I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 14 Kue



Setelah Talia dan yang lainnya selesai menebak isi dalam keranjang yang Talia bawa, akhirnya mereka membukanya dan ternyata isianya adalah....


"Waaah... Kue "ucap Aisyah.



"Tebakan kita gak ada yang tepat ya?"Kecewa."Tapi kenapa kue ulang tahun? kan diantara kita gak ada yang ulang tahun hari ini "ucap Mawar.


"Dasar! Kan buat kue gak harus menunggu ada yang ulang tahun juga"ucap putri.


"Benar. Karna kue ini akan langsung masuk keperutku"ucap Aisyah yang mencoba mencolet kuenya namun dihentikan Mawar.


Plakk


"Aduh"ujar Aisyah yang kesakitan.


"Sabar napa dipotong dulu"ucap Mawar yang menepuk tangan Aisyah.


"Ya habis kuenya kelihatan enak"ucap Aisyah yang cemberut.


Ketika teman temannya Talia sibuk membahas kue yang ia bawa, tanpa disadari Talua melihat kearah Kayla yang hanya diam dari tadi. Kayla memperhatikan kue itu dengan wajah yang pucat dan juga sedikit gelisah, hal itu membuat Talia merasa heran.


"Kayla! "memanggil. "Ah! Iya? "Kayla yang sedikit kaget.


"Apa kau baik baik saja? Wajah mu sedikit pucat"tanya Talia yang khawatir.


"Apa? "Semua teman Kayla yang serentak kaget.


"Kau sakit Kayla? "ucap Mawar.


"Bukan! Bukan begitu"ucap Kayla yang sedikit gugup.


"Kayla lagi halangan dan sedikit sakit perut"ucap Putri.


"Ooo kalau begitu makan kue ini aja nanti sakit perut hilang sendiri "ucap Aisyah.


"Kayla gak seperti mu tau, kalau lagi halaman makan kue, coklat atau apalah yang manis manis gitu. Kalau Kayla makan seperti mu malah tambah sakit perut lagi"ucap Mawar.


"Yaelah biasanya kan yang manis manis kegini enaknya"ucap Aisyah yang protes.


Mawar dan Aisyah mulai berdebat satu sama lain.


"Kayla kau baik baik saja kan? "Ucap Talia.


"Aku gak apa apa cuma sakit dikit doang. Aku akan pergi kekamar untuk minum obat sekalian mengambil pisau dan juga piring sama garpu untuk kue nya"ucap Kayla.


"Kalian tunggu sebentar ya aku gak akan lama"ucap Kayla yang berdiri.


"Apa perlu ku temanin? "tanya Talia.


"Gak perlu! Kamu disini saja, aku bisa sendiri"ucap Kayla yang langsung pergi.


"Aku ingin ke toilet dulu ya bentar, udah gak tahan"ucap Putri yang langsung menyusul Kayla.


Talia terus memperhatikan arah pergi Kayla dan Putri, lalu melihat kearah kue yang membuat Kayla seperti mencoba menghindari akan sesuatu.


"... (Apa ada sesuatu dengan kue ini? Akan ku tanyakan pada Bi Ima setelah pulang nanti)"ucap Talia dalam hati begitu penasarannya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Disisi lainnya, Kayla yang bergegas pergi tadi langsung kekamar mandi dan muntah disana. Putri yang menyusul Kayla mencoba menenangkan Kayla dengan menepuk perlahan punggungnya.


"Kayla kau baik baik saja? " ucap Putri.


"Bagaimana bisa.....bagaimana bisa harus kue itu"ucap Kayla yang begitu takut.


"Kau harus menahannya Kayla"ucap Putri menenagkan Kayla.


"Aku tidak bisa Putri, rasanya... Rasanya aku....."ucap Kayla begitu gemetarannya.


"Kayla! dengarkan aku" memegang wajah Kayla. "Jika Talia melihat mu seperti ini maka ia kan penasaran, jika ia tau kebenaran nya. Maka usaha kita untuk menyembunyikan semua ini akan sia sia"ucap Putri.


"Apa kau ingin Talia mengalaminya lagi untuk kedua kalinya"ucap Putri.


"Aku tidak mau Putri! aku tidak mau. Bagaimana pun Talia tidak boleh tau"ucap Kayla.


"Karna itu kau harus menahannya! Aku sangat tau disini kau yang paling menderita karna harus mengemban beban yang begitu berat diantara kami semua"ucap Putri.


"Tapi jika kau goyah seperti ini maka yang lainnya juga tidak akan sanggup menahannya"Putri yang mencoba menyakinkan Kayla.


"Karna itu aku harap kau bisa menahannya sebentar.. saja sampai waktu pulang"ucap Putri.


"Baiklah"


Kembali ketempat Talia.


"Mereka lama amat sih, uda keburu lapar aku"ucap Aisyah yang diam diam mencoba mencolek kuenya lagi.


Plakk


"Aduh. Kirana! berhenti memukul tangan ku"ucap Aisyah yang terus dipukul oleh Kirana.


Plakk


"Aduh. Mawar! "Aisyah yang terkena pukulan dari Mawar lagi.


"Kalian jahat banget sih padahal aku ingin merasakan sedikit... saja"ucap Aisyah.


"Tunggu Kayla dan Putri dulu "ucap Talia.


"Benar. Dasar gak sabaran banget"ucap Mawar.


"Mmmm"Aisyah memasang muka begitu masam.


Setelah beberapa saat kemudian, Kayla dan Putri datang membawa pisau dan piring beserta garpu. Kemudian Putri memotong kuenya menjadi enam bagian dan meletakkannya diatas piring. Lalu membagikan nya pada Talia, Kirana, Aisyah, Mawar, dan Kayla.


