GOODBYE

GOODBYE
Part 08.



08. Teka-Teki?


"Teralu banyak teka-teki yang harus             diungkapkan. Tapi, tidak perlu semua orang tahu. Karena itu tidak penting."


                🌀🌀🌀


Seseorang melihat penampilan nya di cermin. "Gilaa gak nyangka gue bisa setampan ini, dulu bokap nyokap gue nyetak nya gimana ya sampe gue jadi terlalu tampan." Ucapnya cengengesan melihat pantulan wajah nya di sana. "Ekhem... Saya terima nikah dan kawin nya sekian binti sekian dengan mas kawin seperangkat Cinta tritausen dibayar Setia. Sa-"


"REYHAN CEPAT TURUN DAN SARAPAN."


"Alarm ku sudah berkumandang." Ia mengacak rambutnya, lalu turun mengikuti arah suara berada.


"Jadi cowok teh lama pisan, kayak cewe aja kamu." Ucap seseorang sambil duduk di meja makan menghadap putranya. Sedangkan putranya yang melihat itu hanya cengengesan.


"Pagi Bun, Pagi Pa."


"Pagi." Jawab mereka serentak. Ia hendak mencium pipi Bunda nya tapi papa nya menatap nya tidak suka. "BUNDA MASA REY GAK BOLEH CIUM BUNDA SENDIRI." Adu nya saat melihat papa nya sudah cemburu.


"Sudah rey duduk." Ucap Bunda nya yang melihat Papa nya di ledeki.


"Papa mau Reyhan cium? Sini sini." Reyhan memajukan bibirnya tapi, papa nya berlindung dengan menutupi muka nya dengan piring. Alhasil Reyhan mencium piring yang dingin itu.


"Kamu toh mas ndak boleh begitu sama anak nya." Ucap sang istri (Ana)


"Anakmu ini sangat menyebalkan." Jawab sang papa (Adit)


"Loh kan itu anakmu juga."


"Tapi dia sepertimu."


"Kau juga menyebalkan." Reyhan yang melihat orang tuanya bertengkar karena anak siapa Reyhan.


"Kan kalian bikin nya berdua didalam kegelapan malam jadi Reyhan Wira Pradipta adalah anak dari Adit Pradipta dengan Ana Susilia dibayar Cinta! Sah!!." Ucap Reyhan mengehentikan keributan di meja makan, lalu Reyhan memakan makanan nya dengan santai.


Orang tuanya yang melihat itu hanya jengah dengan ucapan ngelantur Reyhan, semuanya hening menikmati sarapan pagi. Setelah itu satu persatu pergi untuk melakukan ritual nya masing masing.


Reyhan memperhatikan gadis manis di sebrang sana di depan rumah yang menjadi pertanyaan. Tidak asing baginya. Apa itu rumah nya?        


Reyhan menghampiri gadis itu. Ya, gadis itu tak lain adalah Deva atau yang sering di panggil oleh Reyhan adalah Agatha.


"Hai tha." Sapa Reyhan.


Deva yang melihat nya hanya bingung karenaa ia tidak tahu siapa orang itu, wajahnya tertutupi oleh helm full face.


"Ini gue tha seseorang yang belakangan ini hadir di dalam kehidupan lo." Reyhan melepas helm nya dan tersenyum hangat.


"Eh.. iya Rey hai juga." Deva hanya tersenyum singkat lalu menunduk.


"Mau bareng?" Tanya Reyhan seraya memiringkan wajahnya agar bisa melihat wajah deva.


Deva yang di perlihatkan seperti itu malu sekali. Tidak biasanya ia sedekat ini dengan seseorang terkecuali, ah sudahlah bahkan Deva tidak mau mengingat nya.


"Ti..ti..dak terima kasih."


"Lo mah nolak mulu sih." Ucap Reyhan lalu mengalihkan pandangan nya.


"Ma..af tapi aku sudah mesan Ojol nya."


Reyhan yang melihat itu hanya tersenyum simpul lalu menanyakan hal lain. "Hmm... Ini rumah lo?"


Deva baru ingat kalau dia sekarang ada di depan rumah nya. Alasan apa lagi yang di buat Deva untuk menutupi keberadaan rumah nya.


"Dengan mbak Deva?" Seseorang mengagetkan mereka berdua. Deva mengehela nafas nya lega "Iya dengan saya pak."


"Re..y aku duluan." Ucap Deva melirik Reyhan sekilas.


"Pak jagain my princess yak, jangan ada luka sedikit." Reyhan malah berbicara seperti itu kepada Ojol nya.


Deva yang melihat itu hanya tersenyum sipu. Ada yang berbeda dari sikap Reyhan kepadanya. Saat berdekatan dengan nya rasanya seperti dilindungi dan Hangat.


Setelah Reyhan berbicara seperti itu Deva segera naik ke abang-abang Ojol nya dan tersenyum singkat kepada Reyhan dan Reyhan membalas nya dengan senyum yang entah tidak bisa di artikan.


