I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 28 Apa Dia Kembaranku Ya?



06:00


Ruang makan


Talia beserta kedua orang tuanya sedang menyantap sarapan pagi.


Terlihat Talia yang kelihatan murung sejak tadi ayah Talia mencoba bertanya kepada putrinya itu.


"Sayang ada apa? Dari tadi papa lihat kamu seperti gak semangat saja. Apa ada masalah sayang? " tanya Ayah Talia.


Talia yang mendengar ayahnya bertanya,melihat kearah mereka dengan perasaan yang sedikit ragu.


".. (Apa ku katakan saja ya! Tapi jika mereka tau mungkin papa dan mama gak akan mau memberitaukannya, lalu pasti mereka akan mencoba mengalihkan pembicaraan untuk menutupinya.) "


"(Sepertinya jangan dulu deh! Sekarang Aku harus mendapatkan bukti kuat terlebih dahulu agar saat aku bertanya lagi, papa dan mama gak akan bisa mengelak dari pertanyaanku nantinya) "ucap Talia dalam hatinya.


"Tidak ada apa apa kok Pa! Itu Talia hanya berfikir tentang pelajaran sekolah saja"ucap Talia.


"Memang pelajaran apa yang membuat kamu sampai gak semangat kayak gitu? "Tanya ibunya Talia.


"Itu.. pelajaran sejarah Ma! Soalnya setiap masuk selalu aja presentasi melulu, rasanya membosankan mendegarnya"ucap Talia.


".. (Maafkan Talia Ma! Talia udah bohong sama mama. Sebenarnya hari ini Talia gak ada pelajaran sejarah"ucap Talia dalam hati yang merasa bersalah


"Talia! Jangan memilih pelajaran dong, apapun pelajarannya baik Talia suka atau tidak, Talia harus tetap belajar dengan baik"ucap ibunya Talia.


"Iya Ma! Talia mengerti kok, hanya saja kemampuan Talia hanya sampai segitu Ma. Talia gak bisa memahami pelajarannya bukan karna Talia benci hanya saja tugas yang diberikan terlalu banyak dan lebih banyak dari tugas lainnya. "


"Lagian sebagai anak murid mereka memiliki keterbatasan kemampuan masing masing, kalau dipaksa mengerjakan begitu banyak tugas maka lama kelamaan mereka bisa jadi muak dan akan malas mengerjakan semua tugas yang diberikan nantinya."


"Karna itu sekarang Talia sedang berusaha sebisa mungkin untuk tidak seperti itu. Walau kadang juga mulai muak , tapi Talia tetap bersabar dan menerimanya karna itu semua juga hasil untuk masa depan Talia nantinya"


"Jadi Talia mencoba memahami walau guru sejarah tidak bisa memahaminya, bagaimana murid muridnya sedang berusaha menghargai tugas yang ia berikan. Walau ibu guru tidak tau tapi yang diatas mengetahui segalanya, jadi biarlah usaha Talia dan lelahnya Talia dibalas oleh Allah SWT. "


"Mama bangga memiliki putri seperti Talia, Baik, rajin dan juga menghargai orang lain. Mama yakin apapun usaha Talia dan apapun hasil yang Talia dapat mama akan selalu bangga, karna Talia sudah berusaha"ucap ibunya Talia dengan tersenyum.


"Terimakasih Ma! "Ucap Talia.


"Papa juga bangga sama Talia, karna itu terus semangat ya sayang."ucap ayahnya Talia.


"Terimakasih Pa! Talia akan semangat terus belajarnya"ucap Talia yang tersenyum kepada kedua orang tuanya.


Setelah selesai pembahasan yang dibicarakan Talia dan kedua orang tuanya melanjutkan sarapan mereka sampai selesai.


Didepan rumah


"Baiklah Pa! Talia berangkat dulu ya? "Ucap Talia yang sudah didalam mobil.


"Iya sayang, semangat belajarnya ya? " ucap ayahnya Talia.


"Baik Pa! "


Talia pun berangkat menuju sekolah.


Didalam mobil


".. (Sekarang bagaimana caraku untuk mendapatkan bukti tentang anak perempuan yang mirip dengan ku itu. Apa aku harus pergi ketempat gelap itu lagi dan menanyakan kepada mereka?) "


".. (Sampai sekarang aku masih belum mengerti kenapa mereka tiba-tiba seperti itu padaku, bukankah ia adalah temannya nenekku?. Padahal dibuku yang nenek tulisan ia sangat baik dan akan menolong saat ada kesulitan, lalu ia juga tidak akan menyakiti siapapun yang merupakan orang terdekatnya.) "


".. (Lalu kenapa dia mencoba menyerang ku? Padahal kan aku udah mau bermain dengannya. Sudahlah! Untuk sekarang aku hanya perlu menyusun kata kata pada buku kelima itu, lalu setelah itu aku akan mencari solusi lain) "ucap Talia yang berfikir serius.


