GOODBYE

GOODBYE
Part 05.



05. Sapaan


Happy readingπŸ—£


.


.


.


.


.


Setelah kejadian tadi sore Deva cepat cepat masuk kerumah dan menutup pintunya. Degup jantungnya beritme cepat.


"Bisa gak sih kalau nutup pintu pelan pelan! Pintu tuh mahal benerin nya."


Deva menengok ke belakang dan teranyata itu mama nya yang sedang beristirahat di sofa.


"I..ya maaf ma." Ucap deva lalu menuju ke dapur untuk menaruh barang barang yang di belinya. Deva menuju ke kemarnya, Tapi baru satu langkah naik anak tangga dia di panggil oleh Mama nya.


"Heh kesini kamu!" Ucapnya.


"Kenapa ma?" Tanya Deva saat sudah di hadapan Mamanya.


"Pijat kan kaki saya cepat."


"I..ya ma" Deva duduk di atas karpet dan Larin tiduran di Sofa. Deva segera memijitnya dengan perlahan.


"Deva minta maaf ya mah, gara gara Deva temen mama tidak jadi bekerja sama dengan mama." Deva berbicara kepada mama nya dan meminta maaf atas kejadian kemarin.


"Nyadar juga kamu haha!" Larin tertawa hambar.


Keduanya sama sama diam dalam keheningan tidak ada yang berbicara.


"Sudah awas." Larin mengatakan itu, lalu Deva berdiri dan segera pergi ke kamar nya.


Deva POV.


Kenapa aku bertemu dengannya lagi.


Rasanya ada yang berbeda dengan perasaan ku, Saat dia menggenggam tanganku dia terasa dingin.


Apa dia hantu? Ah tidak mungkin.


Kenapa jantungku selalu berdegup kencang saat bertemu atau berdekatan dengan nya?


Sepertinya aku harus periksa ke dokter jantung. Gara gara dia jantungku tidak normal. Tapi kenapa aku menyalahkannya? Kan bukan salah dia.


"Apa yang aku pikir kan?kenapa aku memikirkan dia sih!"


"Aku tidak boleh dekat dekat dengan nya, karena aku akan kena masalah."


Aku memikirkan yang seharusnya aku tidak memikirkan nya. Aku segera beranjak dari tempat tidurku dan membershikan badan ku.


Mungkin aku teralu memikirkan hal yang tidak penting aku pikirkan. Aku segera masuk kedalam kamar mandi agar otak ku lebih fresh dan badan ku segar.


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


Author POV.


Pagi ini deva dengan senyum manisnya sarapan pagi untuk pergi ke sekolah. Tak lupa ia pamit kepada Bi ira. Kenapa mama nya tidak? Karena mama nya selalu menghindar dari Deva saat pagi.


Hari ini seperti biasanya Deva sampai di sekolah selalu pagi dan hanya dirinya yang datang awal di kelasnya. Deva duduk di bangku nya dan melihat ke arah jendela yang terlihat koridor sekolah yang masih sepi.


Deva mengeluarkan buku kecilnya lalu menulis kata kata didalam bukunya itu.


Pagi seperti biasanya...


Dimana aku hanya sendiri...


"Sekarang kita berdua." Deva merasa ada yang duduk di sampingnya, dia menutup bukunya dan menoleh ke samping.


"Hayy agatha selamat pagi!" Ucap seseorang itu lalu tersenyum manis.


Tuhan jantungku sepertinya bermasalah.


"Kenapa ka..mu ada disini?" Tanya deva sambil fokus ke arah jendela.


"Ini kelas gue ya gue ke sini mau belajar lah." Reyhan menjeda ucapannya lalu melanjutkan nya "Contoh nya belajar mencintai lo juga termasuk."


Ya, orang itu adalah Reyhan.


Deva masih terfokus keluar jendela.


Dia tidak mau berbicara kepada Reyhan atau melihatnya. Jantungnya beritme lebih cepat saat Reyhan mengatakan itu.


"Pergelangan tangan lo merah biar gue liat ya." Reyhan ingin menggenggam tangan Deva, tapi deva menyembunyikannya di depan badannya.


"I..ni bukan salah kamu." Jawab Deva tetap tidak mau memandang Reyhan.


"Terus salah siapa? Siapa yang buat lo begitu?" Tanya Reyhan kepo.


"Cobalah untuk tidak kepo tentang urusan orang lain."


"Gue hanya ingin tau, siapa tau itu salah gue."


"Bukan salah kamu."


"Yaudah kalau bukan salah gue. Tapi kalau salah gue, gue minta maaf ya." Ucap Reyhan lalu mengucap puncak kepala Deva setelah itu pergi keluar kelas.


Deva hanya diam lalu menoleh ternyata dia sudah pergi. Kenapa perasaan Deva tidak enak ya sudah berbicara seperti itu kepadanya. Deva tidak ingin berdekatan dengan nya.


Deva tidak ambil pusing, dia melanjutkan kata katanya di buku kecilnya yang tadi sempat berhenti. Dibalik kedekatan mereka berdua di dalam kelas, ada seseorang yang melihat nya dari jauh dengan amarah yang terpendam.


