I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 25 Beneka Beruang



17:30


Chapter sebelumnya


Talia menunggu kepulangan kedua orang tuanya didepan rumah, saat mobil milik ayah dan ibunya Talia berhenti didepan Talia. Tiba-tiba saja dipintu mobil belakang keluar...


Boneka beruang yang begitu besar. Talia yang terkejut mendapatkan hadiah dari kedua orang tuanya merasa senang dan langsung menghampiri boneka tersebut sambil memeluk dengan begitu erat.



"Apa ini untuk Talia? "


Mata yang begitu membinar dan ekspresi yang begitu semangat terpancar diwajah Talia sambil melihat kearah ayahnya yang memegang boneka tersebut.


"Tentu saja sayang, memang untuk siapa lagi kalau bukan untuk putri kesayangan kami"ucap ayah Talia yang tersenyum.


Talia begitu senang mendapatkan hal yang sudah lama ia inginkan, walau ia gak berani mengatakan kepada orangnya tapi mereka sangat tau apa yang dibutuhkan oleh Talia.


"Kalau begitu, Ma! Pa! Ayo kita masuk sekarang "


"Ayo"


Talia membawa boneka beruangnya kedalam sambil memeluk dengan begitu eratnya. Sesampainya Talia didalam kamarnya, ia meletakkan boneka tersebut diatas kasur disampaing kirinya. Sambil melihat kearah boneka miliknya, Talia tersenyum senyum sendiri karna merasa senang.


18:30


Saat Talia ingin keruang makan, ia teringat akan sesuatu. Lalu Talia mengambil HP nya dan memfotokan boneka yang ia dapat dari kedua orang tuanya dan mengirimkan nya pada teman temannya digrup untuk diperlihatkan.


^^^Talia^^^


^^^Foto beruang terkirim^^^


^^^"Lihatlah aku mendapatkan hadiah dari orang tua ku."^^^


Kirana


"Wah besar sekali"๐Ÿ˜ฎ


Aisyah


"Hiii aku juga mau "๐Ÿ˜ฃ


.....


Talia yang memamerkan kepada teman temannya merasa senang karna membaca pesan dari mereka sampai lupa waktu.


Tok tok tok


"Sayang ayo makan"


"Baik ma! "


Talia bergegas keluar kamar menuju keruang makan.


...*****...


Diruang makan


"Bagaimana sekolah mu sayang apa baik baik saja?"


"Baik kok ma!. Seperti biasanya gak ada hal yang menyenangkan sama sekali, biasa biasa saja"ucap Talia.


"Memang kamu mau sesuatu bagaimana agar merasa luar bisa disekolah? "Tanya ayah Talia.


"Ya,, setidaknya ada hal yang mengejutkan seperti tiba-tiba saja sekolah Talia berubah horor gitu "ucap Talia sembari tersenyum pada ayahnya.


"Ya ampun kamu ada ada saja"ucap ibu Talia.


Talia tertawa dan tersenyum kepada orang tuanya, yang menganggap sebuah candaan sebagai komunikasi yang sering meleka lakukan untuk membuat suasana menjadi harmonis.


"Jadi bagaimana rasanya ditinggal sendirian dirumah selama selama papa dan mama pergi? "Tanya ayah Talia.


"Mmm biasa saja tu, lagian Talia kan gak sendirian "ucap Talia yang serius.


"Eh! Apa maksudnya sayang? "Ibunya Talia yang kaget.


Talia tersenyum kepada kedua orang tuanya yang ada didepannya itu. Lalu ibunya Talia mulai gelisah karna ucapan dari putrinya itu membuat ia berfikir yang bukan bukan.


"Ya ampun ma! Masa mama gak tau sih, kan masih ada bi Ima dan pak Izwan jadi Talia gak sendirian "ucap Talia sembari tersenyum.


Wajah pucat yang terpasang diwajah ibunya Talia kembali normal dan perasaan lega juga dirasakan oleh ibu Talia.


"Ya ampun sayang, mama kira apaan tadi. Aduh kamu ini membuat mama cemas saja"


"Memang apa yang mama sedang bayangkan sih sampai kaget begitu, saat Talia bilang gak sendirian? " tanya Talia dengan wajahnya yang penasaran.


Mendengar pertanyaan dari putrinya itu membuat ibunya Talia mulai panik, karna ia tidak menyangka jika tindakan yang tadi membuat Talia penasaran apa yang ia pikiran. Ibunya Talia memberi kode kepada ayahnya Talia untuk mencoba mencari solusi untuk menjawab pertanyaan Talia.


