
Chapter sebelumnya
Begitu talia membuka buku keempat yang ia dapatkan malam itu, ternyata.......
Isianya hanya selembaran kertas kosong tanpa ada tulisan satupun. Talia yang kebingungan mencoba membuka halaman berikutnya, namun juga tidak terdapat tulisan apapun didalam buku tersebut.Saat Talia mencoba lagi kehalaman berikutnya tidak ada kertas lagi, anehnya seperti sebuah kotak didalam buku tersebut.
Saat Talia menekan atas kertas putih itu terasa ada ruangan dibawanya, lalu Talia mengambil gunting dimeja belajarnya dan melubangi kertas tersebut. Ketika Talia merobeknya benar saja ada sebuah ruangan dibuku itu dan terdapat kunci didalamnya.
"Kunci? Kunci apa ini? " ucap Talia yang kebingung dan membolak balik kunci tersebut.
Lalu Talia mencoba melihat lagi isi buku itu dan ternyata masih ada sebuah surat didalamnya.Saat Talia membuka kertas itu dan membacanya... "Bermainlah dengan ku"ucap Talia yang membaca surat tersebut.
Talia yang bingung akan maksud dari pesan keempat mencoba melihat judul buku yang terdapat surat tadi. Lalu Talia membacanya... "Cara bermain jelangkung" saat Talia membaca judul buku keempat itu ia cukup kaget.
Lalu saat Talia kembali membuka buku tersebut yang hanya ada dua halaman, ia terkejut kembali saat melihat sebuah tulisan yang tiba-tiba muncul dan tulisan itu menjelaskan cara bermain jelangkung.
"Eh! Ini sama persis cara untuk bisa melihat hantu no 6"
Penjelasan
Cara untuk bisa melihat hantu chapter 2.
"Tapi tunggu! jika aku harus bermain jelangkung. Dari mana aku mendapatkan benda itu? " ucap Talia yang kebingung.
Lalu tiba-tiba saja sebuah tulisan dihalaman buku itu muncul dan menyebutkan kata "kunci". Talia yang mulai paham maksud dari kata tersebut menduga jika kunci yang ia dapatkan adalah kunci untuk membuka sebuah pintu, lemari atau sebuah kotak yang akan memberikan Talia sebuah jelangkung untuk Talia mainkan.
Namun Talia masih bingung tempat untuk membuka mengunakan kunci tersebut masih belum Talia ketahui. Lalu muncul lagi tulisan dibawa kata "kunci" tadi, "ruang baca" itulah yang Talia lihat halaman buku tersebut.
Melihat hal itu talia bergegas keruang baca neneknya dengan mengendap ngendap agar tidak ketahuan bi ima. Lalu setelah sampai diruang baca neneknya, talia mengunci pintu lalu menghidupkan lilin sebagai penerangan yang ia bawa dari kamarnya.
Talia mencoba mencari tempat untuk memasukan kunci yang ia dapatkan. Terlihat dibawa rak buku ada dua lemari dan didibawah tempat lemari piala milik nenek Talia juga ada dua. Lalu Talia mencobanya satu persatu, dilemari pertama dibawah rak buku tidak mau terbuka saat dilemari kedua juga tidak terbuka.
Talia mencoba memasukan kunci kedua lemari yang ada pialanya, namun juga tidak mau terbuka. Talia yang bingung melihat sekeliling namun tidak ada tempat untuk dibuka dengan kunci tersebut. Saat Talia yang menyerang ia pun duduk dikursi samping foto foto dirinya bersama neneknya.
Ketika Talia termenung untuk beberapa saat Talia melihat sebuah kotak diatas lemari rak buku. Talia yang langsung berdiri mencoba mengambilnya, namun tangannya tidak menjangkau kotak tersebut.
Talia mencoba mengambil kursi dan meletakkannya dibawah rak buku, lalu naik keatas dan akhirnya berhasil mendapatkan kotak tersebut.
"Aku sangat penasaran, apa isinya sebuah jelangkung? " ucapnya yang yakin namun ragu.
Talia segera memasukan kunci kelubang kotak tersebut dan ternyata kunci itu membukanya. Lalu isi didalamnya adalah sebuah boneka jelangkung sesuai dengan pikirkan Talia ada didalam kotak tersebut.