45 menit pun berlalu tak terasa Talia telah sampai didepan sekolah.


"Terimakasih pak Izwan "ucap Talia.


"Sama sama non Talia! Kalau gitu bapak pergi dulu "ucap pak Izwan.


"Hati hati ya pak"ucap Talia.


Talia lalu masuk kesekolah dan menuju kekelasnya. Didalam perjalanan Talia kembali befikir.


".. (Anak yang kumimpikan dan mirip ku itu apa dia kembaran ku ya? Tapi dilapor sekolah dan juga KK yang kulihat aku anak tunggal dari papa dan mama ku. Kalau begitu apa mungkin kerabat jauh ku ya? Tapi rasanya gak mungkin, masa iya ada yang sangat mirip dengan ku sih, kecuali ia saudara kandung.) "


".. (Eh! Tapikan ada juga saudara yang tidak mirip, malahan mereka ada juga yang berbeda walau terlahir kembar. Kalau begitu anak itu siapa? Kenapa ia ada didalam mimpiku? Lalu kenapa aku mimpi dibelakang rumah Kayla?) "


Sadar kembali.. ".. (Tunggu! Belakang rumah Kayla? Terlebih saat SMP. Kalau begitu perkataan Aisyah waktu itu..) "ucap Talia yang berhenti dikoridor kelas 3-1.


Bayangan Talia saat piknik rumah Kayla.


"Ayo silahkan duduk jangan sungkan sungkan anggap aja seperti rumah sendiri "ucap Kayla.


"Tentu. Kami gak akan sungkan sungkan kok"ucap Mawar yang duduk disamping Putri yang duduk disamping Kayla.


"Untuk apa sungkan sungkan, lagian kan kita udah pernah datang kesini bersama"ucap Aisyah yang duduk disamping Mawar.


"Apa! Kapan kita pernah kesini? Padaha kan ini baru pertama kali aku sampai dirumahnya Kayla"ucap Talia yang merasa bingung.


"Ah!... "


Bayangan selesai


"Apa mungkin maksud perkataan Aisyah pernah datang bersama saat waktu itu saat SMP?. Kalau begitu semua pazzel yang berantakan mulai tersusun satu persatu , dan aku hanya perlu menyusun pazzel yang berikutnya"ucap Talia yang serius.


Saat Talia yang sedang sibuk berfikir, tiba-tiba diarah belakangnya Talia. Seseorang memegang pundak Talia, "Baaa! "Mengagetkan Talia.


Terkejut "Ha! ". Talia menengok kebelakang dan ternyata Kirana, Mawar dan Aisyah.


"Kirana! Kau membuatku terkejut, bagaimana jika aku jantungan gara gara kau mengagetkan aku "ucap Talia yang memgang dadanya.


"Heheh maaf maaf. Habisnya kau termenung dark tadi dan gak bergerak sama sekali disini, jadi aku sedikit mengejutkan mu"ucap Kirana.


"Sedang mikirkan apa sih Talia sampai gak nyadar kami datang"ucap Mawar .


"Aaa itu aku sedang mikirkan boneka ku yang ada dirumah, tadi aku kelupaan meletaknya kembali kekasur dan membiarkannya kelantai"ucap Talia.


"Ooo boneka yang dihadiakan oleh orang tuamu ya?. Boneka sangat lucu dan terlebih juga besar, aku juga pengen punya satu kayak gitu"ucap Aisyah.


"Kenapa gak minta belikan pada papa mu saja?"Ucap Mawar.


"Udah ku coba kok. Saat Talia menunjukan foto bonekanya, aku langsung memberi tahukan pada papaku dan minta dibeliin juga, tapi papaku malah berkata. "Aisyah mencoba mempergakan ayahny.


"Jika kamu mau boneka, maka kamu harus dapat rengking kelas dulu baru papa belikan"


"Begitulah yang dikata papaku"ucap Aisyah yang murung.


"Mmm bersabarlah wahai sahabatku"ucap Kirana yang menepuk punggung Aisyah.


Talia dan Mawar hanya merasa kasihan terhadap Aisyah karna tidak mendapatkan boneka beruang seperti Talia.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack....