I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 19 Bermain jelangkung



Chapter sebenarnya


Hari selasa


00:00


Saat Talia telah mematikan lampu,meletakan lilin kelantai mengelilingi dirinya dan boneka jelankung ditengah tengah. Talia lalu mulai memainkanya sambil mengucapkan mantra...


โ€œHong Hiyang Ilaheng Hen Jagad Alusan Roh Gentayangan Ono'e Jelangkung Jaelengsat siro Wujud'e Ning kene Ono Bolon'e Siro Wangsul Angslupo Yen Siro Teko Gaib Wenehono Tondo Ing Golek Bubrah Hayo Enggalo Teko Pangundango Hayo Ndang Angslupo Ing Rupo Golek Wujud..Wujud..Wujud!โ€


Lalu mengoyangkan boneka jelangkung tersebut dengan kesana kemari. Talia terus mengulangnya sebanyak tiga kali, lalu saat ingin mengucap mantra yang kempat kalinya, lilin yang mengelilingi dirinya dan boneka jelangkung tiba-tiba saja padam. Lalu terdengarlah suara,


"Apa kau mau bermain dengan ku? " bunyi suara tersebut yang entah dari mana datangnya.


Talia mencoba melihat sekeliling kamarnya namun tidak menemukan siapapun selain dirinya dan boneka Jelangkung yang ia pegang. Talia mencoba menjawab pertanyaan suara tadi.


"Iya. Aku mau bermain dengan mu"ketika Talia menjawabnya, terdengar lagi suara anak kecil yang sedang tertawa "hihihih aku senang" ucapnya membalas jawaban dari Talia.


Lalu muncul lah sesosok bocah laki laki dihadapan Talia dan membuat Talia kaget. Bocah yang memiliki luka diwajahnya dan sedikit kurus itu membuat Talia sedikit kasihan dan menanyakan pada bocah kecil yang kira kira berusia 3/5 tahun.


"Apa kau mau makan sesuatu? " tanya Talia yang tidak ada rasa takutnya. Namun sesosok anak laki laki itu hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya sedikit. Talia yang merasa jika anak laki laki itu kelaparan mencoba mencari makan yang ia miliki didalam tasnya.


01:00


Talia hanya mendapatkan sebuah roti saja, ia bermaksud pergi kedapur untuk mengambil makanan lagi tapi Talia takut ketahuan oleh Bi Ima jika dirinya masih belum tidur.


"Jika aku keluar malam malam begini, nanti Bi Ima curiga lagi"katanya yang berfikir.


Lalu Talia hanya memberikan roti itu saja kepada sosok anak laki laki itu. "Ini"memberi "aku hanya memiliki sebuah roti ini saja, maaf"ucap Talia dengan perasaan sedih.


Sosok anak laki laki itu mengambilnya dengan tersenyum kepada Talia dan berkata. "Tidak apa -apa, terimakasih "ucapnya yang tersenyum pada Talia.


Talia yang mendengar hal tersebut merasa senang dan juga lega, ia bisa melihat anak laki laki itu memakan roti yang ia berikan dengan begitu lahap. Lalu Talia mencoba bertanya kepada anak keci itu.


"Kita akan bermain apa? " tanya Talia yang mana anak kecil itu sudah menghabiskan roti pemberiannya. Anak kecil itu pun menjawab"petak umpet"itulah yang diucapkan oleh anak kecil tersebut.


Akhirnya Talia bermain petak umpet bersama anak kecil itu didalam kamarnya.


01:30


Saat giliran Talia yang menjaga ia mencari anak kecil yang sedang bersembunyi itu.


"Dia ada dimana ya? " ucap talia yang mencari cari diberbagai tempat diruang kamarnya itu, namun ia tidak menemukannya dimana pun.


Talia mencoba mencari ketempat yang belum Talia periksa, yaitu lemari. Saat Talia berjalan menuju kelemari baju miliknya..


Tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki dari luar kamar milik Talia. Mendengar hal tersebut Talia bergegas membereskan lilin yang ada dilantai dan boneka Jelangkung lalu menyimpannya dibawah kasur dengan cepat.


