I Am Not Alone

I Am Not Alone
Chapter 11 Panggil mereka 2



Bahagian 2


Didalam kamar Talia pun membaca tulisan yang telah gambungkan menjadi satu yang ia dapat dari buku kedua..


Sedangkan membaca


Jika kamu mau memanggil mereka untuk minta bantuan, maka panggilah dari orang terdekatmu yang sudah meninggal.Karna mereka tidak akan menyakiti orang paling mereka cintai.


Tapi jika kamu memanggil mereka yang jahat dan kamu meminta bantuan mereka lalu kamu tidak bisa membayar apa yang mereka inginkan, maka mereka akan menyakitimu beserta orang orang yang ada disekitar mu. Talia kaget setelah membaca ini.


Oleh sebab itu jika kamu mau memanggil mereka dari keluarga mu yang telah meninggal maka kamu harus memanggil mereka ditempat yang sering digunakan olehnya dan juga berserta barang barang peninggalannya.Karna Itu bisa membantu mu dalam pemanggilan jiwa yang telah mati dari pihak yang baik.


"tunggu! Kalau begitu aku bisa memanggil nenek ku,? "ucap Talia yang sudah selesai membaca.


"Aku... Aku bisa bertemu nenek ku lagi"ucap Talia yang mana air matanya mulai berjatuhan


Rasa rindu yang begitu terasa menyakitkan membuat Talia hanya bisa menangis sambil melihat foto dirinya bersama neneknya. setelah Talia mulai merasa tenang, Talia langsung mengambil buku tulis cara untuk bisa melihat hantu. Karna Talia harus memanggil mereka maka Talia penggunakan cara no 10.


Setelah melihat penjelasan mengenai cara no 10 untuk bisa melihat hantu, Talia memutuskan akan melakukan pemanggilan mereka malam ini juga diruang baca neneknya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Malam hari


Setelah selesai solat magrib dan makan malam Talia pun kembali masuk kekamar untuk melakukan rencana pemanggilan mereka, lalu saat Talia mau mengambil hal hal yang diperlukan untuk memanggil mereka suara pintu diketuk pun terdengar.


19:00


Tok tok tok


Ternyata yang mengetuk pintu adalah bi ima


"non Talia! "Ucap bi ima dari luar pintu


Kreeek..


"Ada apa bi? " tanya Talia yang membuka pintunya.


"Itu...anak bibi sakit, jadi bibi mau pulang kerumah sebentar untuk melihat apa panasnya udah turun atau belum.Non Talia tidak apa apa kan jika bibi tinggal sebentar? "Ucap Bi Ima yang ragu ragu


".. (Gak ku sangka hari ini adalah hari keberuntungan ku, padahal aku ingin diam diam keruang nenek agar Bi Ima tidak tau. Tapi malah bi ima pergi dengan sendiri jadi aku gak perlu diam diam lagi untuk keatas) "ucap Talia dalam hati.


"iya tidak masalah bi, bibi boleh kok pulang"ucap Talia.


"Tapi bibi khawatir sama non Talia! "ucap Bi Ima yang resah.


".. (Aku harus membuat bi ima gak khawatir dan pergi pulang agar aku bisa keruang atas segera) "ucap Talia dalam hati.


"Ya ampun bi. bibi ngak perlu khawatir sama Talia, Talia kan udah besar sekarang. bibi fokus saja sama anak bibi, lagian dik varhan kan masih kecil jadi dia lebih butuhkan bibi dari pada Talia"ucap Talia dengan tersenyum.


"Selama bibi pergi kan masih ada Pak Izwan yang menjaga diluar, jadi Talia gak sendirian. Bibikan hanya sebentar perginya jadi untuk apa Talia takut"ucap Talia yang menyakinkan Bi Ima.


"Karna itu bibi gak perlu khawatir Talia baik baik saja kok"ucap Talia.


"Baiklah non! Kalau ada apa apa telpon saja, bibi akan langsung kembali. "ucap bi Ima.


"Krna bibi sudah diberi amanah sama tuan dan nyonya untuk menjaga non"ucap ima.


"Iya, Talia akan nelpon bibi jika ada masalah atau memerlukan sesuatu nanti. Bibi gak perlu cemas "Ucap Talia.


"Wa'alaikumusaalam"ucap Talia.


Setelah bi ima pulang , Talia langsung kemeja belajar dan mengambil foto dirinya bergandengan tangan sama neneknya dan juga mengambil buku buku yang berisi petunjuk lalu bergegas menuju dapur untuk mencari lilin. Setelah itu talia pergi kelantai atas dengan mengandalkan cahaya senter dihp untuk menerangi sekitar.


Setelah didalam ruang baca neneknya, Talia lalu meletakkan lilin ditengah tengah ruangan lalu menghidupkannya. Talia mematikan cahaya hpnya lalu meletakan foto yang berisi dia bersama neneknya sedang bergandengan tangan disampaing lilin tersebut.


Lalu talia memanggil mereka dengan berbicara.... "Kemari! kemari! Kemari! "Ucap Talia.


Setelah itu Talia memegang lilin dan mengelilingi ruangan tersebut sambil berkata"Kemari! kemari! " . Lalu tiba-tiba saja lilin yang Talia pegang padam dan disekitar Talia menjadi gelap gulita.


Setiap Talia mencoba menghidupkan lilin tersebut selalu saja mati kembali. Talia pun mencoba menghidupkan senter dihp nya, tapi anehnya hp Talia mendadak habis baterai dan Talia tidak bisa melihat apapun disekitar nya.


Talia yang sedikit beruntung karna cahaya bulan cukup terang , mencoba membuka tirai dijendela ruangan itu.


Cahaya bulan menerangi sekitar ruangan baca neneknya. Saat talia berbalik , seorang anak perempuan sudah ada dihadapannya. Talia yang sedikit kaget mencoba untuk tetap tenang.


Talia berfikir jika yang dia lakukan telah berhasil. Talia pun tanpa ragu mencoba bertanya pada sosok anak perempuan yang ada dihadapannya itu.


"Apa... Kau mau membantu? "Tanya Talia pada sosok anak perempuan itu.


Anak perempuan itu menganggukan kepalanya dan Talia pun merasa senang karna anak perempuan itu mau membantunya. Talia mencoba bertanya lagi pada sosok anak perempuan itu.


"Apa... Orang tuaku menyembunyikan sesuatu dari ku?"tanya Talia.


Talia sedikit ragu dan takut mendengar jawaban yang akan diberikan oleh sosok anak perempuan itu jika orang tua nya memang benar menyembunyikan sesuatu darinya. Sosok anak perempuan itu kembali menganggukkan kepalanya, Talia pun kaget dan merasa tidak percaya akan hal itu. Lalu Talia mencoba bertanya lagi..


"Jika memang benar, apa kau tau apa yang disembunyikan oleh mereka dariku? "Tanya Talia yang sedikit gemetaran takut menunggu jawaban darinya.


Sosok anak perempuan itu tidak menjawab nya dan hanya diam saja. Lalu ia berjalan mendekati Talia dan mengelus kepalanya Talia dengan tersenyum sambil berkata....


"Sudah besar! "Ucap anak perempuan itu sambil tersenyum.


Talia yang mendengar nya kaget dan merasa heran apa yang dimaksud olehnya. Talia pun menduga duga jika anak perempuan tersebut adalah neneknya saat masih kecil.


Talia mencoba memanggilnya "Nenek" dan anak perempuan itu hanya tersenyum lalu hilang entah kemana. Talia mencoba melihat sekeliling mencari anak perempuan itu tapi ia tidak ditemukan dimanapun.


Saat Talia merasa sedih sebuah buku tiba-tiba saja terjatuh kelantai, Talia pun mengambil buku tersebut. Ketika Talia membuka buku itu sebuah kertas jatuh dari buku tersebut.


Talia menduga jika itu adalah petunjuk berikutnya. Talia mengambil kertas tersebut dan mencoba membalik halaman dari buku itu, seperti buku kedua sebelumnya yang tidak ada garis garis pada kata disetiap halaman nya.


Talia menebak jika garis garis pada buku ketiga akan muncul jika kertas ketiga dibuka terlebih dahulu. Akhirnya talia memutuskan membuka kertas ketiga tersebut didalam kamarnya. Talia pun mengambil buku pertama dan kedua beserta foto dan kertas kertas sebelumnya lalu bergegas kebawah.


...*****...


Setelah didalam kamar Talia langsung kemeja belajarnya lalu membuka kertas ketiga tersebut.


Kata yang tertulis dikertas ketiga itu adalah......


...Terus dukung Redblack....


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....