"Sangat sederhana sekali! Apa nenek yang membuat ini ya? Sedikit unik. " ujarnya sambil memegang jelangkung tersebut.
Talia lalu membuka buku cara bermain jelangkung itu....dan tulisan dibuku itu....
1.bermainlah pada tengah malam atau menjelang pagi.
2.mantra yang digunakan.
โHong Hiyang Ilaheng Hen Jagad Alusan Roh Gentayangan Ono'e Jelangkung Jaelengsat siro Wujud'e Ning kene Ono Bolon'e Siro Wangsul Angslupo Yen Siro Teko Gaib Wenehono Tondo Ing Golek Bubrah Hayo Enggalo Teko Pangundango Hayo Ndang Angslupo Ing Rupo Golek Wujud..Wujud..Wujud!โ
Bermainlah dalam gelap
"Eh! Mantra apa ini? "
Saat Talia melihat cara nomor dua ia merasa terkejut karna mantaranya sangat aneh. Padahal yang Talia ketahui mantra yang orang orang gunakan saat bermain jelangkung adalah..
Jelangkung, jelangkung. Di sini ada pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.
Itulah mantara yang sering Talia dengar saat melihat diyoutube orang orang yang bermain jelangkung. Akhirnya Talia mencoba membuka google mengenai mantra untuk bermain jelangkung yang sebenarnya.
.........
Setelah Talia selesai melihat penjelasan digoogle bahwa matra..
jelangkung, jelangkung. Di sini ada pesta kecil-kecilan. Datang tak dijemput, pulang tak diantar.
Rupanya, bukan itu mantra ritual jelangkung sebenarnya. Kata-kata yang dipakai bulanlah bahasa Indonesia, sebagaimana di atas, tapi bahasa Jawa. Auranya lebih mistis, lebih menakutkan, lebih gelap yang tertera di cara bermain jelangkung no 2.
Akhirnya talia akan mengukan mantra bahas jawa tersebut sesui dengan buku yang memberikan pentunjuk kepada Talia.
Saat Talia turun kebawah dan langsung kekamarnya, ia lalu meletakan kotak yang berisi jelangkung tersebut dibawah kasurnya. Lalu Talia mengatur waktu tengah malam diHPnya, agar talia terbangun untuk memainkan jelangkung itu, karna Talia akan tidur terlebih dahulu untuk menunggu jam yang masih menunjukan pukul 20:00 malam.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
23:00
Begitu Talia sudah tertidur dengan lelapnya sesosok wanita berambut panjang muncul disamping kiri Talia, dan ingin menyentuk kepalanya. Namun tangannya terhenti karna sesosok anak perempuan juga mencul disebelah kanan Talia, lalu mereka memandangi satu sama lainnya. Setelah itu wanita berambut panjang dan sesosok anak perempuan menghilang secara bersama.
00:00
Saat waktu telah menunjukan tengah malam, alaram yang Talia pasang pun berbunyi. Talia yang terkejut mendengarnya segera mematikan lalu melanjutkan tidurnya. Saat ia sadar bahwa ia akan bermain jelangkung, ia bangun kembali dan segera kekamar mandi untuk mencuci muka.
Sambil memukul kedua pipinya sampai memerah. Lalu Talia mengambil kotak yang berisik boneka jelangkung, mematikan lampu dan menghidupkan 5 buah lilin lalu meletakannya dilantai mengelilingi dirinya bersama jelangkung yang ia pengang ditengah tengah.
Lalu mulai lah Talia bermain....
Bersambung
Curhatan Redblack
Hay pembaca semua, redblack ingin sedikit memberi tahukan perasaan redblack saat menulis chapter ini. Rasanya sedikit takut dan menegangkan dikarnakan rumah redblack didepan kuburan dan kamar redblack paling belakang.
Huhuhu redblack ikut merinding saat malam tiba nantinya, walau redblack sedikit terbiasa saat ditinggalkan sendirian. Tapi saat sunyi rasanya sedikit mengerikan, jadi redblack gak berani menulis novel ini malam malam walau ada sesekali saat dicapter cermin dan kursi.
Itu rasanya sangat terasa hawa dinginnya, namun redblack tetap menulisnya dan melawan rintangan yang menghadang.
Redblack akan tetap semangat. Sampai jumpa dichapter selanjutnya.
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya,...
...Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....