   Teralu banyak teka-teki yang harus gue


   Cari tau tentang lo dev.


Reyhan memandang rumah itu dan segera pergi dari perkarangan komplek itu, bahkan ia lupa ada seseorang yang menunggu nya.


"Oke sip gue bakal party lagi karna di PHP-in yang ketiga kalinya." Ucapnya pada dirinya sendiri.


                    🌀🌀🌀


Ritual yang sangat malas sekali di jalani oleh setiap murid adalah 'UPACARA' Dengan celotehan guru yang membawakan ceramah dan yang di bahas itu itu juga yang harus di tunggu oleh murid-murid SMA Rajawali.


Reyhan memarkirkan motornya dan di samping nya pun motor Arka. Reyhan merasa ada yang ia lupakan hari ini.


"Ka kayanya gue kelupaan sesuatu deh." Ucap Reyhan kepada Arka yang ada di samping nya.


Arka melihat ke kanan kiri nya Reyhan lalu bertanya "Badhut mana?"


Reyhan yang akan sadar telah melupakan Radhit itu hanya tertawa "Oh iya gue lupa hahaha..."


"Gue lupa, abis ini bakalan ada party."


"Gue males banget nanti dengerin ocehan badhut."


Reyhan yang mendengar ucapan arka hanya menaik turun kan alisnya "Gak usah di dengerin bilang aja gini kalo dia nanya 'Gue gak denger lagi pake masker.' gitu"


"UP TO YOU PRINCE." Arka segera pergi meninggalkan Reyhan yang senyum senyum sendiri.


Reyhan menyusul arka lalu berucap "Prince tanpa princess nya itu seperti pake celana tanpa sempak, gak enak."


Arka yang mendengar nya tidak peduli, teman-teman nya sangat tidak waras. Mereka berdua segera baris.


Reyhan di barisan pertama yang sedang memperhatikan gadis yang membuat nya akhir-akhir ini menjadi candu untuk dilihat. Menjadi rindu jika tidak dilihat.


Senyum cerianya. Tapi, banyak teka-teki di matanya. Senyum itu entah memang senyum bahagia atau sedang menahan banyak luka. Yang Reyhan harus lakukan adalah memecahkan teka-teki itu agar ia tahu apa yang menimpa gadis itu yang terlihat sangat kuat menghadapi nya.


Senyum nya menjadi sarapan untuk Reyhan. Cerianya seperti sangat berwarna di kehidupan Reyhan. Dia, seseorang yang sederhana dengan senyum ceria nya yang membuat seorang Reyhan Wira Pradipta mempunyai rasa yang berbeda.


Upacara berlangsung sangat hikmat meski Reyhan kadang kadang ikut berbicara saat kepsek itu sedang ceramah panjang kali lebar. Yang membuat nya sangat Bosan.


"ASALAMUALIKUM BAPAK IBU GURU DAN TEMAN TEMAN YANG SAYA CINTAI, SAYA RADHIT DARI KELAS MIPA XI 2 DATANG MEMBAWA CINTA UNTUK BELAJAR." Semua orang yang ada di lapangan menoleh ke samping gerbang. Reyhan yang melihat nya hanya menahan tawa nya, sungguh ia sangat menyesal. Hanya karena melihat princess nya ia melupakan sahabat nya.


"Radhit." Tegor Kepsek yang sedang menyampaikan pesan nya terpotong oleh ucapan Radhit yang tidak tahu malu mengucapkan itu di depan banyak siswa sissi SMA Rajawali.


Yang lain hanya melihat apa yang di lakukan Radhit setelah ini, tidak habis fikir. Ada anak murid yang sangat bandal,sering telat tapi Termasuk anak pintar apalagi anak MIPA 2 yang jelas-jelas tak kalah pintar dari kelas MIPA 1.


"Kenapa kamu telat?" Tanya Guru BK saat Radhit ada di hadapan nya.


"Di PHP-in bu." jawab Radhit memelas.


Reyhan yang melihat itu hanya menahan tawanya. Dan yang lain sudah jengah melihat Radhit selalu beralasan seperti itu. Entah siapa yang orang yang sudah PHP-in Radhit.


"Apa kamu tidak malu! Di lihat banyak orang disini mulai dari adik kelas kamu dan kakak kelas kamu!"


Radhit menoleh kebelakang dan pindah posisi di samping Guru BK itu. "Bu boleh kan saya sampaikan pesan kepada para orang orang disini." Belum sempat Guru-Guru meng-iyakan Radhit sudah berbicara.


"PESAN DARI GUE BUAT KALIAN SEMUA SESEKALI BOLEH CONTOH GUE NI!" Ucapan Radhit membuat semuanya melongo tak percaya. Sudah melakukan kesalahan malah boleh di contoh. "RADHIT!" Geram Pak Kepsek.


"Kenapa harus di contoh? Karena dengan telat kalian bisa tahu gimana rasanya berjuang mati-matian agar tepat waktu datang ke sekolah. Sesekali melakukan kesalahan boleh untuk menjadi pelajaran." Uacapnya seperti mario teguh "Tapi.. karena gue udah berkali kali gue bukan dapet pelajaran tapi malah dapet hukuman dari bu manis." Ucapnya kepada bu (Anis) Guru Bk, namanya di tambahkan huruf satu oleh Radhit.


Radhit melirik senyum penuh arti kepada Reyhan "Buat orang yang PHP-in gue semoga lo bakal ngerasain gimana rasanya di PHP-in, dan setelah ini gue bakal PARTY di Kantin jadi kalau kal-"


"IKUT SAYA KERUANGAN. KALIAN SEMUA MASUK KEDALAM KELAS MASING-MASING." Potong cepat pak Kepsek (Ari). Pak ari sudah frustasi mengahadapi 1 anak murid nya ini yang membuat ulah terus.


Reyhan dan Arka saling pandang pandangan. Eits, bukan pandangan jatuh cinta ck! Reyhan menyuruh Arka ikut bersama nya ke ruang BK untuk menunggu Radhit.


                                * * *


"Radhit gila, udah telat bukan nya malu!" Ucap Queen saat mereka sudah sampai di kelas nya, Aleta pun sedang berada di kelas MIPA 2.


"Kenapa lo yang kesel?" Tanya Leta.


"Gimana gak kesel liat sikap dia, semua orang juga pasti kesel lah. Sok ganteng,sok bijak padahal yailah gaya nya doang."


"Lo tuh yak nistain Radhit mulu, ntar kalau orangnya denger aja. Awas lo jatuh hati sama dia."


"Biarin aja, biar dia denger kalau dia itu bukan cowok sempurna!"


"Gak ada orang yang sempurna, semua orang punya kesalahan yang harus di perbaiki. Terima kasih dengan perkataan lo." Seseorang yang berada di belakang Queen tersenyum kecut. Queen yang melihat itu hanya tenang.


"Ya, dan lo hanya se-per empat dari otak cowok yang lain." Tanpa sadar ucapan Queen membuat seisi kelas diam, berani sekali Queen menghina Radhit yang notabe nya adalah seseorang yang di idamkan oleh para perempuan.


"Dan lo sama. Ucapan sama sikap lo sama seperti perempuan yang hanya melihat orang tanpa tau faktanya, tanpa lo tau mereka punya alasan dan teka-teki yang gak harus semua orang tau. Buat kalian para perempuan, jangan melihat laki-laki dari penampilan nya." Setelah mengucapkan itu Queen diam, mulut nya membisu. Radhit melewati nya begitu saja lalu duduk santai.


"Sesekali jaga ucapan, gak semua orang nerima apa yang lo ucapkan." Bisik Arka di telinga Queen lalu keluar kelas sambil menggandeng tangan Aleta. Dan Aleta ikut bersamanya.


"Queen duduk yuk." Ajak Deva dengan senyum nya. Queen duduk sambil melirik Radhit yang sepertinya marah atas ucapan nya. Terkadang mulut lebih frontal dari pada hati, Queen merasa bersalah. Tapi ia tidak mau minta maaf kepada seorang Radhit yang menyebalkan itu.


"Teralu banyak teka teki yang harus lo cari tau sendiri tentang siapa dirinya, tentang bagaimana sikap aslinya, tentang bagaimana ia bisa tersenyum kepada dunia bahwa ia bisa menutupi luka dalam diam." Ucap Reyhan di depan meja Queen dan Deva.


Deva hanya diam membisu, teka-teki yang sangat rumit untuk di pecahkan. Tidak perlu semua orang tau, tapi ia yakin bahwa semuanya akan terungkap cepat atau lambatnya.


Queen mencerna semua kalimat Reyhan. Dia membuat kesalahan dengan Kalimat yang ia lontarkan kepada Radhit, kesalah yang menurut dia hal sepeleh tapi saat seseorang itu mendengar mungkin sangat menancap di hati nya.


Ucapan memang lebih tajam dari apapun. Ketika mengucapkan sesuatu yang menurut kita hanya masalah sepele tapi, orang itu yang merasakan nya seperti kehilangan percaya diri karna mendengar kalimat yang kita lontarkan kepadanya. Renungkan dirimu sendiri, apa kau sudah lebih baik darinya.


Teka-teki itu seperti matematika.


Semua nya tidak mudah mendapatkan nya. Banyak pertanyaan yang ada di otak, dan banyak jawaban yang harus di ungkapkan dengan rumus yang berbeda. Dengan cara yang berbeda, dan dengan alasan yang berbeda.


Birkan teka-teki ini ku simpan sampai kau bisa mencari tau nya dengan rumus yang sudah kau buat.


          🌀🌀🌀                   


Jangan lupa tekan bintangnya:)


Terimakasih♡