"Lo akan tau pembalasan gue nanti." Ucap seseorang itu lalu tersenyum Devil.


Bel sekolah sudah masuk dari beberapa menit yang lalu, semua murid masuk kedalam kelasnya termasuk Reyhan yang sekarang sudah duduk di tempat nya bersama Radhit yang sedang bermain Game.


"Deva?" Queen menegor Deva yang sedang memperhatikan depan kelasnya.


"Kenapa Queen?" Deva menoleh.


"Gak papa gue manggil aja si hehe." Ucap Queen sambil tersenyum dan Deva hanya mengangguk.


"Serang bego."


"Udah cuma gak mati mati."


"Lo nya bego! dia nya uda lari lu baru tembak."


"Berisik lo Rey!"


"Itu tembak di depan."


"Yahh kabur bego!"


"Dasar noob lo dhit."


"Berisik lo Rey, noh tembak noh."


"1 2 3 TEMBAK!! Nah kan Booyah aye aye." Teriak Dua seseorang yang sedang bermain game tapi mereka tidak tau kalau ada Guru di depan kelas.


"APA TEMBAK TEMBAK?!"


"Ini pak musuh di depan kita udah mati gara gara kita tembak." Ucap Reyhan lalu Tos san dengan Radhit. Ya yang teriak teriak tadi adalah Reyhan dan Radhit.


"KALIAN CEPAT BERDIRI DI DEPAN KELAS ATAU NYANYI BALON KU ADA DUA?!" Tanya pak samsul. Ya memang pelajaran pak samsul itu ada dua kali dalam seminggu.


"Balonku ada dua?" Tanya Deva bingung.


"Iya, pak samsul yang ganti sendiri." Ucap Queen. Deva hanya mengangguk, Deva belum tau semuanya tentang kelas ini, guru disini dan Teman disini.


"Balonku ada dua lah pak." Jawab Radhit lalu berdiri. "Ayo Rey!" Sambil mengajak Reyhan nanyi di depan kelas.


Reyhan dengan malasnya berjalan ke depan kelas dan berdiri di depan kelas dengan Radhit.


"Oke. sel.."


"CEPAT NYANYIKAN TIDAK USAH MEMBUANG WAKTU SAYA." Pak samsul memotong ucapan Radhit.


"Iya kapten iya." Ucap Radhit.


"BALON KU ADA DUA, RUPA RUPA WARNANYA... HIJAU KUNING WARNANYA! HIJAU KUNING ADANYA...


MELETUS BALON KUNING DERR!! HATIKU SANGAT HANCUR... BALONKU TINGGAL SATU KU PEGANG KENCANG KENCANG!!" Nyanyi mereka barengan lalu seisi kelas tertawa melihat nya. Sedangkan mereka berdua memutar bola matanya malas.


Deva yang melihat itu lucu lalu di tersenyum geli. Reyhan yang memperhatikan Deva dia pun ikut tersenyum.


"UDAH PAK!" Teriak Radhit.


"Saya tidak Budek pake G Radhit! Duduk kalian."


Lalu Radhit dan Reyhan duduk di tempat nya. Mereka pun belajar dan mendengarkan penjelasan apa yang si jelaskan di depan.


Bagi Deva kelas ini sangat Unik,Menarik dan Lucu. Deva harap hari harinya akan selalu berwarna.


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


Tring...Tring...Tring


Bel istirahat telah berbunyi Deva harus mengembalikan buku yang ia pinjam hari itu di perpus.


"Dev lo mao kemana?" Tanya Queen yang melihat Deva terburu buru. Reyhan pun melihat Deva yang sedang buru buru.


"Aku harus mengembalikan buku ini ke perpus, kamu duluan aja ya ke kantin nya." Ucap Deva lalu pergi begitu saja sebelum Queen menjawab.


"Selalu sendiri." Gerutu Queen.


"Kasian jomblo hahah." Ledek Radhit.


"Dhit gue ke Rooftop duluan ya,nanti lo nyusul aja sama Arka." Ucap Reyhan lalu pergi keluar kelas.


"Mampus jomblo ngatain jomblo haha." Qeen tertawa meledek.


Radhit tidak mau kalah "Gue gak jomblo, cewe gue banyak gak kaya lo."


"Iya kan ceweknya gatel cowoknya gatel, cocok deh jadi pasangan ulet bulu." Ucap Queen lalu pergi meninggalkan Radhit.


"Gue?Gatel?Badan gue gak gatel ko Queen." Radhit teriak agar Queen bisa mendengar nya.


Awas aja nanti juga lo bakalan jadi pasangan ulet bulu sama gue.


Deva mengembalikan buku itu ke ibu penjaga perpus setelah itu dia keluar dari perpus dan tiba tiba ada seseorang yang menarik nya dengan keras.


Deva terus di seret lalu di dorong hingga dia terjatuh. Seperti nya dia di bawa ke taman belakang sekolah.


"Hai Deva kita bertemu lagi." Ucap seseorang itu sambil tersenyum licik.


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


Jangan lupa untuk tekan bintangnya:)


Terima kasihβ™‘