
01.Suasana Baru.
"Terkadang sesuatu yang baru tidak akan sama seperti yang dulu."
~Adeeva Larina Agatha
🌀🌀🌀
06.00 Wib
Pagi ini deva sudah rapi dengan pakaian sekolah barunya. Ya dia dipindahkan ke Jakarta oleh Mamanya. Karena urusan pekerjaan. Deva sudah sering sekali pindah dari luar kota karena urusan pekerjaan Mamanya. Tapi tidak apa. Deva menerima semua keputusan mamanya.
"Pagi bi ira" ucap Deva sambil menyapa bi ira pembantu dirumahnya, tapi deva menganggap bi ira adalah bagian dari keluarganya.
"Pagi non cantik" Jawab bi Ira sambil membersihkan ruang keluarga. "Aduh non cantik bibi belum masak sarapan pagi, soalnya bibi belum sempat belanja" ucap Bi Ira sambil mamandang deva yang sedang tersenyum.
"Gapapa ko bi. Deva langsung berangkat aja deh ya bi" ucap Deva sambil mencium punggung tangan bi ira.
"Iya non. Eh iya, Non deva berangkat bareng siapa? Memangnya non tau lokasi sekolah non yang baru di mana?"
"Biasa bi naik Go-jek Online aja" jawab Deva
"Yaudah hati hati ya non"
Deva hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya deva sampai didepan gerbang sekolah barunya 'SMA Rajawali'.
Deva berhenti sejenak karena merasa haus lalu mengeluarkan botol minumannya dan meminumnya sambil berjalan.
Dia menunduk untuk menutup botolnya tetapi dia menabrak seseorang dan airnya tumpah mengenai seragam seseorang itu.
"Ma..ma..af aku gak sengaja."
"AKH GARA GARA LO SERAGAM GUE BASAH!!"
"Maaf tap.."
"Oh... lo anak baru ck! Lo akan tahu siapa gue nanti."
"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja." ucap Deva sambil menunduk.
"Makanya kalau jalan itu liatnya pakai mata! Emangnya lo gapunya mata?! Jangan nunduk doang makanya." Ucap seseorang itu dan pergi, tapi, dia berbalik dan mengucapkan "Lo masih berurusan sama gue." Setelah mengucapkan itu dia pergi.
Aku harap semuanya akan baik baik saja- batin Deva.
🌀🌀🌀
Setelah kejadian tadi deva langsung ke ruangan kepala sekolah. Ia mendapatkan kelas XI Mipa 2 Deva diantarkan oleh Bu Meti selaku wali kelas XI Mipa 2.
Bu meti masuk ke kelas XI Mipa 2 yang sangat berisik itu entah mereka sedang bahas apa yang jelas mereka termasuk kelas berisik.
"Selamat pagi anak anak" ucap Bu Meti
"Pagi bu..." jawab mereka serempak
"Ibu bawakan anak-" Ucapan bu meti terpotong oleh salah satu murid laki-laki.
"APA? IBU BAWA ANAK ORANG BU? ASTAGA BU TERNYATA IBU ITU SUKA MENCURI ANAK ORANG SEMBARANGAN YA BU" ucap salah satu murid laki-laki sambil berdiri dan membuat yang lain menahan tawa.
"Radhit kamu memotong ucapan saya, duduk kamu!"
"Iya bu iyaa. Saya bukan memotong ucapan ibu tapi hanya menjeda saja, silahkan bu dilanjutkan"
"Kita kedatangan murid baru, ayo Deva masuk."
Devaa masuk dengan menunduk dan semua murid memandangnya.
"Ayo deva perkenalkan diri kamu"
"I-ya bu, Halo semuanya nama saya Adeeva Larina Agatha. Saya pindahan dari bekasi, salam kenal." ucapnya sambil menunduk.
"Aduh neng liatin dong mukanya jangan nunduk terus, liat bang Radhit ni ganteng sekali" Lagi dan lagi selalu Radhit yang berbicara saat semuanya diam.
"Ewhh... Dasar lo cowtil" tanya salah satu murid perempuan.
"Apaan tuh?" Tanya radhit.
"COWO CENTIL"
"DASAR GILA"
"LO LEBIH"
Mereka terus berdebat hingga deva mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang terjadi. Melihat kejadian itu Deva hanya bisa tersenyum.
"Saya aja bu" Jawab seorang murid yang tadi berdebat dengan Radhit.
