Goodbay-u

Goodbay-u
Episode5



Hai semuanya


Budayakan Vote sebelum membaca


Dan Komen sesudah Baca ya guyss!!!!!


Littlerabbit


Engga.


Cewek dan cowok dilasih organ lengkap pada setiap penciptaanya. Kalau cewek punya hati, berarti cowok juga sama. Jadi, cowok sedih itu bukan sesuatu yang hina. Normal untuk mereka yang memiliki hati.


Bayu menyunggingkan senyum tipis. Ia tidak tahu akun littlerabbit itu milik siapa, tetapi hampir 3 tahun ini mereka berkomunikasi, saling menumpahkan keluh satu sama lain. Keduanya pun sepakat untuk tidak mengungkap identitas masing-masing demi kenyamanan. Dan sejauh ini, semua baik-baik saja.


^^^Luckystar^^^


^^^Thank you!^^^


Littlerabbit


Kalau mau cerita, gua open 24 jam.


Bayu hanya memberikan tanda love, tanpa membalas lagi. Selanjutnya, pemuda itu langsung mengerjakan pekerjaan rumah yang sudah melambai memanggilnya.


Skipp malam hari


Jam yang terpatri di dinding sudah menunjuk angka satu, yang artinya sudah lewat tengah malam. Namun, grup _chat_ di ponsel nya masih ramai. Ada Arsen yang terus mengomel karena tidak bisa tidur, padahal dia harus bangun pagi-pagi sekali. Aries pamer foto usai mengisi acara salah satu mal.


[Fortius]


Hanin


Ri, gila rame banget.


Lo baru pulang?


Kok acaranya sampai jam segini?


Aries


Selesai jam 10 tadi.


Diajak makan dulu sama Mas Andra.


Naren


Gua kira ketemu fans dulu.


Foto-foto manja.


Arsen


Foto apaan?


Aries biasanya lansung minggat setelah manggung.


Sabil


Nih, ya, Ri.


Gua mau kasih masukan boleh?


Kalau mau manggung tuh bilang-bilang. Nanti, sebelum mereka minta foto suruh beli dagangan gua dulu.


Bayu terkekeh membaca pesan dari sahabat-sahabatnya. Aries seorang drummer. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, anak itu bahkan sudah sering manggung sana-sini. Tidak hanya drummer sebenarnya, Aries bisa bernyanyi, jago bermain gitar dan piano pula. Satu kelemahannya, dia tidak begitu suka terjebak dalam keramaian.


Hanin


Jualan aja lo, Bambank.


Sabil


Yang penting halal.


Nanti gua bikin lightstick official buat Aries, biar ala oppa-oppa korea.


Hanin


Eh, iya keren tuh, Ri.


Bikinin, Bil.


Aries


Gua main drum ngapain pake lightstick segala anjir.


Sabil


Kan biar kece.


Aesthetic gitu.


Pemuda itu memejamkan mata saat ulu hatinya terasa perih. Sebenarnya sudah terasa sejak magrib tadi, tetapi Bayu mendiamkannya. Lagi pula, tidak ada obat lambung di kotak obat.


Naren


Yung, dari tadi ngintip doang lo.


Hanin


Nanti kena azab.


Arsen



Sabil


Hanin


Gue engga tahu kalau insomnia berpengaruh terhadap kepribadian seseorang.


Naren


Cuma gua yang waras emang.


^^^Me^^^


^^^Apotek yang buka 24 jam sekitar sini di mana, ya Nin?^^^


Arsen


Lo sakit?


Aries


Lo sakit?


Naren


Lo sakit?


Hanin


Lo sakit?


Sabil


Lo sakit?


Meski masih meringis-ringis menahan sakit, Bayu menyempatkan diri tersenyum melihat reaksi sahabatnya. Mereka mengirim pesan yang bersamaan menanyakan hal yang sama.


^^^Me^^^


^^^Engga kok.^^^


^^^Perih doang perut gue.^^^


Hanin


Lo biasanya pakai apa?


Siapa tahu ada yang cocok.


^^^Me^^^


^^^Apa aja deh.^^^


Arsen


Pakai go-send aja gimana?


Biar gua tanya Papa obatnya apa.


Lo engga usah kemana-mana, Yung.


Naren


Mau dianterin makanan juga engga? Loh pasti telat makan, 'kan?


Sabil


Atau mau gua kesana?


^^^Me^^^


^^^Engga usah.^^^


^^^Tapi, makasih perhatiannya.^^^


^^^Mau gua bawa tidur aja.^^^


Bayu langsung tidur menutup ruang obrolan, kemudian membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Baru saja matanya hendak terpejam, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Bayu sengaja memilih pura-pura tidur, takut jika iti sang mama dan berunjung mengomel seperti tadi. Beruntung kamarnya selalu dalam keadaan gelap.


Curiga karena sang mama tak juga menghampirinya, Bayu kembali membuka mata dan melihat seseorang berdiri di dekat meja belajarnya seperti tengah mencari sesuatu.


Orang itu mengendap-endap, berusaha meredam sisra kecil apa pun. Tangannya bergerak, memindah satu per satu buku kesisi lain. Namun, seseorang mencekal pergelangan tangannya, mengunci pergerakannya.


"Buku mana lagi yang kali ini loh ambil?"


"Lepas!"


"Gua benar-benar engga ngerti punya salah apa sama lo sampai lo kayak gini, Kak."


"Gua bilang lepas!"


"Gua capek, Kak. Sumpah."


Hanya dengan penerangan yang seadanya, Wil tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi adik tirinya sekarang. Namun, suara Bayu yang terdengar lirih dan sedikit gemetar cukup menyadarkan Wil kalau anak itu tidak baik-baik saya


"Satu-satunya alasan kenapa gua bersikap kayak gini karena gua engga mau lo ada di sini, sama kita."


...|Bersambung|...