"Kirana! kembalikan kue ku sekarang juga,"ucap Aisyah yang mencoba mengambil kembali kuenya.


"Gak mau tu"ucap Kirana yang meledek Aisyah.


"Ok. kue mu yang akan ku ambil "ucap Aisyah yang mengambil piring kuenya Kirana.


"Ooo silakan. tadi sudah ku jilat milik ku"ucap Kirana mengejek Aisyah.


"Putri! lihat apa yang diakukan Kirana"ucap Aisyah yang merengek pada putri.


"Hei Kirana hentikan! kembali kuenya Aisyah"ucap Putri dengan tegas.


"Baiklah "ucap Kirana yang patuh dan mengembalikan kuenya Aisyah.


Saat teman temannya Talia sibuk, Talia melihat kearah Kayla yang sama sekali tidak menyentuh kuenya.


"Hey Kayla! apa kau baik baik saja?"tanya Talia.


"Ah! Iya aku baik baik saja kok"jawab Kayla.


"Kalau begitu kenapa tidak makan kuenya? Apa perutmu masih sakit? "Ucap Talia.


"Gak..! Gak sakit sama sekal. Sudah meningan karna minum obat tadi"ucap Kayla yang panik.


"Kalau begitu makan lah kue nya"ucap Talia.


"Aaa... Iya"ragu.


Kayla mulai menyendok kue dan mencoba memakannya. Namun Talia yang memperhatikan Kayla terus membuat Kayla sedikit gemetaran yang terlihat dari garpu yang ia pegang. Saat kuenya mulai mendekat kemulut Kayla, Kirana memanggil Talia.


"Talia lihat Aisyah Curang! Dia mengambil kue lagi ni"ucap Kirana.


Saat Talia menoleh kearah Aisyah dan kembali lagi melihat Kayla. Talia melihat Kayla sedang mengunyak kue yang ia makan walau Talia tidak melihat Kayla memasukan kue kedalam mulutnya.


"Bagaimana rasanya Kayla?"tanya Talia.


"Sangat enak kok "ucap Kayla dengan tersenyum.


Talia terus memperhatikan sikap Kayla setelah itu Talia pun mulai memakan kue miliknya. Saat suapan pertama telah masuk kedalam mulutnya tiba-tiba saja sesosok anak memanggilnya "Talia!" yang terlintas dalam ingatanya. Talia yang terkejut melepaskan garpu yang ia pegang dan membuat teman temanya kaget.


"Talia! ada apa? "Tanya Putri.


"Itu..... Kue nya enak sekali "ucap Talia yang terharu sambil menutup mulutnya.


"Ya ampun kukira apaan. Dasar! "ucap Putri.


"Talia ngagetin aja. "ucap Mawar.


"Konsentrasiku menikmati kue ini hilang gara gara kamu Talia "ucap Aisyah yang lebay.


"Gak usah lebay "ucap Kirana.


"Eee biasanyakan kau yang lebay"ucap Aisyah.


"Mana ada"ucap Kirana yang menyangkal.


"Sudah! Sudah! Kalian berdua sama sama lebay dalam keadaan berbeda"ucap Mawar.


Mulai lah Mawar, Kirana dan Aisyah, berdebat. Putri dan Kayla hanya menghela nafas panjang, sedangkan Talia hanya tertawa kecil.


Setelah itu Talia mulai serius memikirkan apa yang ia lihat barisan dalam ingatannya yang muncul itu. Dan bertanya tanya siapa anak perempuan yang memanggil namanya tadi.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


17:00


Waktu tak terasa sudah mulai sore. Talia yang udah dijemput, pamit untuk pulang duluan pada teman temannya. Begitu mobil milik Talia sudah jauh....


"Wah gila tadi itu hampir saja"ucap Mawar merasa lega.


"Kalau bukan karna anak ini , aku gak perlu susah payah melakukan ekting tadi"ucap Kiran yang marahi Aisyah.


"Maaf aku sala. Tapi.. bukankah ada yang lebih parah"ucap Aisyah yang melihat kearah Kayla yang ada dibelakang meraka bersama Putri.


Mawar dan Kirana berbalik kebelakang.


"Hei Kayla kau baik baik sajakan? "Tanya Kirana.


"Aku baik baik saja. Terimakasih untuk yang tadi Kirana"ucap Kayla sedikit lesu.


"Sama sama"


Flashback


Saat Kayla yang mau memasukan kue kedalam mulutnya dan Talia memperhatikan Kayla. Kirana yang melihat langsung membantu mengalihkan perhatian Talia, lalu Kayla pun membuang kue dengan cepat dan berpura pura mengunyah kuenya.


Flashback selesai


Saat semuanya merasa lega akan kejadian hari ini, tiba-tiba saja Kayla yang awalnya masih baik baik saja langsung pingsan tidak sadarkan diri. Putri, Kirana, Mawar, dan Aisyah panik dan meminta bantuan pada pak sapam untuk membawa Kayla kedalam rumah.


Putri bergegas menelpon dokter dan juga kedua orang tuanya Kayla. Setelah kedua orang tuanya Kayla dan dokter sampai, Kayla langsung diperiksa oleh dokter dan mengetahui jika Kayla hanya demam dan sedikit kelelahan saja.


Lalu dokter memberikan resep obatnya pada ayahnya Kayla dan meminta menebusnya dirumah sakit. Setelah dokter pergi , kedua orang tua Kayla bertanya pada Putri apa yang terjadi sebenarnya.


Lalu Putri menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya Kayla. Mereka kaget sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Putri dan sangat sedih atas semua yang terjadi.


...Terus dukung Redblack....


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....