"Oh iya yaudah kamu duduk sama Queen saja" ucap Bu Meti
"Jangan bu nanti anak barunya ikutan gila kalau duduk sama si silverQueen mh"
"Kamu lebih gila radhit" jawab Bu Meti cepat membuat seluruh kelas tertawa. Sedangkan Deva hanya tersenyum sekilas. Mata Deva tertuju pada seorang murid Laki-laki yang dari tadi hanya diam dan menunduk kebawah.
Mungkin sedang main handphone-batin deva.
Deva berjalan ke arah tempat duduknya dan melewati radhit. Tetapi radhit berdiri dan membisikan sesuata kepada deva entah apa itu. Lalu deva duduk bersebelahan dengan Queen.
Sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum Queen memperkenalkan dirinya. "Hai deva salam kenal, Nama gue Queensha Qiana Qalesya"
"Salam kenal juga" jawab Deva sambil menjulurkan tangannya kepada Queen.
Pelajaran pertama sudah dimulai yaitu pelajaran Sejarah dan Deva tetap fokus apa yang dijelaskan di papan tulis, Sedangkan Queen dia hanya menahan ngantuk agar tidak tertidur. Sesekali Deva menegor agar Queen tidak tertidur dikelas.
🌀🌀🌀
Tringg..Tringg..Tringg
Bel istirahat telah berbunyi semua murid 'SMA Rajawali' memenuhi kantin untuk mengisi cacing diperutnya yang sudah minta diisi. Termasuk Queen dan Deva.
Deva POV.
Aku merapihkan buku ku dan memasukannya kedalam tas.
Bel istirahat telah berbunyi membuat kelas sepi, yang meninggalkanku dengan Queen saja.
"Dev kekantin yo" Ajak Queen.
"Iyaa"
Aku jalan berdua bersama Queen.
Aku merasakan risih karena semua murid melihat kearah kita atau hanya aku. Mungkin mereka agak asing karena aku murid baru.
Positive thinking dev.
Author POV.
"Dev kita kesana yu? Disana ada teman gue cuman beda kelas aja. Pasti dia seneng ketemu sama lo" ucap Queen antusias setelah sampai di kantin.
"Aku ikut kamu aja." balas Deva.
"Woy let!" Queen menggebrak meja kantin yang didudukinya membuat seisi kantin menoleh kearah mereka.
"Apaan si lo! Dateng dateng rusuh." Orang yang di panggil Let itu kesal dan melihat kearah Queen dan Deva.
"Yeeeh santai kali bang" ucap Quenn dan memperkenalkan Deva. "Dev perkenalkan dia adalah teman seperjuangan gue dari masa SMP, dia hobby nya makan,Terus dia suka maen alat musik, eh gue juga suka. Namanya Aleta Quenby Elvina panggil aja letlet kalo ngga lele aja. Oiyaa letlet kenalin ini namanya Adeeva Larina Agatha menurut gue si dia orangnya baik,Terus polos juga. Jadi..."
"Jadi apa hum?" Tanya Aleta dengan tampang judesnya.
"JADI LO GABOLEH NGOTORIN OTAKNYA DENGAN HAL HAL YANG BERBAU TIDAK BAIK."
"Serah lo deh." Aleta mengalah dari pada mereka ribut di kantin nanti jadi pusat perhatian.
"Salam kenal Aleta" sapa Deva dengan ramah.
"Salam kenal juga dev,yang tadi diomongin sama Queen jangan percaya. Percaya sama dia itu kaya percaya sama iblis, Musyrik."
Deva menanggapinya hanya tersenyum.
"Queen gc pesen makanan,gue laper."
"Siap letlet,mau pesan apa?" Tanya Queen.
"Mie ayam satu sama es teh aja"
"Oke, Kalau lo dev??"
"Samain aja."
"Oke tunggu ya gaes."
Setelah mereka memesan makanan mereka makan bersama dan banyak bicara tentang sekolah ini kepada Deva setelah banyak cerita mereka kembali ke kelas. Yang Deva rasakan adalah suasana baru yang tidak bisa di ungkapkan.
Dia harus senang atau tidak karena mempunyai teman. Deva selalu menghindar kepada siapapun tapi, mengapa dengan Queen dan Aleta tidak?
Entahlah apa yang dirasakan Deva itu cukup sulit karena menerima suasana baru lagi dalam kehidupannya.