
Bahagian 1
Hari sabtu
Keesokan paginya
Didepan gerbang sekolah Talia yang baru sampai bertemu dengan Kirana yang juga baru sampai. Mereka pun saling menyapa satu sama lainnya, lalu menuju kekelas bersama.
Dilorong
"Talia! Udah siap belom PR mtknya? "Tanya Kirana yang berhenti didepan kelas 3-1.
"Sudah! Kenapa? "Tanya Talia.
"Heheh lihat no 2 boleh gak? "Ucap Kirana dengan wajah memelasnya.
Talia pun menghela nafas panjang. Lalu ia menanggalkan tasnya untuk mengambil buku, namun dihentikan oleh Kirana.
"Tunggu! Tunggu! Biar aku saja yang ambilnya, Kau tidak perlu susah susah menanggalkan tas mu"ucap Kirana yang membuka kancing tas Talia.
Talia yang langsung teringat jika semua buku buku yang berisi petujuk ada didalam tasnya. Lalu Talia pun menghindari Kirana untuk mengambil bukunya, Kirana pun ikut terkejut karna Talia tiba tiba menghidarnya.
"Ada apa? "Tanya Kirana dengan binggung.
"Bukan apa apa. Itu... Biar aku yang ambil sendiri"ucap Talia yang menanggalkan tasnya dan menggambil buku.
"Soalny mungkin kau susah menemukannya" mencoba untuk tidak panik. "Ini bukunya" memberikan latihan mtk pada Kirana.
"... Baiklah terimakasih bebeb ku"ucap Kirana yang memeluk Talia.
"Kalau gitu bagaimana kita pergi kekelas sekarang? "Ucap Kirana.
"Baiklah"ucap Talia dengan tersenyum.
............
Didepan kelas 3-3
Didalam kelas Kirana dan Talia melihat Putri dan juga Kayla yang sedang duduk saling berhadapan. Mereka pun saling menyapa satu sama lainnya, lalu Talia dan Kirana pergi ketempat duduk mereka.
"Hey kirana kau belum siap juga PRnya"tanya Putri yang melihat Kirana sedang nyalin buku Talia.
"Hanya no 2 kok Karna ketinggalan waktu kukerjaakan malam tadi. Saat kuperiksa lagi tadi pagi, ternyata no 2 belum ku jawab hehehe"ucap Kirana yang tertawa.
"Dasar ceroboh"ucap Putri.
"Oh ya Talia! Ku dengar dari papa ku orang tua mu pergi kebandung ya? "ucap Kayla.
"Iya. Mereka akan disana selama 3 hari"ucap Talia.
"Benarkah? Kalau begitu kau tinggal sendirian dong dirumah? "Tanya Kirana.
"Tidak kok. Bi Ima sama Pak Izwan ada menemani ku. "Ucap Talia.
"Tapikan tetap saja kau sendirian. Bagaimana dengan ruang nenekmu yang kau katakan waktu itu? "Tanya Kirana.
"Oh itu.. Heheh aku hanya membohongi kalian saat itu."ucap Talia yang tertawa.
"Tak ku sangka reaksi kalian begitu gelisahnya seolah kalian mengetahi sesuatu tentang ruang baca nenekku"ucap Talia yang mencoba memancing reaksi temannya.
"Itu tidak mungkin kan? " tanya Talia dengan penuh rasa curiga.
.........
"Haha tentu saja. Kami kan gak pernah datang kerumah mu, jadi bagaimana mungkin kami tau sesuatu tentang ruang baca nenekmu"ucap Putri yang menusuk Kayla dengan jarinya.
"Saat itu kami hanya sedikit kaget karna mendengar jika pintu ruangan yang kau cari tidak ada dan tiba-tiba muncul keesokannya"ucap Kayla dengan ekspresi datar.
"Kan itu tidak masuk akal jika pintu bisa menghilang dan muncul kembali tentu saja yang mendengarnya kaget dan gelisah "ucap Kayla.
"Talia! Kukira cerita mu itu benaran. Kau tau betapa takutnya aku mendengarnya sampai setiap mau masuk ruangan aku selalu hati hati tau "ucap Kirana yang memarahi Talia.
"Aku selalu menghitung semua ruangan yang ada dirumah ku setiap pulang sekolah , takutnya ada yang hilang seperti yang kau ceritakan"ucap Kirana yang menjelaskan.
"Sampai orang tua ku berkata #Kiran kamu kenapa selalu kesana kemari sambil menghitung semua ruangan dirumah ini, memang ada apa?# "
Penjelasan
Nama panggilan Kirana dirumah adalah Kiran.
"Lalu aku menjawab #Itu ma Talia pergi keruang milik neneknya tapi tidak ada lalu keesokan harinya ruangan itu muncul entah dari mana#"
"Lalu mama ku tanya lagi#Mana ada ruangan bisa menghilang dan muncul lagi sayang ,itu pasti hanya karangan teman mu saja#"
"Lalu aku pun jawab#Kiran tau tapi rasanya Kiran harus menghitung semua ruangan yang ada dirumah ini mana tau ada yang menghilang tanpa kita sadari#"ucap kirana yang sambil mempragakan dirinya dan ibunya
"Lalu apa lagi setelah itu? "tanya Talia.
"Ya mama ku hanya geleng geleng kepalanya melihat kelakuanku"ucap Kirana.
Talia, putri dan Kayla tertawa bersama mendengar ceritanya Kirana.
".. (Bocah ini terkadang ada kalanya bisa diandalkan juga ya) "ucap Putri yang sedang bicara dengan Kayla dalam hati.
".. (Kau benar, berkatnya kita bisa mengalihakan perhatian Talia) "ucap Kayla yang juga bicara dengan putri dalam hati.
Kayla dan putri mengganggukkan kepala secara bersama.
Diarah pintu masuk
"Wah wah ada apani seperti ada yang seru?" tanya Aisyah yang datang bersama Mawar.
"Benar. Sampai kedengaran diluar, ada apa sih ceritakan dong"ucap Mawar.
"Kami sedang bercerita tentang Kirana yang percaya sekali ceritanya Talia tentang ruangan yang menghilang itu"ucap Kayla.
"Eh! Percaya? Apa maksudnya? apa yang diceritakan oleh Talia tentang ruangan neneknya yang hilang itu bohong ya?" Tanya Aisyah.
"Iya semua itu hanya bohong untuk menakuti kita saja"ucap Putri.
"Wah! Talia udah pandai bohong ya sekarang"ucap Aisyah. yang mengelitiki Talia.
"Waaaaa hentikan Aisyah! ini geli "ucap Talia yang tidak bisa menahan tawanya.
"Lalu kenapa tadi kalian ketawa cukup keras tadi? "tanya Mawar.
"Itu si bocah satu ini, malah menghitung satu persatu ruangan yang ada dirumahnya takut ada yang hilang seperti rungan neneknya Talia"ucap Putri yang melihat arah Kirana.
"Hehehe"Kirana yang merasa malu.
"Lalu...... "Putri menceritakan tentang Kirana yang memperagakan percakapan dirinya dan ibunya.
..........
"Waaaa hahaha serius, Kirana melakukan itu? gue gak percaya "Ucap Mawar yang ketawa sambil memukul meja.
"Kirana kau polos banget ya gak nyangka aku, kau mempercayai kata kata Talia begitu seriusnya sampai memeriksa setiap ruangan dirumah mu satu persatu kayak gitu"ucap Aisyah yang juga tertawa.
"Jadi jadi apa ada ruangan yang hilang diramah mu? "Tanya Aisyah yang penasaran.
"Tidak ada"ucap Kirana yang malu malu.
Akhirnya Talia dan semua temanya hanya bisa tertawa atas cerita yang Kirana alami.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Waktu pulang
14:00
Didepan gerbang sekolah
"Kau yakin tidak mau menginap dirumah ku sampai orang tuamu pulang ? "Tanya Kayla pada Talia yang ada didalam mobil.
"Tidak perlu Kayla! Aku gak mau merepotkan orang tuamu"ucap Talia.
"Ya sudah. Jika ada sesuatu nanti telpon saja aku atau yang lainnya. Nanti kami bantu sebisanya"ucap Kayla.
"Benar benar"ucap putri Kirana Mawar dan Aisyah.
"Tentu. Aku kan telpon kalian jika ada sesuatu nanti"ucap Talia.
Talia pun berpamitan pada teman temannya. setelah mobil talia menjauh.
"Kayla! Sepertinya ada sesuatu deh yang disembunyikan oleh Talia didalam tasnya"ucap Kirana dengam wajah serius.
"Apa maksud mu? "Tanya kayla
Kirana menceritakan sikap Talia yang terlalu waspada saat ingin mengambil buku didalam tasnya , seolah olah ada sesuatu yang talia simpan didalamnya.
"Begitu ya. Sepertinya Talia selalu membawanya kesekolah karna takut ketahuan jika ditinggalkan dirumah"ucap Kayla.
"Kita harus mencari tau apa yang disembunyikan oleh Talia didalam tasnya "ucap Kayla.
Didalam mobil
".... (Sepertinya aku tidak bisa membawa ini ke sekolah lagi, karna kecerobohan ku mungkin Kirana sudah memberi tau kan pada Kayla sekarang) "ucap Talia dalam hati yang memegang tasnya erat erat.
"... (Dan sekarang sudah waktunya aku harus memanggilnya) "ucap Talia yang mengingat kembali kejadian malam tadi.
Flashback
Saat talia mencoba membuka kertas tersebut dan tulisan didalam nya adalah.....
"Panggil mereka jika kamu memerlukan bantuan nya"ucap Talia yang membaca tulisan dikertas tersebut.
Lalu tulisan dibawahnya.. "Semua ada didalam buku ini"
"Dibuku ini? "Ucap Talia yang memegang buku yang berisikan kertas tadi.
"Tapi kan tidak ada petunjuk seperti berupa garis garis yang ada dibuku sebelumnya"ucap Talia yang memegang buku.
PENJELASAN
Buku sebelumnya dichapter 9.
"Pereka akan mendengar panggilanmu? "ucap Talia yang membaca tulisan dari judul buku yang ia pegang
Saat Talia mencoba membuka halaman dibuku tersebut alangkah terkejutnya Talia , jika terdapat garis garis pada kalimat disetiap halaman buku itu seperti buku sebelum nya.
"Kenapa bisa? Padahal saat aku membukanya diruang baca nenek tidak ada garis garis sebelum nya"ucap Talia yang merasa heran.
"Apa mungkin aku harus membuka kertas itu dulu baru garis garis dibuku ini akan muncul?"Ucap Talia yang menduga.
"Jika memang begitu kertas ini dan juga kertas sebenarnya nya merupakan kunci dari sebuah peti yang berisikan jawaban yang kuinginkan"ucap Talia.
PENJELASAN
Peti yang Talia maksud umpama dari buku milik neneknya.
Talia menulis kata kata yang digaris bawai didalam buku yang berisikan tulisan dari buku sebenarnya. Setelah semua disatukan sebuah kalimat pun terbentuk.
Talia yang merasa sudah sangat larut malam memutuskan untuk membacanya setelah pulang sekolah esok. Lalu ia menyimpan semuanya didalam tas untuk dibawa kesekolah. Setelah itu Talia pun segera tidur.
Flashback selesai
14:45
Setelah Talia sampai dirumah seperti biasa, ia berganti pakaian lalu makan. Saat sudah selesai makan Talia langsung kekamar untuk membaca kalimat yang ia dapat dari buku kedua.
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....