Lalu Talia menyelimuti dirinya segera dengan selimut, berpura pura memejamkan mata seolah olah tertidur, lalu suara pintu terbuka pun terdengar..


Kreeek


Ternyata Bi Ima datang untuk mengecek keadaannya Talia , sambil menaikan selimutnya.


"Non Talia sudah besar sekarang. Padahal dulu ia sangat takut tidur sendirian sampai minta ditemani non muda"ucap bi Ima yang tidak tau jika Talia tidak sedang tidur dan mendegar apa yang ia katakan.


Setelah Bi ima pergi meninggalkan ruang kamar, Talia pun bangun dari tidurnya, sambil berfikir akan perkataan dari Bi Ima.


"Eh!?"


Lalu Talia teringat kembali bahwa dirinya sedang bermain petak umpet bersama anak kecil laki laki tadi. Talia bergegas bangun dan pergi menuju lemari baju miliknya, ketika dibuka Talia tidak menemukan apapun, hanya ada baju sekolah dan buju yang ia pakai sehari hari yang ada didalam lemari tersebut.


"Kemana perginya anak itu? " tanyanya yang tidak bisa menemukan keberadaan sesosok anak laki laki yang bermain bersamanya.


Talia mencoba memanggilnya dengan suara pelan. "Hei anak kecil kau ada dimana?"Mencari. "Apa kau tidak mau bermain dengan ku lagi? " ucap Talia yang terus memcari kesana kemari.


02:00


Lalu sesosok wanita berambut panjang yang malah muncul dihadapan Talia, saat sesosok itu mendekati Talia dengan perlahan lahan, mulai cepat dan semakin cepat lalu menunjukan wajah seramnya kepada Talia.


Talia yang kaget tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. "Hah hah hah, apa yang terjadi? "


Talia melihat jam diHPnya yang masih menunjukan pukul 1 malam. Ia merasa heran dan kebingungan padahal ia tadi sedang mencari anak kecil yang sedang bersembunyi saat bermain petak umpet bersamanya.


"Kapan aku tertidur? "ucap Talia yang merasa heran.


Talia lalu melihat sekeliling. Boneka jelangkung yang jelas jelas Talia simpan saat bi ima datang memeriksanya tadi, tiba-tiba ada disamping Talia. Ia memegang jelangkung tersebut sambil memperhatikannya.


"Apa aku bermimpi ya, tapi rasanya tidak mungkin, jelas aku tadi sedang bermain jelangkung saat setelah bi ima masuk, aku langsung menyimpannya"


"Tapi apa benar bi ima masuk kedalam kamarku?, saat ini sekarang jam satu pas waktu aku bermain dengan anak keci itu. Bi ima masuk kekamarku 30 menit saat aku mencari anak laki laki itu yang sedang bersembunyi"


"Tapi kok masih jam satu! Sebentar ada apa ini?"ucap Talia yang gak paham akan apa yang terjadi padanya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


06:00


Diruang makan


"Bi Talia boleh nanya gak? " sedang sarapan. "Boleh non. Non Talia mau nanya apa? Ucap bi ima yang sedang menyiapkan susu untuk Talia.


"Apa malam tadi bi Ima ada masuk kekamar Talia? " tanya Talia " Tidak ada non. Bibi malam tadi pulang kerumah dan subuh tadi baru kesini lagi"meletakan segelas susu diatas meja.


".. (Apa!? Kalau begitu siapa yang masuk kedalam kamar kalau bukan bi ima?) "ucap Talia dalam hatinya.


".. (Apa itu hanya mimpi?. Tapi aku benar benar bangun saat tengah malam, bermain petak umpet selama satu jam. Tidak mungkin aku bermain jelangkung didalam mimpi, tapi bagaimana aku bisa tiba-tiba tidur setelahnya?)" ucap Talia yang masih memikirkan hal itu..


Bersambung


...Terus dukung Redblack....


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya,...


...Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....