"Talia! Ibumu hanya sedikit khawatir, makanya ia kaget saat kamu bilang tidak sendirian. Mungkin ibumu berfikir jika kamu mengundang cowok kerumah ini selama kami pergi"ucap ayah Talia.


"Itu tidak mungkinkan Talia? "Menatap tajam.


Ekspresi menyeramkan yang terpasang diwajah ayah Talia membuat Talia terkejut dan memang wajah gelisah.


"Apa? Tentu saja. Talia kan gak punya pacar sama sekali, lagian Talia gak tertarik tu sama cowok disekolah Talia "


Dengan nada yang sombong Talia menegaskan kata tidak tertarik dengan ekspresi seriusnya.


"Eh! Masa gak tertarik sih? Apa gak ada yang memikat hati Talia sama sekali? "tanya ibu Talia.


Dengan ekspresi serius dan nada ketusnya, Talia kembali menegaskan"Ti,, dak a,, da sa,, ma se,, ka,, li"ucap Talia dengan mengeja kata demi kata.


"Kalau begitu papa dan mama gak dapat menantu dong nantinya "ucap ayah Talia yang meledek.


"Ih apaan sih pa, kan masih lama"ucap Talia dengan wajah cemberutnya.


"Baiklah, papa bercanda"


...*****...


19:00


"Oh ya, Pa! Ma! minggu kemaren Talia pergi kerumah Kayla. Kami melakukan piknik bersama disana"ucap Talia yang sedang makan buah buahan.


Mendengar perkataan dari putrinya ayah dan ibu Talia dibuat kaget sambil melihat satu sama lainnya.


"Rumah Kayla! , apa kalian pikniknya dibelakang rumah? " tanya ayah Talia sedikit ragu.


"Iya"


Kedua orang tuanya Talia kembali panik dengan memasang wajah pucat pasih, dan juga ketakutan.


"Talia! Apa kamu gak merasa aneh saat datang kesana? " tanya ibu Talia.


Talia menatap dengan serius ekspresi yang terlihat dari kedua orang tuanya yang begitu gelisah, dan mulai merasa jika memang ada sesuatu yang tidak beres dengan sikap kedua orang tuanya itu.


"Gak ada sih, kan Talia baru pertama kali darang kesana. Tapi..Talia merasa aneh aja"ucap Talia.


"Aneh! Aneh kenapa sayang? "Tanya ayah Talia.


"Tempatnya sangat familiar bagi Talia, seolah pernah datang sebelumnya. Tapi Talia gak ingat kapan pernah kesana"ucap Talia yang terus memperhatikan perubahan ekspresi kedua orang tuanya.


Ayah ibu Talia kembali panik dan melihat kebawah seolah mereka merasa jika Talia mulai menyadari akan sesuatu, namun mereka berusaha agar Talia cepat melupakan kejadian tersebut.


"Begitu ya. Mungkin itu hanya halusinasimu saja sayang"


Talia merasa jika orang tuanya mencoba mengakhiri pembicaraan tersebut dengan cepat, agar dirinya tidak penasaran dan terus mencari kebenaran. Akhirnya Talia mengikuti semua keinginan ayahnya itu ,,


"Mungkin saja Pa! " ucap Talia sambil tersenyum.


Ayahnya Talia merasa lega sambil tersenyum kepada putrinya itu. Begitu selesai makan Tali kembali kekamarnya meningglakan kedua orang tunya diruang makan.


19:15


"Pa! Bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan? "


"Tenang Ma! Papa akan coba bertanya kepada Ayahnya Kayla nanti. Sebelum itu berikan ini pada Talia"ucap Ayah Talia yang memberikan sebuh botol berisi obat.


"Pa! Apa kita akan menggunakan ini lagi? "


"Kalau tidak diberikan ingatan Talia akan kembali dan ia akan mengingat semuanya termasuk kejadian itu"


"Tapi Pa! Obat ini sangat berbahaya. Kalau terjadi apa apa sama Talia bagaimana? " ucap ibu Talia yang begitu cemas.


"Tidak ada pilihan lagi Ma! Ini satu satunya cara. Mama cukup masukan satu butir saja kedalam segelas susu dan berikan pada Talia "


"Ah! Baiklah Pa! "


Ekspresi serius dari kedua orang tuanya Talia sembari melihat botol berisi obat yang entah mengandung apa tidak ada yang tau, yang pasti mungkin obat itulah yang membuat Talia tidak mengingat apapun saat dirinya masih berusia 5 tahun.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack....