yang melihat kedua orang tuanya memasang wajah cemas itu mulai curiga kalau ada sesuatu yang mereka sembunyikan.


"Papa kenapa diam? Apa ada seseorang lagi difoto ini selain Talia dan nenek" tambah curiga."Terlebih Talia juga tidak bisa mengingat apapun kenangan Talia bersama nenek saat umur talia masih 5 tahun "


"Ituu.... Seekor kucing! kamu melihat kucing saat papa sedang fotokan. Papa mencoba mengingatnya tadi makanya papa terdiam cukup lama. Kamu kan udah tau papa udah mulai tua, jadi ingatan papa sedikit buram"ucap ayah Talia yang mencoba menyakinkannya.


"..... Oh! benarkah! begitu ya. Jadi hanya seekor kucing doang, Talia kira ada orang lain yang digandeng oleh nenek".ucap Talia yang mencoba percaya.


"Kalau begitu kenapa Talia tidak bisa mengingat kenangan bersama nenek difoto ini...? "Tanya Talia yang sangat penasaran.


"...!!... "


"itu.... Saat itukan kamu masih umur 5 tahun, mungkin kamu lupa karna masih kecil saat itu. Makanya kamu tidak ingat"ucap ibunya Talia yang mencoba menyakinkanya.


"..... Begitu ya. Seperti yang mama katakan mungkin Talia tidak ingat karna masih kecil" Ucap Talia yang percaya tapi ia merasa ragu


Akhirnya Talia dan kedua orang tuanya melanjutkan makan yang terhenti saat ngobrol.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


19:00


Setelah selesai makan talia langsung menuju kekamarnya.


"Pa! Tadi itu sangat berbahaya sekali. Bagaimana bisa papa tidak menyimpan foto itu" panik. "Papa kan tau Talia anaknya sangat peka terhadap hal yang kecil" ucap ibunya Talia yang cemas.


"Maaf Ma! Papa tidak tau jika foto itu kan membuat Talia bertanya tentang tadi pada kita. Lain kali papa akan berhati hati lagi"ucap ayahnya yang juga begitu paniknya.


"Untuk sekarang masih aman. Karna Talia percaya alasan yang kita buat "


"Benar Pa! Karna Talia tidak boleh tau tentang dia. Mama tidak mau terjadi sesuatu pada Talia lagi "ucap ibu Talia yang sangat khawatir.


"Tenang saja, papa tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Talia. Papa janji! "ucap ayahnya Talia yang mencoba memenangkan istrinya itu


Kedua orang tua Talia tidak tau jika semakin mereka rahasiakan semakin membuat Talia untuk mencari kebenaran yang mereka tutupi selama ini. Karna Talia sudah mengetahui jika kedua orang tuanya itu telah merahasiakan sesuatu darinya, lewat ekspresi wajah ayah ibu Talia yang begitu paniknya hanya karna sebuah foto tadi.


Bersambung


...Terus dukung Redblack...


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack...