
17:45
Setelah sampai dirumah, Talia mencari bi ima untuk menanyakan tentang kue yang bi ima buat. Namun setelah mencari keseluruh rumah Talia tidak menemukan bi ima dimana pun.
Akhirnya Talia kekamar untuk mandi karna waktu magrib hampir masuk.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
18:35
Setelah Talia selesai sholat, bi ima yang baru sampai memanggil Talia untuk makan malam. Talia pun bergegas keruang makan dan bertanya pada bi ima.
"Bi ima dari mana? "Tanya Talia yang duduk dikursi meja makan.
"Bibi pulang kerumah non"jawab bi ima meletakan beberapa lauk diatas meja makan.
"Oh ya bi, Talia mau nanya? Apa... "Ucap Talia yang terhenti.
Talia berhenti bicara karna Talia mendengar seseorang yang bicara pada Talia untuk tidak bertanya pada bi ima. Dan kata katanya"Jangan bertanya! dia tidak akan menjawab pertanyaanmu"itulah suara yang didengar Talia.
Akhirnya Talia tidak jadi bertanya pada bi ima tentang kue tersebut, dan membuat bi ima merasa bingung. Talia yang tidak ingin bi ima curiga mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya bi, mama dan papa kapan pulang?"tanya Talia.
"Tuan dan nyonya mungkin akan pulang selasa esok non. Apa non merindukan mereka? "Tanya bi ima kembali.
"Iya , padahal baru satu hari tapi rasanya sudah satu tahun "ucap Talia.
"Seperti itulah hubungan anak kepada orang tuanya, selalu merasa jauh walau sudah dekat"ucap bi ima.
Talia pun mulai makan makanan yang dimasakan oleh bi ima. Rasa lapar dan makan yang enak membuat Talia makan dengan lahap. Bi ima yang melihat Talia begitu lahapnya teringat akan sesuatu lalu mencoba bertanya pada Talia.
"Oh ya non Talia! Apa kue yang bi ima buat enak? Apa teman teman non Talia suka? "Tanya bi penasaran.
Talia yang kaget karna bi ima yang memulai topik yang Talia ingin ketahui, mencoba bersikap tenang dan sewajarnya.
"Kuenya sangat enak bi, terlebih teman teman Talia juga pada suka"ucap Talia dengan tersenyum.
"Syukurlah. Bagaimana dengan non Kayla? apa dia memakannya juga?"tanya bi ima yang cemas dan penasaran.
"Kayla memakannya kok bi, ia juga bilang enak"ucap Talia mencoba melihat tingkah laku bi ima.
"Benarkah! Sepertinya non Kayla sudah baik baik saja sekarang, syukurlah "ucap bi ima dengan suara pelan.
"Apa maksud bibi? Apa ada sesuatu dengan kue itu? "tanya Talia.
Bi Ima yang kaget mencoba untuk tidak panik lalu mengatakan "Tidak ada". Talia yang melihat bi ima cemas dan panik mencoba untuk tidak menanyakan apapun lagi. Karna Talia sudah tau dan yakin jika bi ima juga menyembunyikan sesuatu dari Talia.
Talia mencoba bersikap tenang seperti tidak terjadi apapun , dan menyelesaikan makan malam lalu langsung pergi kekamar. Bi ima yang melihat Talia biasa biasa saja seperti tidak curiga, merasa lega dan tidak mencemaskan akan pembicaraan tadi.
Namun bi ima tidak tau jika Talia sudah mendapat apa yang inginkan nya. Dan sudah merasa yakin jika semua orang mengetahui sesuatu dan mencoba menyembunyikan itu dari Talia.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
20:00
Malam harinya dimana Talia tinggal sendirian, karna bi ima izin pulang, mencoba mengumpulkan semua puzzle yang Talia dapatkan menjadi satu.
Rahasia neneknya yang memanggil mereka, juga tidak ada yang tau. Lalu garis garis yang muncul tiba-tiba dibuku milik neneknya juga membuat Talia sulit mempercayainya.
Wanita berambut panjang yang muncul saat Talia meletakkan kursi dan cermin disudut ruangan, juga tidak tau ia teman neneknya atau bukan. Dan juga cermin yang tiba-tiba pecah membuat Talia heran , dan masih menjadi pertanyaan. "Siapa yang memecahkannya?"
Gadis kecil yang Talia jumpa diruang baca neneknya, "Dia juga siapa?" Dan kenapa dia mengatakan "Talia sudah besar? "itu masih menjadi pertanyaan Talia sampai saat ini.
Dan hari ini pun Talia mendapat satu hal lagi saat dirumah Kayla. Seseorang yang memanggil namanya, dan Kayla yang kelihatan cemas saat melihat kue yang Talia bawa.
Semua hal yang Talia dapatkan sudah membentuk sesuatu gambar yang masih menjadi pertanyaan besar. Talia mencoba membaca surat ketiga dan tulisan dari buku ketiga lagi , karna malam itu Talia tidak mendapatkan ingatan apapun.
Saat Talia menghidupkan lagu nina bobo dan sambil menyanyikan nya juga.Talia mencoba mematikan lampu dan langsung berbaring diatas kasur. Tak lama kemudian tanpa disadari Talia pun tertidur lelap.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Hari senin
00:00
Sesosok wanita berambut panjang muncul. ia mendekati Talia dan mengusap kepalanya ,sambil tersenyum walau wajahnya tidak terlalu kelihatan.Setelah itu wanita itupun pergi menghilang kembali.
02:00
Talia yang awalnya diam diam saja, mulai gelisah dan wajahnya mulai mengerut seolah melihat sesuatu didalam mimpinya.
Dalam mimpi
Seorang anak perempuan yang tidak kelihatan jelas wajahnya, bermain bersama Talia diruang baca neneknya. Mereka berdua membaca buku bersama,makan bersama dan melakukan hal ini itu bersama.
Namun tiba-tiba saja anak perempuan itu jatuh kesebuah kolam renang, Talia yang mencoba menolongnya tidak bisa meraih tangan anak perempuan itu. Talia terus mengulurkan tangannya sambil memanggil namanya, tapi tidak telalu jelas
Saat Talia yang tidak kuasa melihatnya lagi, Talia terbangun sambil mengatakan "Tidak"pada anak perempuan itu.
"Tidakkkk..! " teriak Talia yang bangun mencoba menggapai sesuatu.
Talia pun terkejut jika yang ia alami hanya sebuah mimpi, Talia juga tidak mengingat wajah anak perempuan dan juga nama yang ia panggil. Yang membuat talia tambah heran, adalah tempat yang ia mimpikan merupakan rumah Kayla dan tepatnya dibelakang rumahnya.
Talia bertanya tanya kapan ia pernah kerumah Kayla , padahal yang ia tau kemarin adalah pertama kalinya Talia datang kerumah sahabatnya itu. Akhirnya Talia teringat ucapan Aisyah, yang mengatakan "Kita kan pernah datang kesini". Membuat Yalia yakin jika yang diucap oleh Aisyah adalah Talia pernah datang lagi kerumah Kayla, bukan kemaren. Tetapi sudah pernah datang lagi bersama yang lainnya dan Talia tidak mengingat hal itu.
"Kapan aku pernah datang kerumah Kayla"ucap Talia yang terus memikir.
Talia yang tidak menemukan jawabnya mencoba keruang baca neneknya saat itu juga, dimana waktu menunjukan pukul 02:15 subuh. Talia membawa senter, hp, dan juga lilin, lalu menuju atas.
Setelah sampai diatas dan mencoba menuju keruang neneknya, alangkah terkejutnya Talia jika pintu ruangan itu tidak ada, hanya sebuah dinding dihadapan Talia.
Talia yang merasa heran mencoba menyentuh dinding tersebut, dan tiba-tiba saja......
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, share, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....